
...Perhatian .......
...Tidak bermaksud menyinggung siapapun. Ini hanya untuk belajar bersama saja kok.. Semoga bermamfaat ya......
“Gevan mah memang pinter. Tinggal diasah aja lagi om..” Ujar Rindu dengan jujur.” Tapi BTW ni Om.. berarti Gevan yang mau dinikahin ni dengan Nayla? Dia yang dijodohin?’ Tanya Rindu membuat yang lain mengantuk dna juga yakin menatap Rindu. “Tapi bukanya Gevan agamanya kristen ya?” Ia ingat pengakuan Geva bahkan sapai saat ini ada lambang salip dilehernya.
Gevan menatap Rindu dengan anggukan. Dan kedua orang tua Gevanpun mengangguk, disana keluarga Yohan pun menatap Rindu dengan tatapan sulit diartikan. “Iya Rin... Gevan itu kristen. Tapikan nggak apa-apa. Masalah kepercayaan beda, diluar negeri aja banyak kok orang yang nikah beda agama. Sekarang tu tergantung sama mereka, bisa berkomitmen apa enggak.” Dino angkat bicara pada Rindu dikalah semua orang bungkam.
Rindu mengangguk.” Tapi bukanya negara kita itu tidak menganut hal sedemikian om?” Tanyanya dengan alis terangkat. Sebab dia anak hukum dulunya, setidaknya dikit atau banyak Rindu tau, Rindu ngerti dan paham akan hukum yang berlaku saat ini membuat ia menatap Dino dengan tatapan meminta pendapat.” Negara kita harus menikah dengan sesama agama, tidak bisa beda agama layaknya orang luar. Sebab kita masih ada MU Dan sebagainya.” Lanjutnya dikalah Doni diam menatap Rindu.
“Kita tidak perlu menikah di Sini Rin.. banyak kok orang yang memilih menikah diluar negeri... nanti mereka akan menikah diluar negeri..” Ujar dari mommy Nina dengan semangat..” Lagi pula nanti mereka akan menikah diSwins. Jadi ya tidak apa-apa. Mereka akan kembali kesini beberapa bulan berikutnya.” Ujarnya lagi dengan semangat.
“Iya.. mereka bisa menikah diluar jika memang disini tidak bisa diperbolehkan. Tante saja bisa menikahi dua sumai tante..” Ujarnya menatap Doni dan juga Koko yang memeluknya dikanan dan dikiri. sedangkan dirinya ditengah-tengah.
“Ini suami sah Tante semua?” Tanya Rindu dan diangguki polos oleh dirinya membuat Rindu migren. Sungguh kepala Rindu sakit melihatnya. Tapi ia harus apa? Ia beda agama dan juga beda pandangan. Tapi Rindu yakin, semua agama mengajarkan yang baik dan agama Kristen tak mempebolehkanya atau boleh? Akh entahlah.. Rindu tidak terlalu paham membuat ia mengerab polos. “ Bagaimana bisa?” tanya Rindu dengan pelan.
Percayalah tak ada agama yang membawa kemudhoratan... Semua agama baik....
“Bisa dong. Panjang ceritanya Rin..” Ujar Doni dengan sendu. Ia menatap Koko yan sedari tadi diam saja dengan tatapan permintaan maaf membuat Rindu mengernyit. Ada apa dengan keluarga ini? apakah ada konflik yang berat membuat Henny ini menikahi dua pria sekaligus? Jika iya mengapa pula mereka menikahi Gevan juga?
“Memangnya kenapa sii? Aku nggak tau, aku nggak paham..” Ujar dari Nayla dengan polosnya. Anak yang buta akan agama itu menatap Rindu dengan meminta penjelasan. Bagaikan anak Tk yang menatap gurunya.
Rindu menghela nafas.” Bukan hanya Hukum saja yang melarang kita untuk menikahi orang yang beda agama,.. tapi juga dengan agama Islam.. Om Tante.. Tuan.. Nyonya... meskipun kalian pergi kenegara lain hanya untuk menikah saja itu tidak boleh, sebab kalian bisa lari dari hukum manusia tapi tidak dengan Hukum Allah Swt...” Ujar Rindu dengan lembut. memberi penjelasan supaya mereka mengerti.
“Tapi agama nggak akan mempengaruhi kok..” Ujar Yohan yang tak kalah tak setuju dengan Rindu. diangguki dan dibenarkan oleh orang-orang dewasa disana. sedangkan Nayla hanya diam menyimak saja. Sama dengan Gevan yang tak terlalu paham.
__ADS_1
“Kata siapa tidak mempengaruhi?” Tanya Rindu dengan nada lembutnya. Namun bagi mereka itu adalah nada mengejek karena mereka tak dapat melihat mimik wajah Rindu. “Agama kami sangat sangat melarang hal demikian. Saya tidak tau dengan agama kalian om Tante.. saya tidak terlalu paham. Tapi ajaran agama Islam sangat-sangat melarang hal yang sedemikian. Pernikahan tidak akan sah apabila kedua bela pihak tidak mau mengalah dari agama masing-masing..” Ujarnya memberi arahan.
“Rindu kamu masuk saja... “ Yohan tak bisa lagi membalas perkataan Rindu karena dia memang tak paham agama. Lagipula jika begini terus nanti pernikahan ini akan batal membuat ia harus bergerak lebih cepat dari pada mulut besarnya Rindu..
Rindu mengangkat tangannya menatap Yohan.” Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan dari hal ini.. saya harus melihat keputusan kalian sebelum kesepakatan kalian. sebab jika sudah terjadi suatu kepekatan maka saya akan menjadi manusia yang paling berdosa saat ini...” Ujarnya menentang. Auranya sudah berbeda. Bukanlagi lembut ataupun sendu, tapi sekarang ia sudah menjadi hakim yang bijaksana. Melawan tanpa batas, menegakkan suatu keadilan. Iya.. dia Rindu Azzahra yang penegak kebenaran.
“Tapi kami sudah membuat kesepakatan Rindu.. kesepakatan kami sudah dilakukan seminggu yang lalu. Bahkan tempat pernikahan mereka sudah kami siapkan dan itu terjadi dua minggu lagi... “Tegas Yohan dengan tegas.”Lagi pula ini bukan urusan kamu.. jadi jangan melewati batas Rin. Jika pernikahan ini gagal, maka saya da keluarga mereka yang malu...” Lanjutnya dengan jujur.
Rindu terkekeh dalam hati. manusia sekarang memang kerap kali malu akan manusia, malu pada anggapan mansia dari pada malu dengan Tuhannya. Malu akan perbuatannya membuat mereka keluar dari karenanya.” Kalian lebih malu dengan manusia dari pada Tuhan kalian?” Tanya Rindu dengan nada tidak percanya pada mereka.
“Rindu.. maaf, bukannya kami tidak menghormati pendapat dan pengetahuan kamu..” Panji mulai angkat bicara saat ini. sedangkan Sarah dan Hendrawan sedari tadi hanya menjadi pihak penyimak yang handal. Sebab mereka tak mau terlalu ikut campur saat ini. “Tapi Rindu. saya sudah katakan tadi. Ini sudah kami rencanakan, dan ini akan terlaksanakah dua minggu lagi diSwins. Bahkan tempat bulan madu mereka sudah kami siapkan. Jadi tidak ada yang bisa kita bubarkan. Tidak ada..” Yohan mengeleng dengan tegasnya memberi penegasan pada Rindu. meksipun ia tau jika Rindu benar sekalipun.
“Ini baru kesepakatan dan juga rencana. Belum ada kata Sah yang terikrar dan belum ada cincin yang melingkar. Apa yang tidak bisa? Coba jelaskan apa yang tidak bisa? Apa tidak bisa karena takut malu dan meninggalkan suatu kebenaran Tuan Nyonya?” Tanya Rindu dengan kekehnya.
“Kau kenapa menolak pernikahan ini Rin?” Koko angkat bicara saat ini menatap Rindu membuat semua menatap Koko. Koko bicara seara santay.” Apa kamu menyukai Gevan? Ji?ka iya katakan saja, supaya Gevan bisa memilih. Saya yakin Geva akan memilih kamu.. “Ujarnya. Ia salah paham rupanya. Ia pikir Rindu menyukai Gevan membuat ia angkat bicara. sebab Rindu nampak sangat kental menolak pernikahan ini. matanya bahkan nampak merah saat ini. sedangkan Gevan yang ducapkan dan diomong oleh ayahnya membuat ia malu dan gugup. Ia menatap Rindu dengan tanda tanya.
“Apa bedanya kalian dengan Atheis hm? Manusia tanpa agama? Yang melanggar aturan Tuhan kalian? menyepelekan Tuhan kalian..” Ia terkekeh sebentar karenanya. “ Bahkan saat ini kalian mungkin lebih renda dari pada Atheis sekalipun. sebab Atheis tak mempercayai Tuhan karenanya mereka hidup bebas dan hidup tanpa batasan. sedangkan kalian? sudah mengakuh punya Tuhan tapi tidak pula mengikuti aturannya. Kalian sudah menghina dan juga mencambuk Tuhan kalian sendiri saat ini.”
(Cambuk itu maksudnya menyakiti kepercayaan Tuhan dan menyakitilah.. ya...)
“Rindu.. kami melaukan ini untuk mereka berdua.. sekarang saya tanya saja dengan mereka bagaimana?” Koko mulai angkat bicara karena memang ia respek pada Rindu yang tegas, ia sama sekali tak membenci atau kontra dengan Rindu. sebab baginya kata-kata Rindu ada benarnya juga.
Ia menatap Gevan yang dari tadi menatap Rindu sulit diartikan dan menatap Nayla yang menatap mereka bingung membuat ia mendengus. Ia lebih menyukai Rindu dari pada Nayla. Sebab Rindu lebih berkopeten dan rasional. pintar dan juga memiliki jiwa kepimimpinan. “Dari kalian ada yang mau keluar dari agama kalian dan mengikuti agama dari pasangan kalian?” Tanyanya kepada mereka. Dan dengan serentak mereka menggeleng.
“Kamu Gevan? Ayah tidak akan marah jika kamu mau keluar agama kita. semua orang berhak memilih nak. “Ujarnya pada Gevan tap Gevan kekeh menggeleng karena memang Gevan nyaman dnegan agamanya. “Kamu Nayla? Kamu mau berkorban demi hubungan kalian?” tanyanya.
__ADS_1
Nayla mendengus.” Bagimana bisa saya harus berkorban, sedangkan dia saja tidak mau..” Gevan menatap Nayla tajam. “Lagi pula saya belum mengenal Gevan Om.. dan ni ya Om. Meksipun saya jarang sholat dan juga sekali. Tapi Rindu pernah ceramahin saya. Katanya, sejauh mana jarak saya sama Tuhan saya Allah Subhanahuata’ala, sekafirnya saya yang sering meninggalkan perintahnya. Tapi jangan lupakan, jika saya harus mempertahankan Syahadat saya. Karena Syahadat saya harga mati.. bahkan matipun kata Rindu lebih baik dari pada kehilangan Syahadat saya.. saya memang bukan orang yang beriman. Tapi setidaknya saya masih bisa masuk syurga meksipun gosong dulu... “Ujarnya dengan bangga.
Rindu terkekeh mendengarnya. Karena dulu Rindu memang sempat cerita sama Nayla. Jika kita harus mepertahankan Syahadat kita. banyak diluar sana murtad karena merasa agama orang lain lebih benar dan lebih baik. Banyak diluar sana keluar dari agama islam hanya karena cinta belaka, mengatakan jika agama itu memanggilnya dan ia mendapatkan hidaya.
Sungguh.. itu hanya tipuan dunia belaka. Manusia yang paling menyedihkanlah malah. Sebab mereka yang sudah dijalur benarnya meleset dan terperosok dalam agama orang lain. dari sini Rindu tekankan pada kalian.. kalian tinggalkan Tuhan kalian demi Cinta? Maka Rindu katakan sekarang jika Tuhan lebih mencintai kalian lebih dari apapun. Cinta duniamu? Cinta pasanganmu? Mereka memberikan apa padamu? Sedangkan TuhanMu? Bahkan nikmat cintamu itu adalah dari Tuhanmu.. bagaimana bisa kamu mengkhianatinya? Bagaimana bisa kau meninggalkan Tuhan yang memberikan kamu nimat cinta. Nikmat melihat keindahan pasanganmu bahkan nikmat dimana kamu bisa merasakan jika kamu makhluk yang berbahagia?
Ada yang bilang hati mereka tersentu dan agama lain paling benar( Bukan hanya kristen saja ya.. ) Itu karena mereka hanya mencari satu dan fokus pada agama yang mereka anggap benar dan menarik. Anda mereka mau mencari tau agama lainya. Belajar agama lainya. Mulai dari Hindu, Budha dan sebagainya. Barulah klim yang mana yang paling benar... adakah yang semacam itu? Hmm tidak adakan? Iya.. karena apa? Karena mereka melakukanya hanya karena nafsu duniawi saja. Bukan secara hati mereka yang ingin mencari tau Tuhan mana yang paling benar dimuka bumi ini.
.
Berhenti dalam satu titik dan mencari titik lain. manusia memang berhak memilih.. manusia memang berhak berpindah ketempat lainnya. Tapi manusia yang berpendidikan tidak akan pernah mudah goyah. Manusia yang berfikir realistis akan selalu mengenyampingkan nafsu dari pada teori. Mencari tau baru memilih. Sebab mansia diberi otak untuk berfikir akal untuk digunakan dan hati untuk merasakan. Jadilah manusia yang sempurnah layaknya Tuhan katakan.
Koko semakin kagum akan Rindu yang bahkan bisa membuat Nyala menurut seperti ini.” Tapi pernikahan ini akan dilaksanakan.. dan tidak bisa diganggu gugat lagi..” Yohan mulai lagi bersuara membuat semua menatap Yohan dengan tatapan datar. Sebab Yohan sangat keras dan tak bisa dibantah. Padahal Rindu sudah menjelaskan sebegitu tegasnya dan juga alasannya.
“Tapi kek.._”
“Diam kamu.. saya lebih tau cucu saya bagaimana... kamu jangan ikut campur Habib. Ini yang terbaik untuk Nayla..” Matanya menatap kedepan kosong. pikirannya melatang pada tragedi adiknya membuat ia takut kehilangan lagi. Ia takut kejadian itu menimpah cucunya Nayla.. sunggu ia takut.. padanya kenyatananya rasa takutnya ini adalah rasa ketidak percayaan kepada Tuhan.
Mengapa begitu? manusia sering kali takut akan rezeki untuk esok hari. takut tak mendapatkan jodoh dan takut akan kebahagiaan yang akan datang dikemudian hari.. apalagi maut.. manusia tertau takut sampai mereka lupa jika mereka takut maka seharusnya mereka menyiapkan semuanya dengan baik bukan? Tapi pada kenyatannya. Rasa takut hal semacam demi kian sama saja kita menghina tuhan. Tidak meksi kita piak Kitab.. Kitab apapun itu. Al-Qur’an. Al-Kitab dan sebagainya.
Sebab bukankah Tuhan sudah menjamin apa-apa yang sudah ditetapkan untuk kita? milik kita? lalu apa lagi yang kita takutkan? Jodoh adalah cerminan diri. Jika mau mendapatlan jodoh baik maka perbaiki diri. Jika mau suami jahat maka rusak diri kita.. Allah maha kuasa dan pemegang segalanya. Jadi jagan takut untuk melangkah hari kedepan. Karena jika kamu takut maka kamu sedang tidak mempercai Tuhanmu... Kep strong ya...
Habib yang ucapannya dipotong oleh Yohan membuat ia menghela nafas. Rindu menggeleng menatap Yohan. “ Saya mu-“
“Diam Habib.. saya tidak mau lagi memperdebatkan masalah ini. menurut saya semuanya sudah jelas...!!!” Ujarnya membentak karena emosinya tak terkendali.. sedangkan semuanya menatap diam Rindu. sebab sekarang atmosfer diruangan itu sudah beda.” kamu bukan siapa-siapa. Jadi kamu tidak berhak bicara disini. Saya yang menentukan apa yang harus terjadi dikedepannya.” Lanjutnya.
__ADS_1
“Disini saya berhak bicara disini..!” Suara Rindu lebih lantang. Matanya memerah karena amarah juga. Akan memang temramen, ia tak suka dbentak dan tak dihargai. “ Saya akan menjadi manusia yang paling berdosa jika pernikahan ini tetap diaksanakan.. dan saya tidak mau itu terjadi..!” Semua cuma menatap Rindu dengan degdegan. Sebab suara Bas Rindu sangat tegas bagaikan seorang pria. Memang benar suara Rindu seperti suara pria. dan itu bonus untuk argumennya. “ Ketika dua insan menikah beda agama. Kata sah tak akan terjalankan. Jika kata SAH tidak terlafasan dan disakralkan. Maka hukum pernikahan itu adalah Zina..!” Semua menatap Rindu dengan tatapan sulit diartikan. Yohan? Diam menatap Rindu,