Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Siapa?


__ADS_3

Yang aku takut Egoku terlalu tinggi, Hingga lupa cara untuk melihat kebenaran yang lain... Abbi Rindu....


Hari sudah malam.. Rindu menghela nafas menatap Uminya yang menataponya tajam, bibinya ia mamukan karena mencebik.”Kamu belum juga mau beli buahnya Rindu?” Tanya Uminya itu dengan geregetan.. padaha ia sudah tau jawabannya itu.


Rindu menghela nafas dibuatnya.”Ya Umi tadikan Rindu bantuin umi buat masak bolulah, masak pudinglah, terus masak apa lagi ini aduh. Semuanya ummi masakin tau ngggak.”Jawan Rindu memaksimalkan suaranya disana supaya tak membentak atau apa, ia juga lelah loh.


Umi Rindu menghela nafas dibuatnya.”Yaudah gih sana kamu beli buah yang kamu makan siang tadi..!! masa isinya Cuma semangkah sama papaya.. jangan lupa beli anggur juga, seperempat aja, jangan banyak-banyak, uang umi habis tau nggak.”Ujarnya sembari memberikan uang lima puluh ribu disana.


Sedangkan Abbi Rindu diam menatap Rindu sulit diartikan disana membuat Rasyid menatap abbinya itu dengan tatapan Tanya, ada apa dengan abbinya ini? Abbinya rindu meremas tanganya sendiri bagaikan orang yang gelisah.


Rindu mengambil uang dari uminya itu lalu bilang..”Yaudah si mi. sini Rindu beliin..”Ujar Rindu disana dengan lembut namun hatinya panas. lalu abbi Rindu dengan cepat pergi dari sana membuat Rasyid menatap abbinya itu dengan tatapan Tanya, ada apa dengan abbinya itu.


“Rindu bawa motor abbi aja.. soalnya motor abbi tadi tu berasa aneh, coba kamu cek deh., kamu ngerasa aneh enggak?” Tanyanya abbi Rindu yang tadi pergi itu mendekati Rindu yang baru saja mengambil kunci motor mattoic keayanganya itu.


Rindu menggeleng.”Abbi.. Rindukan pakek baju kayak gini, itu motor abbi itu motor gigi, nanti gamis Rindu nyangkut dijari jari motor abbi gimana? atau enggak nanti rok Rindu kesingkap gimana? ” Tanyanya dengan lembut menatap abbinya yang nanar disana. Ia menatap abbi ya itu dengan tatapan minta maaf.


Abbi Rindu Nampak memberikan kunci motor itu ditangan Rindu bagaikan orang yang ngebet saja.” Ih Rindu jangan bantah deh, nanti kalo motor abbi kenapa-napa, emang kamu mau abbi kenapa-napa? Pokoknya kamu harus bawa motor abbi aja sana.”Ujarnya disana geregetan kepada Rindu.


Rindu menghela nmfafas melihat abbinya yang mendadak aneh itu, ia meletakkan motor kesayanganya lalu Mengambil kunci motor ayahnya karena tak mau berdebat makin panjang saja Disana.. .”Iya ih.. abbi mah bawel sekarang ya..” Ujarnya dengan geregetan.”kalo gitu Rindu pergi dulu ya Bi.. ummi..” Asallamu’alaikum..” Ujar Rindu dengan lembut dan melangkah menjauh.


"Waalaikum salam... Rindu hari hati.. Jangan ngebut ngebut, entar jatuh baru tau rasa.."Teriak Umminya Rindu Disana.


Tak sampai disitu, abbi Rindu melihat Rindu yang menjauh mengenakan motornya itu legah lalu menatap istrinya dan semua orang diiruangan itu.” Kunci pintu cepet… jangan sampek ada yang bisa masuk..!!| Ujarnya membuat Rasyid terkejut disana.. “Itu Caca suduh main kerumah mbak Intan dulu.. suruh dia nginep disana sama Rasyid....”


Caca yang tak tau apapun itu menatap abbinya itu dengan tatapan terkejutnya.”Abbi kenapa si bi?” tanya Rasyid disana dnegan tatapan tanda tanyanya dengan abbinya yang Nampak bagaikan orang yang sedang ketakutan.


“Rasyid denger kata abbi..!! kamu ajak Caca kerumah Mbak intan dan kalian nginep aja disana.. “ Ujarnya mendorong Rasyid itu dengan nanar membuat Rasyid kaget dong. Abinya kenapa lagi, ada apa?


Raysid yang tak tau apapun itu mengikuti perinbtah abbinya dengan rasa curiga, umi Rndu diam menatap suaminya yang Nampak aneh semenjak pulang dari rapat tadi, jika ditanya dia hanya diam dan tidak menjawanb.”Ini kasih buat mbak intan sama Dafi ya Syid.. katain salam dari Ummi..”ujar uminya Rindu memberikan makanan yang mereka masak tadi, memang semuanya sudah makan si, hanya saja uminya yakin ini ada apa-apa.


“Tapi abbi enggak mau ngapa-ngapain Rindu kan bi?”tanya Rasyid disana cukup curiga dengan abbinya itu.”Kan Raysid belum makan sop buah, belom lagi makan bareng, Cuma makan ginian secetek.. abi ih Raysid mau dirumah.”Ujarnya merajuk membuat Caca mengangguk.”Iya bi, Caca juga mau dirumah, caca mau makan makanan yang Umi masak.”Ujarnya mendukung kata abangnya itu.

__ADS_1


“Kamu masih mikir Abi benci sama Rindu?” Tanya abbinya membuat Rasyid menggeleng.” Sudah.. Kalo kamu percaya sama abbi kamu pergi ajak Caca cepat..!! nanti kamu juga akan tau, tapi bukan sekarang saatnya..”Ujarnya kepada Rasyid disana membuat Rasyid disana menghela nafas dan ikut kata abbinya saja dari pada ada apa-apakan.


Abbi Rindu duduk diatas kursi meja makan dikalah Rasydi dan Caca sudah pergi meninggalkan dirinya dan istrinya disana. Makanan datas meja taka da yang menarik baginya.. lalu ia berlari menuju pintu depan rumahnya dan menguncinya erat, tak lupa mematikan semua lampu rumahnya membuat Umi Rindu heran melihatnya.


“Abbi ngapain si bi?” Tanya uminya dikalah abinya itu mengajaknya bersembunyi dibalik kursi rumahnya itu dan menutup bibirnya dengan mulutnya itu. Ia risih melihat suaminya yang begini, bagaikan mau menangkap maling saja.


Abbi Rindu memeluk istrinya itu lembut. "Mereka datang Ftri.. mereka datang” Ujarnya nanar sembari berbisik.”Mereka tau Rindu sudah pulang dan mereka mau mengambil Rindu dari kita.. mereka mau mengambil Rindu sebagaimana yang kita takutin selama ini..”Gumam Abbinya Rindu dengan mata yang membara.


Umi Rindu menatapnya dnegan tanda Tanya dibuatnya."Mereka siapa si abbi?” tanyanya menggeleng.”Rindu ya Rindu, memangnya siapa yang mau ambil Rindu? Rinjani?” Tanyanya.”Antonio?”Tnayanya dengan kekehan disana.”Memangnya mereka tau Rindu sudah pulang dari mana abbi? Merekakan jauh, lagipula Rindu pakek cadar dan mereka enggak taukan Rindu gimana bentuknya..”Tanyanya dengan tak percaya.


Abbi Rindu mengusap kepalanya lalu melepaskan pecinya, ia duduk diatas lantai dengan air mata yang jatuh sekarang.” Tadi siang mereka menelpon abbi dan mengatakan jika mereka tau ada Rindu, mereka tau Rindu pulang, abbi enggak tau mereka tau dari mana, tapi yang pasti mereka tau, mereka sekarang akan mengambil Rindu dari kita.”Ujarnya menangis piluh disana.


Umi Rindu menatap suaminya itu nanar.”Abi jangan bercanda.. Rindu baru pulang abbi, nanti apa kata Rindu abbi, nanti bagaimana Reaksi Rindu? Umi enggak mau ya ada salah paham sama dia..”Ujarnya mengguncang tubuh suaminya itu dnegan nanar.


“Abbi Bilang sama Umi kalo abbi bohong kan, mereka enggak taukan kalo Rindu udah pulang.. Abi jangan buat umi cemas..” tanyanya menarik lengan bajunya ayah Rindu itu nanar… dan ..


Toktoktok..


Abi Rindu mendekati pintu itu membuat umi Rindu menggeleng takut disana, tapi abbi Rindu menggeleng lalu menatap pintu membuat Umi Rindu mendekat lalu membuntuti suaminya ingin melihat dikaca, siapakah yang datang sekarang, apakah benar mereka?


Dan ternyata.. mata abbi Rindu dan uminya menyipit menatap siapa gerangan, dan benar.. itu adalah mereka, itu adalah orang yang mereka takuti membuat Umi Rindu terduduk disana membuat abbi Rindu memeluknya takut, ia mnemeluknya nanar Karena tau istrinya pasti akan serapuh ini, ia bahkan sekarang sangat rapuh asal kalian tau, tapi apa daya, ia harus kuat demi memeluk orang yang ia sayangi.


Diliar sana ada dua mobil sport pengeluaranm terbaru dan satu mobil jeps mebuat kesan yang sangat horror, isinya ada tiga pria yahg berdasi dan enam orang bodyguars yang berbadan kekar, diselipan baju mereka ada senjata api membuat mereka sangats eram.


Tokktok.. tok… Guarr.. itu bukan lagi ketukan, tapi sudah ditendang oleh orangnya membuat abi Rindu dan uminya saling memeluk disana.


Mereka saling tatap disana membuat pria tua diusana menghela nafas.” Bagaimana ini Nio? apa saja yang kau lakukan sampai tidak becus melakukan tugas ini…!! Dimana Azwardi dan Fitri?!! Dimana Rindu? Kenapa rumahnya sepih dan dikunci begini?!!” Ujarnya membentak, ia bersedekap dada dibuatnya menatap anaknya itu.


Seseorang yang dipanggil Nio itu pun menggeleng disana menatap ayahnya itu.”Mereka memang ada ayah, aku mendapatkan informasi dari tetangganya tadi, lagipula lihatlah, disana masih ada sepeda anaknya, saya yakin mereka ada dirumah.”Ujarnya.”Meteka hanya kabur dari kita saja…!” Jawabnya lelaki itu dengan dengusan.


Ayahnya mendengus kesal dibuatnya.”Cepat kamu bereskan masalah ini.. aku tidak mau berlama lama disini hanya ingin menjemput seorang anak perempuan, ini sama sekali tidak penting,”Ujarnya mendesis.,” Bagaimana bisa putramu meminta hadiaku perempuan ini, jika bukan putramu Nio, aku tidak sudih berada disini..”Ujarnya mendengus membuat anaknya itu mengangguk kaku.

__ADS_1


“Azwardi… Didi.. Fitri keluar..!! kami tau kalian ada didalam, kalian mau sembunyi dimana ha? Cepat keluar atau kami akan hancurkan rumah kalian..!!" Ancamnya disana membuat abbi Rindu memeluk istrinya yang mulai menangis itu erat, ia mencoba menenangkan istrinya, ia mau maju, hanya saja semuanya tak semudah yang orang lain fikirkan.


Tanpa abbinya tau, jika Rasyid sebenarnya tidak pergi kerumah mbak Intan, dia bersembunyi dikolong bunga bunga disana yang tadinya curiga dengan abinya tadi tapi sekarang ia menatap siapakah gerangan? apa ya g abbinya sembunyi kan darinya.?


dipelukannya ada Caca yang memakan apa yang uminya tadi siapkan.. “Kamu tunggu disini sebenar ya dek, abang mau liat mereka.. kamu jangan kemana-mana..” Ujarnya kepada adiknya. Namun adiknya hanya mengangguk tidak peduli., sibuk memakan cace yang sangat ia sukai itu.


Sampai pada satu suara yang membuat abbi dan Umi Rindu tegang disana.” kalian siapa? Dan kenapa berani-beraninya mau menghancurkan rumah saya?” Tanyanya Rasyid disana sinis melihat banyaknya orang disana, ia mendengar semua percakapan mereka dari tadi membuat ia memberanikan diri untuk bertanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Rindu menghela nafas karena toko buah diseberang desanya tutup membuat ia harus menempu perjalanan yang cukup jauh. Sekitar tigapuluh menit, disini sedikit pedagang buah, adanya yang jual semangka, buah papaya, hanya itu sedangkan uminya mau buah Pir dan buah anggur yang ia makan siang tadi..


“Ehhhehheh.. ini kenapa astaghfiirullah.”Gumam Rindu dikalah motornya itu berhentih ditengah jalan, dan bertepatan dijalanan yang sangat sepih oleh pejalan, lebih dikatakan hutan sii, karenakan desa, jadi masih banyak hutan ditengah jalannya.


Rindu mengusap kepalanya menatap motor abbinya itu.”Yaampun abbi, ini motor abbi kenapa?”tanyanya dnegan dirinya sendiri, ia menatap tangki motor abbbinya itu dengan tatapan menajam karena gelapnya malam. Ia menghela nafas dibuatnya. “Bensinnya banyak kok, ini kenapa si? Mana dihutan lagi.”Dengus Rindu tak suka disana menatap kesekelilingnya disana. Ia menghela nafas sembari mengambil buah apel yang ia beli mengenakan uang sendiri tadi, jika mengenakan uang yang umminya kasih tadi mana cukup.. Rindu memakannya sambari menatap motor gigi ayahnya tajam.


Ia menghela nafas dibuatnya lalu menatap mobil dan motor yang berlalu lalang, hanya satu atau dua saja, tapi Rindu tak berani menghentikan mereka, apalagi dengan penampilanya yang bercadar begini, siapa yang mau berhenti? Bisa bisa mereka pikir Rindu adalah setannya nanti..


“Ini Abbi sengaja ya atau kek gimana ni astaghfirullah.”Gumam Rindu kesal disana sembari memakan apelnya itu.”Mana enggak bawa hape lagi buat penerangan, apa harus gue dorong aja ya nih motor? Atau gue tinggalin aja kali.”Gumamnya dengan kesal.


Ia membuang kulit apel yang ada dimulunya itu lalu menghela nafas lagi, ia duduk diatas motor ya makanya,. “Tapi kalo ditinggain gue bakal dicoret dari KK Lagi Yalllahh.. malangnya nasib ketimun bungkuk..”Gumamnya Rindu bernyanyi disana memegang dadanya membuat ia miris sendiri.


“Savlbar Rindu, kita makan dulu ya, nanti baru dorong nih motor,. Dari pada dikeluar dari KK, Mending gue cappek dah..”Gumamnya lalu menggigit apelnya kasar disana. Ia mendengus dibuatnya menatap apel yang ia makan itu.


Rindu lebih suka apel yang berwarna merah kehijauh hijauan, ada rasa manis dan juga asamnya, baginya itu terasa segar, jikapun buah pir juga begtu.. Rindu suka sekali buah kecuali pisang, papaya, dan jambu.. Oh ya, apakah Rindu juga permnah cerita jika ia punya puluhan pohon durian? Iya.. hanya saja ada beberapa pohon yang ditebang demi kemaslahatan kehidupan kebun mereka,.


Sudah satu jam Rindu mendorong motornya sampai kedesanya, ia menaruh motornya ketukang bengkel, tadi ia sudah mencari bantuan sebagaimana yang ia duga jika orang akan mengira dirinya hantu karena penanpilanya dan tidak aka nada yang mau membantunya.


“Permisi.. mamang liatin motornya dong.”Ujar Rindu dengan nafas yang tersnedat sendat menuju bengkel disana membuat mereka mengangguk kaku, karena terkejut tadi melihat Rindu. Mereka pikit kuntianak yang menguji jantung.


” Dari mana neng? Kok malem malem kek gini keluar?” tanya dari salah satu mereka Disana menatap rindu dengan tanda tanya saja...

__ADS_1


__ADS_2