Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Diva bunuh Diri


__ADS_3

Masuk Konflik ya... Typo bertebaran ya jehe


.


.


.


.


Dokter Rey membawa Rindu, Rian dan Rani memasuki caffenya. “Ayo kita makan dulu.” Ucap dokter Rey.


“Ayoo kita makan.” Ucap Rindu sembari memasuki caffe.


“Saya kedalam dulu saja pak. Saya masih harus berkerja—“


“Tidak perlu. Kamu harus istirahat yang cukup...” Ucap dokter Rey lembut. “Ayo sini duduk Rian dan Rani..” Lanjutnya sembari menatap Rian dan Rani yang digandeng Rindu.


“Tap—“


“Jangan membanta Rindu. ini cafe milik saya. Jadi saya bos kamu.” Tegasnya. Bukannya ia mau sombong, hanya saja ia tak mau dibantah oleh kepala batu Rindu.


Rindu menggelah nafas. “Sombong ya Dokter Rey...” Ucap Rindu mencibir. “Ayo Rian, Rani, sini makan dulu.” Lanjutnya mengalah. Ia memilih duduk disamping Rian dan Rani. Sedangkan dokter Rey duduk disamping Rani.


“Kalian mau pesan apa?” Tanya Rindu menatap Rian dan Rani secara bergantian.


“Rian mau Ayam crispy boleh?” Tanya Rian polos.


“Kalo Rani mau es cream sama ayam crespy. Soalnya Rani belum pernah makan ayam sama es cream.” Jelasnya polos.


“Kalian belum pernah makan ayam crispy sama es cream?” Tanya dokter Rey terkejut.


Baik Rani maupun Rian menggeleng. “Kami biasanya makan sisa dari paman kami. Kalo mereka udah selesai makan, baru kami makan. Kalo ada sisa makanan enak, mereka pasti menyimpannya. “ Jelas Rian jujur.


“Rani juga dulu pernah dicambuk gara-gara dia mencuri es creamnya Tara.” Jelas Rani polos. Tampak diwajaw mereka tersirat penuh kepedihan..


Rindu menatap mereka miris. “Ya udah. Nanti kita bakal sering beli Es cream sama ayam Crispy oke. Jadi jangan sedih.” Ucapnya lembut.


“Beneran Bun?” Tanya Rian dan Rani histeris.


“Iya dong..” Jawab Rindu sambil tersenyum lembut.


“Asyiiiik... makasih bunda.” Rian dan Rani memeluk Rindu dengan erat. Entah, rasanya Rindu merasakan kepedihan yang mendalam saat ini. ia ingat ummi dan Abinya. Dia suka membantah dan melawan orang tuanya, memilih tinggal jauh dari orang tua karena malas nuntuk mendengarkan nasehat serta aturan dari mereka. Sedangkan banyak diluar sana ingin berjumpa dengan orang tua mereka, banyak yang ingin memeluk mereka. Sungguh hati Rindu terasa ditebas oleh pedang samurai yang ia asah sendiri selama ini.


Setelah acara makan selesai, Rindu membawah Rian dan Rani kepanti asuhan tempat Umi Ira. Alhamdulillah Umi Ira mau menerima mereka dengan senang hati. Rindu juga meminta ummi Ira supaya meminjamkan baju untuk mereka sampai Rindu mampu membelikan merka baju. Sedangkan dokter Rey ditambah kekaguman kepada Rindu. ya siapa yang tidak kagum akan hal ini? ah, ia sama sekali tak tau bagaimana bisa Rindu Berbuat baik kepada orang lain.

__ADS_1


Setelah semua urusan Rian dan Rani selesai. Rindu memilih pulang kerumah dan berganti baju. Tepatnya ia pulang saat magrib tiba. Tapi ada yang berbeda kali ini. yaitu, keberadaan Diva dan Meme dirumah. biasanyakan mereka berada diluar, tidak pernah pulang. Ahh sudah lah, yang terpenting, mereka pulang.


Rindu memilih melaksanakan sholat magrib penuh khidmat dimusholah kecil dirumah itu. Kalian berfikir jika rumah itu besar? Maka jawabannya iya. Rumah itu lumayan besar jika bagi kaum pelajar seperti mereka. Rumah itu bisa dibilang rumah untuk orang orang yang berumah tanggah.


Rumah itu juga terletak dikawasan Elit. Hm,,, Disekitar Rumah Rindu saja tidak ada kalangan orang kurang mampu. Disebelah kanan dan kiri rumah Rindu berisih orang yang berstatus polisi. Sedangakn depan rumahnya ada yang seorang dosen. Ah, pokoknya disekitar sana orang-orang yang memiliki titel yang terpandang dari mata kaum awan.


Kembali lagi kecerita.


“Assalamu’alaikum warahmatullahhiwabarokhatu..” Salam Rindu kiri.


Seusai salam sholat. Rindu sperti biasa. Berzikir, wirid dan juga mengaji. Setelah itu azan Isya berkumandang. Ia kembali melaksanakan sholat Isya penuh khidmat.


Ahh, ia sudah bisa merasakan indahnya beribadah. Karena disinilah titik hidupnya hancur. Dan sajjadah lah tempat ia kembali.


Kalian berfikir jika Rindu bertobat karena ia takut masuk neraka? Maka jawabannya iya. Hanya saja itu waktu diawal ia bertaubat. Tapi saat ini ia sadar, jika ibadahlah tempat ia mencurahkan isi hatinya. disinilah ia bisa meminta untuk meminta apapun yang ia mau.


Rindu sama sekali tak pernah berrdoa untuk kesembuhannya. Tidak sama sekali, ia selalu berdoa. Untuk mati dalam khusnul khotima. Tak ada secuil pun rasa takut mati dalam dirinya saat ini. ia hanya pasra pada sang illahi. Bukannya ai pesimis. Hanya saja, ia sadar jika dunia ini memang harus ia tinggalkan, meskipun ia tak tau kapan ia meninggalkan dunia ini.


Salam dari Sii Calon mayat itu memang benar adanya...!


Rinu melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk meletakkan mukenahnya. Tapi matanya berhenti disosok Diva yang menatap Cutter ditangan kanannya. Tatapannya kosong saat ini.


(Gue nggak tau gimana tulisan Currter. Maaf kalo salah hehe)


Diva menatap Rindu terkejut sembari menyembunyikan Currter itu dibelakangnya. Matanya masih menatap Rindu kosong. Mata merah kentara dengan sekelilingnya bengkak. Hidungnya pun berjambul merah, tampak ia sudah menangis sangat lama.


“Lo ngapain Div?” Tanya Rindu heran. Ia kembali menenenangkan dirinya menatap Diva. Ahh, ia harus tenang. Harus..


Diva kembali menangis sembari menjambak rambutnya. “Gue mau mati Rin..” Gumamnya.


Mata Rindu membesar saat mendengar penuturan frsutasi dari Diva. Ia mendekati Diva” Lo ngomong apa sii Div? Kalo ada masalah cerita kegue.” Ucap Rindu prihatin.


Bukannya menjawab, Diva malah tambah menangis histeris. Mengundang Meme memasuki ruang itu.. “Ada apa sii Div?” Tanyanya heran.


.


“Ini. Gue nggak tau.” Ucap Rindus edikit panik. Mengapa Diva menangis histeris seperti ini.


“Lo kenapa sii Div?” Meme menatap Diva heran. Ia juga mendektai Diva.


"Gue takut bonyok gue tau..." Gumam Diva terisak.


Penampilan Diva saat ini sangat memprihatinkan. Rambutnya yang panjangnya hanya sebahu sekarang acak-acakkan, baju tantop berantakan, hot pant yang kejar-kejaran dengan Cdnya. Ahh. Pokonya penampilannya saat ini bagaikan orang gila.


“Lo Kenapa Div? Cerita sam kita..” Ucap Rindu tenang.

__ADS_1


Diva terkulai lemas kelantai sembari menatap currter ditangannya. “Gue mau mati aja.” Ucapnya dengan mata yang putus harapan.


“Loe apa-apaan si Div?” Ucap Rindu membentak. Ia menarik paksa cutter itu tapi sayangnya Diva menggengamnya erat.


“Gue mau MATI...!” Teriak Diva sembari memberontak. Ia bahkan menendang Rindu secara brutal dan tak berarah. Sedangkan Meme hanya mematung.


“Istigfar Div. Lo kenapa?” Bentak Rindu.


Diva kembali menangis sembari mengacak rambur frustasi. “Gue hamil..” Gumamnya pelan.


Rindu melotot tak percaya. Hamil? Bagaimana bisa? Rindu tertawa remeh. “Lo bercanda kan?” Tanyanya.


“Gue nggak bercanda. gue hamil dan dia nggak mau tanggung jawab.” Jawabnya tegas.


Rindu bungkam. Ia tak tau harus ngomong apa. Mau menenangkan? Menenangkan bagaimana? Mau marah? Apa haknya..! mau bertanya, apa gunanya. Ahh, Rindu bahkan teruduk didepan Diva dengan tatapan sulit diartikan. “Siapa yang ngehamilin lo?” Tanya Rindu dingin.


.


.


.


.


**Alasan kenapa Diva dan Meme benci Rindu di bab berikutnya ya...


.


.


.


Di bab Rian dan Rani gue kasih satu hikma nii. Kita harus bersyukur apa yang kita milikin. Baik itu emak yang suka marah, Makanan yang nggak enak atau apapun itu. karena jauh dari dipandang kalian. Masih banyak.manusia yang sengsara. Mari buka mata dan lihat sekeliling. Karena dunia membutuhkan kepedulian....!


Like. komen dan vote ya...


sebenarnya seperti kalian ketahui. Novel ini kurang peminat. Sedangkan author masih mau lanjut karena prinsip author yang mau nulis karena berbagi ilmu. bukan sombong ya...


Tapi Author tu mau bikin para pembaca itu dapat ilmu saat nembaca meskipun ini Novel.


Author bisa bikin adegan romantis ala fantaai yang bikin senyum sendiri. Tapi rasanya setiap tulisan itu nanti mau author bawa kemana? yaa. Seenggaknya meskipun dikit pembaca tapi novel ini bisa memberi sedikit ilmu dan membuka hati kita untuk lebih bisa bersyukur dan bertaqwa.


ahh. Udah ya kali curhatnya wkwk....


Makasih semua**

__ADS_1


__ADS_2