Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Terbukti


__ADS_3

Mie menatap Rindu dengan sinisnya lalu mendekat. Namun ia ditahan oleh beberapa orangnya dokter Rey membuat ia menghempasnya kuat bagaikan orang gila..”Iya benar... saya tidak keguguran dikalah Rindu memukul saya.. !!” Akunya kepada semua orang membuat semua orang diam disana dengan menatap Mise dengan tatapan mencibir.


"huuuu..Dasar tukang fitnah huuuu...!"Teriak fey keras disana membuat semua orang ikut ikutan menyoraki


“Mise... apa-apaan kamu...!!” Teriak papanya Mise tak terima anaknya mengakuhi hal demikian.. ia menatap Mise dengan tatapan marahnya.. bisa jatuh harga dirinya dan juga keluarganya. Soalnya ia salah satu pejabat.


Mise diam menatap Rindu dengan tatapan tajam sembari mendekat. Rindu diam ditempatnya menatap Mise dengan tatapan sendunya. Ia diam menatap mata Mise yang sudah berkaca-kaca itu. Ia ta tau harus apa, menghapus air mata itu? Rasanya sangat sakit menatap air mata itu. Air mata yang nampaknya sangat pilu dimata Rindu. rindu bahkan bisa merasakan jika sebenarnya Mise dikalah itu sangat-sangatlah terpukul.


Beberapa polisi dan lainya mendekat untuk menjaga Mise dan juga Rindu. mise menatap Rindu tajam itu sekarang memegang perutnya.”Dua kali Rindu.. dua kali saya kehilangan anak saya hanya karena kamu..!!” Decihnya dengan tajamnya. Air mata itu jatuh tanpa Mise berkedip sekalipun.


Rindu menjadi pendengar yang ahndal.”Sudah Mise.. Mise cukup.. kamu pulang..!!” Teriak Mamanya Mise lalu menarik paksa tangan anaknya itu karena tak kuat menahan malu kali ini. ibu mana yang tak malu jika dibuat begini oleh anaknya?


“Diam semua...!! diam..!!” Teriak Mise keras bagaikan orang gila disana membuat semua orang terkejut dan memegang dadanya. Hanya Rindu yang nampak diam menatap Rindu dengan datarnya. Padahal hatinya sekarang terasa ditampar dan diiris menatap mata lelahnya Mise seperti itu.


Mise menatap Rindu lagi dengan tatapan piluhnya.” Saya keguguran karena kamu Rindu.. ayah anak saya tidak mau tanggung jawab hanya karena kamu.. dia mencintai kamu dan menjadi kan kamu manusia paling djaga sedangkan saya dijadkan sampah dan dibuang dengan seenaknya.. saya diinjak dan dibuat seenaknya oleh dia.. dan dia rela membunuh anaknya demi kamu Rindu.. demi Tuhan Rindu saya tidak ikhlas.. saya seorang ibu tak akan pernah iklhlas akan hal itu..!!” teriaknya parau kepada RINDU.


“Mise diam.. plakk.. pulang kita pulang..!!!” Teriak ayahnya kepada anaknya. Karena tak tahan lagi fengan drama anaknya lakukan membuat ia menampar anaknya kuat membuat sudut bibir anaknya berdarah. Ia menyeret anaknya itu pergi.


“Papa diamm...!!! biarin Mise bicara sama manusia munafik ini papa.. papa..!!” Tetiak Mise sembari memerontak.. ia sangat kuat. Mungkin efek dari amarahnya yang meledak ledak membuat tenaganya berkali kali lipat bertambah. Ia menatap papanya dan merapihkan rambutnya.


Ia kembali menarik tanganya dan mendorong bahu Rindu dengan kuatnya membuat tubuh Rindu mundur namun ditahan oleh Reno dan dokter Rey dibelakangnya.” Sudari Mise.. mohon jangan bikin keributan...!! kembali kekursi kita bicara secara baik-baik..!!” Hakim mengalihkan pembicaraan yang memanas itu.


“Saya bilang diam.. diam...!!” Teriak Mise tak terima. Rambutnya kusut itu menatap semua orang. Ia terkekeh menampilkan giginya yang berdarah akibat tamparan ayahnya itu. Ia menarik jilbab Rindu membuat Rindu mendekatinya.” Lihatlah.. wahai jagat raya.. wanita sok suci ini...!!” Ujarnya menarik Rindu membuat Rindu diam mendengarkanya.” Dia bahkan murahhan. Sudah disentuh oleh adik saya. Yakan Arga?” Tanyanya. Kepada Arga.


Rindu menatap Arga dengan tatapan meminta penjelasanya namun nampak disana Arga malah ragu ragu menganguk membuat Rindu memendam rasa kecewa yang selalu ia pendam itu. Sedangkan Mise malah tergelak kencang dibuatnya.” Lihatlah.. jilbabnya hanya topeng. Pakek cadar.. Sedangkan dia yang buat anak saya mati.. harapan saya mati..dan semua yang saya sukai malah menyukai dia hiks hiks..!!” Mise mulai menangis lagi dibuatnya.


“Mise.. diam.. Mise jangan begini.. kita bicara baik-baik ya.... jangan begini, malu.. kamu sedang mempermalukan diri kamu sendiri ini..”Ujarnya mamanya Mise tak tahan melihat anaknya itu.


Mamanya dokter Rey mendekat lalu menarik Rindu kedalam pelukanya membuat Rindu tak tahan lagi dna menangis dalam pelukan ibunya dokter Rey. Tak tau kenapa ia memang butuh pelukan dan sandaran saat ini. ia tak kenal siapa yang memeluknya namun ia tak peduli..


Ibunya dokter Tey mengelus pundak Rindu dengan lembut merasakan bajunya basah. Ia menatap papanya dokter Rey yang menatap Rindu juga itu.. dokter Rey diam menatap ibunya dan Rindu berpelukan itu. Semua penonton menatap Rindud negan pandangan mencela dan merasakan Rindu adalah manusi apaling buruk saja. itulah yang membuat mental Rindu down dikalah itu.

__ADS_1


“Mama...!!!” Mise malah menangis menatap mamanya.” Mama tidak tau bagaimana rasanya jadi aku mah hiks hiks.. aku kehilangan anakku karena Rindu ma.. Reno enggak mau tanggung jawab dan bunuh anak aku.. andai anak aku masih hidup, aku yakin sekarang dia sudah besar dan sudah bisa memeluk aku mah hiks hiks..”Mise malah memeluk mamanya dengan lemahnya.


“Dia merebut semuanya.. Reno.. anakku.. semua orang yang aku suka da aku cintai mah... dia dijadikan ratu sedangkan aku upik abu mah. Dan kemarin Habib juga malah mendorong aku membuat ak keguguran lagi.. anakku meningal lagi mah. Habib lebih memilih Rindu dari pada aku ah. Hiks hiks. Anakku sekarang mati lagi..” Ujarnya megusap perutnya yang rata itu tak kuat.


Keluarga Hollmas yang dibawa bawa itu menatap Mise dengan tatapan tak termanya.”Memangnya anak siapa yang kamu kandung Mise? Anak Habib? Bagaimana bisa kam meminta pertanggung jawaban dari Habib?” Tanya Yohan yang baru datang tak terima. serentak dengan Habib dan juga Panji membuat semua orang menatap kesana.


Rindu diam mendengarkanya. Ia lelah dengan semuanya. Sekarang ia hanya menyerahkan semuanya dengan takdir.” Ya emang anak Habib.. Habib yang menghamili saya tapi dia tiak mau menikahi saya. Tapi malah membuat anak kami keguguran. Mangkanya saya marah dan menuduh Rindu supaya Rindu sadar jika dia jahat... dia wanita murahan..!”! Tuduhnya Mise..


Habib yang menatap Rindu dipelukan seseorang itus ekarang menatap Mise tajam.. ia mendekat lalu Plak..”Mise...!!”Teriak semua orang dikalah Habib malah menampar wajahnya kuat. Lagi lagi pipi Mise terasa panas menjalar keseluruh wajahnya itu. Ia mengentuh pipinya dnegan gemetar dan menatap Habib tak percaya.” Jangan bicara sembarangan...!! jangankan menyentuh kamu sejauh itu Mise.. menatap kamu saja saya sudah jijik..!” Desisinya.


Plak.. satu tamparan juga mengenai pipi Habib dan itu bukan dari siapapun kecuali dari Rindu sendiri membuat semua orang menatap Rindu dengan tatapan tak percayanya. Rindu menatap Habib dengan tatapan sinisnya.” Bisakah kamu bicara secara lembut dan jelaskan secara baik baik? Sebab luka pisik yang kamu buat akan membekas didalam hati..!!” Ujarnya dingin.


Plak..”Rindu..!!!” Rindu merasakan pipinya panas karena tamparan yang sangat kuat. Kepalanya bahkan mendadak pening dan mundur. Ia ditahan oleh dokter Rey. Andai ia ta ditahan pasti ia sudah jatuh mencium lantai.


Rindu memegang pipinya itu. Bahkan pipinya sekarang sudah berdarah dibuatnya.” Kamu wanita murahan.. menghancurkan dua anak saya sekaligus dan sekarang dengan sok sucinya kamu membela anak saya. Cih.. muka kamu sunggu licik ..!”Ujar dari papanya Mise yang baru saja menampar Rindu.


Bugh.. satu pukulan menuju perutnya papa Mise dari papanya dokter Rey sang ketua geng dimasa lampau itu kuat. Ia menatapnya datar nan tajam dibuatnya.. semua orang merinding dikalah itu..” Kamu orang tua yang tak beradap. Beraninya memukul orang yang kamu sama sekali tidak tau salah atau tidaknya..!! berani kamu menyentuhnya lagi akan ku patahkan lehermu...!!”Ujarnya dingin.


Plak... sekali lagi Rindu ditampar,. Dna itu adalah Habib sendiri membuat Rindu diam menatap Habib.. Habib menatap Rindu tajamnya,” Dan kamu kan yang menyenbarkan berita hoax tentang saya disosial media? Kamu kan yang membuat gosip itu semua Rindu...!!!” Teriaknya kuat.


“Rindu... “Teriak Dokter Rey dan lainya dikalah Rindu yang memegang kepalanya. Tak kuat karena tamparan itu terlalu kuat membuat cadar Rindu tersingkap menampilkan hidungnya yang berdarah sangat banyak itu membuat semua orang tertegun. “Rindu kamu tika apa-apa?” Tanya dokter Rey mendekat.


Rindu menghela nafas sesak. Ia sudah tak lagi bisa bernafas membuat ia jatuh dengan lunglainya dipelukannya dokter Rey.. Habib tertegun dibuatnya dan juga gemetar.”Rindu...”Gumanya tak menyangkah.


“Papa... mama kak Fey.. bantu Rindu.. tolong bawa dia kerumah sakit sekarang cepat...!!! “Teriaknya kuat dikalah itu dan ia dengan cepat mau pergi namun ditahan oleh Fey menatap adiknya itu.


“Biar kakak. Mama. Papa.. aja yang bawa Rindu kerumah sakit.. kamu disini saja selesiakan masalah Rindu.. karena kamu maish harus Mengurus semuanya bukan?” Tanya Fey menahan namun tubuh Rindu sudah diambil alih oleh papanya dokter Rey dan diluar menujukan keparkiran dengan cepat karena khawatir. Mamanya dokter Rey ikut papanya dari belakang dengan khawatir ia bahkan menangis.


Dokter Rey menatap Rindu dengan gelengan karena ia sangat khawatir.”Kamu percayakan sama kakak. Dia baik baik saja sama kakak.. tenang saja kakak dokter profesional..!”Ujar Fey lalu pergi meningalkan dokter Rey Disana dnegan nanarnya.


Bugh. Bugh..”Bajjingann kamu..!!!” Teriak Reno lalu memukul Habib secara brutalnya karena tak terima Rindu dipukul.. da ditahan oleh beberapa polisi disana.. karena melakukan kericuhan. Keadaan sangat kaca membuat beberapa orang harus keluar dari ruang itu dan para habib harus dipindahkan. Hanya beberap orang disana karena ingin menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


“Rindu memang yang menyebarkan meuanya. Hoax yang mengatakan saya menghamili Mise itu tersebar luas disosial media..! dia balas dendam dengan saya melalui akun medianya yang saya liat tadi pagi. Dan tu bahkan tersebar semua cenel tv..!!” Ujarnya Habib dengan jujur. ia megusap perutnya yang sakit itu.


Ya.. kabar semuanya sudah diterahkan diTv ia melihat tadi dipalang iklan jalanan membuat ia marah besar. Ketika diselidiki ternyata itu tersebar diakunnya milik Rindu membuat ia marah besar tadi. namun ia tak tau apa yang ia lakukan it berakibat sangat fatal seperti ini. ia tak menyangkah sungguh itu diluar kendalinya sebagai seorang pria. Ia dituduh menghamili Mise siapa yang tak marah?


Dokter Rey tersenyum sinis dibuatnya.” Kamu itu bodo bnaget ya.. bisanya Cuma mukul sembarangan aja kalo marah. Dipikir pakek otak cerdas kamu nitu. Gimana bisa Rindu bikin suatu kasus sedangkan dia sedang terjerat kasus. Dan lebih parahnya lagi ia sedang didalam penjara yang artinya sedang tidak memegang handphone?” Tanya dokter Rey dingin kepada Hbaib yang menurutnya sangat bodoh ini.. Sangat bodoh ralat...


Habib diam menatap dokter Rey bdisana dnegan tatapan sulit diartikan.” Lagiupula apa gunanya Rindu memblaskan dendam dengan kamu? Apa kamu punya salah dengan dia? Dan satu hal yang harus kamu ketahui. rindu bukanlah gadis bodoh Habib.. dia tidak mungkin memfitnah kamu mengenakan akunnya., jika ia memfitnah pasti ia mengenakan akun lain dan itu secara sembunyi sembunyi.. ayolah. Otak cedas anda dimana anda letakkan ha?” tanyanya dengan sinis kepada Habib itu.


Habib diam disana menatap dokter Rey. dedangkan Mise mantap Habib dengan tatapan terkejut dan takutnya membuat Habib menatapnya tajam.” kamu yang memfitnah saya ? mengatakan saya menghamili kamu dan saya juga yang mengggurkan anak kamu?’ Tanyanya Habib dingin.


Mise gugup dibuatnya. Ia menggeleng dengan Habib lalu memeluk papanya.” Jawab..!! kenapa kamu memfitnah saya ha?” Tanya Habib membentak. tangannya mengepal saat ini karena amarahnya yang tak terkendali lagi. Para polisi sudah menahan mereka hanya saja mereka tak bisa ditahan membuat mereka hanya mengawasi saja dan semoga tak ada kekerasan lagi batin mereka.


Habib menahan dirinya disana dengan tatapan tajamnya kepada Mise.”Tapi memang benar ini anak kamu Habib.. anak kamu.. kamu tidak mau mengakuhinya? Dan kamu juga yang membunuh anak kita demi wanita murahan itu.!!”


“Kamu yang murahan itu..!! kamu...! bukannya Rindu..!”Teriaknya keras dengan Mise disana. Panji menatap anaknya dengan tatapan tak terimanya.” Kamu memfitnah saya sudah menghamili kamu tapi kenapa tidak meminta pertanggung jwaban dengan saya ha? Kenapa menyalahkan Rindu dna mengandalkan media masa? Kenapa? Mau minta dukungan orang lain? dasar wnaita murahan..!!” Teriak Habib keras.’


“Turyp mulut kamu habib...!!”Teriak papa Mise kuat.” Anak saya anak baik tidak mungkin melakukan hal demikian. Kamu saja yang tidak mau tanggung jawab kan? Secara kamu tak mau nama kamu tercoreng dan kamu lebih memilih wanita sok suci tadi bukan?!! Disini itu kamu bajjiingan..!”Teriaknya kuat kepada Habib.


Habib menaikan sudut bibirnya menatap papanya Mise..” Saya memang lebih memilih Rindu karena anak kamu yang murahan ini..!! Anak kamu saja yang datang dan mengemis dengan saya. Saya tidak pernah sedikitpun meminta kepada bapak supaya menjodohkan kami bukan?” tanyanya dengan sinisnya.


“Wanita itu murahan.. tubuhnya sudah dicicipi anak saya Arga,, dan kamu masih mau dengan dia? Dia sama dengan anak saya.. sama sama murahan bukan?”


“Tidak......


.


.


.


Niatnya mau up hanyak tapo apa dayaku tugaa yang menjimbin bagaikan membunuhku secara berlahan.

__ADS_1


__ADS_2