
“Jika begitu saya dan anak-anak saya pergi dulu ya... Assalamu’alaikum..” Rindu menggandeng tangan mungil Rian dan Rani yang memang sudah rapi, mungkin karena mereka mau diadobsi tadi. Sebenarnya wajar jika Rian dan Rani mau diadobsi meskipun mereka baru tingal dipanti ini. wajah Rian dan Tampan dan jiwa nya yang sudah dewasa sebelum usianya, belum lagi Rani yang sangat cantik dengan kulit putihnya dan tingkah yang menggemaskan akan membuat siapapun lulu. Sama halnya dengan Rindu. ia luluh.
..
“Bunda ko tutup muka?” Tanya Rani yang duduk disamping Rindu. ia menatap wajah Rindu yang ditutup niqob.
Rindu mengelus kepala Rian dan Rani.” Nanti kalo kalian udah masuk pondoknya pasti tau. Ini namanya Niqob, tapi orang lain sering panggilnya cadar. Ummi pakek karena ajaraj agama kita.” Jwab Rindu seadanya tak mungkinkan ia menjawab jika wajahnya fitnah.
“Kalo gitu Rani nanti kalo udah gede mau pakek itu juga ahhkk, soanya bunda masih tetep cantik kalo pakek gituan.” Rani terkekeh kecil kepada Rindu. sedangkan Rian hanya diam dengan memeluk Rindu disamping kirinya.. dan Rindu tau mengapa Rian seperti ini. ia masih takut dipisahkan dengan Rani adik tercintanya.
...
“Wahhh.. Kita ngapain bun kemall...” Uca Rian saat sudah didepan mall yang cukup besar.
“Kita mau beli baju muslim buat kalian. beli kerudung buat Rani sama beli Al-Qur’an baru. Katanya kalian mau beli Al-Qur’an baru, katanya Al-Qur’an yang dipanti udah pada rusak. Nahh, kita mau beli, sekaligus beli sendal sama sepatu dan buku tulisnya..” Jawab Rindu sambil membayar uang Taxi yang mereka naiki.
“Beneran bun?” Tanya Rian dan Rani serntak.
Rindu menganguk lalu menggandeng mereka erat. Ia berada ditenga-tenga mereka.” Ayoo..” Ucap Rindu. ia memilih memasuki mall tepatnya ketoko baju perlengkapan muslim.
Rindu hanya membeli untuk Rian dan Rani supaya mereka disana tak memakai baju yang jelek. Ia tak mau Rian dan Rani diejek. Yaa.. Rindu harus memberikan Rian dan Rani yang bagus-bagus meksipun harganya harus mahal. Lagipula ia berkerja dengan Habib memang untuk Rian dan Ranikan?
“Rani nanti kita belinya yang murah aja ya.. kasian sama bunda. Nanti bunda susah cari duitnya...” Bisik Rian pada Rani yang sedang melirik gamis yang cuple untuk anak kembar dipatung dalam etalase yang pasti harganya mahal.
“Kenapa? Bunda nggak bakal marah kok..” Ucap Rani polos.
“Bundakan udah dafter kita sekolah, nanti bunda nggak punya uang terus bunda makan pakek apa? Kamu ngak maukan kalo bunda kelaparan Cuma gara-gara kita?” Bujuk Rian pada Rani. Yang membuat Rani melirik gamis yang ia mau lalu menunduk untuk mengangguk lemah.
“Nanti kalo kita punya uang baru de beli... oke..” Bujuk Rian.
“Iya bang..” Ucap Rani lemas.
Sedangkan Rindu yang sedang membeli beberapa kotak pensil yang berbentuk Upin Ipin dua buah, buku beberapa pak dan juga beberapa helai baju panjang untuk Rian dan Rani. Ia juga membelikan tiga sarung untuk Rian dan peci. Ia juga membeli mukena untuk Rani.
Semua Rindu beli tak memikirkan biayanya. Ia menyuruh Rian dan Rani keliling untuk membeli pakaian yang mereka inginkan.”kalian udah dapet baju yang kalian pengen?” Tanya Rindu sampai didepan Rian dan Rani yang Rindu suruh untuk menunggu jika selesai.
“Sudah Bun..” Jawab Rani lemah membuat Rindu mengernyit. Seharusnyakan anak-anak akan senang jika disuruh beli apa yang diinginkan. Berbeda dengan Rian yang menganguk. Tapi mata Rindu menangkap mata Rani yang melirik satu etalase yang isinya satu gamis yang cantik dan baju kokoh yang untuk laki-laki yang sama disebelahnya. Yaa, itu cuple untuk anak-anak.
__ADS_1
“Mana bajunya?” Tanya Rindu pada Rian dan Rani.
Rian dan Rani memberikan dua baju yang mereka pegang membuat Rindu mengambilnya. “Yaudah.. Ayok kita bayar..” Ucap Rindu pada mereka. Mereka mengikuti saja dari belakang karena Rindu membwa banyak barang.
Saat didepan kasir Rindu meletakkan semua barang yang ia ambil. Ini toko serba ada, jadi mulai dari pensil itu memang sudah ada disini membuat Rindu mentotalkan semuanya. “Saya mau ambil baju yang dietalase itu ya mbak, yang ukurannya untuk anak saya ini..” Ia menunjukan Rian dan Rani yang awalnya menunduk sekarang mendongak.
“Tapi itu cukup mahal mbak..” Jawab kasir sedikit kurang enak. Ia masih tersenyum ramah.
“Saya mau beli bukan menawar, jadi ambilkan saja ntuk anak saya.” Jawab Rindu tegas namun lembut.
“Ba-baik mbak. Tungu sebentar ya..” Ucap kasir lalu menyuruh pelayan lainya mengambil pesanan Rindu.
Rani dan Rian sontak menarik gamis bawah Rindu membuat Rindu menunduk.” Kenapa?” Tanya Rindu.
“Bunda beli baju itu?” Tanya Rani penuh binar.” Buat kita?” Senyumnya terbit, begitu juga Rian, ia juga sangat tertarik awalnya baju itu. Tapi karena harga ya dia harus pikir tiga kali. Wajar saja mereka tertarik karena mereka belum pernah mendapatlan baju cuple seperti itu.
Rindu tersenyum lalu menunduk.” Apasih yang engak buat anak bunda. Makanya kalo mau sesuatu itu bilang ya.. “
“Bunda ambil uangnya dari mana? Itu pasti ma-Hal bun?” Tanya Rian polos.
“Makasih ya bun..” Mereka memeluk Rindu sayang yang dibalas rindu tak kalah syaang.
“Sama-sama..” Ucap Rindu mengelus pundak mereka,” Maafin kami yaa udah ngerepoton bunda. Bunda pasti capek cari duit, tapi duitnya malah buat kami..” Lanjut Rian sendu.
“Makanya, nanti semangat belajarnya disana ya. Jangan bandel, sama kalian harus semangat ngehafalnya oke..” Rindu tersenyum manis dibalik niqobnya.
Rian dan Rani mengacuhkan jempol “ Siap bunda cantik..” Rindu terkekeh melihat mereka.
Dan cup.. cup.. Rian dan Rani mencium pipi yang berlapisi niqobnya lembut membuat Rindu merasakan jika kecupan itu menjalar sampai dihatinya.
...
“Sekarang kita kemana lagi bun?” Tanya Rian saat sudah keluar dari toko itu.
Rindu menunjuk arah tulisan Gian... “Kita beli susu buat kalian disana nanti dulu, terus beli beberapa peralatan kayak sabun dan sebagainya ya..” Jelas Rindu pada anak angkat kembarnya itu.
Mereka saling pandang lalu menganguk. Rindu membeli susu supaya disana mereka bisa mendapatkan suplemen, menghafal bukanlah hal yang mudah membuat Rindu harus mengatur pola makan dan gizi oleh Rian dan Rani. Rindu juga tidak lupa membelikan vitamin untuk mereka kesana nanti.
__ADS_1
Setelah semua selesai Rindu membawa mereka ke MCD. Dengan raut semangat mereka memesan masakan yang dijual oleh shongebob. Mereka juga membeli makanan seperti ayam crespe dan juga tiga cup Ice creame ukuran jumbo. Tentu saja Rian dan Rani terpekik senang membuat Rindu tak kalah bahagia. lucu yaa Rindu. orang yang bahagia ia pun ikut tertular bahagianya.
Kebahagiaan mereka tak luntur sampai Rindu kembali kepanti mengantarkan Rian dan Rani. Mereka tadi melaksanakan sholat dimasjid disana dan pulang pukul 3sore. Saat mereka kembali kepanti membuat Rian dan Rani langsung bersembunyi dibalik gamisnya dan menarik gamisnya takut.
Tentu saja sikap Rian dan Rni yang seperti ini membuat Rindu resah, tapi Rindu baru sadar jika manik mata Rian dan Rani menatap Umii Ira yang ada didepan pintu dengan raut wajah khawatir. Rindu menghela nafas, mungkin Rian masih takut karena kejadian tadi.
Rindu diam saja lalu melangkahkan kakinya. “Assalamu’alaikum Ummi..” Ucap Rindu lembut saat didepan ummi Ira yang mendekat. Mata ummi Ira tak lepas pada Rian dan Rani yang bersembunyi dibalik baju Rindu.
“Waalikum sama Rindu... Kalian baik-baik aja kan?” Tanyanya basa basi. Padahal hatinya sudah resah takut Rindu salah paham.
“Allhamdulillah Ummi..” Rindu melirik Rian dan Rani yang dibawah sana.” Hey.. Salim sama ummi dulu dong..” Bujuk Rindu pada mereka. Tentu saja mereka semakin mengeratkan gengaman mereka pada gamis Rindu lalu mengeleng.
“Kalian kenapa hm? Ayo salim. Nggak sopan tau..” Ucap Rindu membujuk.
“Enggak mau Bun. Nanti kami dipisahin terus dijauhin dari bunda. Bunda, Rian sama Rani mau pergi kepondok sekarang aja ya...” Bujuk Rian sedikit membentak.
Jujur, baru kali ini Rian membentak dan berkata kasar, sepertinya ia sangat marah pada Ummi Ira. Rindu menghela nafas kasar. “Ummi Ira yang udah jagain kalian looe selama ini, masa kalian jahat sama ummi Ira, pakek bentak-bentak lagi..”
Rian menunduk. “Ma maaf Bunda. Rian nggak mau dipisahin sama Rani. Rian sayang Rani, Rian nggak mau tinggal disini lagi..” Ia menunduk karena takut.
Rindu menatap Rian sedih. Wajah saja jika Rian bersikap seperti itu, yaa karena Rian adalah kakaknya Rani dan Ranilah saudarinya yang tersisa, siapa yang mau dipisahi coba?
Ummi Ira menatap Rian dan Rani dengan raut sedihnya. Sebenarnya ia tadi sudah susah paya mengatakan jika Rian dan Rani tak diadobsi, tapi sang pengadopsi tak mau mendengarkanya, mereka sudah jatuh cinta pada Rani dipandang pertama mereka. Lalu ummi Ira bisa apa? Saat ia menghubungi Rindupun tak ada jawaban membuat ia pusing tak kepalngan.
.
.
.
.
.
**yaaaahhhh Rasanya aku t seneng..meskipun novelnya bukan teekhusus untuk novel cinta tapi masih ada yang minat baca....
Makasih. Jangan lupa vote like and komen yey**....
__ADS_1