
Ada yang datang ketika butuh. Menangis, memohon dan mengeluh supaya dibantu... Siapa lagi jika bukan manusia dengan Tuhannya. :)Rindu...
“Apa? Rindu enggak apa-apakan kak?” Tanya dokter Rey yang baru sampai dengan tangan yang gemetar itu. Matanya memerah dibuatnya karena mendengar semuanya yang ia dengar.”Kemarin kanker Rindu sudah tidak ganas lagi kok. Ia baru stadium tiga lalu kenapa sekarang sudah seperti ini? kenapa kak? Dan Rindu juga bilang ia sudah tak merasakan sakit lagi..!” jarnya gugup.
Ayahnya dokter Rey menada menatap langit karena tak kuat menatap mata putus asa anaknya itu... “Kamu taukan jika kangker Rindu itu ganas Rey. Sedikit saja Rindu salah dalam kesehatanya maka semakin cepat pula kanker itu berkembang.. apa lagi beberapa hari ini Rindu sepertinya stres berat membuat kanker itu semakin menjadi mengergoti tubuh Rindu...”Ujarnya jujur kepada dokter Rey. Kan memang benar beberapa hari ini Rindu terlalu banyak fikiran mungkin karena itu membuat Rindu semakin sakit dan semakin parah dengan sakitnya.
Dokter Rey diam mendengarnya dengan tatapan sulit diartikan. Ia menatap kakaknya dengan lemas. Yang dikatakan semua kakaknya adalah kebenaran. Rindu memang sudah sakit sejak lama dan wajar saja jika ia drop dan semakin memburuk. Itu suatu hal yang wajar dan biasa bagi penyakit kanker ganas. Tapi kenpa ia tak terima ya? Tak ikhlas dan tidak ridho.
Mamanya dokter Rey mendekat dokter Rey dan memeluknya kuat.”kamu yang sabar ya sayang..”Ujarnya menghapus air mata anaknya yang jatuh itu. Dokter Rey bahkan tak membalas pelukan ibunya karena terpukul.. air mata itu jatuh padahal ia sudah sejak lama tak menangis. “Kamu tidak mau melihat Rindu?” Tanya ibunya dengan lembut mengelus rahang milik dokter Rey.
Dokter Rey menatap ibunya dengan nanar lalu menatap ayahnya yang menatapnya sendu itu. Ia menghapus air matanya dan menggeleng.” Rey butuh nenangin diri dulu Bu.. jagain Rindu ya.. nanti Rey kesini lagi buat jengukin dia..!” Ujarnya jujur.”Rey enggak mau kelihatan lemah didepan Rindu. rey enggak mau bikin Rindu tambah sedih karena kesediha Rey..”Ujarnya ujur.
Ayahnya Rey menepuk pundak anaknya. “Kamu hebat Rey.. kamu jauh lebih baik dari ayah ..”Ujarnya dengan bergumam. Ia memang tak bisa manis dengan anaknya.”Pergilah tenangkan dirimu. Tapi nanti kembalilah.. supaya rindu tidak mencarimu... temui dia.. kami akan menjaganya disini..”Lanjutnya.
Dokter Rey mengangguk dan memeluk ayahnya.”Makasih ayah...”Gumamnya dengan sendunya lalu pergi meninggalkan keluarganya dengan sendu dan juga lelahnya. Berjalan dengan gontayan memikirkan dimana ia harus mencari donasi donor ginjal untuk Rindu. bukan ha mudah mencari ginjal sekarang.. belum lagi penyakit Rindu membuat semuanya berat. Andai Rindi tak memiliki penyakit kanker hati. ia sudah pastikan berbagi ginjalnya supaya bisa bersama Rindu lebih lama. Tapi sayangnya ada penyakit lain yang membuat ia lemah.
Jika kalian pikir dokter Rey pergi kelaut atau kegunung untuk menyendiri, menangis dan berteriak kepada bumi untuk mencurahkan masalah dan perasaannya, kalian salah.. sebab yang ditujui oleh Rey adalah masjid dan juga ustadz.. ia butuh bimbingan. Berbisk kepada sajjadah namun terdengar dilangit. Itulah yang paling indah dan soswit yang ada dimuka bumi ini.
Dokter Rey menghabiskan waktu beberapa jam hanya untuk sholat dan berbisik kepada Tuhannya supaya Rindu disehatkan dan diberi umur lebih panjang. Air mata jatuh karena lelahnya dihidupnya. Ia tak tau harus apa sekarang..
Sampai pada tepukan dipundaknya membuat ia bangkit dari sudutnya yang lama itu. Dan nyatanya itu adalah ustadznya sendiri. Yang tak lain adalah Fatih.. Ia yang membimbing dokter Rey selama ini. kalian ingat Fatih? Ustadz nya Rindu dikalah dicerbon dulu dikalah nenek Habib meninggal? Ya.. mereka orang yang sama.. ia menatap dokter Rey yang menangis itu heran.
Dokter Rey saja masih menunduk dengan sedihnya. Rasa takutnya menjadi sekarang.. “Ada apa Rey.. kenapa kamu kayak gini? “Tanyanya. Ia lelah melihat Rey yang dari tadi tak bangun bangun dari sujudnya membuat ia memberanikan diri untuk membangkitkan dokter Rey.
Dokter Rey menghapus air mataya yang turun itu lalu menatap Fatih dengan nanarnya.” Salahkah jika aku tak mau kehilangannya Ustadz? Salahkah jika saya tidak mau ia pergi menghadap Tuhan? Salahkah jika aku egois meminta ia harus tetap bertahan dibumi dan panjang umur? sedangkan ia tak pernah meminta hal demikian?”Tanyanya nanar..” Dan salahkah jika aya berharap dia sembuh ustadz?” Tanyanya lagi.
Fatih pun menatap dokter Rey dengan sendunya.” Tak ada yang salah dengan harapan kamu Rey.. tidak ada.. semua orang tidak ada yang mau bertemu dengan perpisahan, tidak ada yang mau dipisahkan dengan alam.. karena rindu yang paling menyakitkan adalah ketika rindu tiada berujung...!!”Ujarnya sendu.
Dokter Rey malah kembali menunduk dengan menangis sendu disana karena tak kuat... Fatih menepuk pundaknya Rey.” Rey.. seharusnya kamu ingat jika takdir Tuhan lebih baik dari pada yang kamu harapkan..Setiap pertemuan akan ada perpisahan, jika bukan kamu yang meninggalkannya, maka ia yang akan meninggalkanya. Dan yang paling pasti adalah ketika Takdir yang memisahkan kita...!!”Ujarnya jujur.
__ADS_1
“Siapapun itu, semua akan mati diwaktu yang tepat.. kamu takut ia mati dan meningalkanmu?” Tanyanya membuat dokter Rey mengangguk” Sedangkan kamu tidak takut dengan ajal kamu sendiri Rey? Asal kamu tau jika malaikat maut setiap harinya menatap wajah manusia sebayak 70kali dan bisa jadi diantara tujuh puluh kali itu ia mencabut nyawa kita bukan?” Tanyanya membuat dokter Rey diam mendegarkannya.
Fatih menghela nafas menatap Rey lalu menunduk.” Bahkan didepannya nanti kita tidak tau kapan kita mati Rey,,, kenapa manusia selalu takut mati padahal yang harusnya ditakutkan itu bukan mati.. tapi ketika kita dipangil tapi amalan kita belum cukup.. kenapa harus takut dengan ditinggalkan. Karena pada Faktanya manusia tidak akan tau siapa yang akan meninggalkan dan siapa yang akan ditinggalkan?” tanyanya sendu.
“Takut karena ia sakit dan takut jika ia meninggalkanmu.. ? seharusnya sebelum kamu bertemu kamu harus mengingat jika suatu hari nanti kalian akan berpisah bukan?” Tanyanya dengan sendu.
“Tapi Tadz... bukan itu... “Rey mengeleng dibuatnya.” Saya takut karena saya mencintai dia.. dia wanita yang tak pernah meminta untuk umurnya supaya dipanjangkan. Selama ini hidupnya selalu dalam kesusahan.. “Ujar Rey jujur lagi.
Fatih malah menghela nafas.” Dulu saya juga sangat takut kehilangan ibu saya padahal saya masih belum bisa susses dan membangkan dia..Dikalah itu ia sedang sakit keras ”Jawab Fatih sendu.” Nmaun nyatanya Tuhan masih mengambil ia disisinya dan meningalkan saya penuh dengan penyesalan Rey..”Jawabnya lagi.
Fatih menghela nafas "Tapi ketika saya fikir itu adalah yang terbaik untuk ibu saya Rey... senggaknya dia enggak ngerasaiin sakit lagi dibuka bumi ini... "Lanjutnya.
“Didunia ini tidak ada yang abadi Rey. Baik apapun itu.. Takut kehilag,an seseorang itu adalah hal yang wajar.. tapi jangan sampai karena ketakutan itu membuat kamu jadi menyerah dan menangis seperti ini Rey. Kamu harus kuat dan kamu harus serahkan kepada Allah. Allah Maha tau segala-galanya tentang apa yang tidak kita ketahui. yang pastinya semua ketentuan yang ia beri itu pasti yang terbaik untuk Hamba-hambanya.. jadi serahan semuanya kepada Allah..lahtazzan.. Innallaha ma'anna..”Ujarnya lembut
Dokter Rey mengangguk. Semua yang dikatakan Fatih adalah kebenarannya. mau ia mengelak bagaimanapun jika Tuhan berkehendak maka Bin. salabim..terjadilah... . Semuanya akan terkadi dengan sekejab mata.. ia harus ingat jika semua yang ada dimuka bumi ini ada ditangan Tuhan.. dan tugas manusia hanya berusaha dan berdoa membuat ia bangkit da tersenyum.” Ya.. Ustadz benar...”Gumamnya dengan sendunya.
Dokter Rey menghapus air matanya dan beberapa kali beristigfar dan bersholawat untuk Allah dan Rosulllah Saw... ia menghela nafas. Percayalah ketika beristighfar dan bersholawat mampu menenangkan hati setiap insan... semuanya.. mangkanya jangan remehkan istighfar dan sholawat ya semua..
Dokter Rey mengangguk paham dan memilih untuk pergi menemui Rindu.. menenangkan dan juga memberi tahu semuanya dengan baik bahwa semua masalahnya sudah selesai. Hanya saja datang masalah baru;) bisa bisanya ya... haha..
Beda tempat beda lagi situasi rindu yang sudah sadar itu menatap keluarga dokter Rey dengan haru.. sebab ia diberi diruangan VIV yang artinya ruangan ini ruangan yang cukup bagus... ia juga melihat sosok ibu dan ayahnya Rey itu sangat baik dan sangat manis kepadanya. “Sejak kapan kamu sakit Rin?” Tanya ibunya dokter Rey disana sembari menyuapi Rindu bubur.
Rindu yang baru saja mengunya makanan itu dengan cepat meneguknya. sebenarnya tadi ia tak mau disuap. Hanya saja dipaksa oleh ibunya doter Rey membuat ia terpaksa disuapi.. ia tersenyum kepada ibunya dokter Rey. “ Hm mungkin semenjak empat bulan yang lalu Tan..”Jawabnya ia sudah berkenalan sedari tadi dengan mereka. Mangkanya ia tau jika ini adalah jeluarga dokter Rey.
mamanya dokter Rey tersenyum lembut kepada Rindu.”Kamu wanita kuat Rindu...”Gumanya dengan lembut mengusap pipinya Rindu lembut.
Rindu malah terkekeh sembari mengusap tangan mamanya dokter Rey. wanita paru baya yang masih sangat cantik itu. Ia bahkan nampak tak tua sedikitpun. “Ibu juga wanita hebat..”Jawab Rindu dengan sendu.”Bisa melahirkan orang sebaik dokter Rey dan kak Fey.. kalian orang orang yang paling baik yang Rindu kenal... yang pastinya dilahirkan dari wanita hebat seperti ibu.. dan dididik oleh bapak..”Jawabnya dengan senyum manisnya kepada keluarga itu.
Dugh.. kenapa rasanya ayah dokter Rey tersindir ya.. sebab ia bukanlah ayah yang baik sedari Rey kecil membuat ia malu ketika dipuji seperti itu. Ia merasa tak pantas.” Kamu benar Rindu... ayah dan ibu kami adalah orang yang paling hebat didunia..”Ujar Fey menyahut dan memeluk ayahnya membuat ayahnya tersenyum dan membalas pelukan sang anak sendu bergumam terimakasih.
__ADS_1
“Assalamu’alaium...”Ujar dari seseorang dari luar membuat semua orang didalam sana menatap kearah pintu dimana asal suara.. dan disana ada sosok dokter Rey yang membawa buket yang cukup besar.. buket bunga abadi dari gunung yang ia beli dari temannya yadi..
“Wa’alaikum salam..!”Jawab Rindu dan lainnya. Keluarga Rey memang bukan agama islam hanya saja karena dokter Rey sudah beragama islam membuat mereka juga belajar agama islam sedikit sedikit .. jadi suatu kebiasan bagi mereka menjawab salam Rey. Yang sebenarnya tidak boleh diagamanya.
Rindu tersenyum manis kepada dokter Rey disana membuat dokter Rey harus kuat kuat menahan tangisya dihadapan Rindu” Hay Rindu.. apa kabar kamu?” Tanyanya menahan sesak didadanya. Ia bisa melihat wajah Rindu sangat pucat itu.
Rindu malah tersenyum. Rindu memang tak mengenakan cadar karena ia sakit.. jadilah ia bisa diliat secara langsung saat ini.” Allhamdulilah saya baik-baik saja sekarang.. tapi entah tadi atau esok..” Jawabnya dengan jujur membuat orang lain tertegun.
Dokter Rey menghela nfas menghilangkan rasa sesak didadanya itu lalu mekasakan tersenyum.” Iya siapa yang tau esok ya hehe. Tapi setiap orang bukankah diwajibkan untuk selalu berperasanglah selalu baik? sebab perasangkah kita sama saja akan menjadi doa dikemudian hari yang artinya jika prasangkah itu buruk. Itu artinya doa kita yang buruk itu akan mengena dri kita? “Jawabnya.
Rindu tersneyum dibuatnya.” Iya... sebab apa yang akan terjadi didepan kita tergantung prasangka kita. yang artinya didiri kita masih ada keraguan. Padahal Tuhan mengajarkan kita untuk tidak ragu akan hari esok karena sudah ada takdir yang menanti..hehe..”Jawabnya dengan kekehannya.’' Tapi tadikan aku cuma bilang engak tau hari esok Rey bukannya ragu.”Lanjutnya dengan kekehan.
Doter Rey malah menggeleng dibuatnya sembari salim dengan orang tuanya itu. Ia mendekati Rindu lalu memberikan bunga Edelwis itu.. bunga keabadian “Ini untuk kamu Rindu... cepat sembuh ya...” Ujarnya kepada Rindu sendu dan senyum tulusnya.
Rindu mengangguk dan menatap bunga itu.” Terimakasih dok atas bunga nya..”Ujarnya dengan kekehan membuat dokter Rey tersenyum tulus. “ BTW Tumben bunga Edelwis? Biasanya bunga mawar putih tanda kesucian? Atau bunga lili tanda ketulusan?” Tanya Rindu dengan sendunya menatap bunga yang mengering itu.
“Karena setiap bunga yang aku bawa itu tergantung perasaan saya Rindu..!”Jawabnya membuat Rindu mengernyit bingung dan keluarga Rey hanya menatap anaknya itu dengan alis terangkat.” Jika dulu saya memberi kamu bunga arti kesucian dan ketulusan. Maka hari ini harapan saya itu supaya kamu bisa panjang umur dan menua .. sama dengan rasa sayang saya dengan kamu... abadi sampai jannahnya Allah..”Jawabnya jujur.
“Ehemm..lebbay..”Ujar ayahnya dokter Rey dengan batuk itu membuat yang lain tergelak..
” Gas.. gas.. gas kyunn Rey.. “Ujar Dfey kepada kakanya itu sendunya.
”Cie cie,” Cicitnya ibunya dokter Rey dengan menggoda.
Rindu tersenyum dibuatnya sedangkan dokter Rey malah terkekeh. rindu menatap bunga itu.”Memang abadi..”Ujarnya dengan sendu.” kamu tau kenapa bunga ini disebut abadi?” Tanyanya kepada dokter Rey sendunya.
Dokter Rey menatap bunga itu dengan tatapan bingungnya.”Ya karena bunganya abadi dan tak akan mati.. mangkanya dibilang abadi dong..”Jawabnya secara pemikirannya disana...
Rindu malah terkekeh membuat dokter Rey mengangkat satu alisnya melihat Rindu.”Didunia ini tak ada yang abadi Rey.”jawabnya membuat dokter rey tertegun.”Ketika seseorang memerik bunga ini, maka artinya bunga ni mati dikalah itu.. mati karena berpisah dengan pohonnya. Mati karena berpisah dengan tanahnya.. berpisah dengan udahnya yang disana.. berpisah dengan ingkunganya.”Ujar Rindu sendu.
__ADS_1
“Tubuhnya yang awalnya sehat dan juga berserat menjadi kering dan semakin kering tiap hari. abadi itu hanya dibagian fisiknya. Namun tidak dalam secara biologisnya Rey..”Ujarnya kepada mereka membuat Rey kembali diam.” Dan kalian tau yang abadi disini apa?” Tanyanya membuat semua orang Disana diam.”Yang abadi itu adalah fisiknya, sedangkan harapannya sudah hilang digantikan dengan harapan manusia supaya ia tetap kokoh dan tetap cantik terata rapi menghiasi rumah mereka.”
“Sama halnya dengan kita Rey. Kamu bisa berharap jika sesuatu bisa menjadi abadi. Baik itu saya, cinta dan juga umur kamu..”Jawabnya sendu.”Namun ketika kamu menentang takdir kematian sesuatu. Perpisahan sesuatu sama dengan halnya bunga ini tadi. maka sama saja dengan kamu merubah jalan ceritanya kamu bisa bahagia dengan apa yang kamu miliki dan kamu harapkan. Namun sayangnya ketika itu bertentangan dengan takdir... maka yang paling sakit adalah sesuatu yang kamu tahan dan kamu perjuanhkan...!! ternyata itu hanya kesia siaan belaka...”””