
Nio melihat wajah anaknya yang pucat nan damai itu dengan sendu.. ia mengusap pipi Rindu lembut menghantarkan rasa sayangnya..
“Haiis...” gumamnya disana lalu duduk menyandarkamn tubuhnya dikursi.. ia menatap kelain arah dan bergumam.” Kadang saya heran dengan hati saya.. saya tidak pernah senyaman ini didekat siapapun.. kecuali kamu dan Fitri..”Ujarnya disana mengusap pipi Rindu yang pingsan itu..
"Saya membenci takdir saya Rindu.. saya tidak bisa mencintai seseorang kecuali Fitri.. dan diharuskan hidup bersama orang yang tidak saya cintai.. saya benci dengan takdir saya sendiri.. Saya benci.. “Ujarnya disana dengan sendunya karena lelah akan hidupnya.
Didunia ini ada banyak orang kaya tapi tak bahagia, dan ada banyak juga orang miskin tapi hidupnya bahagia.. kenapa? Karena orang miskin itu kesempatan bahagianya itu lebih besar dibandingkan orang kaya.. iya. Lebih besar.. bagaimana bisa?
Jika orang miskin mendapatkan uang seratus ribu perhari dan bisa makan enak saja mereka sudah bahagia.. ketika yang jarang bisa makan enak tiba-tiba dikasih makanan enak maka mereka akan bahagia.. ketika tak memiliki uang tapi mampu membeli gorengan untuk dimakan sekeluarga maka ia akan bahagia, ketika pedagang yang dagangannya hari itu habis dan juga mendapatlkan untung lebih maka mereka akan bahagia.. Dan bisa membeli baju yang harganya hanya 100rb dan bagus mereka sudah bahagia.. benar bukan?
Sedangkan orang kaya? makanan enak setiap hari sudah ada, baju baru dan bagus setiap hari.. apa lagi? Kendaraan? Mereka bahkan menganggab kendaraan itu hal yang biasa... nah, semakin tingginya seseorang maka semakin tinggi pula level bahagia mereka.. kadang ketika mereka kecukupan dengan harta namun tidak dengan kasih sayang keluarga kadang mereka bagai orang asing disatu sama lain.. namun ada juga yang tidak..
Semuanya ada direnanya masing masing. Jadi baik yang miskin mereka akan mendapatkan peluang kebahagiaan lebih besar sedangkan orang kaya tikar perlu memikirkan kebahagiaan ataupun apa yang mereka dapatkan dihari esok.. dua sisi yang berbeda namun bertujuan yang sama,. yaitu bisa hidup lebih baik dimasa yang mendatang..
Sama layaknya Nio.. si laki laki dingin membenci perempuan, jika ada yang mengatakan ia membenci wanita dan tidak pernah menyayangi seseorang itu fitnah..! ia pernah teramat mencintai satu wanita, namun karena keluarga ia harus kehilangan gadis impiannya.. sampai pada ingin mewujudkan hidup bahagia bersama wanita impiannya namun gagal karena takdir yang telah memisahkan mereka.. gadis impiannya sudah menikah dengan laki-laki lain.
Ia hanya manusia egois yang tidak mampu mengontrol diri sampai tak mampu menerima masa lalu, hidup terlalu pekat akan masa lalu dan tertimbun dengan rasa ketidak terimaanya dengan dunia nyata yang ada dirinya sekarang.. bahwa sekarang ia diliputi dengan rasa ketidak terimaan sedangkan jiwanya ada ditengah kenyataan.
Kedua hal itu bagaikan musu bak tak pernah padam, bagai kobaran api yang semakin lama semakin berkobar, tak mampu memadamkan dendam, benci dan cinta menjadikan hidupnya hangus terbakar masa lalu, jiwanya hangus dibakar dengan keengganan untuk menerima.. lantas disini siapa yang harus ia salahkan? Dirinya? Takdir atau masa lalunya? karena semua itu terlalu pekat untuk dibahas dan diusut akan kebenaarannya.
Sampai pada mata Nio yang terpejam dengan memeluk Rindu dnega5n lembut itu, tak ada nafsu didirinya, yang ada hanya rasa sayang yang mendalam, sedangkan Reon yang melihat disanapun mengintop dicela celanya lemari saja.. ia memilih untuk tidur disana juga dan memilih melihat Rindu dari kejauhan. Ia takut jika nanti Nio melakukan kejahatan kepada Rindu..
Disisi lain Willy dan lainnya sudah dikamar Rindu menatap kesekeliling.. sampai detik ini mereka tidak menemukan apapun tentang Rindu. Ada yang bertanya kenapa mereka tidak menemui Rindu dicctv? Karena cctv diwkatu itu mati..O(Jadi keninget kasus yang baru baru ini.. sehat terus ya Habib kita ya.. amiin Yarob..)
Willy disana frustasi melihat kamar Rindu membuat Rizky dan Reksi diam disana.. “Gue punya ide.. gimana kita buat kamera dikamar oppa aja.. gue yakin kalo ini tu ulah Oppa yang nyembunyiin Rindu mungkin karena Rindu ngelakuin kesalahan..!!” Ujar dari Willy disana kalut..
Reksi disana mengangguk.”Udah gue lakuin tanpa kalian tau... tapi sampek sekarang oppa enggak ada kemana mana, bahkan gue udah nyadap hapenya dia.. tapi tetep aja eggak ada apa-apa yang gue dapetin..”Ujarnya dengan sendu dan menghela nafas.
“Sial...!!”Bentaknya Willy disana mengeram dan mengepalkan tanganya..” Gue bakal jamin kalo gue nemuin adek gue gue bakal bawa dia keujung dunia sekalipun supaya keluarga laknat ini enggak bisa nemuin gue dan dia.. gue sendiri yang bakal ngebahagiaan dia..”Ujarnya disana membentak membuat Reksi dan Rizky diam menataonya kasihan.. mereka tau betawa khawatirnya Willy.
Bayangkan saja Willy baru bertemu adiknya setelah tragedy ia dimas akecil dan sekarang mereka harus pisah.. lantas bagaimana hidupnya jika dipikir pikir?
“Kalian tau enggak dimana tempat papa Nio sana Oppa Gio kalos edang ngehuikum pada pengkhianat? Kita bellum pernnahkan ketem[at itu? Coba deh kita cari dan cek.. atau kita Tanya sama mama loe wil... Mama Rinjani..”Ujarnya Rizky disana kepada mereka disana,.
Willy disana mendengarnya mengerjab lalu bangkit.”Loe b3go.. untung loe inget.. ayok kita Tanya sama wanita s14l4n itu....!!”Ujarnya disana membuat mereka disana mengangguk.” Atau jangan-jangan dia yang buat Rindu pergi secarakan dia enggak suka Rindu..”Ujarnya membuat mereka disana mengangguk.
__ADS_1
Willy menatap nanar kedepan, jam sudah menunjukan pukul 11 malam tapi ia tetap harus menemui mamanya dilantai bawah... namun ia terkejut melihat mamanya yang ada diruang tau mengenakan baju tidur itu mondar mandir.. ia mendekat dan bertanya.” Ngapain disini?” Tanyanya disana.
Disana Rinjani yang cemas itu terkejut, ia berbalik dan menatap anaknya yang menatapnya tajam itu...”Anu Will. Papamu belum pulang padahal sekarang udah jam segini.. itu juga papi Reksi dan Rizky.. Reon juga belum pulang padahal kata oppa Gio tadi mereka udah pulang semua.. kemana ya mereka sekarang..”Ujarnya disana cemas..
Willy disana diam menatap mamanya itu sinis..”Mungkin lagi main sama j4lang diluar sana kali.. siapa taukan dapat istri baru..”Ujarnya membuat ibunya diam menatap anaknya tak percaya. Bagaimana bisa anaknya bicara begitu didepan matanya..
“BTW Kita mau nanya, loe kan yang buat Rindu pergi dari rumah ini? Dan bilang dimana Rindu sekarang berada..!”Ujarnya memaksa mamanya itu kasar membuat Rinjani mengeleng kaku.
Rinbjani nmenatap anaknya nanar..”Mana mungkin Will.. mama bahkan enggak boleh deket deket sama Rindu asal kamu tau, mama engak dibolehin sama papa kamu.. jadi mama enak tau Rindu pergi kemana sama sekali..”Ujarnya lagi jujur disana.
“Dan gue baru liat si ada ibu yang sama sekali enggak cemas anaknya hilang..”Ujarnya Rizky disana melihat Rinjani yang bahkan tidak menyari Rindu selama dua hari yang bilang ini..” Coba loe nonton banyak banyak deh diluar sana.. binatang aja nih ya kalo anaknya itu disakitin binatang lain, dia bakalan ngamuk.. masa kalah sama binatang?” Tanyanya disana membuat Rinjani tertegun menatap ponakannya itu.
“Oh iya.. kan disini yang binatang bukan binatang.. tapi manusia yang membinatangkan dirinya sendiri.. canda binatang..!”Ujarnya Willy kepada mamanya tidak sopan membuat Rinjani diam menatap mereka nanar,, ia bagaikan hidup di ribuan duri membuat ia harus kuat dengan racun yang mematikan system hatinya.
“Kalo tempat peyiksaan papa tau?” Tanya Wiully ketika mamanya tidak juga menjawab disana.. “Kalo enggak tau juga gue tampol loe ya.. jadi orang kok enggak ada gunanya sama sekali, gunanya Cuma apa? Gila..”Ujar Willy lagi membuat kedua sepupunya tertawa remeh.
Rinjani menatap putranya itu dengan meneteskan air mata, ia tau ia tidak becus menjadi seorang ibu.. ia mengusap lagi air matanya dan tersenyum.”Ma mama juga eng engak tau..”Ujarnya disana dengan jujur namun gugup..
Willyt disana berdecap sinis dibuatnya..”Gila enggak ada gunanya hidup ya..”Ujar Willy sinis.”kalo bukan emak gue udah gue bunuh juga loe..!! “Ujarnya disana membentak membuat Rinjani mendur dan memejamkan mata takiut. Karena Willy jika bicara tidak pernah main main..
...----------------...
Buarr....
Nio dan Rindu terkejut dibuatnya dikalah air menyirami seluruh tubuh mereka membuat mereka bangkit.. namun Rindu meringis memegang kepalanya sakit disana karena kaget,, ia terkejut dengan hawa dingin yang menimpahi tubuhnya... Nio disana tak kalah terkejutnya merasakan disiram air dingin seperti saat ini..
Mata Rindu dan Nio menatap Gio yang diam menatap mereka tajam.. Nio disana menyembunyikan Rindu dibalik punggungnya membuat Rindu terkejut,, “Pa—papa.. ngapain disini? Maafin Nio, Nio ketiduran disini malam tadi..”Ujarnya disana gugup kepada ayahnya yang sedang marah besar,.,
Rindu tertegun dibuatnya. Apa? Ayahnya tadi tertidur disini semalam? Jadi malam tadi ia tertidur dengan ayahnya? Itu adalah kemajuan yang luar biasa bukan? Sedangkan Reon yang tak juh dari sana menatap Rindu dan Nio juga. Karena ia juga ketahuan disana, bahkan tangannya diikat oleh gio membuat Rindu mengerjab..
Reon disana tersenyum kepada Rindu membuat Rindu tersenyum masam, apakah semua ini gara gara dirinya membuat Reon dan ayahnya terkena masalah? “Tangkap dia..!”Ujar Reon kepada penjaga dua orang kepada Nio membuat Nio terkejut mendengarnya dan memberontak.
“Pa? apa-apaan nih pa? kok Nio ditangkep? Nio salah apa pa?” Tanyanya takut dan terkejut. Ia ditarik paksa oleh dua pria yang berbadan kekar membuat Rindu yang basah itu terpampang disana dengan sendunya melihat mereka, setengah bajunya basah membuat ia bagaikan kucing kecebur kedalam got.
“Salah kamu apa?!!” tanya Gio membentak disana membuat Nio tertegun.”Salah kamu adalah menyukai anak perempuan ini. Salah kamu adalah kamu melindungi anak ini?!! Papa udah bilang jangan pernah menyukai seorang perempuan Nio..! Reon..! bahkan otak kalian sudah tercuci oleh perempuan ini sampai sampai rela tidur diruang penyiksaan seperti ini..!! kalian pikir saya tidak tau ha?!” Tanyanya membentak, ia mengetahuinya itu sedari semalam., ia mengecek apa yang dilakukan Rindu dua hari ini membuat ia tau akan ulah Reon dan Rindu. Nio yang memeluk Rindu sayang dan sebagainya membuat ia tak suka.
__ADS_1
Nio terdiam disana membuat Rindu disana tersenyum tulus kepada kakeknya.. Gio disana mendekati Rindu dan.
Plak.. ia menampar Rindu membuat Rindu tak juga melunturkan senyumnya melihat kakeknya.. “Kau jangan macam macam..!! jangan pernah merasa jika kamu sempurnah dan diterima, karena sampai kapanpun saya akan membenci perempuan..!”Ujarnya berteriak karena amarah.
Rindu mengangguk disana..|” Jangan tersenyum seperti itu..! itu sangat menjijikan kau tau..!!” Bentak Gio dikalah Rindu tersenyum tulus seperti itu.|'’Dan jangan menyuruhku berdebat dengan perkataan sampah mu itu.!”teriaknya dan menendang Rindu..
Bugh..
“Rindu..!”Teriak Reon dan Nio serentak dikalah Rindu mundur dengan menabrak beberapa kaca yang ia pecahkan semalam.. Rindu bisa merasakan tangannya penuh luka dan darah Sangat perih... .. namun ia tetap tersenyum menatap Gio, itu membuat Nio merasakan dadanya sesak.. Gio mendekat dan,,
Srapkk.. arhghhj kaki Rindu ia injak kuat membuat tangan itu yang diatasi beling itu menancap kuat ditangannya yang sudah terluka membuat Reon dan No memberontak Disana tak mau kalah..
“Papa cukup pa..! cukup jangamn siksa puriku pa..!! tolong pa..!! hiks hiks PAPA...!!” Teriak Reon disan akuat membuat Nio menatap kakaknya terkejut. Reon disana memberontak dan menjulak orang disana dengan kuatnya membuat ia terlepas meski tanganya terikat ia menedang ayahnya dan mendekat Rindu...
Bufh..
Gioo terkejut ketika tubuhnya terhuyung disana.. Dan mundur dari sana.. Reon disana mendekati Rindu membuat Rindu memejamkan mata itu menggigit giginya sendiri menahan sakitnya dirinya..
"Nak.... " Hujan Reon Disana nya mengelus pipi Rindu lemah namun tangannya terikat kuat itu...
lalu mata coklatnya terbuka menatap manik mata Reon yang menangis didepannya. ”Jangan jangan menangis.. ayah ayah disini, Usah akan lindungi kamu... jangan menangis ya sayang tolong..!”Ujarnya Disana takut membuat Rindu menganggiuk dengan mata yang memerah.. air matanya jatuh.. Ia tersenyum tulus.
Bugh..
”Papa.. Tolong pa jangan..!!” Teriak Nio dikalah kepala Reon ditendang oleh ayahnya kuat membuat Reon terkulai disana dengan meringis karena lenganya terkena kaca membuat Rindu terkejut disana karena melihat pemandangan itu..
Rindu menatap Guo tajam dibuatnya, aurahnya bukan lagi aura Rindu membuat Gio disan menatapnya dengan tatapan terkejut.. apa-apaan tatapan itu.. tangan Rindu yang berdarah itu terkepal erat membuat darah itu menetes banyak disana,.. Reon disana menatap Rindu begitu bahkan begidik..
“ Kau..!!!” Gumam Rindu Disana dengan mata yang memerahnya itu karena menahan marah yang kuat....
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya bukannya mau ngulur waktu buat tamat.. Cuma memang aku udah buat literaturnya supaya nanti takutnya jelas.... Nanti masih ada yang nanya kok gini kok gitu... dan buat kalian yang selalu nyemangatin... Lav you....