
Pelangi itu cantik ya?iya.. Cantik.. Tapi kenapa pelangi itu hanya sebentar?
Sebab Tuhan suruh kita berfikir jika kecantikan itu tak akan tahan lama... Quotes Hijab...
Ini bab memang khusus dokter Rey ya.. Karena takutnya nanti ada yg bingung kenapa dokter Rey bisa babguin Rindu....
“Saya memang tak memiliki daerah dengan Rindu, tapi saya bisa merasakan rasa kamu untuk Rindu.”Ia menghela nafas membuat dokter Rey tercekat. Apa ia salah bicara batinnya.” Cintailah Rindu sayangi dia dan bantu dia berdiri. Saya mau Rindu bahagia dan juga merasakan pelukan ketulusan. “Ia menjeda sebentar.”Jika suatu saat nanti Rindu melakukan kesalahan jangan ditampar ya, jangan dbentak, sebab hati perempuan itu sangatlah halus, kau bentak maka selama kalian menjalani hubungan perempuan akan ingat dan masih terasa sakit. Jika kau pukul maka air matanya mampu membawa kamu keneraka. Dan satu lagi. sakitnya batin dan fisik mampu memudarkan rasa cinta antara pasangan. Jadi jaga Rindu sebaik mungkin, “ Ujarnya dengan lembut.
Rindu tak menyangkah jika Yusuf yang baru ia kenali dan ia temui satu kali itu mengatakan hal sedemikian itu, jujur saja ia menangis haru kali ini, ia mendengar semua ucapan Yusuf yang menyuruh dokter Rey menjaganya dengan setulus hati dan sebagainya. Ia merasakan sosok kakak disampingnya. Ia merasakan keluarga dan kenikmatan yang tiada tara kali ini.
Setelah itu Rindu dan dokter Rey pergi dari rumah panti itu dan menuju rumah tahfis tempat Rian dan Rani berada, mereka sangat bahagia hari ini membuat dokter Rey dan Rindu tersney,um dan bahagia. Rian dan Rani semakin pandai dalam agama, mereka juga sudah hafal 5just Al-Quran memhuat Rindu membelikan mereka hadia berupa sepeda baru. Ya sebenarnya bukan uang Rindu tapi dokter Rey. Tapi dokter Rey mengatas namakan nama Rindu bukan dirinya membuat Rindu banjir kecupan dari dua sosok manusia mungil itu. Ah.. Rindu bahkan bahagia sampai lupa waktu dibuatnya. Karena memang dikalah itu ia tak mau memikirkan apapun, sebab ia tau hari dan detik berikutnya akan ada hal lain yang harus dhadapinya bukan?
Mereka pulang dengan mata yang menatap kedepan. Rindu yang harus bersikap dengan apa yang akan ia hadapi didepanya nanti sedangkan dokter Rey menatap kedepan karena memikirkan langka apa yang harus ia lakukan esok membuat ia menatap Rindu.
Ia tau jika nanti akan ada suatu hal yang akan membuat Rindu kembali kedalam masalah, apalagi kasus yang Rindu hadapai itu adalah kasus yang cukup besar, ia tau jika nanti kemunafikan dan juga fitnah itu akan beranjut. Yang namanya fitnah tetap fitnah bukan? Tetap akan menjatuhkan lawannya sampai sejatuh-jatuhnya.
Ia menatap tas jinjitnya Rindu dan Rindu yang menatap kelangit membuat ia menghela nafas. Tanganya meramban mengambils tas Rindu. ia tak menegur Rindu. mungkin Rindu trelalu larut dalam pikirany smpai tak sadar dokter Rey mengambils tas miliknya. Ia bahkan tak btau apa-apa dan tidka merasakan apapun disana.
Setelah mengantarkan Rindu. Doker Rey menatap Rindu dari balik spion mobilnya sampai keluar gerbang. Ia menghela nafas menatap hapenya Rindu. ia berhenti didepan gerbang tak jauh dari sana menatap hape itu dan mencari nonor hape disana. Dan benar, disana ia menemukan nomor milik Gevan, ia ingat nama itu membuat ia segera memasukan lagi hape itu. Ia harus melakukan suatu hal.
Dan tepat dikalah itu mobil polisi melewati mereka dan memasuki gerbang rumah Habib membuat ia terkejut dan juga tersenyum. Benar bukan? Ia sudah menebak hal ini membuat ia melajukan mobilnya.”Rindu tenang ya saya akan bantu kamu sebisa tenaga saya. Jadi tunggu dan bersabarlah disana.’Ujarnya lagi dengan lemah menerawang jauh dimana Rindu dibawa kekantor polisi.
Setelah itu dokter Rey menghubungi Gevan keesokkan harinya dan memilih bolos kerja lagi dan meminta diganti dengan dokter lain. untung dia pemilik rumah sakit, jadi tak perlu khawatir bukan? Ia menghubungi Gevan dan meminta untuk bertemu dicafe miliknya. tepatnya tempat Rindu bekerja kemarin. Gevan yang saat itu panik iyaiya saja. Ia pikir Rindu kenapa-napa.
...
sosok yang sangat sibuk menatap sosok didepanya itu, ia sudah menghubungi sosok itu membuat ia menatapnya dengan penuh selidik.” Loe siapa? Kenapa bisa nelpon gue gunain nomornya rindu si? Gue pikir Rindu kenapanapa. Gue pikir dia diculik... “Ujarnya dengan kecepatan 180/km/detik. “Oh.. jangan-jangan loe pencopet ya. Loe nyopet pas Rindu jadi loe nyolong hapenya iya..! ngaku loe..!!” Matanya membesar menatap dokter Rey. Telunjuknya bahkan terangkat dengan tingginya menuju keningnya dokter Rey.
Dokter ey tersenyum.”Turunkan tangan kamu dik.. itu tidak sopan kepada orang yang lebih dewasa dari kamu..dosa.”Ujarnya dokter Rey membuat Gevan mendengus dan menurunkan tangannya. Ia menatap dokterRey tajam.
__ADS_1
Kakinya ia lipatkan dna menatap dokter Rey tajam kakinya terjulir dengan sok collnya padahal ia takut sekarang, “Terus mau ngapain? Mau balikin hp Rindu yang loe temuin atau gimana nih? Waktu gue tu mahal tau nggak. Cepet jelasin.’Ujarnya dengan sok datarnya.
Dokter Rey menghela nafas. Ia hari ini tak masuk kerja membuat ia hanya mengenakan baju santay dengan elana cingkrangnya, nampak sekali wajahnya sangat bersih dan putih membuat siapapun akan terpesona kepadanya. “kamu Gevan sahabatnya Rindu bukan?” Tanyannya.
Gevan menganguk membenarkannya membuat dokter Rey mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.”Perkenalkan, nama saya dokter Key tapi dipangil dokter Rey oleh Rindu. saya cukup kenal dan dekat dengan Rindu. dan saya memanggil kamu karena saya ada keperlan. Apa kamu bisa membnatu saya?” tanyanya.
Gevan mencebik tak mua berjabat tangan dengan dokterRey,”Maaf ya dok, saya memiliki alergi sama pria yang tidak saya kenali, jadi turunkan saja tangan anda..!”Ujarnya jujur membuat dokter Rey menatap tangannya lalu menurunkanya dengan senyum manisnya.”Lagian saya tidak percaya jika dokter dekat dengan Rindu. sebab setau saya Rindu anti pria dan juga kenal pria. Dia bahkan Cuma deket sama saya setau saya. Buanya saya sombong ya dok. tapi inilah faktanya.” Ujarnya sombong sembari mengoyang goyangkan kakinya dengan lagaknya itu.
Dokter Rey mengeleng meatap Gevan yang sombong. Lagaknya seperti berteman dengan artis papan atas saja. Padahal hanya dengan Rindu. ia mengekuarkan hapenya dan juga menunjukkan fotonya dengan Rindu. disana ada Rian dan Rani membuat Gevan membelalak dan merebut Hapenya dokter Rey cepat. “itu foto kami jika kamu tidak pecaya.”Ujarnya.
“hat The F*Ck ujarnya Gevan dnegan kasarnya menatap Foto Rindu itu. “kalian udah nikah dan punya anak kembar? Eh. Loe suaminya atau mantan suaminya Rindu woyy.. fiks loe harus jelasin sama gue sekarang..!!”Ujarnya Gevan dengan logart alaynya itu. karena ia cukup kepo kepada foto-foto yang menurutnya sungguh mengejutkan itu. Ia menggeser-geserkan foto dihapenya Dokter Rey.
Disana ada Foro Rindu yang mencium pipinya Rani dan Dokter Rey mencium pipinya Rini. Mereka nampak sangat bahagia, ada juga mereka yang ditaman, Rindu yang memegang sosok pria kecil disana yang mengenakan sarung dan peci keMall. Itu dimana mereka pergi ke Mall saat hari Jumat. Dimana mereka dibebaskan keluar. Disana juga ada dokter Rey yang menggendong Rani dengan gaya coolnya. Disana Rani sedang makan lolipop yang sama dnegan sosok pria kecil dipegang Rindu. wajah mereka sangat mirip.”Gilak. gue enggak nyangkah Rindu dah nikah dan punya anak secantik dan setampan ini.”Ujarnya mengeleng.
“Tapi kok nyesek ya.. kayak ada yang pahit gitu nyengul hati gue.. hasii..”Ujarnya menatap lagi dan memegang dadanya yang berdenyut nyeri itu. Ia menghela nafas dikalah dokter Rey malah terkekeh
Gevan menghela nafas mendengarnya.”Kirain kalian udah nikah heh... kaget gue anjimm.”Ujarnya dengan logart alay dan sok songongnya.”Btw nggak usah panggil-panggil Dik dik deh. Soalnya gue geli dengernya sumpah. Lu bukan abang gue, jadi panggil Gevan aja ya.”Ujarnya lalu menatap penampilan dokter Rey dengan saksama.
“Tapi kayaknya lu sama gue seumuran deh. “lanjutnya dengan semangat.
Dokter Rey memang bermuka babyface membuat siapapun akan mengirah ia masih sangat mudah jika tidak mengenakan baju dinasnya. Dokter Rey mengangkat satu alisnya.”saat memaggil kamu Dik itu supaya sopan loh.. dan jika kamu tidak mau tidak apa-apa. Maafkan saya yang sudah membuat kamu tidak nyaman sama kamu.’Katanya dengan sopan lagi.” Dan umur saya sudah 26masuk ke27 loh. Kayanya kita beda lima atau enam tahun..”lanjutnya lagi.
Gevan menaikan stau slisnya menatap dokter Rey. Bisa-bisanya ia berfikir mereka seumuran. Apakah dia yang bermuka tua apa dokter Rey yang bermuka bayi tak cepat tua? semoga saja yang nomor dua ya... “Btw ngapain loe ngajakin gue kesini?” Tanyanya mengalihkan pebicaraan.
Dokter Rey menghela nafas.”Saya mau bertanya sama kamu dan kamu harus jawab jujur ya..”Ujarnya membuat Gevan menatapnya serius.”Rindu sekarang sepertinya dalam bahaya dan musibah. Kamu maukan bantu saya?” tanyanya.
“What? Masalah apa Rindu? kenpa dia nggak cerita sama gue astoge noge..”Ujarnya menepuk meja membuat beberapa pengunjung menatap mereka berdua. “kalo gitu ayo kita cabut bantuin Rindu. jangan sampek terlambat ayokk.”Lanjutnya menarik tangan dokter Rey menuju keluar cafe.
“Tunguh dulu..!” Dokter Rey menahan tangan Gevan membuat Gevan menatapnya dengan tanya.” kamu memangnya tau masalah Rindu apa hm? Memangnya kamu mau mengajak saya kemana ha? Kamu tau Rindu sekarang dimana?” Tanyanya sedikit bingung menatap Gevan yang nampak kekanakan semacam ini.
__ADS_1
Gevan malah terkekeh menatap dokter Rey. Ia menggaruk lehernya tak gatal.”Kan tadi kata loe Rindu lagi dapet musibah. Jadi ya gue panik dong. Mangkanya gue ngajakin loe ketempat Rindu. sekarang. Gitu ellah.”Ujarnya dengan mendengus.
“Duduk dulu. Kita bicarakan baik-baik.. “Ujarnya dokter Rey membuat Gevan kembali duduk menatapnya dengan penuh tanya.
“Masalahnya itu berurusan dengan masa lalunya. dan itu ada urusanya degan kamu Gevan..”Ujarnya dengan lembut dan penuh penekanan membuat Gevan semakin merengut menatapnya penuh tanya. “kamu adakwn diTKP Saat Rindu hampir diperkosa oleh mantannya yang bernama Arga.. dan kemarin ada tragedi yang terjadi membuat saya membutuhkan kamu.”Ujarnya membuat Gevan masih tak menerti.
Dokter Rey menghela nafas lalu menjelaskan, semuanya secara detail kepada Gevan membuat Gevan membelalak dan juga mengepalkna tangannya. Ia mendengar secara rinci tanpa mencela sedikitpun. Apayang dilalui oleh Rindu. ia menyayangi Rindu. mungkin juga mencintai meski ia rasa tak harus memiliki. sebab ia akan menikah dengan Nayla sebentar lagi.
“Oke kalo gitu. Ayok kita bantu Rindu. gue juga punya bukti kalo kemarin itu pemerkosaan kok.”Ujarnya kepada dokter Rey dengan mengebu-gebu., ia mengangguk bahkan mencondongkan kepalanya kepada dokter Rey.
Dokter Rey mengerutkan alisnya.”Bagaimana bisa? Memangnya dari mana kamu dapet buktinya hm?” Tanyanya dengan bingung. “Apakah dikosan Rindu ada CCTV? Jika pun ada saya yakin mungkin sudah dibuang oleh Arga dan juga teman-temn Rindu sebab itu dilakukan bukan hanya dari pihak pria saja. Tapi juga dari teman Rindunya.”Jawab dokter Rey menghela nafas menatapnya.
Gevan menggeleng.'’Kemarin saya dihajar habis-habisan oleh dua pria.. “Ujarnya lagi.”Jika bukan Rindu yang menghajar mereka dan membantu saya mungkin saya sudah jadi manusia geprek disana.”Lanjutnya.”Karena saya takut hal itu terulang lagi, dan juga takut Rindunya kenapa-napa jadi ya saya melakukan visum dok. Visum akan kekerasan yang saya dapat. Saat saya mau melapor Rindu menahan saya. Dia tak mau teman-temanya itu masuk penjara katanya karaena salah satu dari mereka ada yang hamil. “Lanjutnya Gevan.
Gevan memang melakukan Visum waktu itu dan ingin melaporkannya. Namun entah karena Rindu bodoh atau terlalu baik. Ia menghalangi niat Gevan dnegan dalih Diva yang hamil. Ia tak mau seorang ibu seperti Diva melahirkan disell tahanan alangkah sedihnya anak dari Diva nanti. Rindu mash memiliki hati untuk menghalangi semua itu.
Dokter Rey menatap Gevan dengan mata yang melebar.”Jika begitu kamu masih punya Visumnya dan juga bukti jika itu pemerkosaan bukan?’ Tanyanya dengan seangat. Inilah yang ia butuh.
Hevan menganguk.” Saya masih memilki bukti Visum itu dan sangat tertera disana jika pelakunya si Arga dan kalo enggak salah satu temanya lagi bernama Danil. Dan saya juga punya kejutan lainya untuk kasus ini.”Ujarnya semangat
Dokter Rey menatap Arga dengan tanda tanya besar..”Jangan bilang kamu juga punya Videonya ata rekamannya? Jika ada coba cepat berikan kita kekantor polisi sekarang juga.”Putusnya si dokter Rey dengan semangat.
Arga memutar bola mata malas menatap dokter Rey.”Bukan Itu dok.”Ujarnya gemes.”Tapi Danil si temanya Arga ini, yang membantunya itu anak dari pembantu dirumah saya. Saya taunya waktu beberapa bulan lalu dan membuat saya hampir memecat pembantu saya. Untunglah ibunya ity memohon, jika tidak sudha suka usir mereka dari rumah. “Ujarnya. Dan karena itu. Kita bisa membawa dia sebagai barang bukti, dan lagi saya juga yakin jika dia juga memegang video kejadian aslinya. Jadi kita bisa menekanya. Mungkin mengunakan uang atau ibunya. Sebab setahu saya dia itu sosok teman yang munafik. Cuma suka morot si arga itu..”Jelasnya dengan semangat.
Dokter Rey memainkan tanganya dengan semangat.Jadi masalah ini sudah beres kan.. sekarang kita tinggal selidikin si Misenya aja.. kayaknya saya juga curiga tentang Mise ini.”lanjutnya dengan semangat.”kamu mau bantu saya dan ikut saya tidak? Atau kamu mau ngurusin Danil-Dinul itu? Kita bagi tugas saja..”Ujarnya lagi.
“Kataknya gue ngurusin Danil aja deh. Supaya cepet kelar ni masalah. Gue enggak mau Rindu kenapa napa. Jadi loe urus aja si Misu Misu itu. Nanti kita kumpul malam nanti/. Kapan sidangnya menaga?” tanyanya lagi.
Dokter Rey menghela nafas.” Polisi suruhan saya memantau Rindu. katanya Rindu sekarang juga sedang sakit membuat dia senag istirahat. Kayaknya dua atau tiga hari lagi sidangnya. Jadi kita punya waktu selama tiga hari lagi buat buktiin Rindu enggak bersalah. Baik dari Danil atau dari bukti lain.” Ujar dokter Rey...
__ADS_1