Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Beruntung


__ADS_3

ni authur dapat kata kata bagus dari yang komen. Da yang mau kasih juga ya. nanti ditambahi deh sama authur wkwkw.


... -- Kadang kita terlalu sibuk menunggu senja yang hanya sementara dan melupakan langit yang selalu ada... --Imroah lailana... ...


Disisi lain Rindu yang sudah bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit, ia harus bertentangan dengan dokter Fey dan juga dokter Rey yang menhatakan jika Rindu memang masih harus istirahat terlebih dahulu karena takut nanti Rindu kembali drop. Tapi Rindu tidak mau dan memaksakan untuk kembali pulang.. iya.. karena ia mau pulang dan bertemu ibu dan ayahnya sesegera mungkin, entah kenapa rasa hatinya telah mendesak untuk bertemu dengan orang tuanya disana.


Dokter Rey hanya menghela nafas lagi dibuatnya, begitu juga Fey dan Reno yang juga ada disana itu.. “Yasuda kalo gitu.. kalo memang itu yang terbaik untuk kamu Rindu aku engak bisa memaksakan sesuatu hal lagi ke kamu..!”Ujarnya dokter Rey menghela nafas kepada Rindu yang sangat keras kepala itu.


Rindu mengangguk disana dengan pakaian yang sudah siap semua, ia bahkan sudah siap-siap itu sedatri subuh setelah ia sholat tadi, ia mandi lalu menggantikan baju yang sudah disipakan oleh dokter Rey dan Fey dikalah ia pulang semalam. Ya.. Rey pulang semalam cukup larut karena harus membeli Rindu baju dulu, mungkin sekitar jam 9iya kembali kesini.


Sedangkan Fey semalam juga ikut karena dokter Rey yang meminta, jika tidak ada perempuannya takutnya nanti Rindu tidak mau dijaga karena takut ataupun tidak boleh, karena berdua didalam ruangan tanpa ada saksi atau siapapun itu nanti akan kena fitnah, yang lebih parahnya lagi takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Untungnya juga dokter Fey mau membuat dokter Rey harus membawa bantal dan boneka milik Fey,. Katanya kalo tidak memakai bantal dan memeluk boneka kesayanganya Fey tidak bisa tidur, kebiasaan katanya membuat dokter Rey harus mengalah dan menuruti keinginannya.


Reno? Ia ikut Fey dong.. ia kan pergi paginya karena Fey minta jemput dirumah sakit tempat Rindu dirawat. Lagipula mereka sepasang kekasih membuat Fey kangen kangenan dengan Reno itu membuat Rindu bahagia melihatnya, setidaknya kata-katanya sudah teruwjud bukan? Jika aka nada bintang lain yang menyinari dan menghiasi langitnya Reno?


“Kamu yakin Rindu mau pulang kerumah Habib sekarang? Kan kamu tau dia kayak gimana.. aku takutnya kamu diapa-apain lagi sama dia..!” Ujarnya dokter Rey keberatan akan kemaunannya Rindu ingin pulang kerumah Habib itu.


Rindu menghela nafas dibuatnya, Fey dan Reno sibuk sandar sandaran dishofa tenpatnya diujung ruangan itu, Reno yang memainkan hapenya dan Fey yang bersandar didada bidangnya. Gatal sekali rasanya bibir Rindu ingin menceramahi mereka, tapi ingat jika Fey bukan agama Islam membuat ia bungkam dan tidak tau bicara apa selain menjadi penonton dan pengawas yang baik.


Lalu mata Rindu kembali menatap Habib disana dengan tatapan sendunya, baju Navi dengan cadar Navi juga, cadarnya Rindu suka, karena cadarnya sangat cantik dibagian kepalanya, disana ada kalung yang melingkar berbentuk bunga membuat ia makin cantik meski mengenakan kerudung. Rey memang sangat bisa memilihkan Rindu baju yang bagus ya. “ Nggak bisa Rey. Aku harus pulang kerumah itu dulu. aku harus mengambil peralatan aku disana, baju-baju aku disana…”Ujarnya kepada Rey dengan lembut untik menjelaskanya, lagipula Reykan sekarang calon suaminya.. ahhh mengingat Rey adalah calon suaminya membuat Rindu malu sendiri…


Dokter Rey takut nanti Rindu diapa-apai oleh Habib disana, secarakan Habib ngebet sama Rindu, ia takut Rindu diapa-apakan dan Rindu diiancap untuk tidak menikah denganya membuat pikiran negativnya berkeliaran bebas dikepalanya itu…. Ia tak mau tak itu terjadi.” Masalah pakaian kamu jangan takut, nantikan ketika kita sudah menikah biar aku menyiapi semua keperluan kamu.. mau baju, mau apapun biar aku beli Rin. Kamu kan calon istri aku, nah biar aku beliin semuanya yang baru nanti ya..!” Bujuknya Rey lagi dengan memelas.. ia menatap cincin ditangan Rindu itu, cincin berlian yang manis ditangan mungil Rindu yang mengenakan sarung tangan itu.. akh,. Rindu sangat menghargainya bukan?


Rindu mengusap pelipisnya dibuatnya.” Rey saya datang kesana secara baik baik..dan akan keluar dengan cara baik-baik pula..!” Ujarnya menekan kata katanya.” Saya bukan pengecut yang ketika ada masalah saya lari, saya yang memulai pekerjaan dengan dia jadi saya juga harus bisa mengakhirinya secara baik-baiik Rey… saya harus pamit dengan orang tuanya, kakek Yohan, IFy.. mbak Yanti.. nyonya Sarah.. pak Hendrawan.. saya harus pamit dengans sebaik mungkin supaya kelak masih terjalin komunikasi yang baiik…”Ujarnya Rindu.


Bagaimana perasaan mu jika ada tamu yang datang lalu kamu sambut, kamu beri makanan, minuman dan sebagainya, kamu sambut sebagaimana kamu menyambut tamu, namun tiba-tiba tamunya pergi tanpa mengucapkan salam dan tanpa berpamitan. Apakah kalian marah? Tentu saja marah dan kesal. Rasa tidak dihargai, rasa tidak dihormati itu pasti ada dihati sang pemilik rumah. Bahkan sang tamu akan dikatakan tidak sopan sekalipun karena memang adab bertamu itu ada.

__ADS_1


Sama halnya dengan Rindu. Rindu menganggap jika dirinya dirumahnya Habib adalah tamu yang harus memulai dengan salam dan pulangnya juga harus salam.. memulai dengan cara baik dan berakhir dengan cara baik pula.. Kita mau dihargai? Maka hargai orang lain terlebih dahulu. Sebab didunia ini banyak yang ingin dihargai tapi tak bisa dihargai.. tinggal kita saja mau masuk digolongan yang mana.


Dokter Rey menghela nafas dibuatnya.” Kalo gitu kamu aja yang nganterin Rey, dari pada bingung dan pusing kayak gitu.. capek kakak liatin kalian debat itu itu aja dari tadi…!!” Ketusnya Fey ditempatnya itu kepada Rey dan Rindu disana..


Rey menghela nafas.”Rindunya ennggak mau kak. Udah Rey tanyaain tadi.. katanya enggak enakan sama keluarganya Habib, masa pamitan ajak aku.. kan Habib ngebet banget sama Rindu.. nanti takutnya mereka bilang Rindu apa-apa lagi.. kan kamu tau gimana keluarga itu kak.. “Ujarnya menjawab dengan lembut namun setngah berteriak supaya kakaknya itu dengar.


Fey membulatkan bibirnya karena baru paham. “Iya jugha siii. Pasti nanti Habib sakit hati banget kalo ada kamu Rey.. pasti nanti rebut lagi ya…”Ujarnya Fey paham itu lalu bangkit dari tempat ternyamannya.”Nah kalo enggak kenapa enggak kota semua aja yang nemenin Rindu. Kan rame tu..”Ujarnya memberi usul kkepada Rindu.


“Ya sama aja boong kak.. kalo rame-rame malah bakalan tambah banyak masalah, pasti nanti itu ada yang rebut nanti, mau kakak atau keluarga Habib.. tambah runyam iya kalo rame rame. Rey tau gimana mulut kak Fey yang enggak bakal bisa direm.. kayak bajai yang enggak ada Remnya. Plong..” jawabnya Rey jujur.


Fey mendengarnya menyipitkan matanya karena tak terima lalu mendengus.”Kan kakak Cuma mau ngasih saran Rey, jadi enggak usah dihina juga kakaknya.. kakak tau kalo mulut kakak enggak bisa direm, jadi enggak usah diperjelas juga kali..!!” Jawabnya ketus membuat Rindu dan Reno terkekeh melihat Fey sangat lah imut dan marah sekaligus.


“ Udah udah..” Itu Reno yang menengahi mereka… ia menahan Fey dan mengusap lengannya,” Kalian tu rebut apa-an sii.. Rindu tu bisa silat, ngalahin Habib itu gampang baginya, Cuma keluarga Habib kan? Rindu nggak bakal bisa disentu sama mereka percaya deh sama aku..”Ujarnya kepada dua beradik itu.


Lalu matanya menatap Rey yang disana diam mencerna kata-kata Reno membuat Reno kembali angkat bicara.”Kamu Rey.. pasti takutkan Rindu selingkuh atau berpaling dari kamu, berubah pikiran hanya karena Rindu dihasut.. percaya deh sama aku kalo Rindu enggak bakal berpaling, karena dia orang yang omongannya bisa dipegang.. Rindu bakal tetap milih kamu.”Ujarnya menggoda Rey meski jujur hatinya seperti berteriak jika ia tak terima, hatinya berteriak bahwa ia sedang berdarah.


Reno menatap Fey dan Fey menataponya. Sebenarnya Fey juga mau menikah karena iri dengan Rey. Begitu juga Reno. Ia takut jika menikah nanti tapi hatinya masih tetap belum pulih. Rindu terkekeh dibuatnya melihat mereka gugup dan sling pandang.”Rindu tungggu kabar baiknya ya… karena kalo udah nikah pasti lebih enak mau pegang pegangannya, “Ujarnya membuat Reno dan Fey mendadak menjauh.


Hal itu membuat gelaknya Rey pecah disana dengan Rindu yang menggeleng dengan menutupi mulutnya yang tertutup cafar dengan tangan… Reno dan Fey saling tatap lagi karena gugup.” Setelah kalian menikah kami akan menikah juga kok Rin. Kamu doain aja ya nanti…”Jawabnya Reno sedikit gugup… ia sudah menetapkan ini karena ia tau jika Rindu sudah tidak bisa diharapkan lagi,,, dari pada menjadi penghancur hubungan orang lain, lebih baik mencari kebahagiaan yang lain.


Hidup itu tentang bagaimana cara kita mencari kebahagiaan, kita bisa bahagia dengan milik orang lain, hanya saja kebahagiaan kita tidak akan bertahan lama. sebab kehidupan itu berkamuflase, berputar dan bergantian, sekarang kamu senang ketika mendapatkan nya, maka bersiaplah untuk hari berikutnya. Karena hari berikutnya tidak ada yang menjamin apa yang kamu genggam itu akan tetap digengggaman kamu,. Bisa jadi oitu akan direbutkan oleh orang lain.


Dokter Rey menghela nafa dibuatnya mengiungat kata kata Reno tadi dan sekarang menatap Rindu.. ia mengeluarkan sesuatu dibalik jasnya dan memberikanya kepada Rindu.” Aku enggak tau Rindu. Rasa takut saat kamu pergi ninggalin aku dan berpaling ke Habib itu gede banget.. soalnya kalian udah pernah dekat, bahkan mungkin kalian selalu menjalanin hari bersama meski itu hanya sebatas asisten dan juga bos,,,”Ujarnya menatap Rindu membuat Rindu tertegun.


Dokter Rey membuka kan kotaknya itu lalu menampilkan kalung yang sangat cantik.. Rindu tidak tau itu asli atau bukan, tapi jiwanya seorang perempuan saja bilang itu sangat cantik. Dokter Rey memberikanya kehadapanya Rindu. “Dipakek ya buat kamu.. karena ini salah satu cara buat aku supaya aku percaya kalo kamu tidka akan berpaling.. Jujur saja ini sebelumnya rencanaku akan memberikanya nanti diwaktu setelah menikah. Tapi tidak bisa aku tahan mendengarnya.. meski hanya satu hari dirumah Habib dan Dua minggu dirumah ibu kamu, aku tetep akan mau kamu pakek ini ya..”Ujarnya lagi dengan jujur.

__ADS_1


“Yaalloh lebay banget sii calon adek ipar gue…”Ujarnya Reno mendengus melihat Rey sebegitunya itu membuat Fey mendelik.


” Bukan dia yang kebay tapi kamunya aja engak romantic, buktinya aja sampek sekarang kamu enggak ada tu kasih aku barang kayak gitu..!” Ketus Fey kepada pacarnya itu.ia perempuan yang juga merasakan rasa nya iri melihat pasangan lain.


Rindu tersenyum dibuatnya,. Jujur saja jantung Rindu sekarang sudah tak seirama dengan darahnya, pipinya bersemuh dibalik cadarnya. Ia mengambil kotaknya.” Kalo begitu nanti pakaikan aku kalungnya ketika sesudah kita menikah ya.. karena kayaknya kurang manis kalo bukan kamu yang masang…!” Ujranya dengan malu karena baru kali ini biara manis.


Dokter Rey mendenhgarnya tak menyangkah. Ledakan bahagia sekarang terdengar nyaring didadanya membuat ia menatap Rindu dengan nanar dan menatap lain. “Oke… kalo gitu kamu baik-baik ya sampek kita menikah.”Ujarnya dengan Rindu tanpa banyak kata menyimpan lagi kalungnya itu kedalaman jasnya.. “Ingat cincin kita, ingat kalo kamu calon istri aku.. jangan genit oje..!”Ujarnya kepada Rindu.


Rindu tersenyum sampai menyipitkan matanya menatap Rey. “Oke.. kamu juga ya. Tolong pasiennya jangan dilirik terus… karena nanti takutnya kamu lagi yang berpaling dari aku. Karena aku enggak bakal ada yang lirik lagi tenang,,.” Ujarnya dnegan kekehan.


Reno disana menatap Rndu dan Rey yang sedang tertawa itu tersenyum.” Mungkin benar apa yang kamu bilang Rindu, kadang melepaskan bukanlah suatu hal yang paling menyakitkan, ataupun perpisahan.. kadang Tuhan punya banyak cara untuk Hamba-Hambanya supaya bisa menemukan kebahagiaannya. Seperti kamu yang meningalkan saya.. Saya memang mencintai kamu dan yakin bisa membahagiakan kamu.. tapi saya tidak yakin bisa setulus Rey untuk menyayangi kamu.”


“Mungkin dimana hari kamu tak meninggalkan saya dan membuat saya menyesal dikalah itu saya mungkin kembali berulah dan tak tau bagaimana caranya menghargai seorang perempuan dan suatu kepercayaan dalam diri saya.. memang benar Rindu. Kadang perpisahan dan juga pengikhlasan kita terhadap apa yang kita sayangi itu menjadi guru terbaik untuk mengajarkan kita lebih dewasa.. kadang yang menurut kita menyakitkan itu itulah yang membuat kita bahagia dihari beriikutnya.”


“Kayak kamu.. selamat yah karena sudah menemukan lelaki yang sebaik Rey.. selamat yah karena bisa menemukan lelaki setulus Rey.. dan sekarang saya tambah yakin jika orang baik untuk orang baik,., dan Tuhan punya cara tersendiri untuk mempertemukan semua Hamba-hambahnya.. Kamu sudah mengajarkan saya Rindu.. bahwa sebenarnya cinta bukan hanya tentang bagaimana kita memberi hati kepada seseorang, bukan bagaimana kita memberi tahu ia jika kita memang sangat mencintai kita. Karena mau kita jungkir balkik pun jika kita bukan jodohnya dia. Maka kita akan tetap diposisi kita…. “ Ujarnya dalam hati bergumam disana menghela nafas dibuatnya.


Sedangkan Fey disana menggigit bibir bawahnya menatap Rindu. Kehilangan sang adik yang ia sayangi bukanlah hal yang tidak inginkan oleh seorang kakak. Rey adalah satu-satunya pria yang menurutnya bisa ia percaya, ia pernah menemui banyak lelaki, tapi tak ada yang setulus Rey mencintai Rindu. Kadang ia iri bagaimana cara Rey menempatkan Rindu dihidupnya. Rey bercerita kepadanya jika ia kagum akan Rindu, ia bercerita jika ia mencintai Rindu tapi tak pernah mengatakannya kepada Rindu karena merasa dirinya belum pantas untuk rindu.


Ketika ditanya kapan kamu mengungkapkan kamu cinta Rndu Rey? Kenapa tidak datang dan menemui Rindu lagi? Maka dengan sabarnya ia menjawab. ”Belum saatnya kak. Sebab aku masih belum banyak ilmu dan belum pantas untuknya, biarkan aku mempersiapkan sebaik-baiknya suatu hal untuk wanita sebaik Rindu” Jika ingat itu membuat Fey meneteskan air matanya.. sebab dimata Rey meski Rindu sakit, meski Rindu tidak secantik dirinya. Meski Rindu tidaklah tinggi dan putih, tapi ia begitu berharga dan begitu disayangi. Diharapkan dan begitu diperjuangkan.


Dari sini Fey bisa menilai jika Rindu banyak dicintai banyak lelaki bukanlah karena rupanya. Melaikan hatinya, ketulusanya, keihlasanya, kekokohanya kepada imannya, kepintarannya. Dan putaran seorang wanita bikan hanya dari pisiknya saja, tapi juga dengan hatinya…


"Semoga gue bisa dapat yang kayak Rey tas... "Gunanya Fey Disana dalam hati.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2