
Maaf ya guys. kemarin bukan authur yg pHP yapi entah knp bisa dua kali gtu hhaaha... maaf ya...
.
Sudah dua hari Rindu disini dengan menikmati hidupnya yang dilalui dengan si kembar dan kakaknya sekaligus musuhnya.
Willy semakin tak karuan merasakan dan mencari jati dirinya, apakah ia mencintai Rindu atau hanya sebatas felling, yang pastinya semakin hari ia semakin kagum akan sikap dan sifatnya Rindu yang semakin menjadi jadi.
Rindu pernah hampir mau ditampar oleh Nio karena ia tak mau ketika disuruh membuka cadarnya dan juga hijabnya. Ia juga pernah berkelahi dengan Rion dikalah Rion terang terangan mau membuka hijabnya. Ia juga tak pernah bertegur sapa dengan semua wnaita dirumah ini. Bahkan dengan Rinjani sekalipun, maaf bukanya Rindu durhaka, hanya saja ia lebih memilih mengikuti alur menjadi orang asing didirinya Rinjani. Ia tak mau mengungkitkan hal yang menyakitkan dalam hidupnya.
Lagian memang si mereka makhrom hanya saja mereka tetap orang asing bukan?
Tak jarang pula Rinjani terang terangan memberikan dia makanan kekamarnya dan ia menerimanya dengan lapang dada dan tersenyum manis, Rindu memang mudah menerima semua orang hanya saja satu hal, ia tidak mudah mempercayai orang lain. Ia hanya menempatkan semua orang itu hanyalah Tamu dan dirinya pemilik rumah, dan hanya beberapa orang saja yang mampu memasuki ruang ruang tertentu diririnya, dirumahh yang ia miliki.
Memang benar jika ketika ia harus meminta kepada Rizky dan Rekzi untuk keluar rumah ini dan pergi dari kehidupan keluaganya., tapi yang menjadi sadaran nanti siapa? Pastilah ayahnya Rindu dan ayahnya Rindu pasti pusing memikirkan bagaimana kehidupan Rindu diluar yang menjadi buronan hidup dari keluarga Nio..
Jika hanya menjadi buronan orang biasa mungkin Rindu bisa menerimanya, hanya saja keluarga Nio bukan kalangan biasa, mereka orang kaya dan memiliki banyak harta dan uang, jika didunia ini ada uang maka ia akan kalah meskipun ia mau berbuat apapun sekalipun. Hukum alam memang sekejam itu..
Rindu tidak munafik... Ia yakin akan hukum allah hanya saja memang ketentuan kita sekarang siapa yang beruang maka dia yang berkuasa...
Lagian Rindu tidak mempercayai Rizky ataupun Reksi, ia hanya menerima bukan mempercaya. Letaknya ia bisa tersenyum tulus hanya saja belum tentu ia bisa tertawa lepas bersama mereka, ia bisa memberi apa yang ia punya kepada Rizky dan Reksi hanya saja belum tentu ia bisa menampilkan banyak hal yang ia sembunyikan selama ini.
Singkatnya mereka hanyalah sebatas manusia yang diterima bukan dipercaya’
Buat kalian yang mudah mempercayai orang diluar sana, mudah menerima seseorang, ubahlah sikap kita, sebab diluar sana banyak orang yang Nampak peduli dengan kalian, namun pada faktanya mereka hanyalah penasaran akan kehidupanmu, dan parahnya mereka hanyalah ingin menjadikan hidupmu sebagai bahan untuk dibicarakan dengan orang lain.
Apalagi aib aibmu, simpan rapat rapat, bagaimana bisa kau bicarakan dengan orang lain sedangkan Tuhanmu menutup rapat rapat aibmu? Jangan mudah mempercayai dikalah orang disekitarmu baik,. sebab baiknya seseorang itu masih harus dipertanyakan, baiknya tulus atau hanyalah sebuah modus..!!!
Hari berganti membuat Rindu harus semakin kuat tampa obatnya, jujur ada titik lelah dihatinya ingin meminta kepada Rizky ataupun Reksi supaya mereka bisa membeli obatnya. Hanya saja ia tak mau memmbuat orang lain khawatir, lagipula ia tak memiliki banyak uang membuat ia hanya bisa menghela nafas menatap rerumputan taman didepanya., semakin hari tubuhnya semakin rapuh, semakin lelah dan semakin sedih pula hatinya ketika mengingat hal itu. Rindu menatap langit meenggumamkan kata kata Rindu yang tertuju pada orang-orang yang ia sayangi. Rian.. Rani sikembar kesayangan, Umi, abi.. dokter Rey dan juga keluarga Habib membuat ia mengusap matanya yang basah lalu tersneyum tulus.
__ADS_1
Prak..” Jadi gini ya anak gadis diluar enak enakan sedangkan kita dibelakang harus masak, dia Cuma bisanya makan, tidur sama main..!!!’' Itu suara Argiano sang nenek rindu yang menatap Rindu tajam. “Bisanya Cuma diem aja jika dikatain sok-sokan ngelawan dan juga hebat..!!”Ujarnya disana.
Rindu diam disana mendengarkannnya, dadanya sakit membuat ia tak mau menjawab apapun, jikapun ia menjawab pastinya ia berdosa, dan ia takmau hal itu terjadi..
Kadang dunia memang tak se adil itukan? Ketika mereka yang salah namun kita yang diwajibkan untuk hormat kepada orang tua hanya bisa diam dan mengalah.
Ketika kita membanta meski mereka yang salah kita tetap saja salah dan berdosa membuat Rindu tak tau harus bicara apa.
Bisakah Rindu berteriak jika ia benci dengan keadaan ini? Siapa yang mau menjadi anak yang tak diharapkan? Sedari masuk kerumah sampai sekarang kepalanya tak pernah dielus oleh ayah ataupun ibu kandungnya? Sedari awal ia masuk sama sekali tak sda yang bertanya. Gimana kabarmu selama ini nak?
Semuanya hanyalah tuntutan , kenyataan. Tuntutan dan kenyataan. semuanya terlalu sakit jika harus diingat dan difikirkan rindu sosok manusia biasan yang tidak bisa berbuat sebagaimana orang lain bisa buat., dia masih manusia yang memiliki hati yang lunak.
Bruk..
Rindu terkejut dikalah ada seseorang yang melempar sapu didepan matanya dan juga pellan.. itupun tangkainya terkena kakinya membuat ia meringis, sakit dong dan itu membuat para Argiano dan juga Fani tersenyum sinis kepada Rindu.”Kamu bersihin tuh lantai bawah. Dan jangan lupa bersihin juga taman kalo enggak kualat kamu..!!! akan saya durhaka kamu sama kami, saya laor sama suami saya supaya keluarga kamu disana akan kami habisi sekalian..!! pembangkang..!” Itulah ujaran dari neneknya membuat Rindu tetap diam.
Mata Rindu tak sengaja melihat ibunya yang lewat sembari diikuti oleh beberapa perawat untuk merawat kulitnya. Mata Ribjani Nampak penuh tanda Tanya sedangkan Rindu penuh dengan air mata untuk mempertahankan hidupnya itu. Argi dan Fanipun berteriak."Yaampun udah sampek..yuk Fan kita perawatan kulit dulu. Biarin sampah ini disini beresin semuanya..!”Ujar Argi dengan sinis lalu pergi.
Rindu selalu berpesan didadanya.’Ketika kita yang baik dan mempertahankan yang benar harus selalu mengalah, maka kekejaman dan kejahatan akan terus meraja lelah’ Yak an? dunia ini banyak yang baik dan banyak yang lembut, tapi sangat jarang yang berani dan menantang kekejaman yang ada.
Abbbmi Rindu berkata ‘Abu Bakar Assidik terkenal dengan kekerasannya hanya saja memiliki hati yang lembut, sampai iblispun takut dengannya. Itu membuat Rindu mau menjadi seperti ini. Rindu mau memiliki sikap yang tegas namun hati yang lembut meksipun ia perempuan sekalipun, bukankah seorang perempuan itu memiliki hak yang sama dengan laki-laki? Ia tau batasannya hanya saja ia tak mau batasanya itu semain dibatasi dan dipersempitkan membuat ruang geraknya menyekat dan menyempit. Ia memang wanita, tapi ia bukanlah manusia rendahan..! wanita mulia dan juga berharga..!!
Rindu menatap sapu dibawah kakinya lalu menunduk, ia mengambil sapu itu dengan lapang dadanya dan menerima apa yang disuruh neneknya, bukan karena ia lemah, melainkan ia wanita kuiat, kuat menahan nafsunya dan kuat menahan gejolak egois dalam drinya. Ia tak boleh terlalu membanggakan dirinya sampai kelangit., sebab terlalu meninggi dirinya maka semakin kupur pula hatinya nanti.. ia harus sadar akan hal itu.
Si kembar sedang kulia diluar sana dan sekarang belum pulang, sedangkan Willy melakukan hal yang sudah ia janjikan dengan orang tuanya jika ia akan menjadi ahli waris dikalah adiknya sudah bertemu.. dan ia melakukannya. Willy juga akan menyelesaikan skripsinya secepatnya sebagaimana janjinya. Sebab dia sampai sekarang belum juga lulus loh..
Rindu menjalankan semua tugasnya dengan baik, membersih rumah, mengepel, mempersihkan taman sembari bersholawat supaya hatinya tetap tenang. Ia juga sesekali murojamah dengan lembutnya membuat para pembantu dan juga pembersih sana menatap Rindu dengan tanda Tanya. Ada juga yang terseyum. Adakah yang bertanya kenapa para wanita disni itu juga membersihkan dibelakang?
Tentu jawabannya tidak, sebenarnya para wanita keluarga Nio itu tidak membersihkan bagian luar seperti yang Rindu kerjakan, mereka membersihkan kamar saja kok, menyiapi apapun yang harus mereka siapi. Hanya saja mereka harus siap mennjadi samsak ataupun menjadi tempat pelampiasan dikalah lelaki keliuarga Nio ini mengamuk, dan mereka tidak boleh membantah atau sebagaimanapun itu. jatuhnya sama saja mereka menjadi budak bukan!!..
__ADS_1
Semuanya sudah selesai membuat Rindu menyekah keringatknya dan duduk dipinggir kolam yang baru saja ia bersihkan pinggirannya. Dan disaat itupula ia ditemukan oleh seseorang yang duduk disampingnya.”Hmm.. hay kakak..”Ujarnya disana mengerjab lucu lalu mengulurkan tanganya.”Kenalin, namaku Jasmin, aku anaknya bik Luli… dan aku suka sama suara kakak yang sedari tadi menyanyi..”Ujarnya disana dengan gemasnya.
Rindu tersneyum menatap mata bulat itu lalu menerima tangan anak kecil yang mungkin umurnya hanyalah sebatas 5tahunan itu.” Hay cantik.. kenalin nama kakak Rindu.. dan tadi kakak itu bukan men-“
“Jasmin..!!| Teriakan itu membuat Rindu berhenti bicara dan menatap asal suara yang disana tak lain adalah pelayan, ia mengambil anak itu dan menggendongnya cepat. Ia menatap Rindu dengan mata rasa bersalahnya.”Ma maaf nona, maaf saya membawa anak saya bekerja, karena saya dirumah hanya bersama anak saya nona,.. tidak ada yang menjaganya membuat saya harus menjaga anak saya. Maafkan saya nona jangan bunuh anak saya hiks hiks..!” Ia bahkan menangis piluh jatuh dikaki Rindu membuat Rindu tertegun.
Rindu menahan bahu mbak itu lalu bergumam.” Saya..”Rindu tidak tau harus jawab apa.”Saya tidak akan mengatakan apapun kepada pak Nio,. Lagipula anak mbak tidak akan dibunuh kok, kan dia tidak melakukan apapun.”Fumam Rindu disana polos kepada mbak itu.
Mbak itupun mengeleng disana dan menatap anaknya yang diam saja itu.” Tap tapi disini memang tidak boleh ada anak anak apalagi anak perempuan yang berkeliaran, kar karena peraturannya beg begitu nona..”Ujarnya disana lalu bangkit”terimakasih nona, kamu memang orang baik, terimakasih.!” ujarnya disana lalu pergi meniggalkan Rindu yang kebingungan.
Lalu Rindu dikejutkan lagi dengan suara mbaknya yang membuat ia menatap mbaknya dengan tatapan bingung”Saran saya mbak jangan terlalu sering mengaji karena orang tua mbak bukan islam.”
“Mereka tidak menyukai hal yang berbau islam..!” itulah yang ia ucapkan membuat Rindu tertegun. Rindu ingat jika kata abbinya jika Rinjani ibunya keluar agama islam bukan? Dan sekarang ibunya agama apa? Rindu tidak menemukan apapun dirumah ini, salip tak ada, tenpat suci tak ada dan apakah Rindu saja yang tidak tau apa apa?
Rindu diam menatap mbak itu yang menjauh membuat ia mengerjab, pantas saja ia disuruh buka cadar dan juga bajunya yang tertutup membuat ia mengjela nafas. La
”Dor,,,” Ia dikejutkan suara yang mengagetkanya dari belakang yang mendorongnya. Jantunga terasa jatuh.
“Hahaha.. kaget ya..” Itui ternyata ulahnya Rizky yang barus aja pulang dari kampusnya dengan gelak yang kencangnya itu lalu duduk disampingnya Rindu.”Ihh keluar tu matanya nanti… haha..”Ia masih saja tertawa .
Rindu disana mengusap dadanya kesal lalu menatap Rizky dengan mata datarnya.” Bisa enggak si jangan ngagetin, kalo gue jantungan gimana? Gue belum nikah tau nggak.. ih.” Ujar Rindu kesal. Mana lelah, ia jadi badmod.
Risky mencebikkan mulutnya.” Nikah aja si pikirannya…Inget masih kecil..!” Ujarnya disana.”Loe masih bau ingusan, umur aja belum sampek 20tahun.. masa loe mau ngalahin gue si..”Ujarnya disana membuat Riindu diam, memang benarkan umurnya masih sangat muda? Ia dulu pernah berfikir akan menikah diumur 23 atay 25 saja, namun nyatanya tak seindah apa yang ia fikirkan dan ia rencanakan., itu membuat ia tak bisa menjawab.
”Betewe loe ngapain megang sapu dan pelan gini?” Tanya Rikzy menatap barang barang ditangan Rindu lalu mengambilnya.|'’Jangan bilang loe bersih bersih tadi?!!” Tanyanya disana dingin kepada Rindu.”Siapa yang nyuruh loe.. siapa..!!| Bentaknya disana kuat dengan aura yang menyeramkan.
Rindu disana diam dengan menatapnya lalu menghela nafas, ia dibentak dnegan Rizky membuat ia tau jika Rizky sama saja denganya, tempramen.. “Tadi disuruh nenek.. tapi enggak apa-apa kok, gue juga lagi enggak ngapa-ngapain..!” Jawa Rindu jujur.
Rikzy disana mengenggam erat sapu itu menatap Rindu tajam.. Prak.. Rakk.. Rizky membanting sapu itu dan mematahnya dengan berkali kali membuat Rindu memejamkan mata sedikit takut melihat Rizky bagaikan orang gila saja.” Kurang ajar banget ya.. berani beraninya..!!” Ujarnya disana mengenggam tanganya erat.
__ADS_1
“Rizky..!!| Ujarnya menahan tangan Rizky yang mau pergi dari sana. Rindu menghela nafas lelah.”Gue enggak apa-apa kok beneran..”Ujarnya disana lemah.”Dari pada loe marah marah sama nenek mending loe ajak gue keluar deh, beli es doger atau es campur gitu., gue haus dan gue capek sekarang. Gue butuh yang segar segar..!!''| Ujar Rindu mencari alasan supaya bisa keluar dan meredang amarah milik Rizky disana.
Risky disana menghela nafas lalu menarik tangan Rindu, ia mengusap dahi Rindu lembut membuat Rindu mendongak menatapnya.” Plis ya Rindu kalo mereka nyuruh loe apa-apa jangan mau., nanti loe bilangs sama gue, soalnya loe enggak pantes jadi pembantu dan bersih bersih kayak gini..!! loe berharga sebagai adek gue ya..!!” Ujarnya membuat Rindu mengangguk menurut saja. Ada yang Tanya mereka mahkhromkah? Maka jawabanya iya karena ayah Rizky adalah kakak dari ayah Rindu.