
Dugh.. Diva dan Meme merasakan sesak didadanya mendenarnya.” Pak kami tdak berpenyakit ataupun menggemakan obat terlarang itu, jadi ayolah pak.. kasih tau aja tanpa ada orang tua. Sebab orang tua kami memang terlalu sibuk buat ngurusin kami ini.” ketus dari Diva.” Tetap tidak bisa. Jika orang tua kalian atau walau kalian tidak datang, maka kalian akan ditahan selama dua tahun..” Ujanya membuat petir siang boong malah membobolkan kepalanya Diva da Meme si?
Rundu pun diam ditempatinya menatap kedua temannya dengan tatapan sulit diartikan. " Tapi pak hiks hiks.. ayah kami tidak akan datang. Ayah saya sakit sedangkan ayah teman saya ini sibuk.. Ayah kami bahkan sudah tidak. mengakui kami... " Ujarnya Melisa dengan sedihnya. Ayahnya baru saja masuk rumah sakit karena dirinya.
Polisi itu nampak menahan kesalnya kepada Meme Dan Diva. " Kalian bahkan sudah tau konsekuensinya bukan? tapi bodohnya kalian malah mengakuinya sekarang..! " ujarnya sinis.
" Kamu.! " Ia menunjukkan meme membuat sang empu menatap polisi itu dengan sendu " Ayah kamu sakit? Baru masuk rumah sakit barusan karena mendengar kabar kamu? " Tanyanya membuat Meme mengangguk lemah.
"Menyesal?" Tanyanya lagi.
Dengan bodohnya Meme mengangguk lagi.
" Buat apa menyesal sekarang? Saya pikir kalian tau jika perbuatan kalian ini salah sedari awal bukan? " Meme menunjuk sedih. " Ayah kalian bahkan banting tulang supaya anaknya sama dengan anak lain dan hidup bahagia, tapi kalian bahkan mematahkan harapannya..., kalian adalah harapannya tau tidak.., " Bentaknya.
" Kalian calon ibu..! Apa kalian tidak pernah berfikir bagaimana jika suatu hari nanti anak kalian berbuat semacam ini dan. mengecewakan kalian?? " Tanyanya lagi.
" Tidak ada yang lebih hancur yang dirasakan oleh orang tua melebihi ketika ia sadar jika ia sudah gagal mendidik anak anaknya tau.?!"
"Bahkan jika ayah atau ibu kalian menangis melihat kalian seperti ini. Tapi dengan bodohnya kalian menghancurkan hati mereka. Kalian anak yang tidak punya perasaan tau nggak..! " Ujarnya dengan membentak.
" Ibu dan ayah saya Bahkan tidak akan peduli pak... " Ujar Diva.
" Kalian bisa bicara seperti itu. Bisakah kalian bersyukur? " Tanya Polisi itu membuat Diva mendongak.
" Saya anak yang dibuang orang tua saya sedari saya bayi..! " Polisi itu menatap mereka dengan mata yang memerah. " Kalian tau? Kalian beruntung masih pernah menatap ayah sma ibu kalian meskipun mereka tak sehangat dan sepeduli orang tua teman kalian yang lain. Sebab dimuat sana banyak yang tidak pernah ketemu dengan kedua orang tuanya sedari mereka lahir. masih mau mengeluh akan hal itu.?" Tanyanya dengan dunianya.
Braak...
" Mangkanya kalo mau bandingin kalian dengan orang kamu itu dilihat dulu..! jangan bandingkan dengan orang yang bahagia..! Tapi bandingkan dengan orang yang jujur dibawah kalian supaya kalian bisa bersyukur..! "
Meme Dan Diva diam Menunduk. " sekarang bagaimana? orang tua kalian tidak bisa kasini. Kalian siapa yang jadi jaminannya. Saya tidak bisa mengeluarkan surat hasil urin dan juga kalian jika kalian tidak memiliki jaminan.."
Meme dan Diva diam saja karena mereka tak tau harus apa. " Saya yang jadi jaminan mereka pak.. saya temannya.. " Rindu datang bagaikan peran heroiknya didalam sebuah novel. Dia malaikat penolongnya bagaikan novel lainnya. Bukan karena ingin mencari muka tapi ingin menyelamatkan bayi dalam kandungannya Diva.
" Maaf mbak.. tapi kami butuh keluarganya bukan temannya. " Ujar polisi itu.
Rindu. menatap kedua temannya yang menatapnya dengan tatapan terjepitnya itu. " Saya bahkan satu kosan dengan mereka dulu pak. Jangan khawatir pak. Saya yang akan. menanggung semuanya.. " Ujarnya tegas.
" Yasudah.. jika itu yang kamu mau. Lagipula ini. memang harus ada wali.. Senggak nya ada tanggung jawab.. " Polisi itu memijit pelipisnya yang sakit akibat kasus anak mudah ini. " . Yasudah Masuk langsung saja mbak. kita bacakan hasilnya .." Ujar polisi itu.
Rindu mengangguk" Terimakasih pak.." Ujarnya tanpa menghiraukan dua orang itu. ia masuk dengan tenangnya.
Diva dan Meme saling tatap dikalah Rindu memasuki ruangan itu. " Itu itu... itu tadi Rindu kan? " Tanyanya dengan tegang kepada Meme.
Meme mengangguk lemah " Kayaknya iya.. " Ujarnya getir...
Diva terkekeh geli " Pasti dia bahagia banget liat kita hancur kayak gini... " Ujarnya dengan kecut.
__ADS_1
" Tapi nyata nya nggak de Diva.. kalo dia senang dia nggak bakal mau jadi wali kita... " Ujar Meme kecut.
" Dua cuma cari muka Me... Jangan percaya sama muka pokoknya dia... " Ujarnya lagi dengan sinis.
" kadang kita memang selalu liat titik hitam seseorang... tanpa peduli dengan titik putih yang pernah dilalui oleh orang lain.. Banyak banyak istighfar mbak supaya hidupnya sedikit bersih... soalnya otak kalian terlalu kotor... " Bukan Meme atau Diva yang bicara tapi orang yang disampingnya. Dia sama dengan Diva dan Meme. Mereka yang tertangkap oleh satpol PP.
" Tau apa sih Loe tentang dia? Loe enggak tau apa apa lebih baik diem aja deh. " Sekali benci tetap akan benci. Itulah yang dirasakan oleh Dia. sebaik apapun Rindu melakukan suatu hal. ia akan tetap membenci rindu melebihi apapun yang ada.
" Gue emang nggak si dia kayak gunanya... " Ujar dari gadis tadi yang mendukung tentang rindu. " Tapi setidaknya saya tau mana yang tulus dan yang modus mbak.. Saya kasih satu buah rahasia buat mbak supaya bisa bersin mana yang tulus ya.. "
" Jangan melihat orang dari sisi benci kamu. karena kamu akan tetap merasa dia hanya sma juga sosok antagonis yang selalu kalian benci sampai akhir cerita nanti. Biasanya sih diakhiri cerita peran yang menyesal itu akan mau memutar waktu, tapi nyatanya orang yang tulus itu sudah pergi karena capek nggak dihargai sedunia ini." Ujarnya.
Benar adanya.. Diva terlalu membenci Rindu membuat matanya tertutup untuk menatap Kebaikan Rindu bukan sebesar dunia sekalipun. Semuanya akan tetap salah dan juga kesalahan..!
" Kedua jangan hitung seberapa banyak kesalahannya. tapi hitung seberapa banyak dia ada ditampung kamu saat kamu susah dan juga kamu butuhkan.. Sebab kebanyakan teman bisa dinilai dari uang sih.. " ujarnya terkekeh geli...
Yaps... Teman bisa dinilai dari uang. Bagaimana bisa? Bisa... Sebab teman yang memang benar benar teman tak akan mempermasalahkan seberapa banyak uang yang ia keluarkan demi temannya. Demi kebahagiaannya. Uang bukan apa apa...
Tapi jika teman yang harus dihindari dikalah ia akan sok tidak kenal dikalah kamu butuh uang...
Sini saya kasih Callens buat para pembaca. Chat teman kalian dan katakan bila kalian butuh uang.. Lihat siapa yang membalas sesegera mungkin dan sepeduli mungkin. Siapa yang akan kabur dan siapa yang akan prihatin kepada kalian. jika ada yang meminjamkan kepada kalian dan membantu kalian dengan mudah tanpa kalian memohon. Saya katakan. Pertahankan.. !
" Dan yang ketiga... Lihat teman mana yang akan selalu menasihati kalian untuk selalu dijalani kebajikan. Meskipun ia dijauhi sekalipun ia tak peduli. Karena kepeduliamnya adalah ketika kalian berada dijalan yang benar. Sebab sahabat sejati adalah sahabat yang tak akan mau temannya masuk kedalaman jurang kemaksiatan.." Ujarnya lalu tersenyum..
Bagaikan dihantam dengan karung beras saja kepala nya Diva... Semuanya yang dikatakan perempuan yang sekarang bahkan masih kelas 3SMP itu. Yaaps.. Dia masih muda tapi pikirannya bahkan mengalahkan orang yang sudah dewasa...
Meme pun sama. Dia diam dan mengingat apa yang sudah Rindu lakukan, Rindu yang selalu ada untuknya. Rindu punya keluarga yang nyaris sempurna dimatanya. Tapi satu kalipun Rindu tak pernah menceritakan tentang keluarganya kepada dirinya semenjak Rindu tau dirinya browkenhome.
--Jangan ceritakan Apapun tentang keluargamu kepada anak yatim atau anak browkenhome.. Sebab kita tidak tau jika saat itu juga kita sedang menusuknya dengan belati,menikamnya rasa sakit yang tak kasat mata.-
Bahkan Meme tidak pernah mendengar adapun tentang keluarga Rindu. sebab Rindu selalu bungkam akan keluarganya. Setaunya Rindu itu anak yang manja. Dulu ia pernah main keruma Rindu, Rindu yang disajikan makanan dari Umminya, Bahkan ia pernah melihat Rindu disuapi oleh Umminya karena Rindu tidak mau makan.
Apakah ia iri? Tentu saja, dan ia sangat ingat ketika Rindu berkata pada Umminya jika ia mau Umminya juga menyuapi dirinya dan Diva membuat Umminya menyuapinya juga. Dan bodohnya ia menganggap jika Rindu sedang kasihan padanya dan Diva yang kurang kisah sayang.
Benar adanya. Ketika mebencian sudah menutupi mata manusia, maka sebesar apa kebajikan kita, maka Semuanya akan sirnah sekejap mata...
Meme dan Diva ingat dimana Rindu yang memberikan mereka yang jajaannya saat mereka Smp. Saat dimana Meme dan Diva tak bawa uang Rindu mentraktir mereka dan berkata " Uang bisa dicari. Jangan berpatokan dengan uang, Sebab teman terlalu berharga untuk dibandingkan dengan uang..! " Ia bicara seperti itu membuat Diva dan Meme tertegun disana.
....
Ditempat Lain Rindu yang sedang berbincang dengan polisi itupun diam saling tatap menatap hasil dari tes urin nya teman temannya itu.
Polisi itu menatap Rindu dengan tatapan sulit diartikan " Saudari Melisa mengidap penyakit HIVS... Dan saudari Diva sedang hamil.. Anda sudah tau? " Tanyanya membuat Rindu tertegun.
Rindu mengerjap " Melisa HIVS? " Tanyanya dengan rasa sesaknya. Tak ada kata kata yang bisa ia gambarkan. Penyakit laknat itu...
Polisi itu mengangguk menatap rindu " Anda tidak tau? " Tanyanya memberikan keras itu pada Rindu.
__ADS_1
Rindu menggeleng lemah. " Saya hanya tau Diva hamil, saya tidak tau jika Meme mempunyai penyakit laknat itu... " Ujarnya dengan sedihnya. " Itupun saya pikir Diva sudah menggugurkan kandungannya.." Ujarnya dengan gugup lagi.
Polisi itu menghela nafas. " Bagaimana bisa kamu tau dia hamil tapi membiarkan dia bekerja semacam ini? teman macam apa kamu ini.." Ujarnya sinis.
Rindu semakin merasa sesak dialah polisi itu. menyalahkan dirinya " Maaf saya gagal... " Ujarnya gugup.
" Tapi bagaimana dengan Diva? apa dia bisa sembuh? " Tanyanya dengan sebaiknya.
Polisi itu menghela nafas " Apa kamu pernah dengar jika penyakit itu ada obatnya? " Tanyanya membuat Rindu menunduk sedih. " Tinggal tunggu mukjizat dan usaha aja sih lagi. " ujarnya lagi.
Rindu menatapnya lesu " Karena ini juga saya meminta walinya yang datang untuk membicarakan masalah ini. Dan saya sekarang tidak tau harus apa." Ujarnya sendu kepada Rindu.
Rindu mengangguk. " Lalu sekarang harus bagaimana pak?"
" Kamu punya nomor atau kontak orang tuanya? Sosial medianya mereka begitu?"
Rindu menggeleng " Saya hanya punya FB mereka pak. Tapi saya tidak tau masih aktif atau tidak. "
" Beri saya namanya. Ini harus diberi tahu dengan kedua orang tua mereka untuk ditindak lanjut... Kamu maukan kamu sembuh? dan mendapatkan pertanggungjawaban dari suaminya nanti? " Tanyanya membuat Rindu mengangguk.
"Kamu tidak takut dibenci oleh mereka kan? "
" Tidak... Sebab saya akan melakukan apapun untuk yang terbaik bagi mereka pak.. saya menyerahkan semuanya kepada bapak. " Ujarnya tegas.
" Baiklah... " Polisi itu dan Rindu mulai. menghubungi keluarga itu. di Facebook ada nomor kedua orang tuanya Melisa dan juga Diva membuat Rindu dan juga polisi itu dengan mudah mendapatkan nya dan menghubungi mereka.
Rindu diam menatapnya. ia tersenyum sedih dialah ingat dan tau apa yang ia lakukan pasti akan menambahkan kebencian kedua temannya. Ia menyekah air matanya yang jauh karena sedih. Ia menangis dalam diam dikalah ingat pengorbanannya tidak dihargai sama sekali oleh teman temannya itu.
Biarlah... Sebab Tuhan tidak melihat hasil yang kamu perbuat, sebab apa yang kamu lakukan tergantung niat kalian bukan? Biarkan dunia membenci kita, mengucilkan kita, asalkan Diterima lapang oleh langit. Dipeluk erat oleh Tuhan dan dirindukan oleh Oleh langit... Iya... Ingat jika tujuan hidup adalah beribadah kepada Allah. Bukan dipuji dan dianggap baik..
"Baik saudari Rindu.. terimakasih sudah mau bekerja sama dengan kami. Senang bisa bekerja sama dengan baik.. " Ujarnya mengulurkan tangannya untuk bersalamannya.
Tentu saja mendapatkan penolakan mentah mentah oleh Rindu. Ia. menangkupkan kedua tangannya kedepan dan tersenyum " Terimakasih juga pak karena sudah mau membantu sahabat saya.. " Ujarnya.
Dengan rasa malunya polisi itu menggarukkan tengkuknya yang tak gatal. " Saya hanya melakukan tugas saya dengan sebaik mungkin saja.." Ujarnya canggung.
Rindu mengangguk. " Setelah ini akan ada pemeriksa lainnya.. Seperti apakah mereka melakukan sindikat obat terkadang atau tidak... " Alihnya.
" Iya pak.. " Rindu mengangguk " Jika begitu saya pamit ya pak.. permisi.. " Ujarnya membuat polisi itu mengangguk.
setelah Rindu keluar di ruangan itu saat itu juga polisi itu memukul tangannya keras " Begoo banget sih...! Udah tau Ukhty... Masih aja mau disentuh... Malu makin tau nggak sih.. "Katanyanya kerana malu sendiri akibat ditolak seperti itu..
" Tapi gimana bisa ya dia pakek cadar tapi masih kelihatan cantiknya gutu? " tanyanya pada dirinya sendiri dikalah ingat mata jernih Rindu dan juga bulu mata Lentik Rindu. Belum lagi alis yang sudah rapi tanpa dicukur sekalipun membuat polisi itu terkekeh sendiri. ia. menatap jam didinding ini menunnjukan pukul 4 pagi yang artinya ia tak tidur malam ini.
Rindu? sama saja... ia juga tidak tidur hanya untuk sahabatnya. sahabat yang sudah menghianatinya.
Semangat pejuang tulus tapi tak dihargai :)
__ADS_1