
Kadang tanpa kita sadari kita dipertemukan dengan orang yang penting Dimana lalu.. Jodoh misalnya?...
Sudut lain ada dokter Rey yang tersenyum menatap gaun yang sudah ia pesan itu sudah hampir jadi, sudah 70% dan itu berbentuk syar’I yang cantik, mungkin ia berjanji akan membuat secara sederhana, namun baju itu dibuat dari bahan yang khusus dan penjahit yang terkenal. Bajunya bahkan berharga ratusan juta hanya untuk satu baju. sebenarnya bukan karena apa. Karena memang Rey ingin hari pernikahan mereka nanti akan sangat bagus dan sangat dikenang sepanjang masa.
“Ehemmm.. gimana nih ya, belum nikah aja si Rey udah gila yaampun..”Ujar Fey kepada Reno sang pasanganya yang menemani Rey untuk melihat baju dan beberepa persiapan lainya seperti ingin mencetak undangan dan lainya..
Dokter Rey yang dikatakan oleh kakaknya itu menatap kakaknya membuat Reno terkekeh.”Nah nanti kamu diamukin orang gila baru tau rasa. Tu liat matanya ngeliat kamu tajam banget sayang..”Ujarnya memeluk pinggang sang kekasihnya itu lembut.
Fey menyengir kepada Rey membuat Rey disana mengangkat sudut bibirnya keatas dan mendkeati dirinya kepada kakaknya.”Bilang aja iri.. syirk ya aku mau nikah haha.”Ujarnya tergelak.”Mangkanya suruh tu kak Reno nikahin secepetnya biar enggak jadi perawan tua. Masa kalah sama adeknya hiu.”Ujarnya kepada kakaknya melangkah pergi meninggalkan dua sejoli itu.
Fey melotot dibuatnya lalu menatap Reno dan Rey.”Wah wahh.. nyatain perang nih keknya.. mentang mentang udah mau nikah kakaknya dihina perawan tua..” Gumamnya disana mengeleng menatap sang adik yang menjauh lalu menatap Reno tajam.”kamu si, kapan nikahin aku biar aku enggak dibilang iri terus, padahalkan emang iya cekk..”Gumamnya berdecap lalu meningalkan Reno sendiran disana mengejar adiknya karena kesal.
Reno disana mengangkat bahunya dan mengerjab.”Terus disini salah aku begitu?” Gumamnya menghela nafas lalu mengusap belakang kepalanya. Jujur saja ia sedang menyiapkan lamaran yang mengesankan untuk Fey, dan insyallah itu akan ia lakukan bersama Rindu,. Karena kemarin Rindu berjanji akan membantunya untuk melamar Fey dengan romantic… ya...
Ya. Dua sisi yang berbeda bukan? disisi lain Reyy yang bahagia dan sisi lain ada Rindu yang kehialngan arah,. Mengharapkan akan takdir yang memihak kepadanya. Namun nyatanya harapan sebercanda itu membuat ia terkapar dikamar mandi yang dingin ini.
Dan ternyata semalam ia pingsan dan ia terbangun dikalah hari sudah pagi membuat ia meringis memegang kepalanya yang sakit, sangat sakit dan sangat berat kepalanya membuat ia meringis memegangnya, dadanya masih meninggalkan rasa sakit namun sudah tak sesakit semalam. Darah mengering dihidungnya membuat ia menghela nafas lagi, ia duduk sebentar lalu bersholawat dan berzikir untuk meringankan tubuhnya.
Ia tak tau jam berapa hari ini membuat ia segera melihat jam yang ada ditoilet yang menunjukan angka 7pagi membuat ia mengerjab. Ternyata ia belum sholat subuh membuat ia berusaha bangkit dan mengambil air wudhu untuk sholat subuh yang ia lewatkan. Tak tau apa-apa ia langsung mengambil mukana dan lainya untuk sholat.
Sedangkan diiluar sana ada orang yang menatap berkas yang diberii oleh orang suruhannnya membuat ia membaca berkas itu secara teliti dan juga tajam, disana juga ada Reon dan Nio yang sedang duduk menatap ayah mereka yang focus membacanya itu. senyum miring dari Gio sangat pekat dikalah senang mengetahui beberpa fakta disana.” Rindu azzahra… gadis berumur 19tahun, sudah delapan kali dikeluarkan dari sekolah SD karena berkelahi, dua kali dikeluarkan dari SMP karena berkelahi dan menentang aturan aturan guru sampai memukul kepala skeolah, deikeluarkan dari SMA sebanyak 5kali karena sering tawuran.. dan yang terakhir dikeluarkan dari kampus karena hampir membunuh dua orang wanita yang dikalah itu kristis karena seusai berkelahi dengannya.”Gumamnya disana menggeleng tak percaya akan rekor yang Rindu pecahkan.
Nio dan Reno membelalakkan mata dibuatnya… “ Dia meski begitu selalu bisa mendapatkan juara satu dan dua dalam tingkat umum, juara satu taekwondo dan Khunfu… dan yang terakhir dia juga pernah menjadi ketua osisi dan kebanggaan beberapa guru karena menganggap jika dia wanita yang hebat dan juga pemberani..”Ujarnya Gio lagi membuat mereka menggeleng.
Gio menatap Nio dengan tatapan tajamnya lalu terkekeh geli disana,.”Bagaimana bisa anak yang kau buang itu seorang wanita Nio? Aku fikir dia anak laki-laki yang menjelmah menjadi seorang perempuan haha..”Gumamnya tergelak disana.
__ADS_1
Nio mendengarnyapun menggeleng tak percaya.”Wajar saja dia bisa menjawab semua pernyataan dan pertanyaan kita sebegitu mudahnya. Ternyata dia memang gadis yang nakal…”Gumam Nio disana membuat Gio dan lainnya tergelak. Nio dan lainya tak percaya akan hal ini membuat mereka diam dengan pertanyaan pertanyaan diotaknya. Hanya satu, wanita tetap wnaita, lemah dan juga sampah bagi mereka.
Setelah semuanya selesai.. Rindu menaruh mukena yang ia gunakan, ralat, bukan mukena, tapi selimut yang Rindu jadikan mukena mengenakan jarum pentul. Karena baju Rindu yang kotor membuat ia harus cari cara disini. Ia disuruh keluar menuju ruang makan membuat ia mengikuti pelayan tadi menuju kemeja makan.
Disana ia bisa melihat tiga lelaki tadi duduk dikursi meja makan dan didepanya sudah tertera banyak makanan. Sedangkan para istri mereka disana hanya berdiiri dibelakang para suami untuk melayani dan mengambil makanan dan apapun yang para lelaki butuhkan membuat iia mengerjab tak mengerti.
Ia berdiri disana menatap hal itu dengan datar dan itu membuat semua orang disana menatap Rindu.”Oh rupanya tuan putri nakal kita sudah bangun… kau tidak makan? Mari duduk manis..!!” Ujar dari ayahnya kepada Rindu manis yang Rindu bahkan tak tau maksudnya.
Rindu menatap para wanita disana dengan datar dan menatap ayahnya.”Lalu bagaimana dengan mereka? Kenapa mereka masih berdiri disana dan tidak makan bersama?” Tanya Rindu dengan tenang tanpa ada apapun. ia lelah dan ia ingin istirahat.
Mereka malah terkekeh disana mendengarnya.” Mereka hanyalah seorang perempuan, jadi itu memang tugas mereka,. Melayani seorang suami.. mereka akan makan jika kami selesai makan nanti… jangan fikirkan mereka…!!” Balas Gio kepada Rindu dengan tenang membuat yang lain mengangguk.
Rindu menghela nafas dibuatnya lalu mendekat,. Ia duduk didekat Nio tanpa peduli dengan ibunya, malas bicara tentang apapun dan tentang bagaimana system dirumah ini.”Jika begitu aku adalah lelaki bukan? Bisa duduk disini tampa berdiri haha.”Gumam Rindu membuat mereka diam disana. Rindu diam mengambil beberapa makanan dan minumam”Maaf aku makan sedikit banyak, karena biasanya aku makan nasi dipagi hari, bukanlah roti ataupun salat seperti kalian. Perutku tidak terbiasa makan begitu..”jujur Rindu kepada mereka tanpa malu.
“Pagi maa. pagi papa pagi oppa.. pagi uncle dan aunty…” Siara para lekaki itu membuat Rindu terkejut diselah makanya. Ia bahkan menaruh lima roti dipiringnya itu karena lapar. Tak peduli suara siapa itu . Beda halnya dengan orang orang menatap asal suara.
Semua orang tersenyum melihat tiga lelaki muda yang baru datang disana dengan keadaan yang berantakan itu. Mata mereka sayu menandakan mereka semalam mabuk mabuksan membuat mereka diam.”Dimana adik kami? Katakana dimana adik kami ..” Ujar mereka semangat disana, akkhh pasti dia imut sekali.”Gumam mereka disana berdua. Dia kembar beda dengan satunya lagi.
“Kalian dari mana saja hm?” itu suara dari Gio disana membuat Argi disana diam menatap cucu cucunya mereka. Istri Reon disana bernama Fani.. sedangkan istri Nio ibunya Rindu bernama Rinjani ya…
Tiga pria itu menatap Rindu yang makan itu binar lalu mendekat tanpa bicara lagi.”Apakah ini adik kami?” Tanya sang kembar disana menatap Rindu nanar membuat pipi Rindu yang berisi makanan itu gembung diam disana dnegan mengerjab lucu. Apakah ini abang-abangnya?
Dua kembar itu mengeser kursi Rindu lalu menatap Rindu terkejut.”Yaampun kamu kenapa pakek cadar si? Mata aja kamu imut banget, apalagi muka yakan.. kami tu kangen sama kamu.. sini peluk yaampun..”Ujar mereka disana memeluk Rindu membuat Rindu menjulak mereka dengan datar. Itu membuat mereka menatap Rindu nanar.”kenapa? “Tanya mereka dengan mata yang tak menyangkah.” Apakah kau marah karena kami tak bisa menahanmu diwaktu kecil? Maafkan kami. Tapi sungguh kami menyayangimu.. “Gumam mereka serentak kepada Rindu membuat rindu menatap kearah lain.
Dan disana ia menatap sosok yang sangat ia kenali. Sosok biang kerok membuat ia bangkit dan menelan roti dimulutnya itu dan menatap sosok yang menatapnya itu. “Willy?” Gumamnya tak percaya disana.”Sedang apa kau kemari? Tidak main perempuan kah?” Tanyanya disana dengan kekehannnya.
__ADS_1
Ya.. kalian ingat Willly bukan? Willly Antonio sang kakak kelas yang pernah Ribut dengannya dulu? Ya itu dia orangnya. Dan beberapa kali memiliki masalah kepada Rindu.. sedangkan Gionio lainya menatap Rindu ltajam.”Lancang sekali kau bicara seperti itu kepada cucu laki laki ku..!!” Bnetaknya Guo tak suka cucunya dibilang begitu.
“Kakek..!!! jaga bicaramu.. ! jangan membentaknya..!!” Bela dari salah satu yang ke,bar membuat Rindu tak tau siapa itu.”Lagipula yang dikatakan adik perempuan memang benar. Kak Willy adalah pemain perempuan, sama dengan kalian bukan? Jadi tidak ada yang salah dengan kata kata adik kami..”Ujarnya disana dingin kepada gio membuat Rindu masih tak paham akan kenyataan.
Willy menatap Rindu tajam karena tak tau siapa Rindu.”Loe siapa? Kita pernah kenal sebelumnya? “Tanyanya disana datar.”Atau jangan jangan loe salah satu mantan gue?” Tanyanya takut.
Rindu tergelak disana. Ia menatap Antonio dengan tatapan tajamnya lalu menatap Willy dengan anggukan.”Gue enggak nyangkah dunia sesempit ini haha.”Gumam Rindu tak percaya. Ya.. Antonio sosok ayah Wily yang pernah ribut dengan Rindu diruang Dekan, kalian ingat dibab awal?
Rindu menepuk tanganya dan mengarahkanya kedepan Willy karena tau Willly kakaknya.”Kenalin,. nama gue Rindu Azzaglhra yang pernah matahin tangan loe. Bahkan orang pertama yang banting loe didepan umum..!” Ujar Rindu tergelak disana bagaikan manusia tampa beban.”Dan orang yang bermasalah dengan pak Antonio diruang Dekan dikampus. Kalian pasti masih ingat bukan?” Tanyanya disana bagaikan berkenalan dengan teman saja.
Nampak disana Willy menegang menatap Rindu dengan tatapan tajamnya lalu menatap ayahnya.” loe cewek gila itu? Cewek sok jagoan itu?” Tanyanya dengan menatap wajah Rindu yang jauh dibawahnya membuat Rindu mengangguk.” Dan ternyata loe adek yang gue cari selama ini?” Tanyanya membuat Rindu diam tak tau harus apa.
Willy menggeleng disana. Padahal ia bahagia sekali tadi tapi sekarang apa? Ternyata musuh bebuyutannya sendiri adalah adiknya? Adiknya? Sedangkan si kembar disana menatap kakaknya itu heran.”Kakak pernah dibanting sama adik perempuan? Hey adik siapa namamu tadi? Rindu Azzahra?” Tanyanya disana lalu mendekat, ia memberikan tangganya mengamit tangan Rindu yang disarung itu.”kenalin nama Gue Rekzi Antonio dan dia adik kembaran gue namanya Rizki Antonio.. kita anak dari papa Reon dan mamam Fani..” Ujarnya dengan semangat.”Dan kita yang maksa ,lmereka buat bisa bawa loe balik lagi kerumah ini.”Ujarnya dengan binarnya.
Tangannya langsung ditepis oleh Wiily lalu mendekati Rindu tajam.”Buka cadar loe..” gumamnya disana lalu menatap tajam mata Rindu membuat Rindu menghela nafas. “ Plis… buka cadar loe. Gue.. gue..” Gumamnya disana rapuh dan mendekati Rindu dnegan nanarnya. Ia menyentu pundak Rindu.. lalu tampa kata lagi dia memeluk Rindu dalam dan meneteskan air matanya.
Tak sampai disana ia juga menggendong Rindu pergi dari sana membuat Gio dan lainya menatap Willly tajam.”Mau kemana kalian? Wiilly…!!” Teriak Nio disana kuat melihat sang anak yang pergi dari sana. Kemana anaknya itu? Sedangkan Gio dan lainnya disana menatap saja. Rekzi dan Rizki disana mengikuti Wily dan Rindu mau kemana.
Rindu yang dikunci oleh Willy itu terkejut namun diam merasakan air mata willy yang mengalir itu. Ia mendang dan memukul tak dihiraukan oleh Willy sampai diruangan yang Rindu yakini itu adalah kamar kakaknya. Disana diikuti Rekzi dan Rizki dia mengusap pipi Rindu.”Buka ya plis..”Gumam Willy disana.
Rindu menaikan satu alisnya menatap Willy yang begini.” Nggak cocok beneran, Loe lebih cocoknya jadi pembuat onar. Bukan jadi sadboy..!!! jangan kasih tampang gitu deh. Gue mual..”Gumam Rindu disana kepada sang kakaknya itu dengan mencibir,.
“Ya gue sad boy..!! gue menyedihkan semejak loe pergi.”Gumam Wiilly disana dengan nanarnya.” Gue yang nungguin loe dikandungan mama berharap punya adik dan berharap punya temen dan ternyata setelah loe lahir gue bahagia banget.. sampai pada gue tau loe dibunuh dan dibuang ngebuat gue enggak punya harapan..!!” Teriaknya membuat Rindu diam..
” Dan loe alasan kenapa gue hancur.. loe..!! argh..”Rindu diam memejamkan mata dikalah Willy disana menendang pintu kasar dan menghancurkan apapun yang ada disana.” Dan ternyata loe orang yang paling gue benci…!!!!|” Teriaknya disana kuat.
__ADS_1