
Rambut yang panjang dan juga hitam sekarang sudah tak lagi, yang ada hanya rambut rontok..
memang benar jika sehat adalah nikmat terindah yang Tuhan berikan.
Dan itulah yang Rey lakukan sekarang. Menyisir rambut Rindu yang mulai menipis. Ia baru tau jika Rindu secantik ini jika tidak mengenakan hijabnya. Rindu sempat malu namun apa lagi yang dimalukan? Karena memang Rey semua yang mengurusi semua keinginanya beberapa hari ini. Bahkan Rey juga yang menyiapkan pakaian kotornya. Rindu yang tak lagi mampu berdiri karena sakit diginjalnya membuat ia mendekam dikursi rodanya.
Rey pun sekarang tak terlalu mengurusi rumah sakitnya karena dirinya yang memiliki jadi ia hanya memeriksa lewat email saja. Kadang ia kerumah sakit untuk cek namun belum juga ada perkembangan.. hari demi hari dan sekarang hampir dua minggu tapi belum juga.. mereka belum juga mendapatkan donor. padahal mereka harus honeymoon. Hooneymoonnya ditrunda yah guys. Karena penyakit ginjal dan penyakit dalam tidak boleh didalam pesawat..
“Hari ini kita cek cafe saja.. ayok..”Ujarnya Rey disana membuat Rindu tersenyum dan mengangguk ikut suaminya. Rey disanapun menyiapkan semua obatnya rindu dan mulai mendorong kursi rodanya keluar. Diluar ia bertemu dengan ayahnya Rey yang baru saja pulang dari rumah sakit .
Adan ibunya Rey juga. Mereka mau ke london katanya..”Mau kemana Rey?”Tanya mereka disana membuat Dokter Rey dan Rindu menatap kearah mereka dan tersenyum.
“ Kita mau kecafe Rey ma. Kita udah ada cabang katanya disana tempatnya strategis dan pemasukan meledak disana. Mungkin itu deket dengan beberapa perusahaan besar jadi diminati bagi pekerja pekantoran.. ”Ujarnya disana.
Ayahnya Rey mendekat dan mengusap kepala Rindu membuat Rindu tersenyum..
” Yah wajar aja si.. modalnya juga dua kali lipat disana..”Ujarnya membuat Rey tersenyum.
”Yah udah ayah sama ibu ke Londong yah.. mungkin dua hari lagi kita pulang.. Rani sama Rian kita bawah dan mereka sedang disekolah sekarang.. kata mereka mereka mau keluar negeri pakek pesawat.. “Ujarnya tersenyum disana.
“Iya.. kita mau kenalin sama temen temen kita kalo kita punya cucu cantik dan ganteng.. mana pinter pinter lagi.”Ujarnya ibu Rey membuat rindu disana tersenyum. Karena mereka memang sudah pamit semalanm.
Umi dan abi Rindu? Mereka sedang pulang mungkin besok kesini. Sebab kambing mereka harus dilihat dan dititipkan sama tetangga.
“Heheh. Bener banget nih.. ayah mau tau gimana reaksi rekan papa kalo didebatin sama Rian dan Rani..memang yah produk Rindu enggak ada yang gagal.”Ujarnya membuat Rindu terkekeh disana.
__ADS_1
Bahagia dikalah anak-anaknya sangat disayangkan dikeluarga ini. Bahkan tak ada yang mengungkit jika Rian dan Rani adalah anak angkat. Mereka bahkan selalu mengatakan Rian dan Rani cucu kandung kepada setiap orang..
“ Yah udah kalo gitu ibu sama ayah hati hati yah. Jangan lupa jagain Rian sama Rani.. dan oleh-olehnya hehe.”Ujar Rindu membuat mereka terkekeh dan mengangguk. Rey dan Rindupun mengantarkan keluarganya menuju keluar. Mereka ikut kecafe. Mobil mereka hanya beda arah yah yah..
Sepanjang jalan Rey selalu mengenggam tangan Rindu erat bagaikan tak mau dipisah. Kadang menciumnya kadang dielus membuat Rindu sangat merasa dicintai.. apakah begini rasanya dicintai? Ha.. Rindu sangat ingin memberikan hak Rey. Hanya saja bagaimana dengan keadaanya? Ia rasa sekarang tak mungkin. Ia bahkan merasa jika pernikahan ini adalah sebuah kesalahan terbesar baginya yang hanya menjadi benalu Rey.
“Kenapa sedih?”Tanya Rey yang sadar mata Rindu yang berkaca kaca. Ia menatap Rindu lalu menatap kedeppan lagi.
Rindu menghela nafas.” I love You..”Gumam Rindu disana membuat rey disana tersneyum dan kembali mencium tangan rindu.
"Me to..." Suara itu sangat lembut abgaikan sutra ditelinga Rindu.
Kadang Rindu bingung, kenapa rasanya begini yah? Ketika dicintai ia harus memilih., memilih untuk meninggalkan atau ditinggalkan?.
Sampainya mereka direstorannya Rey.. Rindu dibantu Rey keluar dan ditaruh kekursi rodanya. Rindu diam menurut saja.. Rey mendorong kursinya menuju kedalam café.
Dan yah,. Disana ada Habib yang mengenakan jas hitam dan mata merahnya menatap hgadis yang sudah tergeletak dijalanan itu. Nampak Habib sangat marah, sedangkan gadis itu hanya menunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya..
“Habib..”Gumam Rindu... hal itu membuat Rey ikut menatap kearah Habib.
Habib disana merasa namanya dipaggilpun menatap kearah Rindu.. dan...
Bam...
“Rindu..’'Gumamnya lirih, sangat lirih sampai tak terdengar oleh siapapun kecuali kupingnya sendiri. Namun matanya tertegun menatap Rey dibelakang Rindu. Rasanya tertimpa batu bertonton mengingat Rindu sudah menikah..
__ADS_1
Rindu mendorong kursi rodanya mendekati Habib lalu menatap sang gadis.. tanpa sadae air mata Habib hampir jatuh hanya melihat Rindu. Ia sangat merindukan Rindu. Tapi kenapa Rindu mengenakan kursi roda? Pertanyaan itu mengerayang diotaknya namun dengan gerakan lamban ia mendekat disana dan mengusap kepala rindu.
Namun tangannya ditepis cepat oleh Rey membuat ia menatap Rey tajam.
Tak.
Rey diam menatap arah lain malas ribut ada Rindu, rindu menarik dagu wanita itu keatas membuat ia dapat melihat siapa wanitya itu.” Vivi?”Gumamnya Rindu disan kaget.
Sosok itu menatap Rindu dengan tatapan bingung karena tak tau siapa. Apalagi Rindu mengenakan niqob membuat ia tak tau.”Vivi ini aku Rindu.. Rindu kemarin kita satu kelas. Kamu enggak inget aku?”Tanya Rindu semangat karena Vivi salah satu wanita yang berteman baik denganya.
Nampak Vivi disana terkejut. Sama dengan Hbaib.” Kamu Rindu? Yang temennya aku yang cuek kayak kulkas itu?”Tanyanya polos membuat Rindu terkekeh.”Yang kalo ditanya Cuma jawab Hm dan yah itu?”Tanyanya lagi membuat Rindu terkekeh dan mengangguk.
“Akjmh Rindu yaampun Aku kangen banget sama Kamu..”Ujarnya Vivi memeluk Rindu erat sembari berdiri.
Rindu menyambutnya hangat merasakan pelukan dari sahabatnya yang sudah lama sekali tak berjumpa ini.”Yaampun kamu kenapa si Rindu? Kenapa tambah kurus dan pakek kursi roda? Kamu enggak apa-apakan?”Tanyanya Vivi menyeka air matanya.”Rindu kamu tau enggak, semenjak enggak ada kamu enggak ada yang jagain aku lagi hiks hiks. Kamu jahat banget hiks hiks. Kamu ninggalin aku tampa kabar dan juga hilang tampa jejak... aku benci banget sama kamu hiks hiks.”Ia memukul lagi pundak Rindu membuat Rindu menahannya.
Habib disana diam menatapnya. Apa Rindu mengenalnya? Gadis penguntit itu? Gadis yang bikin kepalanya sakit tujuh keliling? Ia bahkan sangat membenci wanita itu.
“ Rindu kamu kenapa?”Gumamnya Habib. Ia mendekati Rindu menatap nanar kaki Rindu.”Kamu sakit? Kenapa pakek kursi roda?”Tanyanya membuat Rey disana menahan pundaknya untuk menjauh. Rindu bingung harus apa dan menjawab apa
.
.
.
__ADS_1
Semoga akhir bulan ini tamat yah.....