Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
bertemu kembali


__ADS_3

Rindu yang baru saja membersihkan diri itu menatap kedepan pintu, sebenarnya ia sudah merasa tak enak disini, entahlah,, sebenarnya ia merasa seperti ada yang mengintip dan sebagainya. Mungkin ia terbawa dengan suasana kuno yang ada ruangan ini bukan?


Takut? Rindu tidak takut, hanya saja ia tak takabur. Ia percaya atau tak percaya dengan hal semaam hantu. Sebab diajaran islam tidak ada yang namanya hantu, hanya saja Setan bisa menjelma menjadi hantu untuk menakut-nakuti umat manusia. Hanya itu saja yang Rindu ketahui.


Apakah Hantu ada yang bisa membunuh manusia? Maka jawabanya tidak tau.. karena Rindu bukan dukun, termasuk author hahaha... tapi alangkah baiknya jika kita selalu berserah kepada Allah Subhanahuata’alah? Berlindung kepada Allah maka Allah akan melundungi kita..


Kalian pikir gue mau bahs Hantu? hahah boro boro bahs hantu, Lihat aka kagak pernah alhamdulillah.. Jangan sampek Yaallah... Author penakut soalnya... wkwk


Karena rasa tak enak menyerang dirinya. Ia memilih keluar saja untuk menanyakan kepada Habib dan Filos, adakah mereka yang memesan makanan? Sebab ia mau makan dan minum, ia lapar. Apalagi ia lelah sekali sekarang. Rindu typekal orang yang tak bisa tidur jika sedang lapar ataupun haus. Namun saat didepan ia menemukan Habib dan Filos yang sedang berpelukan membuat ia membulatkan matanya. Jujur saja, jika perempuan sama perempuan yang saling berpelukan, maka kesannya akan biasa saja bukan? Tapi jika laki—laki berpelukan dnegan laki-laki, maka akan ada kesan yang ganjal sekali.. sebab didunia ini kaum laki-laki mencintai sesama kamnya lebih marak dari ada kaum perempuan.


Bahkan banyak sekali pria gey.. Jika tidak percaya lihat saja diTokTik... Disana tanpa tahu malunya orang orang mengumbar hibungan terlarang semacam itu... Miris sekali dunia sekarang memang


.


Melihat semua itu membuat rindu menghela nafas dan kembali tidur dikamarnya saja. Sebab ia tak mau berprasangka buruk dan juga mau menghindari kebersamaan dan berumpul dengan orang yang bukan makhromnya. Ia mau hidup dengna tenang. Jikapun ada hantu ia berkata.” Saya tidak menggangu kalian, maka jangan ganggu saya. Saya mau numpang istrahat’ ujarnya dalam hati.


Katanya kata-kata itu salah stau kata-kata jika kita syirik? Tapi menurut Rindu kata syirik adalah menduakan Tuhan atau memercayai sesuatu kecuali Tuhan. Tapi menurutnya ini lebih baik dari pada Rindu nanti akan menerima efeknya.


A’uzubillahiminassyaitonnirojim.. Bismillahhirohmanirrohim.. ( ku berlindung kepada lah dari setan yang terutuk) ya... jangan bahas yang horor ya. Sebab ini novel hijtah sang Gadis pemberontak bukan novel horor wkwkwk..


Rindu memilih tidur dengan mengulang hafalannya saja sebab orang yang datang bulan dilarang untuk membaca Al-Qur’an.. ada banyak yang bertanya. Loh kenapa dilarang? Loh kenapa tidak dibolehkan? Maka jawabannya adalah... “Al-Qur’an adalah kitab suci, ketika kita yang sedang datang bulan itu kita sedang dalam keadaan kotor dan bernajis. Nah. Apakah pantas dikalah kita yang kotor menyentuh kitab yang suci?”


“Rindu.. ayo makan dulu makanannya sudah siap..” Ujar Habib dari balik pintu membuat Rindu didalam sana yang baru saja memejamkan matanya sekarang langsung sadar kembali.. ia menatap pintu didepan dan mulai bangkit, sebab kamar ia memang ia kunci. Supaya menjaga dirinya saja... takut nanti Habib atau Filos khilafkan?


“Tunggu sebentar...” Ujar Rindu setengah kencang karena takut Habib tak mendengarkanya. Ia kembali memasangkan cadarnya dan merapihkan hijabnya.. ia juga merapikan gamisnya yang sedikit kusut akibat dari ia tidur itu. Lagpula tadi ia tak ganti baju karena disini tak ada baju. Habib tidak seromantis novel lain yang menyiapkan baju untuk wanitanya wey..


“Saya tuggu didepan ya..” Ujar Hbaib dengan berteriak lalu meninggalkan kamarnya Rindu. sedangkan Rindu menganguk lalu keluar. Indahnya mengenakan cada. Tak meski make up pan, memakai bedak dan listips, tak meski pakek scincare. Cukup begini saja. Apa adanya.. tak perlu modal beli barang brandid mahal sekaklipun... semuanya serbah sederhana dan itu akan dapat pahala..

__ADS_1


Iya.. pahala, dari pada orang lain yang beli baju harga ratusan juta sexy dan mengoda iman para lelaki. belum lagi scincarenya da sebagainya. Susah susah cari uang tapi malah menapatkan dosa, iya dosa. Satu dosa karena menghamburkan uang, dua dosa karena tak mengenalkan hijab dan yang ketika dosa karena tau jika hijab wajib tapi tak dikenakan...


Didepan ruang tamu sudah disiapkan tiga tepat makan, disana lengkap sayurnya, ada ikan dan ayam, hanya saja Rindu tidak makan semuanya karena sudah malam, ia harus menjaga pola makannya semenjak sakit..” Ayoo dimakan Rindu...!!” Ujar Habib dengan lembutnya membuat Rindu mengangguk.


Filos mencibir...” Dengan Rindu lembut.. dengan orang lain jadi Harimau. Dasar bucin.” Ujranya berbisik dengan bibir yang dimonyong-monyongkan. Tanpa ia sadari jika Harimau yang ia sebutkan itu mendengarkan semua ucapannya tadi.


Rindu hanya terkekeh dan mulai makan. “Saya sedang diet. Ini untuk Tuan dan kakak saja ya.. “Ujarnya memberian ayam pada Habib dan Ikan kepada Filos. Ia meletakkannya didepan nampan yang ada piring kosongnya.


Habib dan Filoe manatap Rindu. sebab jika ayam dan ikanya diberi dengan orang lain Rindu makan apa? Lalu ia meletakkan lagi telur diatas piring membuat nasinya Rindu itu kong, hanya tersisah Cah kangkung dan juga orek ikan teri yang ada kacangnya itu.. ada lagi disana rendang yang rendangnya sudah kering membuat mereka mengernyit.” jadi kamu gimana Rin?” tanya Habib.


Rindu menggeleng.” Ini cukup pak.. ini bahkan sebenarnya tidak boleh makan rendang, tapi saya kangen makan rendang hehe.. siapa taukan hari besok saya tidak bisa lagi makan rendang..”ujarnya dengan cengenegsan.


“Emangnya besok kamu mau kemana sampek enggak bisa makan rendang lagi Rin? Jika kamu mau, rumah makan rendangnya bahkan saya belin buat kamu. Asal kamu bahagia..”Ujarnya dengan sobong lagi membuat Filos mencenik disela-sela makannya.


Rindu tersenyum dibalik cadarnya.” Saya mungkin akan pergi jauh pak.. jauh banget sapek nggak ada lagi rendangnya disana. ‘Ujarnya setelah itu ia memim mineral yang ada manis-manisnya itu dengan nikmat.


Filos menganguk.” Tapi Rin ngak apa-apa. Kalo gini terus kakak kan kenyang.. hehe menang banyak dong, dapet ikan dua ayam dua telur dua hehe..”Ujarnya dengan gembira.” Nanti kalo kamu ngak mau yang kek gini kasih dengan saya saja ya. Saya nampung loh.” Ujarnya membuat Rindu tergelak sedangkan Habib hanya mendengus.


Bagaimana bisa Filos menjadi dekat dengan Rindu seperrti ini? apalagi Filos yang dingin sekarang sangat hangat pada Rindu. ada yang bertanya kenapa ia hangat pada Rindu? sebab dia dan Rindu adalah fathner debat agama yang ujung-ujungnya aan dimenangkan oleh Rindu. sebab Filos penguna pelajaran menggunakan logika.


Sedangkan ajaran agama islan tidak biaa hanya menggunakan logika. Wajar saja sii.. Filos dan Habib orang yang baru hijrah. Jadi mudah sekali mengklim orang sesat, syi’a, bid’a dan juga kafir.. mereka hanya belajar tanpa guru, melainkan belajar menggunakan logika saja. Padahal belajar tanpa guru itu adalah smaa saja debgan belajar sama syeiton... Jadi bagi yang masih belajar lebih baik cari guru ya.. jangan mengklim sesuatu dengan mudah, sebab tanpa kita sadari nanti kita sendiri yang sesat dan bid’ah/ mau?


Durhh..durgh.. durhggh...


Suara pintu diketuk seperti itu membuat Rindu dan semuanya menatap kedepan dan bingung... sebab suaranya sangat kencang bagaian pengerbekan saja. Lalu Rindu dan Habib saling tatap membuat mereka bingung.” Karyawan bapak? Kok enggak sopan?” Tanyanya. sebab perjanjiannya nanti kariawan Habib yang menghantarkan berkas.


Habib menggeleng.” Katanya dirumahnya hujan lebat, mana bisa keluar Rindu itu bukan karyawan saya. Mungkin petugas sini ya.” tadi ia sudah menghubungi orang kepercayaannya ntuk menghantarkan berkas, tapi katanya ia tak bisa karena cuaca. Mungkin besok dan jalanan sudah kering.

__ADS_1


Brak... pintu itu digebrak dengn kerasnya membuat Rindu dan lainya menatap kedepan, disana pintu dibuka dnegan keras mengunakan kunci cadangan membuat mereka yang sedang makan refleks menatap kedepan... disana ada beberapa satpol PP Dan juga oolisi membuat Rindu bingung. ini penggerbekan?


Jantng Habib dan Filos mau coot. untung makananya tidak terbuang dan terhambur kemana-mana. Ingin sekali rasanya Habib menabok bokong polisi lucnat ini.. bagaimana bisa ia datang tanpa akhlak sperti ini? “Angkat tangan kalian...!!! Sedang apa kalian ha?!!!” Ujar dari polisi masuk tanpa salam. ia mendekati mereka bertiga.


Habib meletakkan makananya diatas meja “Bapak tidka lihat kami sedang makan? Emangnya bapak lihat kamis edang apa ha? Tidur? merangkak atau renang?” Tanyanya sinis. Sudah taukan orang lagi makan tapi masih ditanya buat emosi saja.


Polisi lain mengerbek ruangan itu “Iya.. maaf.. kami sedang bertugas untuk memeriksa hotel disekitar sini pak.. Bu.. karenanya kami datang seperti ini.. jadi bisa bapak-bapak jelaskan kenapa bapak dan ibu disini? Sebab disini adalah tempat ilegal pak bu.. dan disini sering terjadi tindak asusila dan juga tempat haram untuk para remaja yang akan melakukan tindakan perzinahan..” Ujarnya dengan sopan pada Habib.


Habib menatap Rindu tajam. Sedangkan Rindu, mana ia tau jika disini tempat zina.” kami dari jakarta pak melakukan perjalanan menuju cabang kami disini, tapi didepan tadi jalanya buntuh akibat pohon yang tumabang, mangkanya kami menginap disini. Kami tidak berbuat asusila kok.. ataupun bertindak zina. Kami disini hanya rekan kerja. Jika bapak tidak percaya bapak bisa periksa semuanya dan juga kamar kami sebab kamar kami terpisah.” Ujar Rindu dengan tegasnya.


Polisi menganguk membuat yang lain memeriksa semua ruangan dan juga tas punya Rindu dan lainnya. Sedangkan Habib sudah tak berselera makan, beda dengan Rindu dan Filos yang masih tetap makan meksipun disergap sekalipun sebab orang yang takut itu adalah orang yang sedang ketahuan bukan?


Berselang beberapa menit setelahnya mereka tidak menemukan apapun dikamar itu membuat mereka mendekati Rindu dan lannya dnegan wajah tegasnya.” Kami mohon maaf mengganggu kenyamanan kalian, sebab jika tidak begini nanti banyak yang kabur dari tangung jawab. Sekalu lagi maaf ya pak.. Bu.. kami permisi..” Ujarnya dengan sopan.


Rindu menganguk diikuti dengan lainnya.” Baik pak.. terimakasih juga karena sudah membuat mood makan saya hancur.” Ujar Habib sinis dibuatnya dan Rindu menghela nafas tinggal makan saja susah sekali. Tapikan kepribadian orang beda-beda ya..


“Bukan pak.. Saya bukan PSK.. kami hanya menginap saja disini..!!” Suara dari luar membuat Rindu langsung menengok kedepan... ia kenal suara itu. Ia sangat kenal bahkan membuat ia bangkit dari duduknya dan pergi.


“Rindu mau kemana?” Teriak Filos dan Habib hampir serentak bagaikan paduan suara namun dihiraukan oleh Rndu. Rindu bahkan menjulak para satpol PP Yang masih disana. Lalu pergi menuju suara itu. Tak sampai disitu Filos dan Habib pun langsung mendekati kearena Rindu pergi dan datangi. Jagan-jangan Rindu kesurupan lagi gumam mereka.


Saat didepanpun Rindu melihat rombongan itu digeret paksa oleh para polisi dan satpol pp membuat ia tertegun... baju sama yang tadi ia lihat. Mereka berdua digeret dneganpaksa hanya mengenakan baju dalam saja. Jangan lupakan satu lagi temannya itu masih lengkap hanya saja ia tetepa digeret... “Pak kami tidak bersalah.. Hik hiks..” Ujarya dengan menangis lagi.


Rindu mendadak gelisah lalu mengikuti para satol PP Itu, dimana mereka membawa mereka. Disetiap jalan, ia melihat bayak sekali orang yang keluar menatap mereka, belum lagi jika keluar lagi, maka banyak juga satpol PP yang basah kutup menarik paksa para perempuan dan pria dari pondok-pondok yang ada disekitar. Dipondok-pondok itu sewanya lebuh murah emang, dan itu membuat Rindu tertegun. Sebab banyaknya orang digeret secara tak manusiawi itu. Ada pria yang hanya mengenakan kolor saja. Ada perempuan yang hanya mengenakan barenda dan sebagainya. sampai pada yang hanya mengenakan selimut. Rindu tak menghitungnya, hanya saja Rindu tetap terkejut. Bahkn ada yang tanpa busana.


Ternyata mereka digeret dikantor sana. Tepatnya kantor kosong dan juga kumpulan para perempuan dan pria yang bertindak asusila, ada juga yang para pria yang mabuk. sebab disini bukan dikota ya.. yang mabok biasa saja. Biasanya didesa itu lebih ketat jika masalah alkohol. Mabuk-mabukan dan sebagainya... iya.. disana juga ada beberapa merk anggur sebagai barang bukti. dan yang terahkhir ada juga bubuk-bubk, Rindu yakin itu bubuk haram dan terlarang.


Ia menatap dua orang yang menangis saling berpelukan itu. Satunya lagi menutupi tubuh temannya dan satunya lagi menangis dengan membenamkan kepalanya didalam pelukan temannya. Rindu merasakan jantungnya tersait saat ini..” Diva.. Meme.. kalian ngappain kek gini?”Gumanya memegang dadanya. Matanya menuju keperut yang tertutup dresmininya Diva yang tertutup itu. Apakah itu sudah diaborsi atau belum? atau masih hidupkah anaknya? Rindu takut ika Diva sudah menggugurkan anaknya. sebab perut itu sekarang masih rata..

__ADS_1


Tinggalin jejak ya geys


__ADS_2