
Namun samar-samar ia melihat sosok Nayla yang mengendap-endap keluar menuju gerbang dengan bau kurang bahan... Rindu menutup bukunya lalu menegakkan pungungnya untuk memperjelaskan matanya, ia mengucek matanya lalu menatap Nayla lebih jelas, ternyata penglihatanya benar, itu Nayla..!! Baju Dres Mini., yang panjangnya hanya sejengkal tangan dewasa, pungung mulusnya terekspor dan juga belahan dada rendah. warna baju? Warnanya warna salem membuat ia sangat manis, namun yang Rindu tak habis pikir, bagaimana bisa ia menggunakan baju sependek itu, jika ia nunging, sudah Rindu pastikan jika celana dalanmnya akan terpampang. Bukan hanya itu. Jika sekali tarik saja sudah pasti bajunya sobek ahhkk Padahal ia orang kaya masa beli baju kurang bahan?
“Jam segini mau ngapain Nayla keluar rumah?” Gumam Rindu pada dirinya sendiri saat ini. ia menegakkan punggungnya lalu mendekai pembatas balkon supaya melihat lebih jelas dahinya mengerut seakan berfikir.
Sedangkan Nayla bisa Rindu lihat jika ia memberian sesuatu diminuman Satpan membuat Rindu membelalak, lalu ia bisa melihat Nayla bersembunyi dibalik gardunya Satpan.” Nggak beres ni..!”! Gumam Rindu lagi. Lalu ia melangkah masuk, ia mengambil tas jinjitnya, Hapenya lalu melangkah cepat untuk keluar kamar. Ia harus menuruni tangga dan keluar rumah, rumah sudah sangat sepi, bahkan lampu sudah dimatikan.
Lampu dirumah Habib itu otomatis, saat kita menginjakkan kaki diruang tengah, maka langsung lampu ruang tengah akan hidup, begitu juga tempat lainnya, dan itu memberikan sensasi tersendiri bagi jantung masing-masing manusia. Untunglah Rindu tak takut akan hal semacam itu.
Ia keluar dan mendekati pos satpam dan disana ia bisa lihat jika satpan tertidur dengan duduk diatas kursi membuat Rindu berdecap.” Nayla mau kemana sii? Ini namanya ngebahayain keluarga sendiri. Gimana kalo rumahnya kena rampok, enggak mikir apa itu anak.. .!!” Gertutunya lalu ceingak celinguk bagaikan orang gila.
Namun matanya berhenti dimobil merah yang terparkir tak jauh dari rumah Habib. Disana ada Nayla yang tak jauh dari sana bersama seorang pria. Dan Rindu seperti mengenalinya membuat Rindu mendekat.
Ia bersembunyi dibelakang mobil karena posisinya memang lebih baik disana.” Kok Susan sama Fera enggak ada sii Will, kenapa Cuma loe doang.” Bisa Rindu simpulan jika mereka baru bercakap ria dan Nayla sedang janjian dengan teman-temannya.
“Gini. Susan sama Fera udah sampek duluan keclub...” Ujar pria yang dipangil Will itu.sudah Rindu perkirakan sedari awal. Sebab melihat dandanan Nayla saja sudah Rindu prediksi. Akhh Nayla mencari masalah.
Nayla menggaruk alisnya.” Loe enggak bohongkan?” Tanyanya.
“Enggak lah. Ayok kita seneng-seneng.. mereka udah nungguin kita lo..!!” Ujar sii Pria bernama Will itu sembari mengelus lengan Nayla yang tak tertutup kain itu. Akhh apa otak Rindu itu kotor atau bagaimana sii? Kenapa Rindu merasakan suara itu suara penuh nafsu dan gairah. Rindu bahkan jijik mendengarnya,.
“Yaudah yokk..!!” Ujar Nayla begitu saja. Ia memasuki mobil merah itu dibagian depan. pria bernama Will itu mengacuhkan ‘yes dibelakang Nayla. Lalu berputar memasuki mobil itu denga cepat.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan suara Willy yang mengatakan Nayla cantik dan mengatakan mereka akan bersenang-senang. Sedangkan Nayla hanya membalas seperlunya. Sejujurnya, meksipun Nayla suka dengan dunia malam, ia tak seperti wanita lainnya. Ia tak pernah pacaran dan tak pernah membuka hati pada siapapun. Bukan tak pernah... Ia pernah buka hati, namun hatinya mati dibawah mati oleh teman masa kecilnya, ya.. Nayla punya teman masa kecil seorang pria, dan ia mencintainya melebihi temannya, namun na’asnya pria itu meninggal kecelakaan saat ia ingin mengantarkan Makanan untuk Nayla, dan disanalah membuat Nayla mati rasa, mati cinta dan merasa bersalah sepanjang hidupnya. Ahh cerita Nayla itu sebenarnya miris...
“Kok ini jalannya kesini ya Wil? Bukannya harusnya belok kanan?” Tanya Nayla saat diperempatan jalan. jalan itu tak ia kenali membuat ia sedikit waswas. Ia sedikit takut dan berfikir negatif saat ini.
“Ikut aja.. kita bakal main kog... tapi tempatnya beda dari tempat biasa..!!” Ujar Pria itu dengan senyum manisnya.
“Loe enggak ada niat macem-macem sama gue kan?” Nayla memberi sorot mata tajam saat ini dengan pria itu. Pria yang bernama Will itu tak seakrab yang kalian fikir. Will itu pria yang katanya menyukainya namun diacuhkan oleh Nayla. Bisa sajakan ia punya niat buruk?
“Mikir apa sii Nay. Liat aja nanti..!!” Willy tersenyum tipis setelahnya lalu memasuki jalanan yang sepi.
Jantung Nayla mulai berdetak tak karuan. Pikiran kotornya sdah kemana-mana namun ia tak mau bertanya lebih lanjut. Jalanan semakin lama semakin sepi. Apa jalan yang sepi karena sudah larut atau memang jalan ini tak diminati? Akhh Nayla lupa jika ini memaski jalanan perkampungan yang sepi. Mereka bahkan memasuki jalanan yang dipenuhi hutan.
“Kita seneng-senengnya disini. Didalem sudah ada Susan sama Fera kog..!!”
“Beneran?”
“Makanya keluar dulu loenya..!!” Pria itu menyambut tangan Nayla membuat Nayla mau tidak mau keluar dan melihat sendiri apakah ada temannya disini atau tidak?
“Sepi banget Will..” GumamNya lirih karena gemetar mebuat Willy menyeringai. Genggaman Nayla semakin kuat karena takut. Ia menatap Willy meminta penjelasan dikalah mereka membuka pintu Villa itu.
Villa tu berdebu dan sofanya saja ditutup oleh kain putih yang artinya bta berpenghuni. Namun sebelum ia bertanya lebih lanjut ia dikejutkan dengan anak Alastor. Geng motor begajulan yang dipimpin oleh pria bernama Will itu. Mata mereka menatap Nayla penuh minat dan juga mata keganjen membuat Nayla meremas jaketnya Will.
__ADS_1
“Halo babe?” Pria yang memakai tindik ditelinganya itu membuat Nayla gemetar.
“Kita pulang aja Will. Gue engggak mau disini..!!” Ujarnya pada Willy.
“No.. kita belum senang-sneang..!!” Nayla membelalak dikalah pria bernama Will itu menjambak rambutnya keras. “Ayok main dulu..!!”
“Will. Arhgg. Sakit Will...” Teriaknya sembari memberntak, tapi sayangnya pria bernama Will itu tak mau menjawab dan membawa Nayla memasuki rumah it dengan menyeret. Yang lebih parahnya lagi ia sempat menggigit gemes pundak Nayla membuat Nayla emosi namun tak bisa bergerak. Kekuatannya kalah talak dengan kekuatan Will itu.
“Loe udah nolak gue.. dan ini balasannya... Selamat datang keneraka Nayla..!!!” Dan setelah ya Will terkekeh keras membuat Nayla menangis karena takut. Siapa yang tak takut dengan situasi seperti ini. ditengah perdesaanyang sepi, apa lagi ia memasuki Vila yang tak ada tetangganya. Belum lagi sudah larut malam dan dikepung banyak pria.
Yang lebih buruk saat ini adalah pria yang bernama Will itu adaa pria brengsekkk... Suka berman dengan perempuan, sudah banyak Nayla dengar jika Will itu menghamili lalu mengugurkan anak dengan perempuan-perempuan berbeda. Will begajulan dan suka melakukan OneNight pada perempuan yang berbeda ketua Geng yang menjadi musuhnya para polisi.
Nayla menggigit tangan Willy keras karena takut membuat cengkraman itu terlepas membuat Nayla kabur.” Argh... kurang ajar loe..!! Kejar dia woy..!!” Will mengibaskan tanganya sakit saat ini. tangannya membiru dengan dhiasi beberapa cap bibi disana. Ah kurang ajar sekali perempuan disini. Ia memaki-maki Nayla dengan nama binatang.
“Woy jangan kabur..!!!” Langkah kaki Nayla tak ada artinya dengan langkah para pria, ditambah Nayla menggunakan Hig hills membuat ia berlari tak kuasa.. tanganya ditarik paksa saat ia sdah berada diluar Villa itu.”Mau kemana loe?.
..
**Aku mau curhat guys. Tadi awalnya aku berencana mau Dobel up tapi saat aku lagi ngetik Laptop aku eror 😪 padahal udah banyak banget aku ketik... Aku galau tapi ku ttp besyukur karena Laptopnya hidup lgi meskipun File ceritanya hilang ngebuat aku ngetik lagi...
Aku nggak jadi doble up soalnya nggak kekejar gara gara laptop. maaf ya... karena beberapa hari kemarin jarang up. Soalnya acara 17an ngebuat aku sibuk**...
__ADS_1