Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Wanita


__ADS_3

Semenjak apa yang dipertemukan Nayla kemarin membuat ia sekarang bisa sedkit menerima takdirnya yang akan dijodohkan. Ia menerimanya dan mengatakanya kepada Yohan membuat Yohan senang dan juga mengucapkan rasa termakasihnya ada Rindu. rindu hanya tersenyum saja menatap keluarga itu.


Hari ini adalah hari Untuk Rindu Cek Up... sebenarnya ia mau menjenguk Rian dan Rani juga tapi sayangnya ia tak bisa lama diluar membuat ia tak bisa kerumah tahfiz sang kembar, ia merindukan mereka berdua dan juga rindu akan riangnya kedua bocah tersebut. Tapi lagi dan lagi ia tak bisa bebas, sebab ia kerja dan juga punya tanggung jawab. Ini saja ia meminta izin pada Habib selama dua jam karena ada keperluan dlar, atau dia mengatakan karena ingin pergi kesuatu tempat yang sangat penting. Untunglah Habib juga ada meetting dicabang membuat ia lumayan lama disana, jadi Rindu cukup punya banyak waktu untuk cek up.


Disinilah dia sekarang, sedang menunggu keberadaannya dokter Rey katanya sii dokter Rey sudah cuti selama dua minggu membuat ia heran. Kemana dokter Rey? Tapi ia disuruh mengguhi dokter Rey. Katanya dokter Rey sudah berpesan jika ada pasien yang menunggunya bernama Rindu dan berniqob maka segera hubungi dirinya. Sebab Rindu adaah pasien utamanya.


“Assalamu’alaikum Rin.. kamu udah lama nunggunya?” Suara itu membuat Rindu yang awalnya menatap Al-Qur’an kecil dtanganya sekarang menatap kesampingnya. Ia sekarang sedang menghafal sekaligus memuroja’ah hafalanya dan sekarang ia yterdam.


“Hallo Rindu..!” dokter Rey melambaikan tanganya didepan wjahnya Rindu karena bingung menatapnya dan tatapan itu tanpa berkedip sama sekali membuat ia salting dan juga malu. Siapa yang tidak salting jika ditatap oleh orang yang kita cintai ha?


“Asstaghfrullaahaal’azim..” Rindu menggeleng lalu menepuk pipinya karena sadar jika ia sudah melakukan dosa..” Wa wa awwa’alaikum salam dok..” Ia tersenyum ramah lalu menunduk. Ia malu karena kerahuan mengagumi sosok dokter Rey.


Bagaimana tidak, dokter Rey sekarang menggunakan baju kokoh putih yang sangat pas dengan kulit putihnya, belum lagi pecih hitamnya dan juga celana cingkrangnya. Jangan lupakan kaca mata nya yang sangat cocok diwajahnya membuat ia tambah tampan, jika kalian mengatakan jika pria tampan itu adalah pria yang mengunakan Hodie Putih, atau jaket jins yang mirip Dilan, atau lagi ni ya.. pria yang menggunakan pakaian serbah hitam.


Maka Rindu adalah type yang mengangumi sosok pria yang mengunakan kokoh atau gamis putih panjang, lalu selalu tersenyum dan juga ramah, kaca mata yang menutupi matanya dan juga celana cingkrang. Menurutnya itu adaah style yang sangat bagus dan sangat ia kagumi. sebab diakhirzaman sekarang sudah sangat sedikit yang berpenampilan semacam itu. Sungguh..!!


Dokter Rey terkekeh menatap Rindu..” Gimana penampilanku? Maaf ya.. saya tadi buru-buru, saya pikir kamu kenapa-napa, jadinya saya tidak sempat berganti baju tadi...” Ujarnya menunjukan penampilanya yang cukup beda dengan dengan lainnya.


Rindu menggeleng.” Saya suka penampilan dokter seprti ini.. “ Ujarnya jujur kepada dokter Rey membuat dokter Rey menggaruk hidungnya karena menutupi senyumnya yang tertahan karena salting.” lagipula dokter dari mana? Kok pakek baju gamis sii? Bukanya dokter...?” Kalian pahamlah maksud dari yang dikatakan oleh Rindu bukan?


Dokter Rey tersenyum bangga.” Mari masuk keruangan saya saja Rin.. nanti saya akan ceritakan apa yang sudah saya lakukan.. saya akan menceritakan semuanya dengan kamu.” Ujarnya kepada Rindu membuat Rindu mengangguk dan menurut saja.


Dokter Rey membuka pintu ruangannya itu, ruangan yang dikunci olehnya. Kebersihan? Tenang saja, meksipun tidak ditempati tapi ruanganya selalu dibersihkan oleh OB kepercayaannya dirumah skait ini. Karena memang dokter Rey itu orangnya pembersih beda dengan Habib yang bisa dikatakan jorok. Jangankan ruangan kerja. Kamar saja Habib sangat berantakan.


“Duduk Rindu..” Ujar dokter Rey sembari berputar mengelilingi meja dan duduk dikursinya. Tatapan Rindu gagal pokus karena menatap kaki dokter Rey. tak seperti yang biasanya ditutup oleh sepatuh kulit tapi kali ini hanya mengunakan swallow... swalownya pun berwarna hijau bagaikan punya masjid. Apakah Rindu boleh zu’uzon jika dokter Rey mencuri dimasjid? Haha. Bukan su’uson siii. sebab disela sandal tu tertulis ‘masjid Al-Hikma’ dan iya yakin jika itu milik masjid bukan?


Dokter Rey tak tau jika Rindu menahan senyum akibat wajahnya yang dtutupi cadar membuat ia mulai bercerita. “ Saya sudah menepai janji saya Rin..” Ujarnya doker Rey dengan senyum membuat Rindu menatapnya.


“Saya sudah menjad mu’alaf.. doakan saya ya supaya saya isiqoma...” Ujarnya lagi dengan haru. Namak sekali dimatanya jika ia mengatakanya dengan haru dan rasa bangga didadanya.


Duar.. bagaikan diterpa badai.. Rindu bagaikan mansia yang paling jahat dimuka bumi ini.. ia sudah menjanjkan sesuatu kedua dua pria sekaligus... apa ia salah? Betapa munafiknya dirnya. Sampai pada air matanya jatuh. Bukan.. bukan.. bukan karena ia tak suka dokter Rey masuk kedalam agama Islam, ia sangat bahagia. sungguh.. ta tapi ia tak bisa bayangkan dengan apa yang dilakukan Habib nantinya. Atau lebih parahnya dengan takdirnya sii calon mayat in.. Rindu sudah tak memiliki harapan barang secuilpun dan jujur saja. Rindu sama sekali tak mengharapkan Mukzizat didalam hidupnya.


Jika kalian pikir Rindu berharap jika ia akan sehat hidup bahagia dengan Habib ataupun dokter Rey kalan salah. Sangat-sangat salah..! sunguh..!! sebab Rindu itu lebih berharap kepada Alak dan selalu berdoa. ;Yatuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku tak meminta kesembuhan ataupun kebahagiaan dimuka bumi ini. tapi hamba meminta cabut nyawaku dikalah aku bagaikan bayi yang baru lahir dimuka bumi ini,(dalam keadaan suci) ambil jiwaku dikalah aku sedang dipase iman yang benar-benar beriman, dan juga pertemukanku dengan Rosullku.. Nabi Muhammad Shollalauh’alaihi wassalam disyurgamu kelak..’ Itulah yang ia harapkan. Tak lbeih...


Doa supaya mati dalam khusnul khotima...


***Rasulullah SAW selalu mengajarkan agar umatnya mendapatkan husnul khatimah (akhir yang baik). Dalam doa, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca: 


Allahummaj'al khayra 'umri akhirahu, wakhaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka.

__ADS_1


Artinya:


Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat). (HR Ibnu As-Sunni). 


“Hey.. kamu kenapa nangis Rin?” Tanya dokter Rey dikalah Rindu menangis. Bukan menangis layaknya bergetar atau bagaimana. Matanya saja yang menjatuhkan air mata pertanda jika ia sedang memkirkan hal yang buruk.


Rindu menata dokter Rey dengan senyum.” Saya hanya terharu dan bahagia karena dokter bisa masuk kedalam agama Islam... dokter orang yang sangat hebat.. dan laki-laki yang bertangung jawanb dengan janjinya.” Ujarnya dengan jujur, hanya saja ada yang kurang dari penjelasannya.


Dokter Rey mengangk.” Saya juga sudah belajar mengaji loh. Velajar mengaji disalah satu pondok pesantren disini.. dan lagi saya sudah belajar llmu Fiqh.. ilmu hadist dan lainnya. “ Ujarnya bangga lagi.


“Kalo sunat?” Tanya Rindu. Bukanya Rindu mesum ya.. hanya saja kan itu salah satu kewajiban kaum adam untuk melengkapi persyaratan agama kita...


Dpkter Rey terkekeh.” Pertanyaanmu..” Gumamnya dengan kekehanya.” Sudah dong. Meskipun ada sedikit kendala dan juga sakit..” Ia menggigit lidahnya karena menahan senyum. Ia ingat betapa mengerihkanya juniornya dipotong, bukan dipotong juga si, tapi ya gitulah.. Ia awalnya pikir jika itu akan dipotong ternyata bukan, dan itu adalah pengalaman yang memalukan baginya. Ya memalukanlah. Bagaimana tidak malu, yang menyunatnya adalah orang dewasa sedangkan dia juga dewasa.


Kalian bayangkan saja bagaimana rasanya dokter Rey yang sepert itu. Bahkan sang dokter yang menyunatinya selalu menahan senyum disaat dokter disunat. Dia sudah akhil balil dan beda cerita dengan anak kecil yang disunat ya...


Sedangkan Rindu tergelak mendengarnya... “ Yaa... saya tau.. sakitnya bukan karena sunat.. tapi sakitnya lebih sakit karena malu kan.. Tapi tak apa. lebih biak malu dimuka bumi dari pada diakhirat nanti. lebih baik malu dengan manusia dari pada pada Allah SWT. ” ujurnya terekeh membuat dokter Rey tergelak kencang karena yang ducapkan oleh Rindu adalah kebenaran. Rindu memang begini ya.. jangan salahkan jilbabnya karena pembahasannya.


Sebenarnya Rindu itu suka membahas hal yang tabu dimuka bumi ini, sebagaimana pela**r sekalipun, ataupun tentang kevirginan seorang perempuan dan itu difiskusikan dengan pria. bagaimana pendapat mereka. Menurutnya semakin terbukanya kita, semakin mendalam pemahaman kita. maka semakin besar pula peluang kita untuk berpikir dan jerni. Tak semua orang bsa berfkir luas dan tak semua orang juga bisa berfiki rasional dan juga luas. Apalagi perempuan, banyak orang yang mengatakan jika para wanta itu memiliki banyak batasan jika menyangkut ilmu.


Malu ketika membahaa hal yang tabu. Seperti halnya wanita malam atau kevirgininan, ataupun lagi ini ya tentang fakta para lelaki.


San satu fakta lagi hal yang harus kalian ketahui. Jika para pria yang pertama melihat kita itu ada tiga hal. Yaitu




Wajah




Dada.



__ADS_1


dan 3, adalah bentuk tubuh..


ya.. ini adalah satu hal fakta yang banyak para pria tak mau mengakuhinya tapi ini adalah hal yang memang benar adanya.


Belum lagi cara kita berbicara dan juga memegang mereka, cara dan juga pola pikir mereka. Banyak yang mengatakan jika perempuan itu memiliki nafsu yang lebih besar dari pada pria bukan? Kalian tau arti dari kalimat itu? ‘artinya adalah: jika perempuan tu memaki nafsu yang lebih besar seperti makan, belanja, nafsu ghiba dan sebagainya. Sedangkan pria? Mereka hanya memiliki satu nafsu. Yaitu wanita..


Fakta-fakta semacam ini hanya sedkit perempan ketahui karena sempitnya pemikira dan sempitnya pemahaman, mereka selalu membatasi pola pikir dan juga membatasi ilmu pengetahuan. Tidak ada batasan untuk berfikir luas kawan. Jangan takut.. karena dunia memang membutuhkan kita yang berpikir bebas dan realistis.


Wanita harus maju...!


Jad bagi kalian yang maish berfikir kecil maka bukalah pemikiran untuk menjadi luas seluas samudera. Dan jangan takut untuk dikatakan buruk dan dihujat, sebab orang yang baik dan memiliki kelebihan memang selalu dicari kesalahannya dan dijadikan objek untuk dijadikan bahan diirikan. Satu hal lagi.. kita yang mampu mengobral dunia dan pengetahuan memang memilki resiko untuk dianggap sok tau dan sok pintar memang lebih besar. Tapi jika bukan kita yang berusaha dan mencari tau, siapa lagi?


...


Setelah pembicaraan itu. Dokter Rey memeriksa kesehatan Rindu. Ia melakukannya diruang yang meang dimana tepat untuk pasien yang sudah parah. Wajahnya yang tadi penuh haru dan juga bahagia sekarang sangat pias dan juga membatu. Ia tak ta harus apa. sedangkan Rindu hanya diam saja. Karena memang beberapa minggu ini ia tak merasakan sakit lagi. Baik dianggota ginjal maupun hati. hanya saat dipernafasannya seikit terganggu.


“Dok.. Hey...” Rindu menadakan tangannya didepan wajahnya dokter Rey yang menatap hasil pemeriksaan Rindu yang sedang fokus. Bahka wajahnya sangat datar dan tak terbaca, seakan pikiranya disedot kedunia lain.


Dokter Rey menatap Rindu didepanya dengan sendu karen akaget. Ia terlalu larut dalam pemkirannya. Lalu ia menghela nafas kasar. “ Rindu... kamu dengarkan saya ya..” Ujarnya meletakkan surat pemeriksaan tu diatas meja membuat Rindu mengangguk.


“Kamu harus dirawat Rin.. kamu harus dirawat secara intensif disalah satu rumah sakit besar untuk kesembuhan kamu..” Katanya dengan lembut. matanya berkaca-kaca saat ini.” Kangker kamu sudah hampir masuk kestadum empat Rin. dan artinya itu organ hati kamu sudah rusak dan sagat parah. Apa lagi ginjal kamu sekarang sudah membusuk, mungkin hanya bertahan beberapa bulan saja.. paru-pau kamu..” Ia menutup matanya saat ini.” paru-paru kamu juga sudah terkena kanker..” jarnya dengan sendu.


Rindu tenang disana... “Tapi saya selama beberapa hari ini tidak merasakan sakit dok. hanya kemarin itu karena saya menangis mendengar cerita teman saya. Selebihnya saya tidak merasakan sakit ataupun muntah darah seperti biasanya. Kaki saya berjalan normal dan ginjal saya tak merasakan sakit sebagaimana sakit biasanya.” Ujarnya mengungkapkan apa yang ia rasakan.


“Kamu jangan bohng Rin..” Ujar dokter Rey menatap Rindu. ia memberikan surat itu pada Rindu. surat hasil pemeriksaan.” Lihat, disana kamu bahkan sudah memasuki warnah merah yang artinya keadaan kamu sudah hampir darurat.. kamu sudah darurat Rn.. bagaimana bisa kamu tidak merasakan sakit? biasanya pasien diangka ini akan merasakan sakit diatas rata-rata, tak akan bisa ditahan dan juga tak ada obatnya keculai obat tidur.” jarnya jujur, apalagi Rindu sudah memborong penyakit bukan?


Rindu menggeleng.” Bener kok Dok.. Saya jujur. saya bahkan berfikir ika saya sudah tidak sakit lagi kemarin-kemarin..”


.


.


.


.


dont Forget for Like oke Guys. anda komen. Vote....


Selamat malam...

__ADS_1


__ADS_2