
....Bab ini author bikin sambil nngis... nggk tau kalo kalian yang baca...
.
.
.
Disana ada Arga menatap Rindu dengan tatapan tak bisa diartikan, meminta waktu kepada pengadilan untuk bicara dengan Rindu namun tak diperbolehkan. Namun Arga tetap kekeh jadilah mereka diberi waktu untuk bicara selama dua menit tidak boleh lebih dari sana.
Rindu menerima nya dan tersenyum saja. Itu membuat Arga menatapnya tak suka. “Gimana? Ini balasan karena kamu udah ninggalin dan nolak aku Rindu...!”Ujar Arga didepanya Rindu yang diborgol itu membuat Rindu mundur karena Arga maju.
Rindu diam tak mau bicara, ia tak bis abicara apa lagi. baginya bicara dengan Arga sama saja dengan biecara dengan batu.. tak ada gunanya, melelahkan diri sendiri iya.. itu juga membuat Arga menatap Rindu dengan tatapan nanarnya.”Ayo Rindu bilang sama gue kalo loe mau nikah sama gue.. biar kita hidup bersama..”Ujarnya Arga namun sama sekali Rindu tak jawab karena ia muak menjawab semuanya.
“Rindu...!”Bentak Qrga dikalah Rindu tak menjawab barang sepatah pun. Itu membuat Rindu masih diam tak menjawab..”Cih... disaat kayak gini aja kamu masih jadi manusia yang paling sombong ya Rin.. gue harap loe nyesel... dan membusuk dalam penjara..!!” Tangan Arga terepal dibuatnya dihadapanya Rindu itu. Matanya bahkan hampir keluar karena terlalu melotot kepada Rindu saat ini.
Rindu menatapnya denga diam tak menjawab atau apapun itu. Ia hanya menghela nafas sampai pada polisi bicara”Waktunya habis silahkan kembali keforum..”Itu mebuat Arga mengepalkan tangan dikalah Rindu pergi meninggalkanya tanpa sepata katapun.
Namun ketika ia mau berteriak dan mengejar Rindu. Rndu menjawab.” Saya sakit.. dan mungkin sebentar lagi saya akan mati.. Sakit kanker hati, “Ujar Rindu membuat Arga diam ditempatnya mendengarnya.”Disaat saya pacaran sama kamu itu bukan saya yang menerima kamu. Tapi Diva dan Meme,,.. saya berusaha tidak resfeks sama kamu.. tapi kamu berusaha menunjukan semuanya untuk saya membuat saya menjadi manusia yang paling berdosa...”
“Saya tidak pernah minta apapun dari kamu, bahkan saya pernah bilang jika kamu bisa cari yang lebih baik dari aku,. Tapi kamu tetap bertahan dengan saya... itu cukup membuat saya merasa menjadi manusia yang sangat bersalah dan berdosa, memamfaatkan kamu hanya untuk kesenangan teman-teman saya. Sungguh saya tidak ada niatan Ar..”Jawabnya lagi.
Ilham diam mendengarkan Rindu... padahal waktunya sudah habis sekarang... Arga disana diam mendengar penjelasan nya Rindu.. Rindu menatap langit dengan nanarnya.” Saya memutuskan kamu karena saya tidak mau semakin lama kamu semakin mengharapkan saya. Karena semakin berharapknya seseorang maka suatu hari akan semakin dalam pula rasa sakit yang mereka dapatkan.. saya tidak mau itu terjadi dengan kamu... karena kamu orang yang sangat baik yang saya kenal.."Air mata itu jatuh juga kan...
Arga diam dengan ketertegunanya mendengarnya... Rindu menghapuskan air matanya dengan punggung tangannya itu.” Diagnosa beberapa bulan lalu mengatakan jika saya sakit kanker hati stadium dua.. itu membuat saya semakin kacau.. saya pendosa membuat saya memutuskan kamu. Bukan karena saya tidak mau membuka hati dengan kamu. Tapi karena memang hati saya tidak bisa dipaksakan.” Ujarnya lagi.
Rindu mengulum bibirnya bergetetar.” Saya rela dibenci dan dimaki oleh sahabat saya supaya kamu bebas dari mereka. Saya tidak mau kamu dimamfaat kan oleh mereka dan merasakan kepedihan penyakit saya.. saya tidak mau orang sebaik kamu mendapatkan rasa sakit yang dalam Arga...saya tidak pernah mengenal orang setulus kamu Arga.. tidak pernah dikalah itu...!”Ujar Rindu.
__ADS_1
Arga disana mendengarnya nanar. Bibirnya bergetar dengan air mata yang jatuh... namun Rindu diam membuat Arga mendekat dan menatap Rindu. ilham yang paham pun meminta wkatu lagi kepada hakim dan meninggalkan mereka berdua disana... ditemani oleh pengawas lain diluar ruangan.
Rindu menatap mata Arga yang menatapnya dengan tatapan nanar itu dengan tegarnya.. tanpa mempedulikan air matanya yang semakin jatuh.” Kamu memberi apa yang tak harus kamu beri, tetap bersama saya meskipun saya sebeku batu.. memberikan saya kehangatatan meskipun saya sedingin es.. dan kamu memberikan saya bunga meskipun hati saya seggersang tanah tandus.. kamu bagaikan air hujan digurun hati saya yang kekeringan... kamu orang yang sangat baik dan sangat tulus..!”Ujar Rindu.
Arga diam menatap Rindu membuat Rindu tertawa lirih.”Tapi saya harus tau yang mana yang harus saya paling utamakan dari yang paling utama Arga.. saya harus bisa dan harus tau.. saya harus meninggalkan orang sebaik kamu.. demi kebaikan kamu dan juga saya..” Ujarnya lagi dengan jujur mengungkapkan isi hatinya .
“Ketika kamu tetap bersama saya maka kamu akan menjadi orang yang paling rugi, kamu terlalu bodoh dalam cinta kamu membuat kamu buta jika kamu sedang dimamfaatkan... dan saya juga tak mau kita tetap bersamakan. Saya tidak mau menjadikan kamu tumbal.. tidak..”Lanjut Rindu dengan menggelengkan kepalanya menatap Arga.
“Hari dimana aku memutuskan kamu itu adalah hari dimana aku didiagnosa terkena kanker hati Ga... kanker ganas stadium dua.. tu membuat aku kacau. Duniaku penuh dosa namun aku belum bertoubat. Aku belum memiliki bekal dan aku masih berlumburan dosa. Aku takut kematianku dalam keadaan kemaksatan. Aku juga tidak mau meninggalkan luka terdalam didiri kamu... “
“Namun betapa hancurnya aku dikalah dimalam itu kam bersmaa teman-temanku mau menghancurkan masa depan yang aku jaga baik-baik Ga.. sakit banget.. karena kamu adalah orang yang paling aku percaya.. tapi nggak apa-apa Ga.. karena memang aku manusia yang buruk dan mungkin juga itu jalan hidup aku... aku nggak marah.. karena aku sudah memaafkan kamu.”Lanjutnya lagi.
Arga mendengarnyaapun tak kuasa menahan tangisannya membuat Rindu tersenyum..”Tapi lagi lagi hari ini hati saya patah karena kamu.. kamu memfitnah saya dan mengataan saya orang yang tidak baik... tapi tidak apa-apa.. karena saya memang bukan orang yang baik. Menguras uang kamu dan meninggalkan orang sebaik kamu. saya pantas mendapatkannya.... saya pantas dan saya akan terima semua hukuman dari kamu Arga.. saya terma dengan lapang dada.”Lanjutnya rindu mengangguk yakin.
Arga mendengarnya rasa percaya tak percaya.. namun mata Rndu sangatlah jernih dan jujur. Menandakan Rindu tak sedang membela dri saat ini.”Rindu.... jangan bercanda.. kamu tidak mencintai saya dan menyayangi saya...!! Bilang kamu benci saya..!!”Ujarnya dengan berbisik ditelinga Rindu.
Arga mendengarnya pun tertegun membuat Rindu tersneyum...”Maaf Arga..”Segah Rindu dengan air mata yang jatuh”Saya tau saya cinta pertama kamu.. namun saya minta maaf karena saya yang mematahkan hati kamu.. saya membuat kamu tak percaya akan cinta. Padahal dulu saya pernah sempat membuka hati saya untuk kamu.. namun sayangnya dikalah itu bukan cinta yang harus saya utamakan. Tapi diri kamu Argq.. maaf saya lebih menyayangi kamu dari pada cinta saya untuk kamu..”Lanjutnya..
Arga menangis tanpa malusnya mengenakan itu.. ia menggigir bibir bawahnya mendengarnya.. tanganya gemetar menggenggam tangan Rindu namun Rindu mundur dengan sendunya..”Rindu.. bilang jika kamu sedang berbohong.. kamu mau buat saya membebaskan kamu saja bukan? Rindu kamu hanya ingin saya kasihan bukan?” Tanyanya nanar kepada Rindu.
Rindu menatap kearah lain lalu menatap mata Arga dalam.”Lihat Arga.. apa kamu lihat mata saya berisi kebohongan?: Tanyanya Rindu dengan tegas.”Saya tidak pernah main main dengan perasaan saya... “ Rekahnya.
Arga memukul kepalanya sendiri mendengar itu.. ia merasa menjadi orang yang paling bodoh saat ini membuat ia menatap Rindu dengan senyum.”Oke.. kalo gitu kau bakal bebasin kamu gimanapun caranya.. kita nikah.. buat rumah.. terus jauh dari Meme dan Diva ya? Gimana?’ Tanyanya dengan mata polosnya kepada Rindu.
Rindu malah tergelak dibuatnya membuat Sneyumnya Arga luntur sebab tau senyum itu lirih tawa itu lirih karena tenggelam dengan air mata jatuh “ Sayangnya mungkin saya akan mati.. kamu yang repot Arga..”Ujarnya lagi membat Arga tertegun...
“Kita akan obatin sakit kamu. Kita bahkan keujung dunia sekalipun kita obatin... saya akan bantu kamu Rindu.. tapi tolong maafan saya da kembali perbaiki semuanya.. karena saya tak pernah tau jika semua kejujuran itu.. kamu tidak pernah bilang dengan saya hal itu.. kenapa?” Tanyanya nanar kepada Rindu.
__ADS_1
Rindu menatap Arga.”Saya sudah mengidap sakit kangker hati stadium tiga masuk stadium empat..!” Ujarnya dengan menekan ucapan itu..
Dgh.. jantungnya Arga terasa berhenti berdetak dikalah ini. menatap Rindu nanar dengan tatapan tak biasa.”Paru paru saya sakit.. sudah rusak.. bahkan jantung saya juga sudah rak..”jarnya Rindu menkan kata katanya kepada Arga.
Arga diam menatap Rindu nanar. Air matanya tanpa diiskaan saja kembali jatuh dengan derasnya membuat hidungnya tersumbat... hatinya terasa hancur...” Dan ginjal sayapun sekarang sudahlah rusak.. semuanya didiri saya sudah rusak.. semuanya rusak..”Ujar Rindu lirih dengan nanarnya kepada Arga.
Rindu memang kepalanya dengan menahan amarahnya..” Bukan hanya penyakit dalam tubuh tapi hati saya juga sudah hancur Arga.. hancur.. remuk meredam.. bagaikan hancur bereping keping tak tau bagaimana lagi bentuknya.. mungkin sekarang saya merasakan hati saya sudah mati untuk bisa bertahan dan berdoa untuk panjang umur.. “Ceritanya lagi.
“Kamu orang yang paling saya percaya akan ketulusannya namun menghancurkannya bagaikan menghancurkan kaca dengan mudahnya.. “Ujar Rindu mengeleng.”Padahal hati saya sudah sejak lama hancur melebur... lalu Habib.. memberikan saya harapan. meski belum mencintai.. tapi andai kalian tau jika rasa yang paling sakit tu adalah ketika kamu disakiti oleh orang kepercayaan kalian itu lebih menyakitkan melebihi apapun..”jar Rindu lagi..
“Saya tidak butuh rasa cinta kalian yang berlebihan.. tidak.. saya hanya mau kalian paham dengan saya dan bisa tau kondisi saya.. kepercayaan saya hancur. Harapan saya hancur.. dunia saya hancur.. dan sekarang saya hanya punya Tuhan yang menyatuhkan kembali hidup saya... saya sudah tidak punya apa-apa lagi.”Jawab Rindu.
“Bahkan harapan untuk sedetik kedepan saya tidak punya apapun lagi Ga.. tidak sama sekali.. asal kamu tau..!!” Ujarnya Rindu menekan kata katanya didepannya Arga.”Saya bahkan tidak lagi berharap untuk mendapatkan pembagian nafas didetik berikutnya.. karena harapan saya hanya bisa dekat dengan Tuhan saya dan tenang bersamanya.. baik didunia maupun diakhirat. jika saya tidak dapat didunia maka saya yakin akan menadaptakanya diakhirat...”Lanjutnya lagi.
Rindu menghapus air matanya.”Kamu sudah tau semuakan alasnaya.. jadi kamu bisa cari gadis lain diluar sana yang bisa menerima semua yang ada diri kamu.. kamu bisa cari orang yang paling bisa mengerti kamu.. saya tidak bisa Arga.. terlebih lagi rasa saya untuk kamu sudah mati.. mati semenjak kamu hampir memperkosa saya.. dan sekarang bahkan perasaan saya kepada kamu hanya berisihkan rasa terimakasih.. karena kamu sudah kembali menghancurkan harapan saya untuk tenang.. terimakasih..” Ujar Rindu menekan kata katanya.
“Rindu...!” Arga bergumam tak kuat dikalah melihat Rindu menghapus air matanya lalu meninggalkannya itu. Tanpa ada kata kata lagi... Rindu masih bisa menyipitkan matanya pertablnda ia tersenyum membuat Arga semakin merasa dadanya sesak.
Tanpa Rindu sadari jika ruangan itu tak kedap suara membuat para pengawas didepan bisa mendengar semuanya.,.. Rindu yang keluarheran melihat mata para polisi memerah disana. Namun mereka nampak berpaling dan mengawal Rindu dari belakang lalu kembali menangis lagi karena tak tahan.
Iya.. mereka mendengar semuanya membuat mereka kasihan kepada Rindu dan juga kagum.. mereka tak menyangkah dibalik baju longggar ini.. dibalik tersangkah ini ada sosok yang mulia yang bisa membuat mereka tau cara untuk bersyukur dan memaafkan dengan mudahnya... ada banyak yang mereka ambil dan mereka petik hikmanya..
Nikmat sehat.. nikmat sendiri dan nikmat untuk berharap.. mereka bahkan tak bisa bayangkan jika nikmat berharap mereka hilang.. itu tandanya hati seseorang itu sudah mati bukan? Mereka sungguh tak kuat mendengarnya..
Sedangkan Arga disana menatap keluar dengan air mata itu.. kakinya lemas memuat ia menyanggq tubuhnya kedinding. Ia terduduk dengan lemasnya karena kaki terasa menjadi jelly.. itu membuat ia mengupa air matanya..”Hiks hiks.. Rindu.. maafin gue yang bodoh Rindu... hiks hiks..”Ia menangis dengan sesegukan disana mengabaikan jika ia digosibkan atau apapun itu.
Arga merasa dunia hancur disaat ini, dimana ia mencintai seseorang dan menghancurnya.. ia fikir Rindu tak memiliki rasa denganya dan menerima hasutan dari Meme dan juga Diva dengannya.. itu cukup membuatnya tak kuasa menahan tangisnya.
__ADS_1
Masih sangat teringat dimatanya dikalah Rindu menangis dengan nanar dikalah ia hampir memperkosahnya dengan brutal dikalah itu. Masih sangat terngiang dimatanya dikalah Rindu penuh luka dan memukulnya itu.. masih ingat dan ternyata apa yang ia lakukan itu membuat orang yang ia cintai mati harapan dan mati rasa... ia gagal...sss