Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
H-1


__ADS_3

Hari menjelang sore namun Rindu tetap belum bangun membuat Willy menatap adiknya nanar.. katanya denyut nadi adiknya sangat lemah tapi ia tak berani membawa adiknya kerumah sakit. Karena diklinik disampingnya saja tadi ada orang suruhan ayahnya yang mencari Rindu membuat ia sangat takut. Ia tak tau harus apa selain menatap adiknya semakin memucat.


Willy mengusap wajahnya dengan tangan dingin milik Rindu dan bergumam.”Kan kakak udah bilang jangan bobok Rindu jangan bobok.. sekarangkan kejadian kamu enggak mau bangun hiks hiks.. Rindu kakak enggak mau kamu tidur kayak gini...”Ujarnya disana mengusap air matanya piluh.


Willy disana merasakan dadanya dihimpit dengan batu besar membuat nyawanya terhempas bagaikan tak berharga.. sakit sekali melihat bibi Rindu yang membiru karena radang paru paru dan hatinya yang mulai menyempit karena kangker.” Nnati kalo kamu bangun kakak bakal hukum kamu supaya enggak bnisa tidur lagi.. kakak enggak bakal suruh kamu bangun lagi..”Ujarnya disana menggeleng menatap Rindu disana. Nafasnya naik turun karena menangis membuat siapapun melihatnya tak mampu tak menangis.


Disana ada Birawati yang memegang nampakn berisikan makanan Willy yang sama sekali belum disentuh oleh Willy. Pendeta bahkan tak mmemiliki cara untuk membujuk Wlly sedikitpun. Sampai pada pendeta itu mendekatinya dan berkata.”Kamu harus makan, jika tidak nanti kamu sakit gimana?” Tanyanya karena lelah memaksa.


“Sudahku katakana pak. Jika aku tidak mau makan, aku memang mau sakit supaya aku bisa ngerasain sakit yang adik aku derita saat ini..”Ujarnya disana mengusap matanya yang menjatuhkan air mata itu. Ia tak mau makan tak merasa lapar., hanya merasakan hidupnya bagaikan melayang diawan.


“Nanti jika adik kamu bangun dan melihat kamu sakit bagaimana? Dia bisa marah besar dna tidak mau bicara dengan kamu. Tolong pikirkan adikmu..!”Ujar birawati disana menatap Willy yang sangat kacau. Bahkan wajahnya yang tampan Nampak buruk rupa sekarang ini.


Willy disana mengusap wajahnya dan mengeleng.” Dan jika aku mati tolong beri hati dan semua organ tubuhku kepada Rindu.. saya ingin dia sembuh. Hati saya. Ginjal saya. paru patu saya.. Bahkan umur saya jika perlu. Saya mohon..”Ujarnya pasrah dan juga putus asa membuat siapapun yang mendengarnya piluh.


“ Kamu biacara apa si? Kamu doain kamubl mati begitu? “Tanya birawati itu marah.” Jangan egois. Adikmu orang baik kenapa kakaknya seperti kamu, egois, tidak menepati janji. Kamu harus makan supaya adik kamu tidak memarahimu. Bisa jadi sekarang adik kamu sedang memikirkan kakaknya apakah sudah makan atau belum. Jika kamu sayang adikmu sayangi fisikmu. Supaya nanti kamu mampu menjaganya jika sudah sembuh. Berhenti berfikir kotor semacam itu.. hiks hiks..!” Birawati itu tak tahan membuat ia menangis disana dan memarahi Willy.


Pendetapun mengangguk.” Jikapun kamu sakit bagaimana dengan Rindu yang skait? Kalian harus saling menjaga dan membantu bukan? Sebntar lagi akan larut malam, jika adikmu belum juga bangun kita akan membawanya kerumah sakit untuk diobati.. jika kau lemah malam nanti siapa yang menggendong adikmu? Sekarang biarkan aku yang mencari kan obat herbal saja untuk adikmu.. aku yang akan mencarinya dipasar untukmu..”Ujar pendeta itu mengusap air matanya. Ia tak bisa melihat Willy yang menyedihkan begini. Sedangkan menatap Riindu yang sakit dan membiru saja ia tak tega..


Willy menatap pendeta itu dan mengangguk.. “iya.. aku akan makan, tapi bapak harus janji jika akan membelikan adikku obat.. aku makan, dan berjanjilah adikku akan sembuh. Tolong..”Ujarnya disan membuat pendeta itu mengangguk dan memberikan makanan itu kepada Wiilly.


Willy menerimanya dengan tangan gemetar dan menatap Rindu.”Lihatlah Rindu. Aku makan demi kamu, masa kamu enggak mau bangun si? Bangun ya, kakak udah nepatin janji kakak..” Ujarnya disana mengusap air matanya sembari memasuki nasi kemulutnya. Kalian tau rasanya makan sambil menangis?


Hambar.


Setelah melihat Wiilly memakan makananya pendeta menatap Rindu. Sepertinya pisau yang menancap ditubuh Rindu itu beracun, atau bukan beracun. Tapi itu pisau berkarat atau bisa menyebabkan iritasi.. itu membuat Rindu membiru dna juga taks adarkan diri. Ia harus segera pergi kepasar.. ia harus menemui obat untuk Rindu.


Namun nyatanya dipasar hanya ada setengah dari bahan, setengahnya tidak, jadi ia harus pergi kehutan mencari obat obatnya. Bunga merah dan sebagainya. Ia harus mendapatkanya sebelum malam, jika tidak Rindu bisa bahaya.. tak tau umurnya yang sudah rentan ia harus menemukan obat itu dan harus segera mengobati Rindu. Salah satunya Pohon Yodium atau pohon betadin mungkin sudah tidak terdengar asing di telinga kamu. Pohon yodium sering digunakan sebagai obat alami yang dapat menyembuhkan luka.


Inilah yang namanya rasa kemanusiaan, meski berbeda agama tapi ia tetap membantu sesama manuusia, tidak ada pembedaan diantara kita. Kita sama sama manusia yang harus saling tolong menolong. Bahu membahu. Jika bukan kita lantas siapa lagi yang peduli?


Ditempat lagi ada Rey yang menatap kelangit.. ia sudah mengerahkan semua orang untuk mencari Rindu, urusan dengan Gio dan keluarga belum jelas, ia mengusap air matanya dan menghela nafas. Semuanya sudah siap untuk pernikahan tapi Rindu tidak juga ditemukan. Apakah ia harus membatalkan pernikahan ini dan mencari Rindu? Tapi ia yakin rindu akan menemuinya sekarang.


Sampai pada Fey yang sudah tau akar masalahnya jika Rindu tidak ditemukan itpun mendatangi para dekor dan berkata.” Angkut saja lagi barang-narangnya. Kita tidak jadi menikah, semuanya diluar atas kehendak kami..”Ujarnya disana. Ia harus melakukan hal ini, jika tidak besok aksn ada hal yang lebih memalukan lagi. Ia tak mau Rey malu. Ia menyayangi adiknya.

__ADS_1


“Apa-apaan si kak? Kenapa dibubar?” Tanya Rey yang menguping tadi dan mendekat.”Tidak ada yang batal., tetap dekor dan juga lakukan tugas kalian. Jangan ada yang bubar..!”Ujar Rey membuat tukang dekor disana bingung harus apa? dekor atau bubar?


Fey menatap adiknya tajam dan mengangkat kedua tanganya.”Apa si Rey? Kakak bukanya enggak mau kalian nikah. Tapi Rindunya hilang, kamu harus mmencari dia dulu baru membuat pesta lagi.. ini hanya menjadi suatu kesia sia an buat kalian nanti. Kakak enggak mau kamu malu dengan undangan yang ada.”ujarnya disana.


Rey disana menggeleng disana dan menatap semua orang tajam.”Jikapun Rindu tidak datang besok saya tidak apa-apa, Rey tidak apa-apa. Karena ini adalah janji sakral kami berdua, akan bertemu dipelaminan ditanggal ini.. jangan bubarkan, karena Rey akan mencari Rindu jika ini semua sudah selesia. Janji Rey sudah Rey tepati untuk membuat pelaminan ini.. “Ujarnya disana.”Nanti biar Rindu tau jika Rey selalu menunggunya disini.”Ujarnya disana memegang dadanya sakit. Itu membuat pendekor baik lelaki maupun perempuan sangat kagum akan Rey. Mereka bahkan ada yang menyendu dan menangis karena kasihan. entah siapa itu Rindu tapi mereka yakin Rindu orang yang sangat beruntung.


Raysid dan keluarganya Rey datang melihat Rey dan Fey yang berseteru. Ramai ramai.


Mereka tau apa yang dilakukan Fey. Mereka tidak tau harus apa selain mendukung Fey? Tapi yang paling membutuhkan dukungan itu adalah Rey?


Tapi lagi nih ya, apakah mereka waras mendukung hal yang salah?


“Rey. Pikirkan diri kamu sendiri. Kamu adalah dokter, dan kamu haruslah menemui Rindu dulu, jika kamu begini apa kata orang nanti? Yang buruk namanya bukan hanya kamu, tapi Rijdu. semua orang akan mengatakan Rindu wanita yang buruk dan tidak tepat bagimu. Pikirkan lagi matang-matang nak.”Ujar ayahnya Rey disana mengusap punggung Rey.


“Benar.. ini bukan menyangkut cinta kalian, tapi untuk kalian kedepannya. Jika kamu sudah menemukan Rindu nanti kami akan menikahkan kalian sesegera mungkin..”Ujarnya ibu Rey sayang. Bukan membenci Rindu. Tapi inilah jalan yang terbaik.


Rey tetap menggeleng dan bersikukuh semuanya tidak ada yang dihancurkan.” Tidak ada yang harus dibubarkan, jikapun Rindu tidak datang tidak ada yang dirugikan.. aku akan tetap menunggu Rindu besok, dan aku yakin Rindu akan datang.. Rindu baik-baik saja. Aku yakin..”Ujar Rey lalu melengnggang pergi.


”Dan jangan sampai ada yang membubarkan apapun disini, karena yang menikah adalah aku, bukan kalian.”Ujarnya dan pergi kekamarnya untuk mengambil kunci mobilnya.. ia harus mencari Rindu dimanapun. Apakah ada di Rian dan Rani?


Sampai sosok Rindu yang bergerik gerik pelan disampingnya karena terrasa panas. Mungkin itu dari hawa tubuhnya willy membuat ia mengerjab menatap kelangit. Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa peri membuat ia meringis dan juga menghela nafas. Ia merasa haus yang sangat besar membuat tenggorokanya sangat kering..


Ia menatap kesamping ada Willy dan diujung ada gelas membuat ia menghela nafas. Kenapa kakaknya disini? Ia pun memaksakan diri utuk duduk karena memang selemah-lemahnya dia, dia harus minum.. dan ya,, ia tak smapai...


Itu menganggu tidurnya Willy sedangkan Rindu disana menahan nafasnya.” Rindu kamu udah sadar dek?” Tnaya Wiilly cepat cepat bangkit dan menatap Rindu..


Rindu mengangguk dan bersnadar disana, ia merasakan punggungnya sakit membuat ia meletakan kepalanya disandaran menatap Willy.” Haus..”Gumamnya disana membuat Willy bergegas mengambil air putih dan memberikan Rindu. Membantu Rindu untuk minum disana. Rindu disana menghabiskan satu gelas air full dibuatnya.


” Masih mau minum?” tanya Willy semangat disana membuat Rindu menggeleng.


“Terimakasih kak. Ini sudah cukup.”Ujarnya disana membuat Willy tersenyum. Rindu merasakan tulang tulangnya remuk, dan kepalanya yang sakit, dada yang terhimpit membuat ia memejamkan matanya lagi dan menghelanafas.


“Jangan tdiur lagi.. jangan tidur dek kakak mohon..!”Siara sendu dan tangis itu membuat Rindu membuka matanya menatap Wlly yang sudah menangis dan mengusap pipinya.

__ADS_1


Mata Willy Nampak pilu disana.”jangan tidur lagi ya. Kamu harus bangun, bilang sama kakak yang mana yang sakit?”


Rindu disana bisa melihat kakaknya disana menatapnya sendu dan penuh lupa. “Kakak udah makan?” Tanyanya Rindu tanpa menjawab ucapan Willly. Jika ditanya sakit semuanya sakit sekarang, baik fisik maupun batin.


Willy mengangguk dengan semangat.” Udah dong. Nnati kakak pasti kuat kalo mau gendong kamu, kasih kamu makan, dan lagi kerja buat kamu.. tapi janji jangan tidur lagi dan kamu harus kuat dan sehat,”Ujar Willy disana dengan senyum. Baru kali ini ia merasa bahagia, tangis, sendu. Sedih, sakit.Semuanya bercampur aduk.


Rindu terkekeh disana dan mnengangguk.”kakak pasti bisa jagain Rindu.. dan juga Rizky dan Reksi kan? Tapi tolong jangan rusakin cewek lagi ya.. Rindu nggak mau..”Ujar Rindu disana mengerjab. Ia kuat untuk Willy, meski rasa kantuknya menyerang tapi ia harus bicara untuk kakaknya supaya kakaknya tidak bersedih. Bahkan ia sangat miris melihat mata Willy yang hamper menyatuh akibat mata membengkak dan wajah yang bagaikan gembel. Rindu yakin wlly juga tidak mandi seharian ini.


Willy menganngguk dan mengambiil satu tangan Rindu.”Apapunakan kakak lakuin, asalkan kamu sembuh., kerja mulungpun kakak mau. Kalo Rizky dan Reksi jangan difikirin. Mereka kuat kok.”Ujarnya membuat Rindu terkekeh disana dan memegang dadanya yang sakit akibat kekehan itu. Ia mengusap pipi kakaknya itu membuat Willy memejamkan matanya.


Rindu menghela nafas. Ada yang membuat ia bangun, mimpinya bertemu dengan Rey. Ia bermimpi melihat Rey yang menangis dan memanggil namanya. Dan itu terasa nyata, apakah Rey sedanng mencarinya sekarang? Dan apakah itu?


Astaga.. Rindu melupakan hal ini.. Pernikahan mereka? Bagaimana bisa ia melupakanya.


Ia mengguncang pipi Willy lemah membuat Willy menatap manik mata Rindu yang panik.” Sekarang tanggal berapa kak? Hari apa dan kita dimana?” Tanyanya Rindu yang sudah mengingat semua mimpi dan juga renunganya tadi.


Willypun mengernyit dan menatap jamnya. Jam yang sperti hape itu loh. Masa harus disebutin. Aku enggak dibayar buat iklan wkwk.


“Sekarang hari sabtu.. dan tangal tiga..”jawabnya dan mengerjab disana.” dan sekarang sudah malam, kita bertinggal digreja untuk sesaat saja kok. besok kakak akan cari kerja untuk kamu..”Ujarnya disana kepada Rindu. Ia pikir Rindu kaget jika mereka ada digreja.


Rindu menghela nafas lega dibuatnya lalu menatap kakaknya.” Kak besok tanggal empat kan?” Tanyanya membuat Rey menganggguk.” Tolong Rindu kak.. Tolong besok adalah hari pernikahan Rindu kak.”Ujarnya diisana nanar dan lemah. Ia tak mau mengecewakan Rey.


Dugh.. Willy menelan ludah dibuatnya. Ia mengusap kening adiknya dan mengerjab.”Panas si.. apa ini efek obat yang pak pendeta tadi kasih ya... jadi Rindu mengigau dan menghalu..”Gumamnya disana tak percaya dibuatnya. Bisa bisanya adiknya itu bicara pernikahan dikalah baru bangun dari pingsan panjangnya.


"Nikah sama siapa Dek? Sama Canyeol? atau Hyun Bin? " Bukankah itu sasaran halunya remaja?


“ Kak Rindu beneran... Rindu engak ngigau.. Rindu akan menikah besok.. kakak bantuin Rindu ya kak.” Ujarnya Rindu mengusap tangan Willy. Meski sakit bisa bisanya ya?


Bisalah, namanya janji sekaratpun harus dibayar. Mangkanya tidak boleh berjanji. Jika tidak itu akan menjadi hutang dan pemberat dosana diakhir zaman kelak.. dan inilah alasan kenapa Rindu tidak suka dengan berjanji..


.


.

__ADS_1


ya bay...


__ADS_2