Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Kacau


__ADS_3

Setelah mendengar semua yang sudah dialami oleh dua perempuan dikalah itu membuat pemikiran Rindu lebih terbuka dalam masalah pernikahan


Tak perlu kaya dan tampan... Sebab semuanya tak ada gunanya dikalah kamu tidak dihargai dan disayangi.


Tak ada gunanya kaya tapi kamu dicaci maki. Tak ada gunanya Cinta jika hati selalu disakiti. baik batin maupun fisik... Tidak ada gunanya. sungguh..!


Sebab hati perempuan mudah rapuh. kau bentak saja maka ia akan mengeluarkan air mata, kau banding saja dia dengan orang lain hatinya akan terluka, kau ucap saja kata kasar maka hatinya perasaannya akan hancur. Dan kau lukai fisiknya maka hilanglah semua perasaannya dengan mu Baik dari batin maupun perasaan.


Rindu mencintai seorang Habib. tapi ia juga memiliki perasaan dengan Dokter Rey. katakanlah ia serakah. Tapi siapa yang mampu membolak balikan hati?


Ini bukan cerita novel layaknya novel lain... Siapa yang paling kaya, siapa yang paling tampan dan siapa yang paling dingin maka dia yang mendapatkan peran utama... bukan..! Ketika disiksa tapi masih mencintai dan bertahan.... Ketika diselingkuhi maka akan diam saja... No...! Rindu bukan. seperti itu...


Jika sebagaimana kata kata yang pernah saya dengar 'Kau bisa berencana menikah dengan siapa. tapi kau tak akan bisa berencana mencintai siapa.'Yang artinya kita mampu berencana. Namun jika takdir sudah berkata. Maka mundur sajalah ya... Dari pada sakit.


Sebagaimana kata Ali Bin Abitalib yang berkata"Aku pernah melalui banyak hal kesakitan.. namun yang paling sakit adalah berharap kepada manusia... "


Mangkanya Rindu tak meletakkan hatinya baik di Habib maupun dokter Rey. sebab ia tak mau hatinya terluka karena cinta. Cukup sakit dalam pengharapan saja. Jangan hatinya, karena jika hati yang sudah rusak. Maka tak akan mudah untuk diobati.


Jikapun sudah bisa diobati,. maka akan hati tak akan bisa kembali seperti sediakalah. menjadi beku dan dingin. Sulit mengembalikan jiwa kita yang sebenarnya yang dulu. Mau kehilangan tawa?


Mungkin mereka tertawa, itu karena mereka. menutupi rasa sakit yang ada dihatinya. Ketika hatinya sudah sembuh maka ia tak akan mau jika mencintai seseorang terlalu dalam. Sikap nya begitulah... Jadi jangan sampai kita menyakiti gadis yang mencintaimu dengan tulus,rela menangis karenanmu dan rela melakukan apapun karena hati perempuan itu lemah nan rapuh....

__ADS_1


Maka karena itulah pilihlah Agamanya, akhlaknya, kecantikannya dan juga kemapanannya. Wanita cantik bisa mendapatkan pria tampan,tapi hanya perempuan bodoh yang mau dengan pria yang naungannya fisik dan juga batin.


"kamu tau saya diisini dari mana Dok? "Tanya Rindu mengalihkan pandangan nya dari Habib yang ada dujung pintu sana.


Dokter Rey yang baru saja selesai makan itu menatap Rindu. "Saya sedari awal sudah felling Rindu jika kasus ini akan masuk dan bersangkutan dengan mata hukum. Mangkanya saya tau kamu disini, lagipula saya tau kamu disini dari Gevan. Dia nanya sama Nayla soalnya. "Jawab dokter Rey.


Rindu tersenyum.. "Osh... Kirain dari mana dok hehe. "Rindu terkekeh dibuatnya.


"Rindu...! Lihat saya... " Dokter Rey menatap Rindu yang menunduk setelahnya tadi, mungkin akibat malu atau yang lain. sekarang rindu menatap dokter Rey dengan tatapan Bingungnya., "Kamu jangan sedih ya... "Ujarnya lembut.


Rindu nalah tertawa "Memangnya saya kenapa? Sedih kenapa? Enggak ada apa apa, emangnya saya cengang .... "Lanjutnya dengan kekehan.


"Berpura pura itu bikin capek ya Rindu hehe..! "Tertawa Rindu sekarang luntur karena ucapan dokter Rey. Bagaikan jantung yang ditusuk dengan anak panahnya. "nggak baik pura pura tersenyum diatas sakit yang kamu rasakan. "


"Mantan.? "Tanya dari Fey kepada Rindu, baginya kalimat itu cukup sensitif buat nya. Karena dia korban gagal Move on.


Rindu mengangguk. "Iya... "Ujar rindu tersenyum "Dia sosok orang pertama mengajarkan saya rasa suka dan mencintai seseorang tanpa ada ikatan darah. Sosok yang mengajarkan kebahagiaan dibalik dosa yang ada dapat... Dan mengajarkan saya tentang bagaimana cara melupakan... "Jawab Rindu.


"Kamu pernah mencintai seseorang rindu? "Tanya dari dokter Rey dengan sedikit tak percaya.


Rindu mengangguk" pernah... Cinta pertama kata orang. "Jawab nya dengan jujur dan itu membuat dokter Rey tertegun karena merasakan dadanya terasa dihujami dengan anak panah. "Tapi itu dulu hehe... ketika saya masih SMP. sekarang enggak kok. "Jawabnya lagi.

__ADS_1


Dokter Rey menghela nafas. "Beberan? "


"Yaa... "Jawab Rindu tanpa ragu. dan itu membuat Dokter Rey dan sang kakak saling tatap dan bernafas lemah. Bagi mereka seenggaknya masih memiliki peluang bukan?


Dokter Rey mengangguk "Aku kira kamu masih mencintainya... "Ujarnya memhuat Rindu terkekeh algi... Fey malah menggeleng melihat adiknya itu.


"Maaf tuan... Nona.. jam besuk sudah habis.. jadi tahanan harus kembali keruangan nya... "Rindu dan lainnya menatap kearah polisi yang datang menatap mereka.


Rindu menghela nafas lalu bangkit. Jam memang susah habis, karena Rindu belum menjadi tahanan sentuhnya ia memiliki jam besuk selama empat puluh lima menit saja... Dan jam itu sudah habis tanpa terasa... sungguh cepat rasanya.


Rindu menatap dokter Rey dan Fey yang menatapnya dengan tatapan beratnya membuat Rindu tersenyum"Saya mengucapkan terimakasih ya dokter Rey.. Mbak Fey... karena sudah menjenguk saya... belum lagi makanan dan minumannya sangat enak dan segar... hehehe... makasih ya... "Ujar Rindu mengangguk dan membungkuk.


Dokter Rey tersenyum "Iya Sama sama Rindu... Kamu baik baik ya didalam.. lain kali kami akan menjenguk lagi kok kesini.. "Ujar Fey menyemangati Rindu.


"Ayo Rindu.... Jam sudah habis... "Ujar polisi lagi dengan tegasnya karena memang jam besuk sudah habis. "Jam besuk nya sudah habis lima menit yang lalu saya takut nanti dilihat komandan Rindu... nanti saya bisa dapat SP... "Lanjutnya.


Rindu menghela napas "Ayo pak Ilham... "Ujarnya pada pak polisi itu santun "Saya duluan. Assalamualaikum dok... Kak.. sekali lagi... makasih kakak.. Dok.... "Ujarnya meninggalkan dua sosok yang menatap punggung ya yang menjauh. Nampak Rindu berbalik dan tersenyum lalu balik lagi untuk pergi...


Dokter Rey menghela nafas. "Saya akan membebaskan kamu Rindu... "Gumamnya "Atas nama Allah Rindu... saya berjanji akan berusaha cari kebenaran buat keadilan kamu... "Lanjutnya bergumam.


"Harus Key... "Dokter Rey menatap kakaknya yang mendukungnya itu "Rindu memang pantas untuk diperjuangkan... dia manis meski tak terlihat wajahnya, pintar dengan pengetahuannya dan santun dan anggun tingkah lakunya. Dia sosok yang luar biasa... "Ujarnya lagi dengan adiknya itu. "Kakak saja tidak bisa seperti dia, tersenyum dikalah penuh tekanan.. dia bahkan sama sekali tak. mengeluh tadi. "Ia. menghela nafas dibuatnya.

__ADS_1


Dokter Rey tertegun. benar... Rindu tak menangis barang sediktipun tadi. Malah masih tersenyum bahagia dan tulus... Itu mampu mengikat Fey yang baru mengenali nya.


Jika dirinya ada diposisi Rindu, mungkin ia akan menangis dengan kerasnya memeluk Adiknya disini. Sungguh Rindu sangat berbeda. wajar saja adiknya itu mencintai Rindu. Ia sosok yang sangat unik dan berbeda.


__ADS_2