Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
bersama


__ADS_3

Willy disana mengusap air matanya.”Gue disuruh pulang buat kasih surat sama papi Reon. Katanya dia sayang papi dan minta buat papi ketemu sama dia.. “Ujar Willy disana dengan deru ingus yang keluar memberikan surat membuat Reon disana bergetar melihatnya.”Dia selamat kok kemarin, dia udah dirumah sakit sekarang..”Ujarnya membuat Reon diam.


“ Katanya..” Willy mmenatap Reon dengan gatapan nanarnya dna mengambil hape Rey tadi, disana ada rekaman suara Rindu. Dan suara itu bisa putarkan membuat Reon disana diam mendengarnya.


Reon disana mengambil hape itu dan memutarnya.. terdengar suara Rindu yang sendu..


^^^” Ayah.. aku tidak tau.. kau paman atau ayah, hanya saja yang aku tau aku mencintaimu layaknya ayahku.. Tetap makan dan minum yang teratur ya... dan ku tunggu dirumah yah.. supaya ku kenalkan dengan kebahagiaan yang kumiliki.. salam Rindu dari sang prinses kecil..heheh..”Siara Rindu sangat membuat Reon disana menahan dadanya yang menangis bahagia, bahagia ankanya baik baik saja.^^^


^^^“Jangan lupa yah bawa Twins Reksi dan Rizky. Soalnya disini ada twins juga nih yang ngajak main.. Rindu sayang kalian, tapi tolong jangan beri tahu apa-apa tentang Rindu kepada ayah dan ibu kandung Rindu.. sebab Rindu mau mereka bahagia tanpa adanya Rindu.. Rindu tidak mau mereka memikirkan Rindu lagi.. lebih baik katakana Rindu mati supaya mereka bisa hidup tenang.. Rindu tidak apa-apa dianggap sudah mati, karena kebahahagiaan kalian yang utama..!”itulah ujarannya..^^^


Reon disana mengusap air matanya mendengarnya.


^^^”Rindu sayang ayah dan ibu. Hanya saja Rindu tidak tau memulai dari mana, Rindu bukanlah pembuka yang handal, Rindu terkesan dingin karena Rindu tidak tau harus berkata apa.. tapi Rindu mohoon, jangan bicarakan apapun tentang Rindu. Rindu ingin keluarga kakek Gio.. ayah Nio dan ibu Rinjani bahagia disana tanpa memikirkan Rindu. Rindu hanya anak yang tidak diinginkan bukan? Lantas Rindu hanya mampu berdoa semoga kalian mampu bahagia tanpa adanya Rindu.. terimakasih, karena kalian masih mau mengakuhiku sebagai anak.. hal itu sudah cukup kok bagi Rindu.. karena Rindu punya ayah Reon.. ayah yang mau mengakuhi Rindu... ayah Reon janji yah kerumah Rindu, disini ada anak-anak angkat Rindu.. mereka mau ketemu kakeknya.. paypay..|" Ujar Rindu terputus.^^^


“hIks hks Rindu..”Gumam Reon disana megusap air matanya menatap hape itu.. willy disanapun mengusap pundaknya... Willy memeluk Reon dan membuat Rizky dan Reksi disana diam. Karena yang mereka tau ayah mereka kejam dan tidak lah baik.


“Terimakaish papi.. Karena sudah membuat adikku bahagia..”Ujar Willy disana membuat Reon disana memeluknya dan mengangguk...


Reksi dan Rizky disana pun tertegun.”Jadi Rindu udah punya anak gimana si ceritanya. Belum jelas.. tolong jelasin kekita..”Ujarnya disana semangat..


“Yah papa ingat kok.. dikalah di gudang kemarinn Rindu bilang dia punya anak.”Ujarnya Reeon disana jujur.”Katanya juga ia akan menikah dan berjanji untuk seseorang. Papi kira dia hanya berbohong. Ternyata benar... papi jadi ennggak sabar liat anak-anaknya Rindu...”Ujarnya Reon lagi semangat disana.”Berarti papa punya cucu dong hiks hiks.”Ujar Reon bahagia disana.


Rey pun mengangguk dibuatnya.”Anaknya cantik, dan tampan mereka juga pintar, mereka sangat baik sampai Willy kalah dengan mereka. Rindu pandai mendidik mereka menjadi anak yang bebudi pekerti..”Ujar Willy isana tersenyum.”Dia juga punya suami yang begitu mencintai dia dan keluarganya yang menyayangi Rindu... Rindu juga punya abbi dan uminya yang sangat menyayangi Rindu.. kakak yang juga sangat sigap.. bahkan Willy rasanya malu.. kenapa kita yang keluarga kandung tak mampu menyayangi Rindu setulus itu...”Ujarnya mengusap air mata.


Reon disanapun mengusap punggung Wiilly dan berkata. “ Jangan bicara begitu.. kita akan pergi menemui dia dan kita akan mmemberikan kebahagiaan, papi rasanya juga tak rela jika memikirkan semua hal itu... kita jahat sekali..”Ujarnya..


Willy disana menatap mereka.”Dan yang utamanya Rindu sekarang sedang butuh ginjal.. karena ginjalnya rusak..”Ujaran itu sontak membuat Reon disana menatap Willy terkejut.”Dan parahnya Rindu sakit kanker hati yang memasuki stadium akhir.. jadi kita harus berusaha dan berjuang supaya Rindu baik-baik saja.. kita harus berjuang dan berusaha..”Ujar Willy dan tak kuat disana.


“Wily jangan ngacok kamu..!!”Ujaran Reon membuat Willy menggeleng dan menejaslaskan dirinya tidak berbohong.. hal itu membuat Willly menahan dadanya dan Reksi menahan tubuhnya... “Rindu baik-baik saja kemarin hiks hiks..”Gumamnya. ia memang tidak tau keadaan Rindu, sebab kemarinkan dia disekap.


“Ambil ginjal papi aja Willy tolong ambil ginjal papi.. ambil hati papi jiga enggak apa-apa yang penting Rindu selamat tolong..”Ujar Reon disana dengan tangisnya menatap anaknya itu. Tak kuat rasanya mendengar Rindu begitu.


“Sebelum itu coba papi baca surat dari Rindu..”Ujar Willy membuat Reon dengan nanar membuyka surat dari tangan Rindu.. disana tertulis tulisan indah membuat Reon bergetar membacanya..


... “ Dearr ayah....


... Aku tau, jika kadang hatimu sedang mendung mendengar kabar jika prinsesmu sudah tak lagi bisa terbang jauh.. Aku tau kau akan menyumbangkan sayapmu lagi untuk ku kembali terbang keangkasa dan tersenyum memberi harapan.. Tapi aku mohon, jangan putuskan sayapmu.. sebab aku masih tetap bisa terbang kok.. simpan sayapmu dan lihatlah aku yang akan terbang menjauh, jauh sampai kelangit ketujuh.. aku tidak mau sayap itu.. Tolong, aku membenci sayap yang putus dari tempatnya. Apalagi kau tempat untuk ku kembali dan meminta pelukan.. lantas jika sayap itu telah putus dan diambil olehku, siapa lagi yang akan memelukku? Angin? Itu terlalu dingin.. aku butuh kehangatan darimu..”...

__ADS_1


...“Mungkin jika aku ditakdirkanb tak lagi mampu terbang, setidaknya aku masih punya rumah untukku bersandar, dan ada sayap yang memelukku dan menghantarkan rasa nyaman dan kenyamanan, hangat dan menenangkan. Aku tau. Ini menyakitkan, hanya saja aku mau kau memeluku dengan doa, bukan dengan pengorbanan lagi.. aku takut pengporbananan itu hanya sia-sia.. ...


Itulah yang ia ucapkan membuat Reon disana terhenti dan menatap tulisan terakhir.


....” Dan jika kau memberi sayapmu padaku.Lantas bagaimana dengan keadaanmu? Siapa yang memberi kehangatan untuk anak anakmu yang lain. Sungguh aku membenci satu kata..”Pengorbanan namun mengorbankan..”...


Reon disana paham maksudnya.. itu syair yang memiluhkan baginya. Kenapa harus mengenakan kata kata yang sulit dipahami? Bilang saja ia tak mau apapun dari dirinya karena ia tak mau semua itu? Karena Rindu tau, semakin terang terangan ia menulis,s semakin sakit ayahnya menerima kenyataan yang ada.. Rindu benci air mata untuk dirinya.


Willy disanapun mengusap air matanya. Reksi dan Rizky diam disana.. mereka harus memikirkan bagaimana caranya mencari ginjal. Mereka akan membayar berappapun itu demi kesmebuhan Rindu. Dan itu harus..


Malam ini malam pertama untuk Rindu kumpul bersama dirumah Rey. Semuanya lengkap, ada keluarganya, ada keluarga Rey.. tadi Uminya dan ibunya Rey memasak banyak untuk menyambut dirinya.. dan ternyata Uminya dan ibunya Rey sangatlah cocok. Sepanjang hari bahkan meeka sangatlah rajin memasak dan mengomel akan keadaan yang kacau.. rian dan Rani hanya menggeleng dibuatnya mendengar dua orang yang cerewet menjadi satu...


Rindupun sama.. ia hanya tersenyum, ia mau membantu tapi tak dibolehkan oleh Rey dan semua orang, ia hanya boleh duduk dan melihat saja... sama seperti sekarang.. ia dikamar bersama Rey, dimana ia baru saja bangun dan ingin melaksanakan sholat.. hari sudah hampir magrib membuat ia harus mandi terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat magggrib.. tapi ia bingung. bagaimana dengan pakaiannya?


Ia menatap Rey yang baru keluar dari kamar mandi mengenakan handuk sepinggang itupun mengucap.”Astaghfirullah Rey..”!pekiknya membuat Rey disana ikut terkejut menatapnya.


”Ih pakek baju cepet.. kamu ih, kok bisa gitu.. malu tauk..”Pekiknya Rindu membuat Rey disana memutar bibirnya.,


Ia mendekat didepan Rindu dan berkata.”Sudah..!” Ujarnya membuat Rindu Mentpnya lagi..


Rey disanapun menarik tangan Rindu.”Baaah.. ayo buka matanya dong.. liat aku dong istri haha.”ujarnya membuat Rindu menepuk tangannya dan Rey yang tergeklak.”malu apa si? Kan udah jadi istri, nanti pasti liat polosan juga loh..”Ujarnya disana menggoda Rindu.


Rindu disanapun merasa pipinya merah dan menatap Rey..Ia tertegun, benar? Ia akan melakukan tuga s istrinya,.


Lantas bagaimana? apakah ia bisa dengan keadaannya? Itu kewajiban bukan? Memberi hak, baik hak kepuasan suaminya, menyenangkan suaminya, ia tak boleh kekanak kanakan.. tapi satu hal yang membuat ia nanar. Bagaimana jika nanti ia hamil ketika ia sudah berhubungan?


Bagaimana jika anaknya lahir dan ia yang meninggal? Atau dirinya dan anaknya sama sama meninggal membuat Rey semakin terpuruk. wajah Rindu murng membuat Rey disana meringis.


“Maaf ya Rindu.. aku Cuma main main aja kok beneran, kamu jangan sedih gitu dong.. aku enggak akan minta Hak aku kok sebelum kamu siap dan nerimanya.."Ujarnya mengusap wajah Rindu.


Rindu menatap Rey polos dan juga menghela nafas. “Itu kau mengatakan” Hak” yang artinya aku yang egois menahan hakmu.. hak itu artinya wajib,,”Itu membuat Rey disana tertegun..lah benar juga?


Rindu diam lagi menatap Rey dan berkata.” nanti jika aku enggak ada dan enggak kasih kamu keturunan kamu nikah lagi aja yah, kam--- “


"Sutthhhh...”


Bibirnya ditutup oleh Rey mengenakan telunjuknya. Rey benci kalimat perpisahan membuat Rindu terdiam.”Tidak ada yang menikah lagi, karena kamu tetap istri aku, baik nanti esok dan seterusnya.. dan jikapun alam yang memisahkan kita maka aku yakin suatu saat nanti alam pulah yang menyatuhkan kita.”ujarnya lembut.

__ADS_1


“Kau lihat? Kita sudah punya Rian dan rani menjadi anak.. lantas anak mana lagi? Kita bisa membuat anak banyak banyak untuk menjadi adik Rian dan Rani. Dengan satu syarat.. kamu harus kuat dan sembuh. Aku yakin kamu bisa sembuh kok.. dan kita hidup bahagia..”ujar Rey disana mengusap kepala Rindu.


“Tap—“


Ia tertegun karena Rey mencium bibirnya ketika ia bicara... Rey disana diam dan menarik wajahnya menatap Rindu.. “ Jangan bicara kematian, karena pada dasarnya semua orang akan mati, hanya saja waktunya yang berbeda,.. kamu harus tetap semangat untuk hidup.. untuk aku.. kita bikin anak banyak banyak supaya rumah kita rameh.’Ujar Rey disan dna bangkit.


Rey disana menarik tubuh Rindu membuat Rindu bangkit dengan terkejut. Ia gugup karena baru kali ini berdekatan dengan pria yang bertelanjang dada.


Rey disana menatap luat yang sudah senja... ia menarik Rindu dna berkata.”kamu bayangin, nanti kita punya banyak anak yang liat senja kayak gini. Kamu gendong satu aku gendong satu dan yang lainya juga bergandengan disini”:Ujar Rey menunjukan tengah tengah mereka membuat Rindu terdiam.


“Lalu sama sama berdoa disepertiga malam untuk membangun rumah disana.”Ujarnya menunjuk senja.”Kan indah tuh.. kita punya anak yang sholeh dan sholeha. Aku akan lakuin apapun demi kesembuhan kamu. Plis, jangan bilang masakah perpisahan, karena dengernya aja aku enggak sanggup. Apalagi hal itu akan terjadi..”Ujarnya menangkup wajah Rindu sendu.. matanya nampak sangat terluka.


" Tapi banyak banget Reya anaknya..."Ujar Rindu disana.


"Yah banyaklah. mangkanya kamu harus sembuh supaya rumah tangga kita tambah lengkap dan bahagia.."Ujarnya Rey menguap pipi Rindu. impiannya adalah memiliki banyak anak


Rindu disanapun tersenyum pilu dibuatnya. Ia ragu karena penyakit ini sudah mendarah daging mengerogoti tubuhnya sampai system tuuhnya rusak. Jikapun ada mukzizat bagaimana bisa ia datang ditempat dirinya yang sudah jauh dari kata memiliki kesempatan.. ia mencintai Rey tapi ia harus apa.


Rindu mengusap punggung tangan Rey yang dipipinya lembut.. dan ia berkata.” Kita berjuang sama sama ya..” Ujarnya membuat Rey disana mengangguk cepat.”Aku bakal berjuang buat kamu.. berjuang demi kita.. aku sayang kamu..”Ujar Rindu. Kan sudah dikatakan Rindu orang yang paling jujur akan perasaanya..


Rey disanapun mengusap tangan Rindu dan cup.


mengecupnya tanpa mengalihkan pandanganya dari mata jernih Rindu.. ia tersenyum dan berkata.”:Janji yah jangan nyerah untuk aku, kamu dan kita..”Ujarnya disana membuat Rindu mengangguk kaku..


Rey disana tersenyum dibuatnya dan menarik Rindu kedalam pelukanya membuat Rindu disana membalas pelukan hangat Rey... hal itu membuat Rey disana menyangga kepalanya diatas kepala Rindu yang dibawahnya itu dan Rindu yang terbiasa akan kehangatan dari Rey. Lelaki yang ia pilih dan menghempaskan para lekaki lain yang mengejarnya.


Setelah semuanya selesai kumandang azam maggrib membuat Rindu dan Rey melepaskan pelukanya dan tersenyum., “Kita sholat berjamaah yuk.. apa masih mau pelukan disini sama bikin anak?”tanya Rey mengedipkan satu matanya..


Hal itu sontak membuat Rindu mundur tanpa sadar jika ia masih mengenngam handuknya Rey dan brek...


“Astaghfurullah..”Pekkiknya Rindu dikalah handuk ditanganya itu terlepas dari tubuh Rey membuat aset Rey disana terpampang membuat Rey sendiri disana menutupi tubuhnya ditubuhnya Rindu...


“Ih jauh jauh Rey..”Ujarnya Rindu disana menghindar dari Rey..


“Ih Rindu kita tu deket kaca. Nanti diliatin sama orang gimana. Bantuin aku dulu. Kamu tuh yang buka buka. Nakal banget ih... cepet bantu aku kelemari..”Ujar Rey membuat Rindu baru sadar itu kesalahanya membuat ia memerah dan Rey yang bersembunyi dipunggungnya menuju lemari.. dibalik itu Rey tersenyum dibuatnya.


Padahalkan itu rumahnya tinggi tak mungkin kana da yang liat? Eh sepertinya tidak, Karenna ada orang dibawah yang bisa lihat.. author wkwkwk.

__ADS_1


__ADS_2