
Setelah alunan melody Rindu mengaji membuat sumua orang masih diam dan juga menatap Rindu haru. Dari mereka ada yang baru kali ini mendengar suara murotal sangat indah dan merdu. “Terimakasih untuk keluarga Hollmas sudah memberi kesempatan bagi saya untuk mengisih pembukaan ini. Wassalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatu..” Ucap Rindu menutupnya lalu berdiri untuk kembali kebarisan para tamu lainnya.
“Ehem...” Dehem pembawa acara membuat Ustadz yang tadi masih menatap Rindu sekarang mengusap kepalanya. Dan melafaskan ‘Asstagfirullahal’azim’ membuat kyai Malik sebagai ayahnya terkekeh. Iya, terkekeh karena anaknya yang terlihat salah tingkah dan juga beristigfar.
Dengan suara Rindu saja mampu membuat orang terpesona, dengan sikapnya saja Rindu mampu membuat orang memujanya lalu bagaimana jika mereka melihat wjahnya? Apakah memang Rindu dilahirkan didunia ini sebagai Fitnah?
“Wa'alaikum salam Ukhty Rindu. terimakasih karena sudah mau menyumbang suara emasnya untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’annya. Kami bahkan menangis loo dengernya. Kayaknya menghayati banget Ukhtynya mengaji..” Pembacwa acara itu tersenyum sembari melihat Rindu yang sekarang sudah duduk disamping bik Liyan. “Bisa kasih kami motivasi enggak ni supaya bisa mengaji dengan hati dan menghayati? “ Tanyanya pada Rindu sedikit takut.
Rindu diam sebentar. Ia melirik pembawa acara yang mendekatinya itu.” Yook kasih kami motivasi supaya bisa menghayati dan mengaji baik secara hati maupun dimulut. Beri kami juga sedikit arahan supaya bisa mengaji sebagus dan sejelas ukhty..”Ucapnya mengarahkan Mixs kedepan Rindu.
Rindu menatap orang sekitarnya yang menunggu jawabannya. Ia tak ta harus jawab apa. Lagipula mengaji dari hati itu memang harus dari jiwa kitakan? “Saya punya satu cerita. Mau denger?” Tanya Rindu pada pembawa acara itu.
Sontak mereka mengangguk lalu pembawa acaranya itu memberikan Mixs ketangan Rindu.” Silakan Ukhty, kami mau dong. Enggak apa-apakan kita sedikit ngambil waktu? Lagipula ini bermamfaatkan Kyai? Ustadz?” Tanyanya pada Kyai Malik dan Ustadz yang masih muda itu.
“Silahkan...! selagi bermamfaat, maka sampaikanlah. Saya juga sangat ingin tau rahasianya nak Rindu.” jawab Kyai lembut membuat sang anaknya menunduk dan tersenyum. Bolehkah ia menyukai caon istri orang? Ahhkk. Boleh saja bukan? baru calon juga.
Rindu mengambil Mixs itu dengan senyum. “Dulu saya pernah memiliki satu pembimbing agama diSMA Saya, dia perempuan sholeha yang hafal 30just Al-Qur’an. Umurnya 16tahun, sedangkan umur saya sudah 17tahun. Lucu bukan? Saya dibimbing oleh orang yang jauh lebih muda dari saya.” Ucapnya lalu menarik nafas. Semua orang fokus menatap Rindu yang bercerita. Mereka sedikit penasaran apa yang diceritakan oleh Rindu.
“Tapi jangan salah. Dengan umurnya yang baru 16tahun itu, ia sudah tamat/lulus SMA Dan ia sudah Khattam buku Fiqh, buku Bulughul Marrom (Kumpulan Hadist-hadist) dan juga paham akan buku Asbabun Nuzuel Qur’an( Buku tentang kenapa turunnya suatu ayat Al-Qur’an.) Banyakkan? tapi suatu hari dia dilamar oleh pria yang tak Hafal Al-Qur’an dan juga tak pandai dalam agama, dia hanyalah guru pelajaran Hukum (PPKN) Saja. Dengan niatan Lillahita’ala ia melamar sang pembimbing saya.”
“Pembimbing saya menerima tapi dengan satu syarat, yaitu pria itu harus hafal 30Just Al-Qur’an. Jika ia sudah hafal, maka ia boleh datang lagi dan melamar lagi.” Ucapnya. Ia terdiam sejenak.” Yang mengejutkannya lagi, sang pria hanya menghabiskan waktu 30hari. kalian percaya?” Tanya Rindu pada warga.
“Engak lah. Kirain ngafal Al-Qur’an segampang makan nasi uduk. Kali ada kayak gitu...” Celetuk bapak-bapak dan diisahuti yang lain dengan heboh untuk menolak percaya.
Rindu terkekeh membuat mereka terdiam, sebab kekehan Rindu bagaikan orang yang kegelian.” Sama, saya juga. Bahkan saya dulunya yang pertama kali menolak akan kebenaran itu,” Ucapnya.” Tapi itu bener adanya, dia hafal Al-Qur’an dalam satu bulan, lalu yang jadi pertanyaan saya, kapan ia menghafal dan bagaimana cara ia menghafal sebanyak itu dalam satu bulan?”
“Setelah pria itu mampu menghafal Al-Qur'an, membuat ia langsung kembali melamar sang perempuan dan langsung menikah minggu depannya. Saya bingung, saya yang nakal itu cengoh lalu bertanya. ‘Maaf pak saya mau bertanya. Gimana ya caranya bisa ngehafal sebanyak itu dalam waktu satu bulan? ‘ Dan lucunya ia menjawabn dengan nada rendah. ‘kita harus punya niat dan juga tujuan.
Awalnya bapak bertujuan menghafal karena mau menikahi sang pujaan hati, tapi selama tiga hari pula saya tak mendapatkan apapun, bahkan menghafal ayat pendek saja saya tidak bisa. Lalu saya bertanya lagi pada kyai dan ia menjawab. ‘Rubah tujuanmu menghafal terlebih dahulu, membuat ia mengganti tujuannya menghafal, yaitu mengganti tujuannya untuk Lillahita’alla’ tapi ia belum bisa menghafal membuat ia frustasi dan kembali datang kepada sang kyai. Sang kyai pun kembali menjawab. ;jika merubah tujuan hanya dari pemikiran dan perkataan memang enggak bisa, yang harus merubah itu bukan dari pemikiran saja, tapi juga dari hati dan niatnya. Hilangkah dulu perempuan itu, hilangkan dulu tujuan duniawi itu. Buat kau mencintai Allah baru datang kepada Allah. jalankan dengan keyakinan dan keteguhan. Sang pria pun menganguk dan belajar agama, memahami arti Al_Qur’an dan juga mencari tau kenapa ia tak bisa menghafal, saat ia sudah menemukan apa kesalahanya membuat ia menangis dan bertobat dimalam itu. Ia baru tau, jika sebelumnya, dia itu jauh dari kata baik. Bagaimana bisa ia menghafal kitab 'SUCI' Sedangkan tubuh masih dalam keadaan 'KOTOR'”
“Dia baru mendekati Allah dan ingin menghafal ayat suci Al_Qur’an hanya karena mau melamar perempuan. Yang jadi pertanyaanya, selama ini dia kemana saja?” Tanya Rindu sedikit nada meninggi karena terbawa cerita “Selama ini kenapa ia tak pernah menghafal Al_Qur’an. Apakah perempuan itu lebih berharga dari pada Tuhan sehinga mampu mengubahnya dan membuat ia ingat akan Al_Qur'an. Lantas kenapa dia tidak menuhankan saja gadisnya itu?!!!”
Suasana semakin hening mendengarkan cerita itu. Bagaikan tersentil oleh batu besar.
__ADS_1
“ Bagaimana perasaan kalian jika selama ini orang yang kalian kasih uang, kalian kasih rezeki dan kalian yang dikasih kebahagiaan, tapi kalian tak pernah datang. Kalian tak pernah memenuhi panggilannya yaitu azan. Jika Allah boleh bertanaya. ‘Kemana kamu sat aku mengatakan HAYYAALLAHOLAAT (MARI MENUJU KEMENANGAN) Diajak menuju kemenangan saja kita enggak mau, maunys gimsna?"
"Terus kalo sholat tak memakan waktu lima menit, sholatnya sholat kilat, tapi pas do'a hampir sepuluh menit. Nah ini kok lebih banyak mintanya dari pada membujuknya? Mintanya pun harus dikabulkan sekarang juga, kalo engak dikabulkan dan diturutkan kita Bilang kalo ‘Tuhan jahat’ Lantas jika begitu, apakah kalian mengangap jika Tuhan itu adalah budak kalian? yang kalian perintahkan seenaknya dan kalian hakimi sesukanya?”
“Pas dikasih ujian dibilangin ‘Tuhan mengujiku’ tapi selama ini enggak penah dateng nemuin Tuhan, Bukan Tuhan menguji kalian, bukan Tuhan menguji kita. tapi kita sendiri menguji diri kita. “ Ucap Rindu kembali membuat suasana hening.
“Setelah menyadari itu semua, barulah sang pria meminta tobat tadikan? Dan setelahnya ia mengubah niatnya menghafal, yaitu dengan niat untuk mendekatkan diri pada Allah, ia menghafal sembari membaca artinya Al_Qur’an, dan betapa mengejutkannya, ia hafal Al_Qur’an dalam waktu dua minggu. Mustahil? Jika difikir memang mustahil, tapi ini memang nyata dan saya sebagai saksinya.” Ucap Rindu.
“Apa lagi yang kita ragukan dari Allah? dengan menyadarkan diri kita jika kita salah dan membuat kita berjanji dan dekat kepadanya saja membuat Allah mudah memberikan apa yang kita maukan? Jangankan harta dan tahta, ini otak lo mainannya, ini hafalan dan pemikiran. “ Ucapnya. “Begitu juga dengan mengaji, mengaji harus menggunakan hati, ada yang enggak bisa mengaji?” Tanya Rindu membuat merka saling diam dan saling lirik.
“Dulu saya juga engak bisa ngaji dan engak suka ngaji, tenang saja, saya juga buruk kok dulu, bahkan mungkin saya jauh lebih buruk dari kalian.” Rindu menganguk mengakuhi jika ia buruk dan membuat mereka meranga menatap Rindu. mereka berfikir jika Rindu pasti merendah diri. “ Tapi ibu saya bilang, kalo engak bisa mengaji ya lebih baik enggak usah bisa ngomong sekalian, sebab tujuan hidup kita didunia ini adalah beribadah kepada Allah, dengan saya tak bisa mengaji berarti saya sudah tidak punya tujuan dimuka bumi ini, berarti suara saya engga ada gunanyakan dimuka bumi ini? apalagi kalo enggak sholat, berati kita udah engak punya tujuan hidup kita. jika kita sudah tak punya tujuan hidup, maka menurut kalian apa yang pantas untuk kita? Ma-ti” Ucap Rindu.
“Jadi mengaji harus ada disini.” Ia menunjukan hatinya.” Mengaji adalah salah satu ibadah dan ibadah adalah alasan kenapa kita diturunkan dimuka bumi, niatkan dalam hati dan beri tujuan saat kita mengaji. Apa tujuannya? Tujuannya, ya cari apa tujuannya supaya kita bisa khusyuk mengaji. Salah satunya adalah supaya bisa dekat dengan Alah, dan juga satu hal. takut mati. “ Ucap Rindu lagi.
Dug... hati Habib dan keluarganya terasa diremas-remas bagaikan santan kelapa, bagaimana bisa ucapan Rindu namcap teris dihatinya. Kenapa setiap kali Rindu bicara selalu menancap. Meskipun tak pernah Rindu mengatakn suatu hal dengan nada lembut, tapi dengan nada tegasnya Rindu mampu membuat dada mereka tertebas akan kenyataan. Bagaimana ini?
Hendrawan? rasanya ia ditampar bolak balik oleh Rindu, Ia bahkan mendadak bisu saat mendengarkan hal itu. Tak sholat? Tak bisa mengaji? Semuanya ia tak pernah dan tak bisa. Padahal itu adalah tjuan ia diciptakan. Lantas apakah ia masih pantas disebut hidup? Lantas apakah selama ini ia hidup sia-sia? Maka jawabannya IYA.
Sia-sialah manusia yang hidup hanya memikirkan dunia dan melalaikan akhiratnya..
Rindu menatap mereka miris. “ Saya tak tau ya gimana jelasinya kalo masalah menduakan Tuhan, soalnya dosa yang tak terampuni adalah dosa menduakan Tuhan, percaya pada hal lain selain Tuhan. Syirik itu juga terbagi menjadi dua, yaitu Zhoir dan khohfi, ada yang besar ada yang kecil dan mereka sama-sama terbagi lagi menjadi dua, yaitu yang terlihat dan juga yang tak terlihat. Contohnya kalo yang sirik besar adalah mempercayaai tempat, pohon besar dan lainnya, tapi jika yang syirik kecilnya yaitu memberi tanda pada anak kecil supaya tak diganggu jin, padahal temat berlindung yang paling kuat itu adalah Allah. Tapi sebelumnya kembalilah dijalan Alah, dan kembali lagi sama niat dan tujuan. Jika niat kita Lilahita’ala dan kita tak melakukan hal itu lagi(syirik), maka saya yakin Allah akan memaafkan kita. allah maha pengaisih lagi maha penyayang.”
“Tapi gimana kalo Allah nggak maafin?” Tanya warga lain dengan diangguki merka.
Rindu memijat pelipisnya yang terasa sakit. Ia belum minum obat sedari pagi tadi. Ia lupa membawa obatnya. “Kita sudah melenceng jauh dari cerita saya tadi. Lebih baik kita tanya saja pada Kyai. Kalo saya jelasi lagi, enggak jadi nanti ustadznya cerama dee. Nanti jadinya Rindu yang cerama, kan kyai sama ustadznya sia-sia aja jadinys di sini...” Ucap Rindu lagi terkekeh
Kyai Malik terkekeh. Sedangkan warga saling tatap merasa ribuan anak panah memenuhi hati mereka. Sesia-sia itukah hidup mereka? Semelenceng itukah hidup mereka? Sungguh, mereka tak kuasa akan hal itu. “Rindu jadi calon mantu saya saja ya, jadi istrinya Fatih?” Tanyanya menatap sang anak yang tak lain Ustradz disampingnya.
Ustadz yang dipangil Fatih itu menatap ayahnya dengan raut terkejut.” Abbi ihh, suka banget maluin Fatih.” Gumamnya lembut membuat kyai Malik terkekeh lagi.
Habib yang mendengar itu geram.” Dia calon istri saya....!” Ucapnya membuat orang menatap Habib.
Kyai Malik menatap Habib yang menatapnya tajam, begitu juga warga.” Oallahhh.. Habib orangnya cemburuan too..” Suara tawa mereka pecah sat melihat Habib mendengus kesal. Sedangkan Fatih hanya tersenyum miris mendenar jika Habib marah saat abinya menanyakan prihal Rindu. padahal ia berharap jika Habib hanya membual tadinya., tapi saat melihat raut marah dan cemburunya Habib membuat ia yakin, jika yang dikatakan habib memang benar adamya, ia cemburu.
__ADS_1
...
Setelah acara cerama itu, Rindu memilih duduk di kursi ditaman nenek Habib, hari sudah nenunjukan pukul 11 malam, tapi ia harus mengistirahatkan tubuhnya. Dadanya sesak dan kepalanya sakit, mau tidur, tapi dimana? Ia kan tak punya kasur, apa lagi disini ia baru pertama kali membuat ia bingung harus bagaimana, mau bertanya ia segan dan tak tau harus bagaimana. Sudahlah. Ia memilih tidur disini saja lah, tak apakan?
“Hallo Rindu...” Suara itu membuat mata Rindu yang awalnya tertutup sekarang terbuka. Ia mengalihkan pandanganya pada asal suara.
Dia adalah Ify anaknya Herlambang membuat Rindu tersenyum, dibelakang Ify ada Dilan sang kakak membuat Rindu bergeser.” Hallo..” Ucap Rindu. sebenarnya ia miris, karena kenapa pula salamnya Ify ini bagai orang Barat saja? Dari keluarga Holmas ini tak ada kah yang mengerti salam? sudah jangan menjelekkan orang lain, ingat kejelekan diri sendiri Rindu.
“Kita boleh duduk disini. Kita mau kenalan, bolehkan?” Tanya Ify kepada Rindu sopan.
Rindu menganguk lalu menepuk sisi kursinya. Mau menolak tapi tak enak. Ia itu mengantuk dan ingin tidur. “Hallo. Kenalin, nama aku Ify, dan ini kembaran aku. Dilan.” Ucapnya mengurkan tanganya untuk berkenalan.
Rindu mengangguk lalu menerima jabatan tangan Ify.” Rindu...!”
“Udah tau kok hehe..” Ucap Ify ceria. Ahh, Rindu tersenyum tipis, ia merasa bahagia dikala masih ada yang mau berkenalan denganya seperti ini.
“Gue Dilan. Kakaknya Ifyan alias Ify kembaran gue.” Ia mengulurkan tanganya untuk berkenalan pada Rindu.
Rindu mengerjab tanpa mau menatap wajah tampan pria didepanya ini. ia menangkup kedua tanganya diatas dada lalu berucap pelan.” Rindu.”
jujur, suara Rindu itu tak seperti gadis biasanya. Karena suara Rindu itu lebih keBas, atau seperti suara laki-laki, basah, tapi ia juga bisa lembut dikalah dilembutkan. Karenanya, jika ia berbicara, maka ia terlihat tegas dengan pembawaannya yang datar dan suara yang bas membuat aurahnya seprti pria. Entah kenapa, karenanya semua orang segan jika berbicara pada Rindu. adakah suaranya seperti Rindu.
.
.
.
.
.
Note: **Jujur kisah yang author ambil disana itu memang nyata yAa. Dan itu mmg guru author sendiri. yaa author kasih sini deee supaya bisa jadi ilmu bersama hehe...
__ADS_1
komen. like and vote yey**