Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
pilihan


__ADS_3

Kadang kita terlalu dilemah akan ekmauan atau kenaytaa.. Rindu azzahra...


.


.


Dan itu kembali membuat Gio tertegun..”LANCANG KAU…!!!” Teriaknya kuat membuat Rindu menarikkan satu alisnya menatap jari telunjuk panji menunjuk hidungnya


”Saya hanya diiiisuruh membersihkan gudang itu bukan lancing..! lantas jangan salahkan saya yang pintar.. !” Ujar Rindu sinis. bukan.. Bukannya dia sombong yang saja ia ingin mengatakan jika dirinnya tidak 100% salah.. Sebab dirinya mampu menyambung banyak hal kenyataan yang ada dirumah ini.


Gio menatap Rindu tajam dibuatnya karena merasa jika Rindu menantangnya.. tapi bagaimana bisa Rindu tau hal itu dengan mudah sedangkan ia sudah menutupnya rapat rapat selama ini? Rindu hanya berapa hari bisa tau? Bahkan anak anaknya dan tidak tau apa itu... bagaimana bisa..?


“ Jadi keluarga itu yang ngerebut mama dari kita pa?” Ujar Nio kepada ayahnya itu dengan nanar." Jadi keluarga laknat itu? kenapa papa enggak pernah cerita sama kita si pak? kenapa? " Tanyanya Nih nanar kepada ayahnya...


Gio disana menghela nafas melihat Nio yang Nampak sangat bersedih.. dunia kelam Gio seakan berputar dimana ia mencintai Grace si istri pertamanya, mengubah pola pikir jika seorang wanita itu sampah sebagaimana yang diajarkan oleh sayahnya … tapi kenyatannya? Tidak..!! tidak sebaik yang ia pikirkan, Wanita itu semua sama saja... sama sama sampan dimatanya.


Rindu disana tersenyum dibuatnya lalu Nio menatap Rindu dan menatapnya tajam..” Kamu..!” Gumamnya membuat Rindu menatapnya sayu..” Cepat beritahu apa rahasia keluarga itu kepada kita supaya kita bisa membalas semua yang mereka buat dengan keluarga kita..!” Ujarnya disana dengan tajamnya. Ia benci sosok ibunya sendirii yang memninggalkanya hanya karena tidak mau membantu ayahnya bangkit dikalah mau bangkrut dulu..


Ya.. Grace meningalkan Gionio dikalah ia hamper jatuh, dan memilih keluarga Hollmas dimana sosok yang mencintainya dulu.. itu membuat Nio kembali bangkit dan marah besar. Ia berjanji dan bersumpah akan menghabisi keluarga Holmastt..


Rinud mengeleng.”Itu bukan urusan keluarga ‘Kita’ Tapi urusan keluarga ’Kalian’.. Jangan dicampur baurkan..”Ujar Rindu mengelak dengan mereka disana.”Dan lagi saya tidak akan membocorkan apapun kepada kalian tentang keluarga itu.. mereka terlalu baik untuk aku hianati..”! Jawabnya disana datar dan juga santay..


Plak…


Satu tamparan dipipi Rindu dari Gio membuat Rindu tertegun merasakan pipinya. Terkejut juga membuat nyawanya bagaikan melayang… lalu kepalanya ditarik oleh kakeknya Gio yang berjarak satu meja didepanya itu membuat ia diam merasakannya.. bisa ia pastikan rambutnya akan sangat banyak rontok karena kan rambutnya sudah rontok.. “JANGAN MEMBANGKANG..! BERI SEKARANG ATAU SAYA AKAN BUNUH KAMU..!!!”Teriak Gio disana kuat.


Rindu menggeleng lemah, ia tak membalas dan juga membanta, hanya menahan tangan kakeknya lalu menjawabn.” Sakit.. tolong jangan begini..!"| Ujar Rindu disana jujur . ia bisa mematahkan tangan itu hanya saja ia tak mau..


Nio disana melihat anaknya itu terkejut lalu bangkit.. Gio disana menghentakkan kepala Rindu lalu menatap manik mata Rindu. Mata Rindu disana tajam dibuatnya.. “Saya katakana berikan kode brangkas infotrmasinya.. atau kamu akan saya bunuh..!!!|” Bisiknya disana penuh penekanan.


Rindu memberikan mata sabitnya pertanda jika ia tersenyum.. “ Tidak akan… matipun saya tidak akan memberikannya.. Seharusnya anda sadar, dan bisa mengikhlaskan Grace… kau sudah tua., mari bretaubat,. Saya tidak mau kamu disiksa.. saya mau kamu tidak begini..|" Ujar Rindu disana mengajarknya.


Plak.. Kepala Rindu ditempeleng membuat Rindu terkejut dan menatap nanar keayahnya..” Tau apa kamu tentang taubat..!! jangan asal bicara kepada saya karena saya lebih tau tentang kehidupan..!” ujarnya disana kepada Rindu tak mau dinasehati olehnya.

__ADS_1


Lalu Rindu diam merasakan sakit dikepalanya berkurang.. namun tangannya ditarik oleh Nio dan menuju computer yang berisikan informatika dan beberapa prangkat hacker membuat Rindu diam. Rindu bukan orang yang terlalu pandai dalam mengakses hacker atau apapun.. “Cepat masukan pinnya atau kamu akan saya bunuh..!” Ujarnya sembari menodongkan pistol dikepala Rindu..


rindu diam melirik ayahnya.. diotaknya tepat ada pelatuk yang siap diterjang keotaknya.. jujur tak ada rasa takut didadanya. Mati? Haha.. membicarakan hal yang lucu kepada Rindu, sebab mati sudah didepan mata bagi Rindu.. bahkan setiap harinya ia dihantui oleh kematian.. Rindu mengambil minuman disana lalu meminumnya.”Tembak saja.. “Ujarnya.


Plak..


Rindu diam dikalah kepalanya dipukul ayahnya sendiri lalu mengapit mulut Rindu membuat mata Rindu menatap mata ayahnya dekat.” Pembangkang..”! bisik ayah Rindu tajam.”Mangkanya saya tidak mau kamu besar.. kamu menjadi pembangkang, dasar sampah..!!! jika bukan anak saya saya tidak akan membawa kamu kesini..!!”Ujarnya lalu menghempaskan wajah Rindu.


Rindu disana terkekeh..


Brak… arghh.. pipi Rindu terasa tercabik dikalah cadarnya ditarik paksa.. kain itu bergesekan dengan pipinya membuat ia mengerang.. itu ulah Nio.. Rindu tak juga membalas karena tak mau durhaka kepada ayahnya.. Nampak wajah Rindu yang pucat.. pipi yang memerah dan sudut bibir yang berdarah membuat Nio disana tertegun..


Anaknya sangat mirip dengan dirinya, memiliki lesung pipi dan juga hitam manis.. sedangkan bentuk bibir dan mata itu mirip istrinya membuat ia diam. Gio mendekati Rindu lalu menekan kepala Rindu supaya mendongak mentapnya.” Masih mau membangkang?!!! Bahkan membunuhmu sangat mudah bagi kami..!!cepat katakan..!” Teriaknya.” Sampah..!! tidak berguna..!!” Ujarnya.


Rindu terkekeh disana menampilkan gigi gingsul nan putihnya membuat Nio kembali tertegun.. anaknya sangat cantik dan manis.. “Saya tidak meminta kepada Tuhan untuk dilahirkan dikeluarga ini..!” Bisik Rindu penuh penekanan kepada kedua orang disana.” Dan saya juga tidak meminta untuk dibawa kembali dirumah ini.. dan jikapun saya sampah, sampah ini tetaplah lahir dari keluarga ini.. “Ujar Rindu disana dengan tajamnya.


Plak.. Kepala Rindu ditepak oleh ayahnya lagi…” Saya juga tidak mau memiliki anak perempuan..! jadi cepat beri tahu kami atau kamu kami bunuh.. jangan banyak bicara Rindu..!” teriak Nio disana menggema karena tak kuat melihat Rindu yang Nampak pasrah., namun tak bisa ia pungkiri dimata Rindu penuh dengan kepiluhan..


“HAHAHA..” Rindu tergelak disana membuat mereka terdiam melihat Rindu.. Nampak cairan bening keluar dari sudut mata Rindu.”Saya tidak akan memberikan apapun..!!!”Teriaknya kuat disana” Dan saya juga tidak mau dilahirkan dengan kalian, saya bukan sampah..!! saya bukan sampah..!! karena saya memang dilahirkan oleh kalian keluarga sampah..! tapi kalian harus ingat jika saya didik oleh keluarga yang bahagia, keluarga yang baik dan yang pasti keluarga yang mahal..!!!| " Teriak Rindu disana tak mau dihina keluarganya.


Plak.. plak.. plak.. tiga tamparan diwajah Rindu namun Rindu tetap diam karena tak mau membalas pukulan ayah ataupun kakeknya.. Nio mengerang disana seolah memukul Rindu.. bag,., bugh.. Rindu bahkan terkapar dilantai dikalah berapa kali ia menampar dan memukul anaknya sendiri karena amarah yang kuar biasa dikalah rindu malah memaki keluarga nya namun memuja keluarga abbinya. Ia membenci hal itu..


“Sekali lagi kamu memuji keluarga itu, saya jahit bibur kamu..!!” Ujarnya disana tajam kepada Rindu.. Lalu duduk..


Gio menatap Rindu diam disana karena tak tau ia tak tega ingin membunuh Rindu.. “Saya masih membutuhkan kamu.. saya menyukai wajah kamu dan cara kamu.. jadi mulai besok kamu akan bekerja diperusahaan.. tapi lepas baju kamu yang begitu..”Ujarnya.


Rindu diam mendengarnya.. rapi setelahya ia merasakan ada baju yang mengenai tubuhnya membuat ia mendongak..”Itu baju yang harus kamu kenakan..!!! dan jangan membantah..! saya membenci baju kamu, watak kamu dan semua dari kamu.. saya membencinya,.,!” Ujarnya Gio memberikan baju itu dengan cara melemparnya. Ia sudah menyiapkanya sedari tadi. Ia kagum akan Rindu yang tak bisa digoyakan.


Rindu menatap baju itu tanpa mau menyentuhkan.. baju dres mini?


“Kalian bercanda..!” Ujarnya membuat Gio menatap Rindu.. namun ia bisa melihat Rindu yang bangkit lalu mengambil cadarnya lagi.”Saya tidak akan mengenakan hal laknat itu sampai matipun saya tidak akan mengenakannnya..!” Ujar Rindu dengan lunglai.. pipinya sakit. Hatinya sakit, jiwanya sakit. Semuanya sakit.. Hanya tunggu fisikisnya saja


“ Masih tetap tidak mau? Padahal kami sudah memberikan kamu pilihan..?!!” Tanya nio disana dengan tanyanya yang geram kepada Rindu yang tak mau juga..” Mau kamu apa ha?!!”Tanyanya menggertak disana.

__ADS_1


Rinudu menggeleng.”Saya tidak mau apa-apa sama kalian, saya hanya mau kalian bebaskan saya dari rumah yang bagaikan penjara ini..!”Ujar Rindu menatap ayahnya..” Saya tidak meminta kalian menjadikan saya putri kalian lagi.. saya tidak masalah kamu buang dijalanan, biarkan saya kembali kepada keluarga saya dan hidup bahagia.. saya tidak mau disini dan saya akan terima jika kalian tidka mau mengangap saya keluarga kalian.. saya tidak butuh apapun kepada kalian sungguh. Tapi tolong kembalikan aku kepada keluarga lamaku.. “Ujar Rindu lemah disana.. ia tak tau harus apa.. baru kali ini ia ada dititik terendahnya, dimana tak bisa membangkang karena mereka orang tua kandungnya. Dimana ia tak bisa memberontak karena takut dosa.


Nio bisa melihat mata piluh anaknya membuat ia tak tega. Entah datang dari mana rasa itu namun nada itu mampu menyayat hatinya. Apakah karena ikatan mereka? Tapi disisi lain ia membenci Rindu yang masih membandingkanya dengan keluarganya yang lama. Ia benci dibanding bandingkan. Ia mau Rindu ada dihidupnya bukan dihidup orang lainkah? Ehhh…?


“ Jangan sebut kelyarga itu didepan saya..!” Bisik ayah Rindu kepada anaknya itu lalu menggenggam erat tangan anaknya membuat Rindu meringis sakit..


Brak.. ia mendorong Rindu lalu berkata. ”Tingal pilih.. pakai baju itu… atau kasih kami pin keluarga Habib..!! jika tidak kamu akan tau akibatnya..!” Ujar ayah Rindu tetap mengekehnya dirinya supaya tidak terjerat dengan mata sayu milik Rindu. Mata yang mampu membuat ia lupa jika ia membenci wanita.


Rindu meringis dikalah itu.. artgh,. ginjalnya sakit membuat ia tak tahan..” Sakit hiks hiks..” Itu sangat sakit bagi Rindu membuat ia tak tahan disana.. ia memukul lantai kuat dikalah itu karena sangat perih.. Guo menatap Rindu bingung dibuatnya. Jika jatuh tikar mungkin sesakit itukan?


Ayah nya Rindu diam melihat anaknya..”Jangan berekting.. saya benci air mata buaya kamu..”!Ujarnya lalu menarik tangan Rindu.. Rindu memberontak namun apalah daya tenaganya dikalah ginjalnya yang kena.. Rindu diam disana lalu menahan tangan ayahnya..”Tolong jangan.. saya sedang sakit.. tolong..:,"Ujar Rindu piluh.. ia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika ia tak akan membangkang lagi kepada orang tuanya dikalah ia bertaubat.. dan bukankah mereka orang tuanya? Ia kalah dengan kenyataan.


Nio disana merasa hatinya pilu namun ia tetap membangkang pada hatinya membuat ia tak mendengar ucapan Rindu yang sangat menyayat itu.. ia menuju suatu ruangan diruang kerja itu. Disana ada ruangan lagi yang terbuat dari ruangan besi mereka.. Rindu disana diam meringis dibuatnya memegang perut bawah bagian kakanan bawahhnya sakit..


Bra.. tubuhnya terpental dan berguling kewah yang ternyata disana adalah tangga membuat kepala Rindu membentur tangga itu sampai kebawah.. arghh.. Rindu mengerang dikalah itu karena rasa sakitnya mnenjadi.. kepalanya sudah berdarah karena luka terkena katuk..


Gio menatap Rindu lalu menginjak perut Rindu,.” MASIH MAU MEMBANGKANG?” Tanyanya disana nanar.


Rindu disana mengeleng.”Saya tidak membangkang.. arghh..”Ia mengerang dikalah pijakan itu mengerat.,” Tap tapi saya hanya menjalankan apa yang harus saya jalankan.. saya tidak mau ..”Ujarnya Rindu lemah disana.. ingin bangkit tapi tetap tidak bisa.. pasrah nya rindu beralasan kawan…


Arghh hiks hiks.. Rindu menangis dikalah perut bawahnya ditendang oleh Gio kaena rasa sakitnya menjadi jadi.. Nio disana melihat anaknya itu sediih namun hatinya sudah terlalu gelap untuk mengasihanikan Rindu..


“Allahu’akbar.. Asatagfirulah..”Gumaman gumana itulah yang lagi Rindu ucapkan dikalah peritnya sangat sakit.. dadanya sesak dan lainya.. penyakitnya kambuh membuat ia tak tau mengatakan apa apa lagi..


Gio disana mendekati Nio lalu menatap Rindu yang mengerang kesakitan..” Jangan berdrama Rindu.. kami tidak akan kasihan melihat kamu begitu..”Ujarnya disana membuat Rindu disana diam menahan sesak didadanya dan perutnya.. ia meringkuk bagaikan ulat tadu.. siapapun yang memiliki hati pasti kasihan..


Rindu menatap ayah dan kakeknya itu dengan mata kabutnya.”kalian boleh lakukan ini kepada saya tapi berhenti melakukan ini kepada ibu saya.. Rinjani,, karena dia wanita baik.. saya tidak mau kalian kehilangan saaaa satu satunya wnaita yang baik..dan kalian akan menyesal dikalah kalian kehilangan seseorang yang kalian sayangi kelak..!”Ujar Ridu dengan sendu dan juga meringisnya..


“Kamu tidak tau apa-apa tentang kehidupan Rindu..!! jadi pikirkan saja kehidpan kamiu,.. kami akan kembali dan membebaskan kamu jika kamu beruba pikiran..!!” Ujar Gio disana kepada Rindu lalu meningalkan Rindu yang bertarung nyawa..


Nio menatap anaknya datar nan kasihan membuat mata sayu Rindu menatap ayahnya..


Rindu disana tersenyum piluh dibuatnya lalu memejamkan matanya menahan sakit ditubuhnya.. Nio disana diam lalu berjalan meninggalkan Rindu yang terkekeh melihat kehidupanya begini.. menatap begitu kejam? Apa salahnya jika dilahirkan didunia ini..? Tuhan… beri satu kebahagiaan untuk Rindu.. hanya itu.. hanya satu saja..

__ADS_1


__ADS_2