Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Lindungan Allah SWT


__ADS_3

“Makasih yah ka udah mau bantu'in Rindu cari'in taksi...” Ujar Rindu saat mobil yang sudah dipesan oleh salah satu mereka yang Rindu ketahui namanya Kasep, dia adalah ketua dari geng itu. Dia anak pang biasa, awalnya mau menganggu Rindu, tapi melihat respon Rindu membuat mereka segan dan tak mau berbuat lebih kepada Rindu.


“Iya sama-sama atuh neng. Lain kali kalo ngeliat orang kayak kami gini, yang gayanya berandalan kayak kami ngehindar aja ya neng, lari atuh.. nanti Neng diperkosa kumaha iye teh? Nggak semua manusia baik kayak yang kamu pikir ya...” Peringat Ujang pada Rindu. rindu masih didepan pintu mobil sat ini. " Seenggaknya kamu sudah hati hati dan lari, jadi ada kesempatan kabur, jangan baik banget orang." Lanjutnya lagi


“Iya sii hehe..” Rindu cengir kuda.” Tapi kalo saya lari atau kabur tadi memang mau kemana? Kan dihujung sana hutan... Jadi saya pasrah tadi hehe..” Ujarnya lagi. Ada benarnya kata sang penjahat, seharusnya ia berlari saja tadi untuk menghindar, tak semua orang menurut kita baik itu baik, dan tak semua orang yang kita percaya itu dapat dipercaya.


“Iyaa... Lain kali jangan,niat kami awalnya jahat Loee hehe... kami laper soalnya mbak, Tapi enggak jadi jahat..” Kasep jujur dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Tapi mbaknya baik banget, mau percaya sama kami yaa gimana ya, segan kami mau jahatin mbaknya. Kayaknya mbak masih dalam lendungan Allah Subhanahuwata'alah dee..” Lanjutnya cengir luda.


Rindu membuka pintu mobilnya, ia memilih duduk didepan saja. Ia mengeluarkan dompetnya, ia melihat didalamnya ada uang sekitar lima ratus ribu saja lagi. Ia sudah tak punya uang membuat ia mengeleng. “Ini buat kalian. maaf ya saya ngak bisa kasih banyak uangnya, Cuma cukup beli gorengan sama kopi.... “ Ujar Rindu sembari memberikan uang dua ratus Rindu saja. Soalnya ia juga butuh uang.


“Beneran mbak?” Tanya Kasep penuh binar, meskipun jumlahnya sedikit dan Cuma bisa beli goreng. Tapi menurut anak jalanan mah gorengan itu enak, apalagi makannya dikasih atau gratis. Jadi deh makanan itu istimewa. Sederhana memang untuk orang tak berada, bahagia mah tergantug kelapangan dadanya...


Rindu terikik.” Udah mang, saya mau pulang ini, sudah mau Isya soalnya. Takut kemaleman nanti..” Ia memberikan uang itu cepat dari bali kaca.


“Makasih yaa Mbak..” Ujar Ujang dan lainnya bahagia. bahkan ada yang berkata ‘Asyikkk. Makan goreng kita’ atau ada yang biang ‘Cukup lah buat ganjal perut’


Ahh. Andai Rindu punya banyak uang, pasti ia akan beri banyak de. Ahh, jangan suka andai-andai deh. Lebih baik mensyukuri apa yang ada bukan? Kata andai-andai itu adalah kata untuk orang yang tak suka bersyukur dan tak menikmati apa tang dikasih Allah sama kita.


Syukuri apa yang ada pada kita, sebab kunci bahagia itu adalah bersyukur, jika kita tidak bersyukur maka jangan berharap bisa bahagia, kita akan haus akan keinginan. Diibakan dalam kehidupan kita mau motor, saat sudah mendapatlan motor kita berandai untuk mendapatkan mobil dan saat sudah mendapatkan mobil kita mau pesawat., dan seterusnya. Enggak akan ada habisnya.


Sungguh sangat banyak karunia dan nikmat yang telah Allah berikan kepada hamba-hambanya. Bahkan jika seluruh air lautan dijadikan tinta untuk menuliskan nikmat-nikmat Allah, maka sampai seluruh air lautan itu habis pun masih belum cukup untuk menuliskan semuanya. Karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang hamba yang beriman untuk bersyukur kepada-Nya. Bersyukur adalah cara seorang hamba untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya. Rasa syukur merupakan bentuk pengakuan seorang hamba bahwa ada keterlibatan Allah di balik setiap nikmat yang diterimanya.


Bersyukur merupakan bukti bahwa seseorang cinta dan ridha terhadap Sang Pemberi nikmat, Allah SWT. Jika ada kecintaan dan keridhaan di dalam hati seseorang, maka ia akan senantiasa bersyukur, sekecil apapun nikmat yang diterimanya. Berbeda jika seseorang sudah dikuasai oleh keangkuhan, maka sebesar apapun nikmat yang diterimanya, ia tetaplah ingkar dan menafikan peran Tuhan di balik semua itu, ia merasa bahwa semua itu adalah hasil jerih payahnya sendiri.


Allah SWT secara tegas menyampaikan tentang perlakuan berbeda yang akan diterima antara mereka yang senantiasa bersyukur dan mereka yang selalu ingkar terhadap nikmat-Nya. Bahwa siapa yang pandai bersyukur, maka Allah berjanji akan menambahkan nikmat kepadanya, dan barangsiapa yang kufur nikmat, maka ingatlah sesungguhnya siksa Allah sangat pedih bagi mereka yang ingkar.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih”. – (Q.S Ibrahim: 7)


“ Sampai ketemu lagi kapan kapan yaa... Salam buat teman alian dan keluarga kalian ya... semoga kita bisa ketemu dilain waktu..” Rindu mengadakan tangan untuk berdadah Riyaaa.” Assalamu’alaikum...” Ia tersenyum tipis dibalik Niqobnya.


“Wa'alikum salam mbak.. Neng, Rindu.... Lana bawah mobilnya hati-hati ya...”! Teriak Kasep pada mera.


“Bacot lu pada...!” Balas gadis yang bernama Lana itu, ia adalah sopir mobil yang disewa oleh Rindu. gadis itu mendengus malas mendengar teman-temanya yang sok baik itu. Sedangkan Rindu hanya tersenyum manis lalu mengeleng mendengar umpatan gadis disampingnya ini, gadis bertato banyak dibagian lehernya dan ada dua tindik dibawah bibirnya. Sungguh, jika Rindu hanya gadis biasa, pasti sekarang akan gemetar ketakutan dan juga gelagapan. Tapi Rindu santai tak mau ambil pusing.


“Jangan percaya sama mera mbak. Mereka mah sok baik. Biasanya juga nyopet sukanya. Mungkin lagi kerasukan aja mau nolongin mbak..” Ujarnya pada Rindu yang diam sja.


Rindu terkekeh.” Enggak apa-apa mbak, mau mereka jahat, selagi mereka lagi baik sama saya saya bersyukur dan disitu bisa membuktikan jika mereka orang baik...” Ujarnya Rindu sopan.


Li8na terkekeh.” Bener juga mbak mah.... “ Ujarnya mengangguk.


..


Sedangkan ditempat lain, dimana anak pang yang menolong Rindu tadi sekarang sudah berada diwarung goreng, menikmati beberapa gorengan dan kopi., mereka meminum satu gelas kopi berbarengan yey karena uang Rindu tadi sedikit.


“Kenapa ya kita enggak rampok aja tu cewek. Lumayan loe gue liat Hangpongnya tadi. Hnagpong dajjal soalnya.. “ Ujarnya sembari memakan bakawan dan memasukkan satu cawe rabit hijau pedas. ( Hangpong Dajjal itu hangpong yang ada toga kamera itu loo. Pahamkan?.Hangpong yang ada apel digigit)


Kasep mengangguk. “Iya ya.. padahal kalo dijual tu Hangpong pasti mahal. Dapet beli bakso kita mah..” Celetuknya heran juga pada diri mereka.


Merka itu adalah Begal asalkan kalian tau. Begal motor ataupun mobil. Jika dipasar akan menjadi copet dan jika dijalanan akan menjadi anak nakal yang suka goda gadis sana-sini. Bahkan mereka pernah memperkosa anak kecil dan beberapa dari mereka pernah masuk penjara.

__ADS_1


Ujang yang sedari tadi diam sekarang tersenyum tipis. “Entah kenapa gue ngerasa takut sam tu cewek. Ada yang beda dari dia. Rasanya mau megang dia aja hati gue meronta mau dikeluarin. Kayaknya dibeda.”


“Bener tu. Awalnya gue mau sentu dia tadi,Tapi enggak jadi saat liat cewek itu tetep tenang dan ngangep kita baik. “ Ujar salah satu lagi yang namanya Imam.


“Ajaib ya..” Sahut yang lain heboh. mereka terekeh sembari memakan apa yang bisa mereka makan hari ini.


Rindu yang awalnya diturunkan tanpa mau menunggu ia sholat oleh keluarga Hendrawan, Rindu selamat dari kecelakaan, saat Rindu mau dijahati tapi Rndu masih percaya akan lindungan Tuhan, dan ia diberikan jalan karena kepercayaan dan kuatnya iman. Lalu dimana lagi kurangnya Allah dimata manusia? Dengan melaksanakn sholat saja kita diberi kemudahan dan dihindarkan dari kejahatan.


Bagaimana jika Rindu tetap ikut tak mau sholat. Siapa yang bisa jamin ia selamat? Bagaimana jika Rindu tak yakin jika Allah Swt membantunya dan malah kabur dari kejahatan yang akan menimpahnya. Apa yang akan terjadi? Tak ada satupun manusia yang tau, karenanya percayakan semuanya pada Allah Swt dan serahkan semuanya pada Allah Swt. Allah Swt akan memberikan yang terbaik untuk kita. karena Allah selalu bersama kita.


...


“Itu kenapa rame-rame?” Tanya Lina pada Rindu saat melihat dijalan itu ada beberapa mobil yang berhenti, dan ada dua mobil yang berdempetan habis tertabrak.


Rindu melihat itu menegang. Mobil hitam itu? Itu mobil yang ia tumpangi tadi. Apa itu mobil Hendrawan? “Lina kita keluar dulu yuk. Saya takut itu keluarga saya..” Ujarnya takut. Pikirannya sedikit kotor saat ini.


Linapun mengangguk. mereka berdua turun dan melihat sekitar, tak banyak orang, hanya beberapa mobil dan motor saja karena jalan yang sepi.” Ini ada apa ya pak?” Tanya Rindu takut pada orang yang disekitar sana.


Bapak yang Rindu tanyakan itu tak taunya adalah polisi. “Ini mbak. Ada kecelakaan tadi. Tumbur kambing kayaknya.” Ujarnya.


“Innalillah... “ Ujar Rindu takut. Ia memegang dadanya terasa sesak. Ia ingat BD mobil Ify. Ini memang mobilnya Hendrawan dan keluarga.” Lalu dimana mereka sekarang pak?” Tanyanya.


“Mereka belum mati, jadi jangan bilang Inalillah dulu..” Ketus pak polisi itu.” Dan mereka dibawah kerumah sakit terdekat. Kayaknya dirumah sakit Bayangkara ujung sana, dekat tanjakan.” Jawabnya lagi.


“Mengucapkan Innalillah tidak meski harus ada yang meningal pak, karena Innalillah itu artinya ‘Semua aku akan kembali/serahkan pada Allah Swt’ dan saya kembalikan musibah ini pada Allah.” Jelas Rindu tentang kesalah pahaman ini.” Terimakasih infonya pak. Assalamu’alaikum.”


“Musibah aja masih cerama cih..” Gumam pak polisi.” Tapi bukan terorooris kan?” Gumamnya lagi. Ia kan baru berbincang dengan gadis berniqob.


“Keluarga? Kalo keluarga kenapa loe dijalanan tadi? Ditingal lo?” Tanyanya pedas.


Rindu diam sejnak.” Anter saja saya kesana ya...” Ujarnya tak mau menjawab, ia takut terjadi sesuatu pada keluarga Hendrawan.


Menurutnya keluarga hendarwan itu baik dan juga tegas. “Semga kalian baik-baik saja ya.. YAALLAH.. Lindungilah mereka, semoga merka baik-baik saja dan selamat.’” Gumam Rindu khawatir. Tangannya gemetar karena takut, iyaa. Dia takut terjadi sesuatu pada keluarga Hendrawan saat ini.


Rindu menyebutkan merka keluarga? Sedangan merka saja menghina Rindu. Kenapa Rindu berbohong? Rindu tidak berbohong, mereka memang keluarga, keluarga dalam artian sesama cucu Adam. Ia juga telah menganggap mereka menjadi keluarga yang sudah menampungnya. sebanyak mereka mencaci Rindu, tapi tak pernah merasa memain fisik kepada Rindu. bahkan jika mereka tak pernah menyentu Rindu. nah itulah yang membuat Rindu suka akan keluarga ini.


...


“Ini Lin bayarannya. Makasih ya..” Ujar Rndu memberikan uang yang berwarna merah itu. Ia tak tau harus apa lagi saat sudah didepan rumah sait.


Lina yang diberi uangpun tersenyum.” Duluan mbak.” Ujarnya lalu meningalan Rindu sendrian didepan Rmah sait.


Dengan langkah tergopong-gopong Rindu berjalan menuju refesionir dan bertanya. Ternyata keluarga Herlambang dimasuki diruang UGD Beberapa menit lalu, sepertinya saat Rindu menunggu taksi tadi mereka dibawah kerumah sakit.


Jalan Rindu tergesa-gesa karena takut. Tapi saat ia ada diujung lorong, ia bisa melihat jika keluarga Holmest sudah menunggu didepan ruangan. Hati Rindu mendadak cemas entah kenapa. Ahh, kenapa ya.. semoga baik-baik saja.


“Assalamu’alaikum..” Ujar Rindu mendekat. Wajah mereka memerah sekaligus kalut. Nampak sekali jika mereka khawatir.


Keluarga Besar Hollmas yang awalnya sudah mau sampai terkejut saat menfengar keluarga Jendrawan kecelakaan membuat mereka menyusul kelokasi kecelakaan. Untunglah jaraknya tak jauh membuat mereka bisa cepat bertindak, saat mereka disana sudah ada beberapa yang membantu.


Sedangkan Habib dan keluarganya menatap Rindu cemas. Cemas karena mereka dengar dari Hendrawan jika ditingal dijalan sebab mau menunaikan kewajiban. mereka takut Rindu kenapa-napa, dan ternyata Rindu baik-baik saja. Habib bahkan hampir menjemput Rindu tadi. Andai Hendrawan tidak menceganya, sudah pasti ia menjemput Rindu.

__ADS_1


Par...


Suara tanparan itu terdengar nyaring dilorong itu, bahkan bergema saat Hendrawan menampar pipi Rindu keras.


Par..


Sekali lagi ia menampar kepala Rindu dengan kerasnya. Air mukanya sekarng merah semerah saus tomat. Ia menatap Rindu menyalang dengan air mata yang masih menetes.


Rindu yang mendapatkan tamparan itu terkejut sekaligus terpanting diidinding, ia terkejut akan Hendrawan yang tiba-tiba mendekat lalu menampar wajah dan kepalanya.


“Ini pasti gara-gara kamu. Gara-gara mau nyumpagin keluarga saya tadi. Nyumpahin supaya kami kecelakaankan?! Nyumpahin karena saya ningalin kamu..! Kamu jahat banget ya. Gara-gara amu anak dan istri saya celaka setan...!” Teriaknya menggema.


Tak ada yang berani bicara jika sudah Hendrawan marah. Rindu meringis dengan hidung berdarah dibalik niqobnya, sudah pasti pipinya sekarang bercap merah. Mau menangis tapi ia tahan, kenapa ia yang disalahkan. “Saya tidak pernah mendoakan kalian seperti itu pak.” Ujar Rindu masih dalam tegasnya, meskipun ia sudah menahan rasa sesak didadanya. Sesak karena difitnah, sesak akan disalahkan. Apa salahnya?


“Tadi kamu bilang dimobil. Kamu nyumpahin saya. Kamu doain kami cepet matikan supaya kami masuk neraka. busuk sekali kamu...


Par...”


Ia mendorong Rindu membuat Rindu terjungkang. Sebab Rindu tadi menunduk menahan sait dikepalanya.


“Om..”


“Diam kamu Habib...!”


Rindu meringis dengan punggungnya yang sakit. Ia mau melawan tapi ia sudah berjanji untuk bertaubat., mudah jika mau melawan dengan tenaga, ia pastikan jika Hendrawan ini patah tangannya tapi lagi dan lagi ia tak mau toubat dalam penampilan daja saja.


Sabar Rindu.


“ Seharusnya bapak sadar pak.” Ujar Rindu mengeleng, ia tak mau menangis meskipun air matanya sudah mengacahi matanya. “Ada pepatah. Bercerminlah pada air jernih, jangan bercermin diair susu, sebab jika kita bercermin diair susu maka kita akan selalu melihat putih didiri kita, tak bisa meliat hitam dalam diri kita.” Ujarnya lagi.” Bercerminlah diair jerni supaya kita tau apakah wajah kita kotor ataupun putih, supaya kita tau apa salah kita, bukan supaya kita tau, apa kebaikan kita dan apa keindahan kita...!”


Rindu bangkit dari duduknya dan menatap pak Herlambang sendu.” Seharusnya bapak introfeksi diri pak. Seharusnya bapak sadar jika Allah memperingati bapak..!


.


.


.


.


.


.


.


****Like, komen and vote yey...


Thanks buat semua yang masih setia baca novelnya Rindu...


Jangan lupa mampir di****novel satunya kagi "Istri Butaku" Isinya juga banyak tetang agama dan perjalanan hidup kok****"

__ADS_1


__ADS_2