
Syukur itu bukan tentang apa yang kamu dapatkan, tapi tentang apa yang kamu rasakan, meski itu rasa sedih sekalipun... NVS31...
Eps ketemu bapaknya sama mamanya Rindud ibab betikutnya ya... Maaf kalo ngecewain kalian yg berharap.....
..
Disinilah Rindu sekarang.. didalam mobil dengan menghirup udara yang segar. Bibirnya tersenyum tipis karena merasakan terpahan angin segar kewajahnya.. ia duduk disampingnya Fey, didepan ada dokter Rey dan juga Reno.. sedangkan Rindu dan Fey dibelakang.. ya mereka satu mobil.
Senyum Rindu tak pernah lepas dari jalanan yang ia rindukan, satu minggu didalam penjara membuat ia cukup memahami arti rasa syukur yang sebenarnya. Syukur bukan hanya tentang kebahagiaan saja, bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan saja atau apa yang kita idam-idamkan tapi tergapai saja.. sunggu itu bukan syukur yang sebnar-benarnya.
Dipenjara banyak yang Rindu pelajari, ternyata Selama ini ia hanya hidup dengan rasa syukur yang seadanya.
Maksudnya bagaimana tu ?
Maksudnya Rindu selama ini beryukur seada-adanya saja. Ketika punya uang ia bersyukur, ketika bisa sehat saja ia bersyukur.. tapi sebenarnya bukan hanya itu saja yang harus ia syukuri. Tapi banyak kok.. banyak banget..
Fey yang melihat Rindu yang selalu menatap kearah jalan dan menatap gedung pencakar langit itu mengerutkan keningnya.. “Jangan dibuka Rindu. Kamu baru saja sembuh, nanti kalo kamnu sakit lagi gimana? Tutup gih..!”Ujarnya memperingatkan Rindu karena perhatian dan tak mau Rindu sakit lagi.
Rindu malah menyipitkan matanya bagaikan bulan sabit menatap Fey lalu menatap kedepan lagi merasakan wajahnya diterpah angin segar diluar… angin alami disana “Aku kangen sama suasana rame kayak gini kak enggak apa-apa kok hehehe..”Ujarnya Rindu jujur kepada Fey sembari menatap kedepan lagi.
Fey meringis dibuatnya… wajar saja. Satu minggu didalam ruang kesepian itu bukanlah waktu yang sebentar, itu adalah waktu yang sangat lama asal kalian tau.. sendirian diruangan, makan diberi. Dan kamu hanya duduk saja karena Rindu kemarin masih menjadi Terdakwa mangkanya belum ada kegiatan yang seharusnya dilakukan pada napi lainnya. “Tapi nanti kaku sakit..”Cicitnya Fey masih tak terima. Kesehatan Rindu memang harus dijaga karena sudah sangat parah.
Rindu tersenyum miris dibuatnya lalu menutupi jendela kacanya. Matanya berkaca-kaca dikalah terlalu diperhatian seperti itu seakan mengingatkannya jika ia sudah tak sebebas dulu lagi.. melihat udara luar dengan menghirup angina luar saja tidak bisa? Itu membuat Rindu mendadak kehilangan senyumnya dan diam disana.
Fey disana meringis dibuatnya ketika Rindu berubah menjadi dingin dan diam disana.”Aduh bukan gitu Rindu maksud saya.. nanti kamu sakit, kan kalian mau nikah, kamu mau ketemu ibu kamu.. kalo kamu sakit gimana nanti? Kakak Cuma khawatir aja kok.. maaf…”Ringisnya kepada Rindu yang nampak sendu disana.
dokter Rey melirik mereka berdua dari cermin disana sedangkan Reno melirik dari belakangnya itu menatap Rindu sendu dan menatap Fey dengan tatapan tanyanya namun Fey malah menaikan bahu ringisan.” Rindu.. are you oke?” Tanyanya Dokter Rey kepada Rindu.
__ADS_1
Rindu tersenyum dengan sayunya kepada mereka.”I’m Oke...”Ujarnya membuat Fey menatapmya dengan rasa bersalah. “ Saya Cuma ngeliatin jalanan dan udara sebagai tanda rasa syukur saya yang selama ini ternyata saya kurang bersyukur kok..”Ujar Rindu senyum sendunya.
“Kamu enggak sedang marah dengan saya kan Rin?” Tanya Fey takut.
Rindu tersenyum menggeleng.” Dipenjara saya punya banyak pelajaran yang saya petik.. “Ujarnya membuat Fey diam menatapnya. Rindu kembali membuka kacanya itu dan menatap Fey lagi..”Selama ini saya merindukan kesendirian dan kesunyian karena saya suka dnegan suasana sunyi dan sepi.” Ujarnya membuat Rey diam.
Dokter Rey focus dnegan menyetir tapi masih saja menguping. Reno juga menguping membuat tubuhnya menyerong. Rindu tersenyum debngan mata yang berkaca-kaca.” Dan disaat dipenjara saya diberikan lapak kesunyian dan kesendirian.. tapi lucunya saya malah merindukan keributan,, keramaian, orang orang sekitar saya membuat saya selalu menginginkan ditengah tengah keramaian lagi.. saya Rindu akan keramaian yang tak pernah saya hargai dan saya rasakan dulu..” Ujar Rindu mengusap aair matanya menatap langit.
“Saya juga tak suka orang banyak bicara..”Gumamnya disana menatap nanar langit.” Tapi disana saya tak menemukan seseorang hanya untuk menanyakan apapun tentang saya.. tapi nyatanya saya rindu dengan orang yang disekitar saya yang banyak Tanya.. saya Rindu akan orang-orang yang menyebalkan disekitar saya membuat saya ingin kembali dimasanya.” Lanjutnya.
Fey diam mengusap tangan Rindu karena menahan tangis itu tidak enak, ia pun menitihkan air mata karena mendengar suara Rindu yang sangat serak dan sedih itu. Rindu tersenyum dan terkekeh disana.” Dari sini saya belajar… kenapa harus melihat sisi dan keinginan kita dulu baru bisa bahagia? Kenapa harus apa yang kita inginkan dulu harus kita kejar? Sebab tak ada yang menjamin apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan itu adalah kebahagiaan untuk diri kita. Bisa jadi sebaliknya..”Ujarnya.
Fey dan lainya tertegun.”Kenapa enggak bisa mensyukuri apa yang ada?” Tanya Rindu mengungkapkan isi hatinya.”Meski kita menyukai kesepian harusnya kita tetap bersyukur dalam keramaian. Meski suka dengan ketenangan seharusnya kita bisa menghargai yang namanya keributan dan juga berisiknya dunia.”Ujarnya.
“Ada yang diluar sana kesepian tapi malah meminta teman yang berisik, yang selalu ada untuknya, memeluknya ataupun hanya sebagai teman cerita. Tapi dia enggak punya membuat ia terjebak didunia kesepiannya dia,. Dia mau keributan ia mau keramaian.. hanya saja dia tidak ada, dia tidak punya.. “ Ujar Rindu. Suara Rindu sudah sendu dan syahdu bagaikan anak kecil yang mengungkapkan isi hatinya membuat hati siapapun disana tersentu dan menanyakan kepada hatinya.
“Diluar sana banyak yang memiliki mata nya yang buta.,. telinga yang tuli., kaki yang buntuh,, tangan yang buntu.. bahkan ada yang sedang sakit parah.. mereka mau melihat.. mereka mau mendengar.. dan mereka mau berjalan… “ Ujar Rindu. “Sedangkan kita yang dikasih penglihatan malah enggak bersyukur karena insecure… Dikasih pendengaran malah menjadikan kita lemah dan rapu.. dikasih kaki dan tangan yang sempurna malah disalah gunakan,.. kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu hal itu adalah yang terbaik buat kita sampai lupa mensyukuri yang ada.” Ujarnya.
Fey berpaling melihat lain arah karena merasa tertampar kalimat itu. Dokter Rey menatap nanar jalanan. Rindu disana mengusap air matanya.” Dan aku tak marah ketika pendengaranku ditutup.. setidaknya aku tidak akan mendengarkan kata-kata orang yang ada dibumi ini yang bisa menyakiti hatiku,kata kata yang tidak pantas untukku, menghancurkan impianku dan membuat duniaku harus mengikuti dunia orang lain.. sesungguhnya aku adalah salah satu orang yang beruntung.. karena Tuhan sedang menjauhiku dari dosa pendengaran yang seharusnya bukan hal yang harus aku dengar. Contohnya aib dan mengghibahi orang lain.” Ujar Rindu tersenyum.
“dan satu buku lagi yang aku baca adalah seseorang pria yang menceritakan kisahnya yang malu akan seseorang yang tak memiliki kaki tapi ia tetap menegenakan tangannya untuk berlajan menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah disana. Meski ia harus ngesot atau kotor sekalipun, tapi ia tetap sholat dimasjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Dan betapa malu nya aku yang memiliki kaki yang lengkap tapi tak bisa sholat dan berjamaah dimasjid menunaikan kewajibanku.. sesungguhnya disini itu yang cacat dia atau aku si? Dan sepertinya disini yang cacat adalah saya, cacat hati dan cacat kaki, hati yang terlalu kotor mengejar duniawi dan cacat kaki karena lumpuh jika diajak kejalan yang benar, susah digerakkan jika diajak kejalan kebaikan..” Rindu mengusap air matanya karena tak kuat menceritakanya.
"Dan kisah seseorang yang tak memiliki tangan. Ia mengatakan jika sesungguhnya ia adalah orang yang sangat beruntung.. sebab secara tidak langsung Tuhan sedang membantunya.. sesungguhnya dunia hanyalah sementara, setidaknya aku tidak akan menyentu sesuatu hal yang tidak boleh aku sentuh, Dan harus kalian ketahui bahwa aku adalah salah satu orang yang paling beruntung..”Ujarnya Rindu lagi.
Rindu menatap mereka yang ternyata sudah menangis semua akibat ceritanya itu terkekeh.” Dan semua itu membuat aku bisa menyimpulkan Sesungguhnya orang yang paling beruntung adalah orang-prang yang bisa mensyukuri apa yang ia miliki dan mengatakan jika sesunguhnya apa yang ia dapatkan adalah yang terbaik dari Tuhannya..”Ujarnya Rindu tersneyum mengusap pipi yang basah.
Dokter Rey mengusap matanya karena merasa sakit.. entah apa yang ditangisi tapi entah terasanya sedih dengar cerita seseorang yang jauh lebih baik dari dirinya. “Loh kok kalian nangis semua siii? Hehe maaf ya.. aku Cuma lagi nostalgia sama buku buku yang aku baca.. soalnya itu buku yang dikasihi sama kak Ilham disana supaya aku enggak bosan hehe. Bukunya itu katanya punya abinya. Abinya itu kyai..”Jujur Rindu disana .
__ADS_1
Dokter Rey mengernyit. Oh Ilham.. dia adalah temanya dokter Rey yang ditugaskan menjaga Rindu membuat ia paham, tapi ia tak pernah menyuruh Ilham memberi Rindu buku... tapi.. Akhh sudahlah.. mungkin karena ilham adalah orang baik membuat ia memberikan Rindu buku buku untuk dipelajari..
Fey mengusap hidungnya dengan tysu membuat hidungnya merah.. ingusnya keluar masuyk soalnya.” Kamu sudah baca berapa banyak buku disana Rindu? Kayaknya bukunya bagus bagus banget.”Ujarnya dengan Rindu disana dengan suara serak serak tangisnya itu.
"Ini..."Reno menyodorkan tysu...
Rindu mengernyit dibuatnya. Ia mengambil Tisyu yang diberi Reno miliknya “Makasih.”Gumamnya membuat Reno mengangguk.
Rindu mengusap sisa air matanya matanya menatap keatas dan mengingat buku apa saja yang ia baca. “ Hmm.. “Ia menhitungnya dnegan ruas jari.” Sebenarnya Rndu baca buku itu ada tiga.. satunya lagi belum tamat tapi karena Rindu keburu keluar Alhamdulillah.. padahal Rindu masih kepo sama bukunya.. katanya itu buku enggak dijual ditoko kak.. karena pengarangnya adalah ayah dari pak Ilham sendiri.”Ujarnya jujur disana. “Danm bukunya memang bagus bagus banget kak. Kan Rindu suka sama baca buku buku begitu..”Lanjutnya.
Fey mengangguk.” Apa si motivasi kamu suka baca buku? Soalnya kalo kamu ngomong tu kayak sesuatu hal yang memang kamu pelajari terlebih dahulu gitu.. enggak kayak seseorang yang ngelecos aja. Sekali ngomong tu kayak adem gitu.. bahkan dari BAB 1Sampek bab sekarang kayaknya yang kamu bahas tentang buku dan juga pemikiran semua..”Ujarnya kepada Rindu.
Rindu menggeleng.” Engak tau..”Jawabnya jujur, siapa yang tau apa yang ia bicarakan itu gimana dipandangan orang lain? sebab bagi Rindu selama ia bicara maka ia harus biacar yang baik. “Mungkin kebiasaan yang Abbi dan Ummi nya Rindu ajarin dehh. Katanyaa diam itu adalah emas dan bicaralah yang baik-baik, sebab apa yang kamu bicarakan itu juga akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti. Dan apa yang kamu bicarakan itu menunjukan kualitas diri seseorang.!” Ujar Rindu jujur.
Ya.. Abi dan Umi Rindu memang keras.. tapi mereka selalu mengajarkan Rindu untuk bicaralah yang baik baik supaya nanti kebaikan pula menghampiri kamu, lebih baik diam dari pada bicara tapi tidak sesuai dengan kenyatanya. sebab itu akan menjadi boomerang untuk diri kamu sendiri. Mereka memang keras namun dalam hal didikan yang baiik.
“Dan Rindu ngerasa..”Rindu menatap kedepan menyusun kata katanya.” Rindu ngerasa kali setiap kali Rindu baca buku semakin kecil rasanya diri Rindu.. semakin banyak pengetahuan dan ilmu yang Rindu dapatkan. Maka Rindu merasa jika Rindu orang yang paling bodoh.. dan semakin Rindu ngerasa diri Rindu bodoh… maka semakin besar rasa haus didiri Rindu akan ilmu.. BTW.. buku itu jendela dunia.. dengan duduk dikamar saja kita bisa menjelajahi dunia., mau itu dunia masa lampau( Time travel) mau kedunia lain , mau mengenal luar negeri.. dan kalian tau enggak kenapa buku dibilang gudang ilmu?” Tanya Rindu membuat metreka menggeleng.
“Karena buku itu bagaikan sebuah gudang.. hanya seseorang yang rajin saja yang mau masuk dan mencari ilmu didalamanya,, meski banyak debu yang harus dibersih, maksi pengap atau apapun. karena kaum pemalasan mungkin enggak bakal mau jika belum ada paksaan untuuk terjun kegudang mencari ilmu.. lagipula buku yang kita baca itu mempengaruhi otak kita. Suka baca buku dewasa maka pola pikiran kita akan dewasa, suka baca buku anak kecil maka sikap kita kayak anak kecil. Suka baca buku 18 pluss maka otak kita rusak.. pernah dengar ngggak yang syaraf kita berapa banyak yang putus jika menonton atau membaca hal yang belum pantas untuk kita baca..”Ujar Rindu memberikan pengertian dan arahan.
Fey mengangguk.”Iya sii. Gue suka buku kesehatan jadi ya jadi dokter kan.. dan gue suka dokter ngebuat gue haus akan ilmu dokter.”Gumamnya didirinya sendiri sedangkan dokter Rey dan Reno menganggguk mencerna apa yang diucapkan Rindu yang sudah kembali menatap kedepan.
Dan tiba lah Rindu dan lainnya didepan rumah bernuansa keemasan itu. Rumahnya milik keluarga Hoolmast. Mereka bahkan sudah masuk perkarangan membuat Rindu menghela nafasnya... saat satpan membuka gerbang ia tersneyum membuat satpan tersenyum juga dan melanbaikan tangan.
“Kamu yakin enggak mau ditemenin Rindu?” Tanyanya Reno kepada Rindu. Rasa kekhawatiran dan rasa melindungi itu masih sangat kental didirinya. Maaf saja bukan karena masih berharap, hanya saja ini namanya sikap reflek ketika hati yang menyuarakanya.
.
__ADS_1
.
lapak agama mmg sepi tpi enggak apa...