
Capter ini enggak ada unsur menyinggung yaaa... Author cuma mau kasih Ilmu yang kurang dipahami tentang bahayanya upload foto. Kalo katanya rada kasar.... Maaf yaa
.
.
.
.
“Ini gimana cara tiupinnya. Kan saya pakek Niqob..” Ucap Rindu kesal saat mendapatlkan balon tidup yang terbuat dari sabun itu. Yang ditiup jadi gelembung-gelembung kecil. Habib memberikannya secara tiba tiba.
“Iya juga ya..” Gumam Habib yang memberikannya. Soalnya ia mau cari cara romantis, tapi salah jalan ini. ia mau memberikan supaya nampak seperti pasangan muda lainnya. Maklum ya, ia baru perama kali suka sama orang(Cewek maksudhya haha).
“Gimana kalo kamu lari aja Rin. Terus lentangin gagangnya. Nanti pasti ditiupo angin. Terus keluar de gelembungnyaa..” Saran Fatih pada Rindu yang tak tau meniup gelembungnya. sebenarnya zaman sekarang itu banyak yang sudah canggi, tapi yang namanya didesa ya susah yang ada canginya. Adanya ya manual. Udarah mulut.
Habib mendengus mendengar Fatih memberi saran. tapi beda dengan Rindu. ia tersenyum manis lalu mencobanya.” Oke Rindu coba... “ Ucapnya mengocok dulu gagang pembuat gelembungnya lalu berlari...
Ia berlari dengan gesitnya dan entang gayanya membuat gelembung-gelembung itu terbuat karena terpahan angin...
“Woohooooo... Yey jadii... hihi...” Ucap Rindu bahagia. ia menyentu gelembung yang jadi lalu meletup ditanganya membuat ia tergelak. Ia kembali berlari lalu membuat gelembung sebanyaknya.
Habib terpaku melihat Rindu, selama ini ia tak pernah melihat Rndu tertawa selepas itu. Meskipun Rindu tak menampakkan wajahnya, tapi masih terlihat jelas akan kebahagiaan Rindu. sedangkan Fatih? Ia hanya tersenyum tipis sembari menunduk. Tak baik memuja Rindu terlalu lama. Ada singa disampinya.
Toolong ingatkan Fatih.
Tak mau membuang momen. Habib memfotokan Rindu secara diam diam akan kebahagiaanya. Tepat saat Rindu melompat dengan gelembung memenuhi sekitarnya. Ahhh sangat bagus, langsung saja Habib membuat itu menjadi wallpapernya. Senyum tipis ia melihat hal itu.
Selesai diacara main balon/gelembung. Habib dan lainnya berfoto Riiaaa bersama, sedangkan Rindu hanya mau menjadi foto grafernya saja. Ia tak mau berfoto riyaa dengan lainnya. Dihp Rindu itu tak ada fotonya, bahkan tak ada satupun, jika pun ada, itu adalah fotonya dengan teman ataupun orang kelasnya hanya untuk menjadi kenang-kenangan saja.
Sosial media? Dia sama sekali tak memberi fotonya, bahkan satupun tak ada, jika pun ada, itu adalah fotonya bersama teman-temnnaya dulu saat SMP atau SMA. Dan hanya foo propil yang hanya ada foto bagian belakang tubuhnya.
“Ayoo Rin foto. Kamu tu dari tadi fotoin kami mulu...” Ucap Ify pada Rindu yang sedari tadi hanya menjado fotografer.
Rindu menggeleng kecil. “Enggak usah. Saya motoin kalian aja sudah cukup...” Ucapnya pelan tak mau membuat mereka tersinggung.
Nayla gemes melihat Rindu. ia menarik tangan Rindu supaya bergabung. “Ayoo foto. Nanti kita pakek Tongsis aja biar bisa foto rame-rame.. mumpung cantik Anggelnya ini loo.” Ucapnya pada Rindu. Nayla itu tak jahat, hanya saja kata-katanya yang pedas dan juga tak dikontrol membuat orang lain mengangapnya jahat.
Rindu tak tau harus menolak, karena semua sudah bersiap dan mengambil posisi. Habib yang tadi tak mau foto, sekarang ikutan berFoto membuat Nayla mendengus dengan kata’Modus’ Habib dengan sengaja menjulak Nayla supaya ia bisa didekat Rindu.
“Kakak.. Jangan dorong-dorong. Nanti jatuh akunya..” Ucap Nayla cemberut melihat kakaknya yang sudah berada dibelakang Rindu.
“Kepala kamu kegedean De. Kepala gue kagak keliatan..” Alibih Habib. Padahal maa mau Nayla berdiri tegap saja pasti Habib kelihatan karena tinginya yang pasti membuat orang kagum. ia bahkan menjadi paling tinggi disana sekarang.
Nayla mendengus.” Kakak Kira Nay apaan kepala gede. Dasar kakak bin adab..” Dengusnya lalu kembali mengambil foto.
Rindu hanya diam. ia ditengah Nayla dan Ify. Dibelakang Ify ada Dilan, dibelakng Nayla ada Fatih dan dibelakang Rindu ada Habib yang sedikit mesem-mesem gitu. Ada beberapa poto yang merka ambil, tapi satupun tak ada gaya diRindu. “Nanti jangan diupload ya yang ada akunya.” Ucapnya pada yang lain.
Ify yang baru saja mau mengupload gfotomya mengernyit.” Kenapa Rin? Kamu cantik kok difotonya meskipun mau kamu senyum sekalipun nggak akan keliatan..” Ricaunya jujur. yaa benar lah, mau Rindu mangap sekalipun tak akan kelihatan, kan ia menggunakan niqob.
__ADS_1
Rindu menggeleng.”Aku engak mau. nanti kita bisa kena penyakit Ain.” Ucap Rindu pada mereka.
“Penyakit Ain?” Tanya Nayla heran. Ia mulai melihat Rindu serius.” penyakit apa itu? Kenapa gue baru denger?” Tanyanya kepo kepada Rindu.
Yang lainpun mulai menatap Rindu ituk mencarobtau apa itu Ain. Rindu mendesis pelan, bukannya malas menjelaskan, tapi susah jika mau menjelasaknnya pasti banyak tanya ini nantinya” Penyakit Ain itu adalah penyakit mata, atau Penyakit 'Ain disebabkan pengaruh dari pandangan mata yang disertai sifat dengki atau iri, cinta, takjub terhadap seseorang yang dipandang melalui media foto, video atau bahkan orang buta sekalipun yang hanya bisa mendengar cerita yang membangkitkan jiwanya untuk mendengki, juga bisa menyebarkan penyakit Ain ini.
Melalui pandangan mata dan perasaan di dalam hati inilah yang bisa menjadikan jalan bagi setan untuk dimanfaatkan menjadi penyakit sehingga punya potensi berbahaya bagi orang yang terkena pandangan ini.
Penyakit ini dapat muncul dari pandangan orang yang jahat ataupun orang yang baik sekalipun, baik pelaku melakukannya dengan sengaja ataupun tidak menyadarinya
Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:
"Ain dari kata 'aana - ya'iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut". (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Penyakit ain disebabkan oleh sifat hasad atau iri dengki terhadap nikmat yang dimiliki oleh orang lain. Maka dari itu, Alllah meminta agar umat Muslim untuk berlindung dari sifat hasad.
Dalam Quran surat Al Falaq, ayat 5 yang berbunyi
Wa min syarri sidin i asad
Artinya: dan (berlindung) dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Berkata Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad: "Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian kepadanya diceritakan tentang sesuatu, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab yang bisa menjadi sebab-sebab terjadinya ‘ain, meskipun dengan cerita saja tanpa melihat langsung”
“Selain itu danpak negatifnya?” Tanya Ify pada Rindu yang mulai ngeri-ngeri sedap pada apa yang Rindu beri tahu. Yang lain sedah meneguk saliva kering. Masa hanya foto saja bisa membuat penyakit?
(Kakak kasih hadist dan ayatnya supaya kita percaya ya kalo penyakit ain mmg beneran ada. Soalnya tenang. kakak nggak bakal kasih ilmu tanpa sumber hehe)
Deg... kok Habib tersindiri ya? Ia menyimpan banyak foto Rindu yang candit, apakah Rindu sedang menyinggungnya saat ini? ia juga suka membayangkan mereka ciuman dan juga pelukan. Ia juga bahkan pernah mimpi bersama Rindu karena malamnya membayangkan ia bisa menikahi Rindu. kurang ajar yaa Rindu. ia menyinggung dia.
“Beneran gitu?” Tanya Ify yang mulai takut.
Rindu menganguk.” Lagi pula enggak ada gunanya pamer disosmed itu. Pamer kalo kita jalan-jalan, supaya orang lain tau? Itulah yang namanya sombong. Pamer kalo kita cantik? Berarti kita Murahan. IYA MURAHAN. Kalian lihat artis dan model, mereka foto itu dibayar, semakin banyak foto maka semakin banyak juga mereka dapet uang. Na kita upload doang enggak dapet apa-apa kecuali Like. Mahalkanlah diri kita supaya kita mahal diihadapan orang lain.” Ucap Rindu tegas membuat mereka mengerutu.
“Kamu ngehina kami ya Rin?” Tanya Nayla yang tak terima, sebab diakun sosial medianya itu ada banyak fotonya dan beberapa tiktok dan video cantik.
Rindu memijat pelipisnya. “Gini yaa Nay. Kadang kita itu terlalu mengikuti globalisasi dan tren terkini. Alias pergaulan kita udah melenceng. Orang buat Callens kita ikutan, orang buat Dear kita ikutan dan orang tiktokkan kita tikkokkan. Kita ini terlalu mengikuti tran yang menjatuhin diri kita.” Ucap Rindu pada Nayla.” Kamu buat Tiktok dengan tubuh kamu yang seksi, kamu kira mereka suka goyangan kamu? Enggak, mereka mah suka sama lekuk tubuh kamu, tanpa kamu sadari kamu udah memamerkan tubuh kamu. Apa kamu tidak bangga ketika tubuh kamu yang cantik ini tak dilihatkan kepda orang lain?”
“Emang kamu enggak ngerasa jika kamu itu cantik, dan kecantikan kamu mahal?. Enggak sembarang orang bisa lihat muka kamu? Kalo saya sii ogah liatin sama banyak orang, soalnya foto saya mahal dan saya mau kasih muka saya Cuma pada tempatnya. Bukan buat diobral disosial media. Saya terlalu berharga buat dipamerin, soalnya saya bukan pameran.” Rindu mengangkat bahu acuh. Yaya Rindu mah apa atuh. Gadis pemberontak tak bisa berkata lembut.
Nayla dan Ify masih tak mengerti akan ucapan Rindu. ia masih diam membuat Rindu kembali memutar otak supaya mereka paham.” Gini. Saya punya cerita. Dulu ada seorang gadis cantik yang sukanya upload foto, Video dan juga tiktokan gitu. Tapi ternyata Allah meanggilnya diusia muda. Ia meningal akibat kecelakaan dengan aplikasi penuh dengan fotonya. Kalian tau apa yang ia alami?” Tanya Rindu pada mereka yang diam.
“Dia disiksa dan itu diliat oleh orang tuanya dalam mimpi. Ibunya melihat anaknya masuk dalam neraka dan juga dicambuk, padahal anaknya itu berjilbab, anak yang sholeh, selalu menurut dengan orang tuanya, tapi kenapa ia disiksa? Kenapa ia masuk neraka? Salah apa dia dikehidupan sebelumnya?
Pada malam berikutnya, malam ketujuh ia mengatakan pada ibunya untuk menghapus semua fotonya diakun sosial medianya. Barulah ibunya tau. Ibunya dan keluarganya hapus semua foto, video anak gadisnya yang ada diseluruh sosial media. Barulah ibunya tak lagi bermimpi anaknya..."
“Berarti kalo cowok boleh dong upload foto?” Tanya Dilan pada Rindu dengan alis dimain-mainkan.
Rindu terkekeh.” Boleh.Cuma emang enggak malu? Soalnya setau saya cowok sejati bukan tukang Selfie, jadilah pemudah yang tak bertingkah dan banyak gaya. Sebab cewek sukanya yang macoo.. sama Coll.” Rindu terkekeh lalu pergi.
__ADS_1
Habib mrnaikkan kera kemejanya dengan gaya sok. Ahaaa ada satu yang Rindu suka darinya berarti. Faktanya ia tak punya aukun sosial media dan ia cowok coll..
Ahhhk.. apakah Rindu ini memiliki mulut terbuat dari cabe? Kenapa rasanya Nayla tersinggung? Begitu juga dengan Ify.
Maafkan Rindu ya yang mengatakan hal itu. Bukan masksud Rindu menghina orang yang sering menganggap orang yang suka umbar foto itu murahan yaa.. salah besar, tolong diperlihat lagi kalimatnya, disini Rindu menjelaskan pendapatnya supaya kita sadar akan apa yang kita lakukan, bukannya kita kegeeran atau sombong dan sebagainya, tapi menghargai diri kita itu memang diawali dengan diri kita. kenapa kita dilarang bengupload foto, memamerkan diri kita? semuanya itu demi kebaikan kita sendiri, sebab diluar sana banyak yang mencari kejelekan kita dengan cara mengambil foto kita ataupun Video kita.
Kalian tau santet? Itu memang benar ada. Tenung? Itu memang ada. Jangan salah, diIslam pun ada yang mengatakan jika hal semacam itu, fijelaskan dalam Al-Qur'an ataupun Hadist . (Cari mbah google ya kalo enggak percaya), itupun dilakukan seseorang mengunakan foto,
Pelet? Ada, dan itu juga bisa menggunakan foto, semuanya bisa dilalukan menggunakan foto kita dalam kasus negatif. Jika seseorang mau menjebak kita menggunakan foto kita lalu diedit? Memang beda sebenarnya, tapi manusia tetap manusia, satu titik hitam dihidupmu, maka semua warna putih dihidupmu tak akan dilihat oleh mereka. Mau kalian menjelaskan jujurpun belum tentu orang percaya. Berfikir lah secara positif. Sebab Allah memerintahkan apapun untuk kita itu hanya untuk kebaikan kita. demi Tuhan, jika Allah memang selalu memberikan larangan untuk kebaikan diri kita sendiri.
Masih mau upload foto? Ini baru sebagian dampak negatifnya ya....
...
Acara mereka jalan-jalan sudah, menyiratkan pemikiran masing-masing. Fatih? Ia kembali kerumahnya. Sekarang keluarga Hollmas mau kembali kerumah Habib. Ify dan keluarga juga kembali kerumah Habab sesuai kesepakatan. Yohan juga ikut Habib dan keluarga, berarti rumah Habib nanti akan sangat ramai, tentu saja, sebab 3keluarga disatukan dsalam satu rumah.
“Rindu.. makasih yaa... karena kamu, istri saya sudah pakek Khimar..” Ucap suaminya bik Liyan pada Rindu yang mau berangkat, disana ada Yohan dan keluarga Habib lainnya. Semuanya mendengar apa kata suami bik Liyan sebagai tetanganya keluarga Hollmas ini.
Rindu tersenyum melihat bik Liyan didepannya. Bik Liyan memeluk Rindu erat tadi karena terharu. Bik Liyan saat in ia mengguanakan jilbab berwarna pink polos menambah kadar kecantikannya.
Rindu terkekeh.” Ini bukan karena Rindu kok pak. Tapi karena bik Liyan mau berubah, karena sebanyak apapun saya menjelaskan tentang agama jika bik Liyan tak mau berubah akan tetap sama juga kan? Engak akan ada yang berubah dan engak ada yang bisa berubah. Sebab ini permainan hati pak. Tergantung sama niat.”
Kok keluarga Habib tersinsir ya? Sudah berapa kali keluarganya disindir? Tapi tak kunjung berubah, kok hati mereka serasa dibakar ya? Habib? Ia bahkan manusia yang paling tersinggung, selalu Rindu memberinya cerama, tapi satupun belum ada Habib jalankan. Memang benar, kesadaran adalah permaianan hati.
“Iyaa sii. Hehe, tapi karena ilmu kamu juga...” Ucap bik Liyan senyum. Suaminya makin sayang melihat istrinya menjadi muslimah sejati.
Setelahnya mereka berpamitan pada bik Liyan, mereka pergi untuk kembali kekota, ada rasa berat dihati Yohan meningalkan rumah ini, tapi mau bagaimana lagi? Ia tak mau tingal sendirian padahal memiliki anak, salahkah ia tak mau kesepian dan berlarut dalam kesedihan?
Rindu tersenyum karena bahagia, bahagia karena bik Liyan sudah mau berhijab, desa inipun sudah banyak berubah akan pemahaman agama, Rindu selalu melakukan sholat dimasjid lalu membersihkanya. Setiap orang bertanya ia selalu memberikan ilmu membuat orang sadar. Rindu memang bukan muslimah yang lembut, tapi entah kenapa orang lain merasakan jika Rindu adalah orang yang baik dan penyampayannya yang lugas dan logis membuat sejua orang mudah percaya dan memahaminya. Sungguh, cerama itu kadang butuh otak yang cerdas.
Azzan berkumandang membuat Rindu mengerjab dan mengatakan Allhamdulillah, ia juga menyelesaikan bacaan hafalan Al-Qur’annya.
Sekarang saatnya melaksanakan sholat magrib. “Pak, bolehkah kia sholat dulu? Sekarang sudah magrib?” Tanya Rindu pada keluarga Hendrawan. Iya.. dia satu mobil bersama keluarga Hendrawan, ada Hendrawan, ada istri dan ada Ify, kanapa ia disini? Karena Ify yang meminta membuat Rindu hanya pasrah,
.
.
.
.
.
.
**Like Komen And Vote yey....
Kenapa disini banyak cerama Thur Rindunya?
__ADS_1
Ini masih faseh dimana Rindu tebar ilmu dan pemahaman yey. Konfliknya nanti saat sudah selesai. Nikmatin aja. Sekaligus nambah ilmukan? Semoga bermamfaat**....