
Part….. “Astaghfirullah hall’azim..” Gumam abbinya Rindu dikalah tasbihnya putus disaat itu.. matanya menatap tasbihnya itu dengan nanar. Tabih milik Rindu membuat ia memungut butiran tasbih itu lalu menatapnya..
“Ada apa Bi?” Tanya Ummi Rindu dikalah melijat suaminya yang berhenti bertasbih itu.. ia menatap suaminya itu lalu menatap tasbinya suaminya.. dan..
Dduugh.. kenapa terasa ada yang tidak mengenakkan didadanya tentang Rindu. Ada apa dnegan Rindu? Apa Rindu baik baik saja? Apakah ini pertanda buruk.
Entah kenapa rasanya air mata itu terjatuh tanpa tau sebabnya membuat abbi Rindu semangkit takut akan Rindu.” Rindu.. nak, apa kamu baik-baik saja?” Gumamnya gemetar disana takut.. entah apa yang terjadi pada Rindu kenapa dadanya bisa sesesak ini menangis tanpa tau sebab membuat ia sangat takut.
“Abbi kita doain aja ya supaya Rindunya enggak apa-apa.. umi takut Rindu kenapa-napa..” ujar umi Rindu membuat abbi Rindu mengannggung lalu mangsung mengajak keluarganya berdoa..
Sedangkan Caca disana diam saja karena merasa bersalah kepada kedua orang tuanya. Baginya dirinya alasan kenapa kakaknya Rindu dulu menyerah.. dan disini ia sadar jika sebenarnya dulu orang tuanya bukan karena membenci Rindu. Tapi orang tuanya terlalu mencintai Rindu membuat aturan untuk Rindu lebih banyak dibandingkan dirinya dan abangnya Rasyid.. terkadang orang tua memang memiliki cara masing masing untuk mendidik anak anaknya ya..
.....
Dilain tepat ada dokter Rey yang merasakan gelisah dikalah menuju kerumah Rindu bersama keluarganya. Fey yang melihat adiknya mengerut dengan keningnya.”Ada apa si dek? Kok dari tadi gelisah gitu? Kamu lagi gelisa karena apa? Taklut sama ibu dan ayahnya Rindu?” Tanyanya.
Dokter Rey menggeleng.”Enggak tau..”Ujarnya membuat orang tuanya menatapnya juga.”Mungkin karena aku grogi aja ya kak hehe.”ujar dokter Rey menutupi rasa khawatir dan cemasnya. Karena tak mau keluarganya ikut khawatir...
“Ayah dulu juga gitu kok Rey..!” Sahut ayahnya Rey membuat Rey menatapnya..” dulu pas mau lamar ibunda yang tercinta ini ayah tirin dari mobil buat kencingnya aja tiga kali dalam perjalanan enak kamu Cuma gelisa.. mana rasanya jantung ayah lari jauh.. aduhh itu tandanya kamu memang cinta sama Rindu.. jadi jangan khawatir.,…”Ujarnya memberikan semangat untuk anaknya itu.
Dokyer Rey mengangguk saja..” Kayaknya ya gitu yah hehe.. mungkin Rey Cuma takut aja..”Ujarnya membuat keluarganya mengangguk percaya saja.. dokter Rey nelihat keluar kaca dan menghela nafas,. berdoa kepada sang ilahi supaya Rindu baiik baik saja.. ia tak mau Rindu kenapa-napa.
Tak lama setelahnya dokter Rey dan keluarga sampai kedesa Rindu, dimana desa yang sama sekali belum ada polusi, sangat segar meski sudah sore.. disini juga sudah banyak kendaraan kok tapi taka da sampah dijalanan tidak seperti dikota.. ia melihat kesekeliling membuat ia menghela nafas d4ann tersenyum.”Nanti kalo kita nikah kita buat rumahnya didesa aja ya.. soalnya enak banget..”Gumamnya. pertama kali melihat desa Rindu ia sudah jatuh cinta membuat ia berfikir begitu...
Sedangkan keluarga Rey disana hanya tersenyum melihat anaknya yang sangat semangat itu. Kemarin waktu Rey meminta pada ayah dan ibunya untuk datang kerumah Rindu dengan mempercepatkan waktunya membuat orang tuanya menolak karena memiliki pekerjaan tapi dokter Rey memohon membuat mereka tak tega dan akhirnya mengcancel janji dengan beberapa klien.
“Rumah Rindu yang mana?” Tanya abbinya melihat google mab yang sudah berenti tepat didepan rumah sederhana yang sangat nyaman nampaknya.. “Rumah Rindu yang warna biru toaska itu? Apa yang orange?” Tanyanya heran..
Dokyter Rey menggeleng membuat orang tuanya menatap Rey dengan tatapan delikanya.. “Mau lamaran tapi engak tau rumahnya gimana ceritanya ini..”Ujarnya ayah Rey membuat ibu dan kakaknya mengangguk disana,
__ADS_1
Dokter Rey menghela nafas.”Ya gimana yah, Rundu engak pernah bahas keluarganya disini..”Ujarnya jujur.” Biar Rey turun aja ya biar Tanya sama tetangganya Rindu.. ayah sana ibu tunggu disini aja..”Ujarnya kepada orang tuanya santun lalu pergi dari sana meninggalkan keluarganya.. ia pergi menuju satu warung sederhana yang ada dismaping rumah Rindu.
Rey membawa dua mobil, satu untuk keluarga dan saru untuk hantaran melamar, karena Rey sudah belajar dari adat dan juga apa yang harus ia sediakan ketika melamar anak gadis orang lain didesa Rindu.. Itu juga membuat ibu Rey yakin untuk menyuruh Rey menikah dengan Rindu.. mungkin akan membuat Rindu bahagia kan?
Setelah tak lama kemudian Rey datang membawa sneyum manisnya dan berkata.”Iya yah ini Rumah Rindu yang warna biru toska.. ayo keluar..”Ujarnya membuat keluarganya keluar dengan tertib membuat tetangga Rindu melirik dan bertanya Tanya siapakah gerangan?
Bagaimana tidak? pakaian mereka yang kompak mengenakan batik namun sangat mewah, mobile mewah dan juga pelampilan yang waw.. Tema baju mereka berwarna bitu dongker.. Fey mengenakan dres yang hanya selutut dengan baju sampai lengan atas saja. Highl dongker juga dan riasan serba dongker. Rambutnya ia tata kekanan dan memberikan sedikit mainan berbentuk bunga diujung tatanan rambut..
Ibu Rey mengenakan baju yang panjang dari pada Fey. Memiliki brukat dibeberapa sisi menutupi sedikit batik dibajunya. Ia mengenakan konde namun konde modern membuat ia sangat cantik. Ayah Rey sama dengan pennampilan Rey. Mengenakan baju batik bitu dongker dan celana hitam. Mereka bagaikan pinang dibela dua. Hanya saja Rey lebih tampan dari pada ayahnya sekarang.. ashekkk..
Ditangan Fey membawa buah dan juga beberapa oleh-oleh dan Rey membawa pecil dan memakainya.. itu membuat ia sangat tampan lalu mengetuk rumah Rindu..” Assalamu’alaikum..” Ujarnya sopan disana sopan lalu meloih5at rumah Rindu,..,
“Iya sebntar,,,!” Teriak anak kecil dari dalam membuat Rey dan keluarganya tersenyum. Didalam ada Umi dan abi Rindu yang barus aja sholat ashar mangkanya Caca mereka berteriak bgeitu.. karena memang sekarang waktunya sholat ashat kok.. kan tadi sudah dijelaskan.
Ayah dan ibu Rey melihat Rumah Rindu dengan kagum.. “Dulu ayah sama ibu pengeng banget punya rumah didesa.. sederhana namun enak gitu ya. Hehe.. rumah Rindu adem sama nyaman..”Ujar ayah Rey jujur disana.. ia memang orang kaya namun cita citanya menjadi bahagia dirumah yang sederhana, namun hobbynya bekerja.. bagaimana tu?
Didalam umi dan abbinya bangkit dari tempat mereka sholat lalu menatap satu sama lain..”Siapa ya tamu sore gini.”Gumam umi Rindu membuat abbi Rindu mengeleng tidak tau.. “Yaudah bi yuk keluar.” Ujarnya kepada abi Rindu membuat abbinya Rindu menganngguk..
Abbi dan Umi Rindu keluar melihat tamu dan..”Waalaikum salam.. maaf udah buat kalian nunggu..”Ujar umi Rinmdu disana melihat tamu yang tak ia kenali..” Hmm.. ada apa ya?” Tanyanya sopan, karena melihat pakaian mereka yang waw saja ia sudah sedikit takut dan juga sadar diri. Apakah mereka salah orang dan salah alamat.
“Ehh ini ibu Fitri ya sama pak Ezwardi.. Umi sama abinya Rindu?” Tanya ibu dokter Rey dengan ramah disana.
Itu membuat mereka berdua menganngguk.”Oh kenalin nama saya Bella dan ini suami saya namanya Fandi.. kami orang tuanya Rey.. apakah didalam Rindunya ada bu?” Tanyanya disana.
“Aku Fey tante kakaknya Rey..”Sahut Fey karena ibunya tidak mengenalkanya membuat ibunya memutar bola mata malas dan Fey malah memamerkan giginya tak bersalah.. masa ia tak dikenali juga padahalkan dia ada disana.. tidak adil sekali bukan?
Uumi Rindu tersenyum lembut menatap ayahnya Rindu membuat abbbi Rindu diam dengan menatap nanar keluarga Rey.. “ Jika saya boleh tau keperluan apa yang kalian butuh dengan putri kami Rindu? Apajah dia membuat ulah diluar sana?” Tanyanya dengan polosnya, karenakan Rindu tukang buat onar jadi ya ayah Rindu takutnya Rindu membuat ulah..
“Iyaa pak buk hehe.,.”Sagut ibu Rindu gugup disana.” Maafin anak kami ya, dia tu memang nakal sejak kecil, kalo melakukan kesalahan bukan lagi hal yang biasa. Memang susah mengatur anak itu..”Ujarnya disana gugup.” Jadi Rindu melakukan apa ya sampai-sampai kalian kemari menyusulnya?” Lanjutnya dengan takut.
__ADS_1
Ibu dan ayahnya Rey terkekeh dibuatnya sama dnegan Rey. Namun tak bisa dipungkiri jika Rey disana mencari keberadaan Rindu.”Ada lebih baiknya kita bicara didalam saja bu pak jika boleh, soalnya diliatin banyak orang ini..” Ijar ayahnya Rey dengan sopanya.
“Astaghfiuruyllah maaf ya bu pak.. Kami lupa “Ujar abbi Rindu membuat keluarga Rey tergelak disana.”Ayo masuk.. soalnya saya tadi panik denger kalian cari Rindu… soalnya Rindu memang suka banget buat keributan dan masalah diluar tehh..”Ujarnya lagi sembari menyuruh mereka masuk..
“silahkan duduk ya pak.. maaf rumah kami seadanya ini.. namanya juga rumah orang desa hehe.. apalagi kami Cuma petani dan juga pengebun biasa..” Ujar abbi Rindu menyuruh keluarga Rey duduk. Disana hanya ada kursi kayu sederhana dan juga meja kayu sederhana yang terbuat ddai kayu jati.. dirumah Rindu dusah ada plapon kok dan juga yang pastinya meski tak memiliki AC Tapi disini dingin dan juga sejuk.. tidak seperti dikota..
Keluarga Rey menganguk sembari melihat rumah Rindu yang sederhana. Namun hati mereka menghangat dikalah melihat banyaknya foto Rindu yang berjejer memegangi piala dna juga lombah, dari kecil sampai SMA.. “Enggak apa-apa pak.. kami juga datengnyakan engak kabar kabar hehe.. kami juga minta maaf karena sudah membuat kelyarga bapak khawatir dan cemas jika Rindu melakukan kesalahan. Padahal Rindu sangat baik kok dan tidak pernah melakukan kejahatan atau ulah apapun..”Ujar ibu Rey membuat uminya Rindu menghela nafas..
Sedangkan Fey dan Rey sibuk melihat piala yang berjejer dirumah itu lalu foto Rindu yang masih berusia enam tahunan itu.. bagi mereka sangat lucu.. dan lagi sangat imut.
Rindu sejak kecil rambutnya panjang,, jika pendek ayahnya akan sangat marah besar.. dulu pernah ia potong rambutnya sedikit. Ehhe nggak taunya besok abbinya Rindu marah besar dan memukulnya. Katanya rambut panjang itu memang ciri khas keluarganya.
"Ayo diminum dan dimakan ya.. Maaf beberapa hari ini saya kurang enaknbadan buat masak jadi ya gini... Beli yang instan semua..." jujur nya Ini Rindu yang menyikapi minuman dan makanan dimeja
"Enggak apa apa ko bu.. maaf ngerepoton.. " Ujar ibunya Dokter Rey tersenyum sopan...
" Jafi tujuan kakian apa?"Tanya Abbi Rindu sedangkan Umi Rindi menyiapkan minuman dan kue yang ia buka supaya tamu bisa menikmatinya.
Keluarga Rindu menatap keluarga Rey yang masih bertanya Tanya dimana Rindu membuat keluarga Rey menjeliti Rey. Rey yang sadar dijeliti itu tertegun lalu maju sedikit duduknya..” Perkenalkan nama saya Keynan pak bu.. Bapak sama umi bisa panggil saya rey.. saya kesini karena sudah berjanji kepada Rindu untuk mengatakan hal ini kepada bapak dan ibu..”Ujarnya membuat abbi dan umi Rindu menganngguk.” Say say saya mau melamar anak bapak bernama Rindu Azahrah.. “Ujarnya Rey dengan gugup. Jantungnya sekarang tidak bisa dikontrol sedikitpun.
Abbi Rindumengerjab dibuatnya lalu melihat istrinya.. lalu ia melihat keluarga Rey lagi membuat Rey disana kembali gugup..” Maaf jika anak kami lancang pak, tapi memang selama Rindu diluar mereka sudah kenal lama. Dan anak kami memiliki itikat baik kepada anak bapak dan ibu.. dan insyallah kami sudah menyiapkan swmua yang sudah Rindu minta dan Rindu sampaikan kepada kami.. mulai dari pernikahan yang bapak dan ibu inginkan.Rindu memiliki konsep yang bapak dan ibu pernah inginkan katanya..” Ujarnya ibu Rey.
Abbi rindu menghela nafas lalu menatap istrinya yang sendu… lalu ia menatap Rey. “ Kamu punya apa untuk melamar putri yang paling saya sayangi?” Tanyanya abi rindu.” Apa kah kamu sanggup menjawab semua rintangan dan pertanyaan pertanyaan dari saya?” Tanyanya membuat keluarga Rey tertegun.
Rey menatap ayahnya membuat ayahnya tersenyum remeh membuat Rey mendengus, bisa bisanya ia dihina ayahnya sendiri.. “ Say saya punya ..”Rey diam sebentar lalu menghela nafas melihat abbi Rindu disana..” Saya punya Iman dan ilmu yang akan membawa dan membimbing anak bapak ke Jannanya Allah..”Ujarnya lalu menghapus cairan bening dipipinya.” Mungkin saya tidak akan mampu menjadi seperti bapak..”Ujarnya..
“Tapi saya akan berusaha untuk menjadi seprti bapak, mencintainya setulus hati saya, mengajarkanya dan membimbingnya kejannahnya Alllah, memberikan apa yang ia inginkan dan juga bisa membahagiakanya pak.. “Ujar Rey disana dnegan tulus.."Saya siap kok jika bapak mau memberi saya rintangan ataupun pertanyaan. Dan saya akan melakukanya dengan yang terbaik dan jikapun saya gagal tolong jangan suruh saya pergi dan meninggalkan Rindu. Karena saya datang bukan hanya untuk mendapatkan Rindu untuk dinikahi. Tapi saya datang karena ingin menjemput Rindu untuk menjadi belahan dan juga tulang rusuk saya kembali.. bagaimana bisa saya pergi tampa membawa belahan jiwa saya dan tulang rusuk saya pak?” Tanyanya disana dne4gan memelas membuat abbi Rindu terkekeh dan tersneyum.
“Kamu. bisa saja anak muda haha..”Ujar abi Rindu tergelak membuat acara melow an Rey terpecah gelak tawa keluarganya.. termasuk ibu dan ayahnya.
__ADS_1
”Kmau lebay banget si Rey, tinggal bilang intinya kamu cinta banget sama Rindu aja berbelit belit hahaha..”ujar Fey mengepak kepala belakang adiknya itu membuat sang empu mengusap kepalanya dan ikut terkekeh akan ucapan nya dan tingkah bodohnya..
“Maaf.. namanya juga grogi wey… aku kan baru ketemu sama abbinya Rindu. Nanti kalo enggak keterima gimana?!!” Tanya Rey polos dan jujur lagi membuat dua keluarga itu menertawakannya..