Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Salah lagi


__ADS_3

...Ada yang berjaung tapi tak dihargai....


...Ada yang selalu tersenyum tapi tak berarti....


...Dan ada yang berarti tapi bukan kamu... dan ada yang dihargai tapi itu orang lain....


...hahaha... manusia memang selolucon itu...-Senja31...


....


Rindu tersenyum dengan tulusnya menerima itu. " Gue hamil gara gara Loe..! Dan sekarang Meme kena penyakit itu juga gara gara Loe tau nggak..! Loe itu pembawa sial tau nggak! " Ujarnya berteriak.


" Loe tau nggak sii Div. Apa yang loe lakuin sama gue tu jahat.." Ujar Rindu dengan senduhnya " Apa.loe pikir hidup gue mau hidup dimuka bumi ini Div? iya?" tanyanya getir lalu kembali terkekeh geli.


Rindu diam menatap Diva dan Meme " Makasih udah ngajarin gue rasanya melindungi tapi gue sendiri melindungi duri. semakin lama gue semakin sadar,Kalo duri yang gue rawat itu malah semakin menusuk dan membusuk sidaging gue. Makasih." Ujarnya sendu.


" Gue usah lelah. Gue pamit ya.. Suatu hari nanti kalo kalian kangen sama gue kalian aujud aja ya.. Soalnya disaat itu gue ada didepan kalian.didalam tanah.." Katanya lalu pergi meninggalkan Meme dan Diva yang tertegun.


Diva menatap Meme yang menangis. Ia tertegun akan ucapannya Rindu. Kenapa rasanya ucapan Rindu bagaikan kata pamitan membuat ia menghela nafas karena takut hal yang tidak tidak akan terjadi." Kata kata gue bener... rindu memang pembawa sial..!" Gumamnya dalam hati.


Disana habib dan Filos mendekati Rindu dengan sendunya. " Kamu tidak apa apa Rin.?"Tanyanya Habib menatap Rindu yang diam saja.


" Saya tidak apa apa.." Ujar Rindu tersenyum getir " Tapi hati saya yang ada apa-apa..." Ujarnya terkekeh membuat habib dan juga Filos tertegun ditempatnya.


Rindu diam dikamarnya sekarang. Jam sudah menunjukan pukul lima pagi tapi ia belum juga bisa tidur. Sedangkan Habib dan Filos sudah masuk kedunia lain membuat suara dengkuran yang cukup keras.


Yah..


Habib dan Filos mendengkur, jangan salah ya.. Maskipun mereka tampan tapi mereka masih ngorok tidurnya yah...


Rindu memegang dadanya sesak.. Ia berniat akan pulang sjaa bulan depan dan bertemu dengan kedua orang tuanya meskipun mereka tak.menerima Rindu. Ia mau meminta maaf dan bersujud dikaki ibunya. Ia tak ingin menunggu lagi, ia sudah lelah akan hidup ini.


Rindu membuka notenya.. Dimana tempat ia kencurahkan rasa nya. Ia suka membuat puisinya. Teruntuk orang orang yang ia sukai dan ia rindukan.


Ia terkekeh sedih dikalah ini. Saat ini ia berniat menulis saja untuk menghabisi waktu sampai pagi.


Senja oktober...


Ada yang jatuh tapi bukan hujan..


Ada pelangi tapi bukan dilangit...


Ada senja tapi bukan disore hari..


Dan ada keindahan namun bukan milik mawar.


Purnama malam ini indah membuat aku ingin mengabadikan momennya supaya suagu hati nanti bisa mengenangnya.


Namun ada yang lebih indah..


Yaitu harapan..


Entah kenapa harapan begitu indah bagi pemiliknya.


Namun ada juga yang menangis karena harapan.


Karena semuanya terkikis oleh melodi hati.

__ADS_1


Aku tau senja tak ada hubungannya dengan harapan, tapi menurutku ada.


Sebab aku berharap menjadi senja.


Kenapa? Kenapa?kenapa?


Karena aku berharap,meskipin umurku singakat setidaknya mmebrrikan warna unguk dunia.


Memberikan kenangan bagi tamu yang tak diundang dikehidupanku...


Lalu apa hubunganny dengan oktober?


Karena aku tau ini adalah oktober terakhirku untuk melihat gemerlapnya bintang..


Ahhaha. Kalian bilang apa? Aku pesimis dan tak mau sembuh? Mendahului takdir dan juga berburuk snagkah kepada Tuhan?


Bukan itu alasannya. Aku bahkan bajagia dikalah aku tau jika aku akan pergi secepatnya, karena semakin singakat waktuku maka semakin sedikit juga dosa..


lucu ya ketika aku tak mengharapkan suatu hal layaknya orang lain. Sebab harapanki hanya satu. Senja oktoberku akan berkibar menjadi kenangan manis dan menciptakan senar gitar menanti malam.


aku Rindu Azzahrah. Si gadis pembrontak, Yang menunggu pinangan maut dan menunggu undangan langit diakhir senja oktober.


Terimakasih hari.. Terimaksih bumi san terimakasih kalian yang membuatku sadar jika mengharapkan umur panjang tak semenarik meminta umur kesempatan untuk bertaubat.


Senja 31oktober....


Ada kah yang bertanya kenapa Rindu tidak meminta untuk memperoanjang umurnya? Karena ia belajar dari kisah nabi Musa as.. yang ketika nyawanya ingin dicabut dikalah itu.



Nabi Musa Pernah Pukul Malaikat, Benarkah Kisahnya?


Redaktur Sri Ayu


 


Reading Time: 2min read


 



Foto: STANCE Capital


BAGIAN dari konsekuensi iman kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membenarkan berita apapun yang beliau sampaikan. Karena beliau utusan Allah, yang dijamin oleh Allah, beliau tidak akan berbicara kecuali atas panduan wahyu.


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى


“Beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Tidak lain semua itu adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.” (QS. An-Najm: 3-4)


...ADVERTISEMENT...


BACA JUGA: Ketika Kiamat, Beginilah Kondisi Malaikat


Terkait kejadian Nabi Musa memukul malaikat pencabut nyawa (malakul maut), telah disampaikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari, Muslim dan yang lainnya.

__ADS_1


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Malaikat maut diutus untuk mendatangi Musa ‘alaihis salam. Ketika sampai di tempatnya, Musa memukul malaikat itu, sampai lepas matanya. Kemudian Malaikat ini kembali menemui Rabbnya. Beliau mengadu, “Engkau mengutusku untuk menemui hamba yang tidak menghendaki kematian.”


Kemudian Allah mengembalikan matanya dan berfirman, “Kembali temui Musa, sampaikan kepadanya, ‘Silahkan dia letakkan tangannya di punggung sapi, maka usia Musa akan ditambahkan sejumlah bulu yang ditutupi tangannya, setiap satu bulu dihitung satu tahun’.”


Nabi Musa Pernah Pukul Malaikat, Benarkah Kisahnya?


Redaktur Sri Ayu


 


Reading Time: 2min read


 



Foto: STANCE Capital


BAGIAN dari konsekuensi iman kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membenarkan berita apapun yang beliau sampaikan. Karena beliau utusan Allah, yang dijamin oleh Allah, beliau tidak akan berbicara kecuali atas panduan wahyu.


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى


“Beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Tidak lain semua itu adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.” (QS. An-Najm: 3-4)


...ADVERTISEMENT...


BACA JUGA: Ketika Kiamat, Beginilah Kondisi Malaikat


Terkait kejadian Nabi Musa memukul malaikat pencabut nyawa (malakul maut), telah disampaikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari, Muslim dan yang lainnya.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Malaikat maut diutus untuk mendatangi Musa ‘alaihis salam. Ketika sampai di tempatnya, Musa memukul malaikat itu, sampai lepas matanya. Kemudian Malaikat ini kembali menemui Rabbnya. Beliau mengadu, “Engkau mengutusku untuk menemui hamba yang tidak menghendaki kematian.”


Kemudian Allah mengembalikan matanya dan berfirman, “Kembali temui Musa, sampaikan kepadanya, ‘Silahkan dia letakkan tangannya di punggung sapi, maka usia Musa akan ditambahkan sejumlah bulu yang ditutupi tangannya, setiap satu bulu dihitung satu tahun’.”


Musa bertanya, “Wahai Rabku, lalu setelah itu apa yang terjadi?”


Allah menjawab, “Setelah itu, mati.”


Musa berkata, “Kalau begitu, sekarang saja.”


Lalu Musa memohon kepada Allah agar didekatkan ke tanah suci (Baitul Maqdis), sejauh lemparan sebuah batu.”(HR. Bukhari 1339, Muslim 6297, dan yang lainnya).


Ulama ahli hadits sepakat bahwa hadits ini benar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, sikap yang wajib kita kedepankan adalah meyakini kebenarannya.


Apabila ada yang mempertanyakan, kenapa Nabi Musa memukul Malaikat? Jika Nabi Musa tahu bahwa itu Malaikat, berarti Nabi Musa menghina Malaikat? Dan jika Nabi Musa tidak tahu bahwa itu Malaikat, mengapa Nabi Musa tidak diqishas karena telah memukul?


Jawabannya adalah, Bahwa Allah tidaklah mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawa Nabi Musa ketika itu. Namun Allah mengutus malaikat maut kepada Nabi Musa untuk menguji. Sementara Nabi Musa memukul malaikat maut, karena beliau melihat ada manusia yang masuk ke rumahnya dan tidak tahu bahwa itu malaikat maut. Dan syariat membolehkan orang untuk merusak mata orang lain yang mengintip rumahnya atau melihat isi rumahnya tanpa izin.


dari kisah Ini Rindu bisa ambil, jika nabi saja yang memiliki kesempatan untuk memiliki umur panjang saja tidak meminta ataupun ketika mati. Mereka menyerahkan semuanya pada Allah SWT dan Rindu menjadikannya sebuah keinginan lain dihatinya.


Tak ada yang bisa menentang maut. Jadi Rindu sudah menyiapkan mentalnya akan hal itu.


Rindi tak pernah mengharapkan apapun kecuali toubatnya diterima... Kros strong pejuang hijarah... Semoga istiqoma ya..


....

__ADS_1


__ADS_2