
Jik temanmu datang hanya ketika ia butuh saja, jangan marah..!
sebab, bukankah itu yabg kau lakukan pada Tuhanmu?
.....
Jujur saja Author hari ini sedih banget pas liat Nabi Muhammad dihina... dan hari ini juga hari dimana kita memperingati maulid Nabi...Author kasih beberapa kisah yang sedikit mendidik dan semoga membuat kita semakin mencintai Rosullullah ya.. Author masih dri beberapa sumber... Maaf bukan up nya Rindu. Tapi semoga ini bisa menyuarakan Ilmu untuk kita supaya kita bisa mencintai Rosulullah...
Author mau sedikit menjadi berguna saaja..
...Plis jangan diskip...! Ini punya makna yang besra dari oada baca novel fiksi tentang cinta dunia saaj loh..!...
.Tapi semoga ada yang baca ya...!..
Selamat menperingati maulid nabi Muhammad SAW semua... Aku kasih satu kisah yang bikin merinding dan juga menyentu hati ya.. Ayo baca..!
Semoga bisa menambah iman kita ya..!
Kisah anak Nasrani yang tertembak diacara maulid Nabi...
Dalam memperingati Maulid Nabi SAW, berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat Banjar, antara lain diadakan pembacaan syair-syair maulid. Syair-syair maulid itu beragam, antara lain ad-Diba’i, al-Barzanji, Asyraf al-Anam, al-Azzab, dan al-Habsyi.
Apabila sampai pada asyraqal, maka syair-syair itu dibaca dalam keadaan berdiri (qiyam), terkenallah ungkapan syair thala’al-badru’alaina, seakan-akan menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW sewaktu beliau tiba di Kota Yastrib yang kemudian dijuluki nama al-Madinah al-Munawarah.
Hal ini digambarkan di dalam film Ar-Risalah (The Message), kendati sosok Nabi tidak diperlihatkan, yang diperlihatkan adalah Sayyiduna Hamzah RA yang diperankan oleh Anthony Quinn.
Sewaktu penulis masih kecil, penulis ikut menghadiri peringatan maulid ini; dikatakan bahwa pada waktu asraqal tersebut Nabi Muhammad SAW datang berkunjung. Masyarakat sepertinya menerima dan meyakini akan hal ini. Benarkah sosok jasmani beliau datang? Wallahu’alam; setidaknya barangkali bagi seseorang yang benar-benar mencintai Rasul, dia merasakan hal itu.
Ada satu peristiwa nyata, seorang anak Nasrani yang tertembak saat peringatan Maulid Nabi! Pada saat itu, di Lebanon Selatan, kebiasaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mereka rayakan secara turun-temurun dan selalu dimeriahkan dengan menembakkan senjata api ke atas untuk menunjukkan kegembiraan.
Ketika itu, seorang anak Nasrani dari keluarga Ghatas yang terkenal terlihat asyik menonton meriahnya peringatan itu. Tanpa disadari, sebuah peluru menyasar menembus kepalanya. Anak itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika itu juga ibunya berteriak histeris.
Maka dengan segera anaknya dilarikan ke RS Ghasan Hamud (RSGH). Tetapi RSGH angkat tangan karena tidak mampu menangani pendarahan yang begitu hebat. Lantas anak itu dirujuk ke RS. Amerika yang memiliki banyak dokter ahli dan spesialis. Tapi begitu melihat kondisi anak itu mereka juga angkat tangan.
Karena panik penuh kecewa, ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru: “Di manakah engkau hai Muhammad yang mengaku sebagai Nabi? Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku, karena merayakan hari kelahiranmu!” Pada saat itu dokter kepala yang memimpin perawatan ke luar ruangan menemui sang ibu dan memintanya, agar melihat anaknya untuk yang terakhir kali.
Ibu Nasrani itu dengan lemas dan dipapah masuk ke ruangan, diikuti dengan keluarnya para dokter. Namun Keajaiban terjadi. Ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, ternyata dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur sambil berteriak: “Tutup semua pintu dan jendelanya ibu! Dia jangan diperbolehkan keluar!” Antara percaya dan tidak si ibu mendekati anaknya untuk memastikan kondisi anaknya.
Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal. Kondisi anaknya begitu sehat dan bugar serta tidak ada bekas luka tembakan sama sekali di kepalanya. Apalagi bercak darah. “Anakku apa yang terjadi..?“
Sang anak menjawab, “Ibu, dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum.“ “Siapa dia sayang? “Muhammad… Muhammad...Ibu..“ Subhanallah..,,, Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh Nabi Agung Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasalam..!
Beberapa menit kemudian berkumpullah semua dokter untuk melihat kenyataan di hadapan mereka. Maka ibu, anak dan semua dokter Nasrani yang menyaksikan keajaiban tersebut saat itu juga mengikrarkan syahadat (masuk Islam): Asyhadu alla illaha ilallah wa asyahadu anna muhammadar abduhu wa rasuluh. Artinya, “Kami bersaksi tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad benar-benar hamba Allah dan Rasul-Nya”
Ini kejadian nyata yang ditakdirkan oleh Allah untuk menunjukkan keagungan junjungan kita Sayyidina Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasalam.
Tiada yang tidak mungkin bagi Allaah...! Shallu ‘Alan Nabi Muhammad wa alihittohirinnn! (dari berbagai sumber antara lain share Forum NU Kalimantan, Kutipan ceramah seorang ulama’ Lebanon).
.
Gimana itu? bijin mewek nggak? nambah kuat nggak niat kita buat keJannahnya Allah?
...Tambahan...
...
kisah Abu Musa al-Asy'ari.
Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah bersabda kepada sahabat, "Anta ma'a man ahbabta" yang artinya kamu akan (dikumpulkan) bersama orang yang engkau cintai.
Betapa beruntungnya mereka yang mencintai Rasulullah SAW, karena dengan sebab cinta itu mereka akan dikumpulkan bersama Nabi yang mulia pada hari kiamat. Tentu kita semua berharap demikian.
Dikisahkan, seorang sahabat bernama Nabi bernama Abu Musa al-Asy'ari adalah salah satu sahabat yang rumahnya terpilih untuk disinggahi dan dijadikan rumah tempat menginap Rasulullah untuk pertama kalinya di Kota Madinah sewaktu hijrah.
Abu Musa menawarkan rumahnya di bagian bawah agar Rasulullah tidak susah payah turun naik tangga, khawatir Rasulullah kelelahan. Abu Musa dan keluarganya memilih tinggal di bagian lotengnya di tingkat dua. Namun, persoalannya kemudian adalah masalah debu yang dikhawatirkan berjatuhan mengenai Rasulullah yang mulia.
Semalaman Abu Musa dan istrinya tidak tidur, sebab khawatir debu-debu yang berada di atas loteng yang mereka mengganggu istirahat Rasulullah. Abu Musa dan keluarganya memilih berjaga dan bergadang semalam suntuk. Mereka berhati-hati saat bergerak, demi menjaga agar Rasulullah tak terganggu.
Hal itu baru diketahui oleh Rasulullah keesokan paginya. "Wahai Abu Musa, mengapa engkau terlihat pucat dan lelah? Apakah engkau sakit?" tanya Rasulullah.
"Tidak wahai Rasulullah! Saya dan istri saya memang belum tidur semalam suntuk, sebab kami khawatir debu-debu di atas kami berada menjatuhi engkau, duhai Rasulullah!"
Mendengar itu Rasulullah tersenyum dan memeluk Abu Musa al-Asy'ari. Masya Allah, betapa bahagianya Abu Musa al-Asyari mendapat pelukan dari kekasih Allah yang mulia. Inilah sebuah kisah indah tentang kecintaan dan ketakziman para sahabat terhadap Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk golongan yang mencintai Nabi SAW sehingga kelak dikumpulkan bersama Beliau di Yaumul Qiyamah.
.....
KISAH CINTA YANG LUAR BIASA DARI SEORANG ANAK KECIL
KEPADA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM.
♡:السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Terjadi satu kisah di zaman Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i.
Ketika sedang berkumpul dengan orang di kota Zabid
(ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam
Sayyidina Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam di kota Madinah.
__ADS_1
Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu.
Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah datang seorang anak kecil sekitar 8 tahun,
wahai syeikh aku hendak ikut ziarah ke makam
Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam.
Tapi permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syeikh,
karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana. Lalu syeikh bertanya kepada anak kecil itu,
kenapa kau sangat ingin ikut.
Lalu anak itu berkata wahai syeikh percayalah
"Aku sangat rindu dengan Rasulullah".
Namun dijawabnya,
''Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.''
Maka berjalanlah rombongan tadi.
Setibanya di kota Madinah tepatnya dimakamnya
Sayyidina Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam,
terkejutlah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i
karena melihat anak kecil itu ada dihadapannya.
''Wahai anak kecil, dari mana kau datang.
Bagaimana kau bisa ikut.''
''Ketika kalian berangkat,
aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah
ke makam Sayyidina Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam.''
''Kata Syeikh aku tidak heran kalau kau masuk peti,
tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana,
''Wahai syeikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum
karena sangat rindu kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam ''.
Anak kecil tadi pun bertanya;
''Wahai syeikh apakah benar tanah ini pernah di pijak
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam ?''
Kata syeikh ''ya'.'
Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan.
Rupanya anak kecil itu telah wafat.
Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah karena orang luar. Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umrah.
Saat pulang,
syeikh teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu.
Ketika syeikh melihat keadaan makam itu, menjadi bingung.
Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergeser masuk kota Madinah mendekati makam
Sayyidina Muhammad Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam.
Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i.
Sampai sekarang makam tersebut masih ada dan
makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.
''Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau,
sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah
ke makam Sayyidina Muhammad Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam,
dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rasulullah...''
Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i pun menangis di dalam rumahnya
__ADS_1
“Aku ini adalah seorang imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam .
Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya.
Hebatnya cinta anak kecil kepada
Habibana Sayyidina Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam.
Allahumma sholli wasallim wabaarik alaih wa ala alaih washohbih.
Lalu bagaimana mana dengan kita Bertambah kah rasa cinta kita, ??
Sudah kah hari ini shlawat untuk nya, ??
Semoga bermanfaat
......
Kisah siswa Prancis..
Sebuah kisah nyata berlatar belakang kejadian penembakan di Charlie Hebdo Prancis, berhasil difilmkan dalam sebuah film pendek berdurasi 4:40 menit.
Kisah tentang Siswa Muslim Perancis yang dipaksa untuk menggambar wajah nabi Muhammad oleh gurunya di Sekolah.
Film berjudul "Dessinez le Prophète / Draw the Prophet" ini berhasil menarik perhatian netizen dunia, dikarenakan alur cerita yang sangat mengharukan.
Respon yang dilakukan oleh Siswa Muslim ini sangat mengharukan siapa saja yang menontonya..
Berikut ini rangkuman cerita yang diterjemahkan dari bahasa Perancis kedalam bahasa Indonesia, dikutip dari bersamaislam.com, Senin (12/10/2015)
Guru meminta murid-murid untuk menggambar Nabi Muhammad SAW yang akan dijadikan cover depan majalah satir tersebut.
Semula pelajar muslim itu mengangkat tangan hendak menyampaikan sesuatu, namun sang guru menolak. "No Question," katanya.
Dia pun tercenung sambil memikirkan bagaimana dia menyelesaikan tugas tersebut. Tidak tahu memulai dari mana, akhirnya dia putuskan menulis kalimat-kalimat yang sangat menyentuh hati.
Wahai yang tercinta Rasulullah SAW. Hari ini di sekolah, guru meminta kami melukis wajahmu. Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihatmu.
Lalu aku menutup kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisahmu. Aku melihat ayah shalat sepanjang malam.
Aku melihat kakak tersenyum meski dia baru mendapat penghinaan di jalan. Aku melihat sahabatku meminta maaf meski aku yang bersalah.
Aku ingin melukiskan semua gambaran ini. Di sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup kedua mataku.
Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna?
Guru tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan. Aku tidak menyalahkannya. Dia mungkin tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya.
Tapi aku, aku mencintaimu meski tak pernah melihatmu. Aku tak begitu pintar melukis tapi aku ingin menulis.
Aku ingin menulis kepadamu Ya Rasulullah. Jika saja kau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja, mungkin dia akan mengerti.
Pelajar itu melukis huruf Muhammad dalam bahasa arab di balik kertas. Sang guru tak bisa berkata-kata lagi saat membacanya di sebuah kursi.
.....
Penting...
Satu bahasan yang sangat penting bagi setiap muslim karena mencintai Rasulillahi Shallallahu ‘alahi wa sallam bukan masalah sampingan, bukan masalah sekunder, tetapi dia masalah yang inti yang merupakan bagian dari keimanan setiap muslim. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda dalam satu hadits:
“Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kita melihat kecintaan pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan setiap muslim. Dia adalah bagian inti dari keimanan dan itu pula yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada setiap sahabat dan kepada semua umat Islam dan para sahabat mengaplikasikan hadits ini dengan baik sekali mereka mencintai Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ada suatu riwayat yang disebutkan dari Tsauban suatu ketika Tsauban tidak bertemu dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau merasakan rasa kesepian yang luar biasa hanya sehari tidak bertemu dengan rasulillah. Ketika Rasulullah datang Tsauban langsung mengatakan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “aku merasa kesepian ya Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Bayangkan seorang pelayan merasa kesepian karena berpisah dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam kondisi itu Tsauban menangis dan Rasulullah bertanya kepada Tsauban, “apa yang membuat engkau menangis?” Tsauban menjawab dengan jujur tentang isi hatinya bahwa dia ingat tentang perpisahan dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nanti ketika Rasulullah meninggal dunia dan dia sendiri meninggal dunia maka akan berpisah, Rasulullah berada di surga yang tinggi didalam Jannah Al Firdaus Al ‘Ala sementara Tsauban berada ditempat yang lain beliau teringat dengan kondisi tersebut dan itu yang membuat Tsauban akhirnya menangis.Tetapi Rasulullah mengatakan kepada Tsauban, “setiap orang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.”
Ada seorang ulama mengatakan bahwa perasaan Tsauban menunjukan kedekatan dengan Rasulullah yang luar biasa. Mengapa demikian? Karena Tsauban meskipun nantinya akan masuk kepada Surganya Allah SWT, meskipun banyak kenikmatan yang di berikan Allah SWT, mendapatkan karunia di Surga tetapi kedekatan dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang membuat beliau tidak bisa merasakan kenikmatan itu dengan baik dan ini yang dirasakan oleh Tsauban RA.
Ini kecintaan sahabat kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini pula yang seharusny menjadi kecintaan setiap muslim keoada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kita cinta kepada beliau, karena beliau telah berkorban, berjuang, beliau telah mengorbankan semua kehidupan beliau untuk kebahagiaan dan keselamatan umat Islam. Bagaimana caranya kita menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Kecintaan kepada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam minimal bisa dilakukan dengan lima hal:
Yang pertama adalah bagaimana kita senantiasa berusaha menjauhi dosa dan maksiat kepada Allah SWT. Menjauhi dosa dan maksiat adalah jalan kita untuk lebih dekat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pasalnya Rasulullah adalah orang yang paling jauh dari dosa dan maksiat, Rasulullah tidak suka kepada dosa dan maksiat, karena itu kalau kita ingin dekat dengan Rasulullah, bisa dekat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka caranya kita harus menjauhi dosa dan maksiat. Seringkali yang membuat kita mempunyai jarak dengan Rasulullah adalah dosa yang kita lakukan. Seringkali cinta itu tidak tumbuh dalam hati kita karena dosa yang kita lakukan.
Kemudian yang kedua, apabila kita ingin mencintai Rasulullah kita dapat melakukan dengan cara banyak membaca shalawat kepada Nabi kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena membaca Shalawat akan menanamkan benih-benik kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita akan selalu terkenang, teringat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Allah yang akan menjaga kecintaan tersebut, bagaimana tidak? Karena Rasulullah mengatakan, “siapa yang bershalawat, satu kali dia bershalawat kepadaku, Allah yang akan membalasnya dengan 10 shalawat.” Bayangkan balasan langsung datang dari Allah SWT.
Yang ketiga, kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita harus membaca surah Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena tidak mungkin kita mencintai orang yang tidak kita kenal, kita harus kenal kepada Rasulullah kita harus tahu siapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita harus mengetahui perjuangan, dakwahnya, usahanya sampai beliau meninggal dunia dari situ akan tumbuh kecintaan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan yang ke empat kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan cara menghidupkan Sunnah-sunnah beliau, bagaimana kita mengamalkan Sunnah beliau dalam kehidupan kita. Tidak hanya ketika kita shalat mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak hanya ketika puasa, tidak hanya ketika melakukan ibadah mahdhah, bahkan ketika kita menjalani kehidupan dalam rumah tangga, dalam aktivitas, dalam makan dan minum kita, dalam tidur kita, dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita selalu berusaha selalu mengikuti Sunnah kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan yang terakhir kita harus senantiasa duduk dan berkumpul dengan orang-orang yang mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah dijaga oleh Allah SWT, dipelihara oleh Allah SWT, dirawat oleh Allah SWT, kalau kita cinta kepada Rasulullah, kita berharap mudah-mudahan kita dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Jannah-Nya. Sebab seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.
Dan kita tidak akan masuk syurga jika velum bisa.mencibtai Rasullnya.....
....
Terimakasih yang msih tetap.membaca meakipun bukan cerita Rindu... Semoga kita bisa ambil hikmanya ya semua.. Dan semoga bisa menambah rasa kecintaan kita kepada Nabi Nuhammad Sallahu'alaihi wassallam... Amiin.. Allahhuma Amiin....
__ADS_1