
...Hidup ini singkat. Sedekat Azan dan sholat....
...Lahir diazankan dan mati disholatkan....
...Lantas apa yang mau kita sombongkan?..... Hijrah...
Hari ini Dokter Rey cukup pusing memikirkan masalah Rindu yang ditangkap membuat ia butuh penyegaran otaknya. ia butuh penerangan supaya tak sesat dan tak hilang arah...
Mangkanya ia. memasuki suatu masjid yang tak jauh dari jalan raya, ia menunaikan solat magrib. Ia cukup tekat solat karena rotasi macet parah... Jadinya ia hanya solat sendiri tidak berjamaah.
Lalu Dokter Rey solat dengan khusyuk meminta. kepada Allah supaya Rindu dimudahkan dalam segala urusannya dan cepat dikeluarkan dari musibahnya. Ia berdoa untuk kedepannya supaya Rindu bisa keluar dari lubang keletihan dan kelemahan karena musibah...
"Assalamualaikum warrohiwabarokatu... "dokter Rey mengucapkan salam solat dengan khidmat kerah kanan san menatap pundak kanannya. "assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu... "Ia mengucapkan salam kekiri lagi menatap pundaknya. Namun s
lebih dalam dari pada bagian kanan tadi.. Karena memang seperti itu seharusnya.
Tapi ia salah fokus dikalah mendengar suara yang menggema diarah depan.
"Dimana kita akan. mebahas dimana kebangkitan dipadang mashar Tidak ada y ada dipikiran yang diperhatikan kecuali diri kita sendiri." Ujar darinya. Igu. membut dokter Rey menatapnya dengan tatapan keponya. apa itu Msyhar? ia belum mempelajarinya membuat ia kepo Juga.
"Kalian tau lah pembangkitan hari itu?" Dokter Rey diam ditempatny sembari mendengarkan nya. Mau mendekat tapi ia belum. berani.
"Dikumpulkanlah seluruh manusia dalam sebuah pelataran luas, mulai manusia pertama hingga yang terakhir. Mereka terdengar oleh siapa pun yang memanggil dan terlihat oleh siapa pun yang memandang. Matahari begitu dekat hingga mereka tak sanggup lagi menanggung penderitaan dan kepedihan. Mereka bertanya, “Apakah kalian tidak melihat apa yang tengah kalian alami? Apakah kalian tidak melihat sosok yang bisa meminta syafaat (pertolongan) kepada Tuhan untuk kalian?”
Setelah hari berbangkit dan orang-orang dikumpulkan di Padang Mahsyar, mereka akan sibuk memikirkan dirinya sendiri, tak terkecuali para Nabi. Mereka sibuk menyelematkan diri mereka dari siksaan nereka. Namun, ada satu Nabi yang saat itu dimintai pertolongan, beliau adalah Nabi Muhammad SAW....." Ujar dari utas tersebut menbuat dokter Rey diam
"Abu Hurairah menuturkan bahwa suatu hari, dirinya berdoa bersama Rasulullah SAW dan sejumlah sahabatnya. Sekonyong-konyong sebuah hasta (kaki) kambing disodorkan ke hadapannya, Nabi SAW memang menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya seraya berkata,.."
“Aku penghulu manusia di hari kiamat. Apakah kalian tahu, apa sebabnya Allah SWT mengumpulkan semua manusia, sejak generasi pertama hingga generasi terakhir di satu tempat?”Tanyanya kepada para jamah yang mungkin jumlahnya hanya sekitar 30orang itu.
"Tidak..! "Jawab mereka serentak menari fokus mendengarkan ceramah.
Ustadz itu kenmbali ceramah “Lalu seorang memandang dan mendengar seruan mereka, dan matahari semakin mendekat ke arah mereka. Tak ayal , mereka pun kepanasan dan menanggung kesulitan yang tak sanggup diemban seorang diri disana. Panasnya Disana bahkan tak bisa dijelaskan.."
Lalu ia. memberi jeda “Mereka berkata, ‘Tahukah kalian apa yang sedang kita alami? Tahukah kalian apa yang sedang kita hadapi ? Tahukah kalian orang yang dapat meminta syafaat kepada Tuhan buat kita?’ Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Bapak kita, Adam.’”
"Disabdakan oleh Nabi SAW bahwa kita nanti disana akan mendatangi Adam untuk emminta bantuan tapi kalian tau apa jawaban dari beliau? "Tanyanya dengan keras dan lantang.
__ADS_1
semuanya diam dengan menyimak saja termasuk dokter Rey
"Adam menjawab, 'Sesungguhya, Tuhanku sangat marah pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Dia pernah melarangku mendekati pohon, namun kulanggar. Aku sibuk mengurusi diriku sendiiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Nuh!”
"Kita diusir....! " Ujarnya tegaas
lalu setelahnya kitapun mendatangi Nuh dan berkata, “Wahai Nuh, engkau addalah Rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi. Allah SWT menilaimu sebagai hamba yang banyak bersyukur. Tahukah engkau apa yang menimpa kami saat ini? Maukah engkau memintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami?” Tanya kita pada beliau. dan kalian tau apa jawabannya? "
Nuh menjawab, “Sesungguhnya, hari ini Tuhanku sangat marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa yang telah kuserukan supaya Tuhan menghukum kaumku. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Ibrahim!” Jawabnya keras membuat suasana mencekam.
Doa yang dimaksud Nabi Nuh AS ialah doa yang dipanjatkan ke hadirat Allah SWT saat dirinya marah kepada kaumnya yang mendustakannya serta menyatakan tetap dalam kekufuran. Setelah doa itu dipanjatkan Nuh, terjadilah banjir yang sangat dahsyat, sebagaimana diabadikan dalam dua ayat berikut
“Dan Nuh berkata, “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat durhaka (maksiat) lagi kafir.’” (QS. Nuh:26-27)
Kemudian kita cari lagi bantuan. kitapun mendatangi Ibrahim dan berkata, “Wahai Nabi Allah dan kekasih-Nya, mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini?” Tanya kita penuh ketakutan lagi.
"Ibrahim menjawab, “Tuhanku sangat marah hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku pernah berdusta tiga kali. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Musa!”
"kita mondar mandir... kesana kasini dibuatnya... "
Dan Ia pun tak mau membantu kita....
lalu kita akan mendatangi Isa AS dan berkata, “Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam serta roh dari-Nya. Engkau juga dapat berbicara saat masih dalam buaian. Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.”
Isa menjawab, “Tuhanku sangat marah hari ini. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad!”
"Dan kembali lontang lntung kita mencari nabi Muhammad.... Lalu mencari lagi dan lagi... "
setelah menemukannya, kita pun mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Wahai Nabi Allah, Muhammad engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah SWT mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Mintakanlah syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini?”
Maka, Nabi Muhammad SAW bertolak hingga sampai di bawah Arsy.’ Beliau bersimpuh sujud kepada Allah.
"Kemudian Allah SWT membuka pintu hatiku untuk memuji-Nya yang belum pernah dilakukan kepada seorang pun sebelumku," kata Nabi dengan kerasnya... meminta kepada Tuhannya tanpa kita minta dua kali..!
Maka Allah berkata, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah, niscaya permintaanmu akan dikabulkan; dan syafaatilah, niscaya syafaatmu akan diterima.”
Lalu aku mengangkat kepalaku seraya berucap, “Umatku, wahai Tuhanku, umatku! Wahai Tuhanku, umatku.”
__ADS_1
Lalu dijawab oleh Allah SWT, “Wahai Muhammad, masukkanlah umatmu yang tidak dihisab melalui pintu surga sebelah kanan.”
Rasulullah SAW mengakhiri sabdanya kepada para sahabat dengan mengatakan: “Demi Zat yang jiwaku ada di tangannya, jarak antara kedua daun pintu surga itu seperti jarak antara kota Makkah dan kota Bushra (sebuah kota di Syam di Suriah).” (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)
Besarnya perhatian Rasulullah saw kepada umatnya benar-benar tiada tara dan tak terkira. Sampai-sampai beliau menangguhkan sebagian doanya hingga hari kiamat demi membela dan menyelamatkan mereka, sebagimana sabdanya, “Setiap nabi pasti memiliki doa mustajab. Hanya saja mereka menyegerakan doa mereka di dunia. Namun, aku menunda doa itu demi menolong umatku pada hari kiamat. Insyaallah, doa itu akan terwujud,” (HR al-Bukhari dan Muslim).
"Besarnya kasih sayang beliau kepada umatnya juga tak tergantikan dengan tawaran masuknya separuh mereka ke surga. Beliau lebih memilih tawaran syafaat karena ingin membela umatnya lebih banyak, sebagaimana tergambar dalam salah satu haditsnya, “Aku diberi pilihan antara syafaat dengan masuknya separuh umatku ke surga. Namun, aku memilih syafaat. Sebab, syafaat lebih menyeluruh dan lebih banyak. Mungkin saja kalian mengira sayafaatku hanya untuk orang-orang bertakwa? Tidak. Tetapi juga untuk orang-orang yang berdosa,” (HR Al-Tirmidzi)."Suaranya ustadz menggelegar simsjid membuat lara pendengar merasakan rasa sesak dirasanya tatkala mendengar begitu besar cintanya Nabi Muhammad saw... Ia jatuhkan kepalanya untuk bersujud. aja jatuhkan air matanya untuk mendoakan umatnya. Itu membuat kita bertanya. Bagaimana bisa beliau masih memikirkan kita? nabi lain saja hanya memikirkan diri sendiri .....
Berdasar hadits di atas, syafaat Rasulullah saw tak hanya bagi orang-orang yang bertakwa, tetapi juga bagi orang-orang mukmin yang berlumuran dosa, termasuk pelaku dosa besar, sebagaimana yang ditandaskan hadits riwayat al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad, “Syafaatku juga untuk umatku yang melakukan dosa besar.”
"tapi bukan berarti kita diberi atau bisa membuat kelonggaran untuk berbuat dosa karena kelak akan mendapat pembelaaan dari Rasulullah. ya...! Jangan disalahgunakan gunakan ini..! Sebab, walau hanya sebentar, siksa Allah tidak boleh diremehkannya. Sekalinya dicelupkan ke dalam neraka Jahanam, seorang hamba bisa lupa terhadap seluruh kesempurnaan nikmat dunia yang pernah didapatnya, sebagaimana yang diingatkan Rasulullah saw “Pada hari kiamat akan dihadirkan penghuni neraka yang paling bahagia semasa di dunia lalu coba dimasukkan ke dalam neraka dan ditanyakan kepadanya, ‘Wahai Ibnu Adam, bukankah engkau hanya melihat kebaikan? Bukankah hanya kenikmatan yang engkau rasakan?’ Dia menjawab, ‘Wahai Rabb, demi Allah, tidak pernah.’”
"Maka dari itu, tetaplah takut kepada Allah. Takut melanggengkan dosa, terlebih dosa besar, takut meninggal dalam kemaksiatan, dan seterusnya. Sebab, dosa walaupun kecil—tetapi bila dilakukan dengan kesombongan—bisa mengundang murka Allah dan mengeluarkan pelakunya dari barisan umat Rasulullah saw yang luput mendapatkan syafaatnya.
"Sekali lagi ingat ya, yang dimaksud syafaat bagi para pelaku dosa besar bukan berarti ia bebas melakukan kemungkaran, melainkan pertanda besarnya kasih sayang, sepak terjang, dan kelembutan Rasulullah saw kepada umatnya." Jelasnya
"Barangkali kasih sayang Nabi saw paling indah pada hari kiamat adalah syafaatnya kepada seluruh makhluk saat mereka memohon ingin segera dihisab. Para ulama sepakat menyebut syafaat itu dengan “syafaat uzhma .” atau syafaat paling agung. Disebut paling agung karena meliputi seluruh makhluk mulai dari generasi pertama hingga generasi terakhir. Tak terkecuali orang-orang kufur dan ingkar kepada Allah. Berkat syafaat itu mereka pun lekas dihisab."
"Siapa yang mau mendapatkan syafaat? "
"Saya..! " serentak menjawab para pendengar termasuk dokter Rey yang diam saja.
"Hisab pun berlangsung berkat syafaat Rasulullah Saw, sebagian manusia masuk surga, sebagian lagi neraka. Di antara yang masuk neraka adalah umat Rasulullah saw yang keburukannya lebih besar ketimbang kebaikannya. Mereka digiring ke dalam neraka sebagai balasan atas segala dosa dan perbuatannya. Namun, apakah mereka yang telah masuk neraka beliau lupakan? Tidak!
Tak berhenti sampai di situ, umatnya yang sudah masuk neraka, masih terus beliau perjuangkan, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad, “Saat itu aku kembali bersujud pada-Nya. meminta supaya umatnya dikeluarkan dari neraka
Kemudian Allah berfirman, ‘Angkatlah kepalamu, Muhammad. Memohon pertolongan apa pun, engkau akan diberi.’ Aku pun mengangkat kepala lantas memohon, ‘Umatku, umatku, ya Rabb.’ Dia kembali berfirman, ‘Temuilah umatmu. Siapa saja yang engkau temukan di hatinya keimanan walau seberat kurma maka masukkanlah ke dalam surga.’ Maka siapa pun yang aku temukan dalam hatinya keimanan walau seberat biji gandum, aku masukkan ke dalam surga.”
"Dengan cepat Nabi Muhammad mendekati kita yang sedang berenang diberikan... 'Hal Jibril ... Keluarkan umatku yang keamanannya hanya sebesar kurma... 'lalu dengan cepat ia. mencari umat nabi Muhammad yang dihatinya ada iman mulai tanya sebesar biji kurma... namun nyatanya umat islam masih banyak Disana membuat nabi Kuhammad kembali bersujud kepada Allah meminta supaya mereka dikeluarkan... Laku Allah pun memerintahkan barang siapa yang punya iman sebesar setengah buah kurma maka keluar kanlah... Lalu balik lagi nabi Muhammad mencari umatnya... Tapi nyatanya masih banyak membuat ia kembali bersujud... sampai pada siapa yang hanya memiliki iman sebesar biji Zara maka keluarkanlah.... Dan kembali nabi muhammad berkata. "Hal ummadku... Ayo sini keluar... sini... "Ujarnya lembut kepada kita yang sudah hangus itu..
Dalam riwayat al-Bukhari, golongan umatnya yang dikeluarkan dari neraka Jahannam berkat syafaat Rasulullah Swt, dikenal dengan golongan “Jahannamiyyun.” Hal ini sejalan dengan hadits lain yang menyatakan bahwa penghuni neraka Jahanam adalah umat Nabi swt yang berdosa, dan kemudian neraka itu akan kosong dari penghuninya seiring dengan berakhirnya masa siksa mereka dan besarnya perhatian serta syafaat Rasulullah saw.
"Kalian tau neraka jahanam? "Tanyanya membuat yang lain diam.
"neraka terdalam..! Letaknya dikeraknya kalo enggak tau..! "Jawabnya lagi. membuat semua diam.
semua Disana menangis mendengar betapa besar pengorbananya Rosullullah. Begitu cintanya beliau kepada umatnya. Tapi apakah kita bisa mencintai ia sebagaimana ia mencintai kita.?
Itulah sekilas gambaran tentang besarnya kasih sayang, kelembutan, dan kisah tuladania Rasulullah saw dalam menyelamatkan umatnya. Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa mencintainya, menjalankan ajarannya, dan kelak mendapatkan syafaat darinya Aamiin.
__ADS_1
Allahummaamin... allahuma sali'allahmuhammaad waala'alihi wassalam... Ama ba'du.. Allahuakbar.... allahuakbar...