Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Kasihan


__ADS_3

Happy Reading guys.. ini pertemuannya lagi...


.


.


.


.


Ia menatap dua orang yang menangi saling berpelukan itu. Satunya lagi menutupi tubuh temanya dan satunya lagi menangis dengan membenamkan kepalanya didalam pelukan temannya. Rindu merasakan jantungnya tersait saat ini..” Diva.. Meme.. kalian ngapain kek gini?”Gumanya memegang dadanya. Matanya menuju keperut yang tertutup dresmininya Diva yang tertutup itu. Apakah itu sudah diaborsi atau belum? atau masih hidupkah anaknya? Rindu takut ika Diva sudah menggugurkan anaknya. Sebab perut itu sekarang masih rata...


Rindu tak tinggal diam.. ia berbalik lagi lalu menuju kamarnya tadi, disana ia bahkan tak mengiraukan Habib dan Filos yang mengejarnya.” Rindu kamu kemana lagi?” Tanya Habib namun tak dijawab atau diindahkan oleh Rindu. ia sibuk menaiki anak tangga yang basah itu lalu mencari sana sini.. matanya menatap kain putih(Selimut yaaa bukan kain kafan 😂) disana membuat ia mendekat lalu mengambilnya.


Nafansya ngos-ngosan karena menaiki tangga secepat tu. Ia menghela nafas lalu menahan dadanya yang sakit. Ia bersandar sebentar lalu kembali turun, lantai basah karena hujan, petir sudah bergemuru dimana-mana, disini sangatlah ramai, namun terasa sunyi bagi Rindu. sebab Rindu bahkan tak merasa semua orang ada disini.. ia mendekati Diva dan Meme yang lagi ditengah-tengah perkumpulan orang-orang disana.


“Rindu...!!” Lagi dan lagi nama yang Habib tak mengindahkanya. Ia tetap saja menatap kedua temanya dengan tatapan kasihan, lalu ia mendekat... ia memberikan kain itu kepada petugas dan membisikkan sesuatu membuat ia mengangguk dan mendekati Diva dan Meme. Nampak Meme berterimakasih dan Diva yang mengangguk sesegukan.


Diva membantu Meme mengenakan kain untuk menutupi tubuhnya yang setengah nakerd itu. Dan Rindu bersyukur saat ini karena setidaknya ia bisa membantu teman-temannya.” Rindu kamu kenapa si dari tadi bolak balik ha?” Habib mendekati Rindu lalu mengageti Rindu.


Rindu menggeleng menatap Habib. Ia melihat polisi disampingnya Habib membuat ia mendektainya.” Maaf pak saya boleh nanya nggak. Ini kenapa ya pak ditangkep kayak gini?” Tanya Rindu dengan keponya. Sebenarnya ia sudah menebak saja tapi ia tetap ingin mendengarkan dari petugasnya langsung.


Pak polisi yang tak lain bernama Ilham itu menatap Rindu. ia sedikit ciren dengan suara Rindu membuat ia megernyit. Ia lupa tapi. “Mereka yang melakukan tindak perzinahan disini. Padahal mereka belum menikah..” Ujar dari polisi itu dengan tegasnya.


“Yaelah pak namanya juga belum nikah. Pasti zinalah.. pemborosan kata-kata tau nggak.” Ujar Filos mendengus dibelakangnya Habib membuat Habib dan Rndu terkekeh. “Lah benar tapi kan?” Tnaya fIlos lagi dikalah dapat jelitan maut dari sang polisi.


“Maksud saya bukan gitu pak.. ini mereka yang disini kenapa enggak pakek baju? Kenapa nggak disuru pakek baju dulu pak.. soalnya lihat mereka kek gitu.. malu pak saya sebagian perempuan.. rasa-rasanya saya yang ada disana...” Ujar Rindu. sebab ia juga peremuan wey. Jika aset perempuan diumar didpean kalian. maka kalian yang akan malu bukan? Sebab aset perempuan itu sama semua bentuknya. Jadi sama saja kita menonton aset kita bukan?

__ADS_1


Polisi itu nenggeleng menatap kedepan. “Tidak... Soalnya itu bentuk dari hukuman.. jika tidak dikeraskan, maka mereka tak akan jera, lagi pula kalo enggak dipaksa kek gitu keluarnya mereka mau pakek apa? Soalnya baju mereka udah pada sobek semua..” Ujarnya dengan tegasnya.


“Lah kenapa sobek?” Tanya Rindu dengan polosnya membuat para pria disana menatap Rindu dengan gemes. Sebab mata bulat Rindu mengerjab sangat lucuh sekali.


“Kamu kalo nggak tau jangan banyak tanya Rindu. Sebab kebanyakan kepo buat dosa kamu nambah nanti mau?” Tanya Filos dengan kekehanya pada Rindu. sebab Rindu nampak tak paham akan pembicaraan pak polisi itu.


Rindu yang saat tu hanya bisa mengangguk diam dan menatap Diva dan lainnya. Diva memeluk Meme dengankasihanya. “Diva dan Meme.. dikamar nomor 121 dengan dua pria dan dua eremouan. Atas nama siapa ini? Diva atau Melisa?” tanya ketua satpol pp mendekati Meme dan Diva untuk mengecek situasi yang ada.


Diva dan Meme diam saja. setelahnya mereka diarahkan untuk duduk disana dengan mendengar arahan para polisi. Rindu yang sedari tadi lelah sekarang menatap Diva dan temannya dengan tatapan resahnya. sebab sahabatnya nampak sangat pucat dan malu.. jadilah ia duduk disana, padahal hari ini sudah jam 2pagi... Habib dan Filos? Duduk menunggu Rindu karena tak mau Rindu sendirianakan.


“Karena kalian para mahasiswa dan para pelajar. Bahkan kalian masih ada kelas saat SMA Saya malu banget sama kalian.. terutama para perempuan..!!! harga diri kalian bahkan lebih rendah dari pada uang teryata..!” itulah suara dari satpol PP Dari tadi uang ulang terus membuat Rindu menghela nafas menatapnya.


Disana memang yang tua dipisahkan, yang tua itu kebanyakan janda ataupun orang yang sudah dewasa namun aurahnya luar biasa. Lalu anak remaja dar usia 15tahun sampai dua puluh tahun. Dan disana ternyata lebih banyak anak sekolah wey.. alasanya mereka lebih suka om-om, sebab om-om bisa kasih uang dan apapun yang ia mau... dasar matrek emang.


“Baiklah.. silahkan hubungi keluarga kalian sekarang juga...” Ujar dari polisi disana dengan tegas” Sebab kita akan melakukan tes Hivs dan juga kandungan(urine).. jadi kalian harus mengikuti aturan yang ada ya..” Ujar dari polisi itu dengan tegasnya. Usianya mungkin sudah empat puluh tapi wajahnya masih tegas dengan otot yang kuat.


“Pak saya mohon pak, jangan telepon ibu atau ayah saya pak. Nanti saya pulang pasti diusir gimaana pak.. saya mohon pak..!!”Ujar dari salah satu perempuan disana yang tak mengenakan baju tadi, tapi sekarang sudah berabagi selimut dengan peremouan disampingnya.


Polisi itu mendesah.” kalian tau? Pela*** diluar sana dibayar pakek uang kalo berhubungan badan. nah kalian? cih.. hanya dimodalin janji. Ingat diluar sana bayak yang sebelum ngutang itu janji bkal bayar.. tapi apakah mereka bayar? tidak..! tidak semua yang bayar. karena kebanyakan lebih suka pura-pura lupa dan juga nggak tau apa-apa. Paham kalian..!!” Ujarnya membentak.


“Tapi pak nanti jika ayah saya tau saya kena marah.. soalnya ayah saya itu ganas pak. Nanti saya dipukulin..!” Ujar dari Diva membuat Rindu diam menatap temannya. Diva teman Rindu sepertinya pernah Rindu ceritakan bukan? Diva anak dari ayah dan ibunya kandung. Dulu ia dan kedua orang tuanya sempat berpisah selama dua belas tahun. Kenapa? karena ayahnya dulu sempat selingkuh diluar kota.


Ayahnya sang sopir batu-bara membuat ia jarang dirumah, selalu diluar sana. Entah angin apa yang ngebuat dia bisa terpincut dengan salah satu perempuan kota lain membuat ia mengkhianati istri dan anaknya iya.istrinya yang sedang mengandung Diva... Ayah Diva ketauan selingkuh membuat ia bercerai dari ibunya.. ‘namun yang menyakitkan itu saat bunya Diva melahirkan tapi ayahnya tidak datang dan sibuk dengan perempuan lain. bunya Diva tidak terima, dan mengajak bercerai. Tak berselang lama, hanya beberapa bulan saja ayahnya Diva datang lagi dan mengatakan jika ia menyesal.


Dan bunya Diva terima saja... namun keluarga dari ibunya Diva menolak dengan kerasnya dan memberikan persyaraatan, tidak boleh membawa Diva kerumah mereka dan Diva akan tinggal dengan neneknya. Dan orang tua Diva menyanggupinya.


Namun apa daya. Dengan hal semacam itu Diva diejek dan dibilang anak yang dibuang.. sampai ia dibawa oleh orang tuanya dikalah ia masuk kekelas atau SMP. Namun ia tak lagi menatap ayah dan ibunya. Tak lagi perhatian dengan apapun.. sampai ia sama sekali tak mendapatkan kasih sayajlng ayah dan ibunya. Ia bahkan tak pernah mengobrol banyak kepada ayah atau ibunya beda dengan dua adik lainnya. Dia kurang kasih sayang membuat ayahnya tak segan mencekik Diva ketika Diva melakukan kesalahan.

__ADS_1


Ya ayah Diva kasar.. sangat bahkan, tak segan menampar dan memukul Diva didepan teman-temannya bahkan melebihi kasarnya ayah Rindu. jika Rindu dirumah selalu disayang ketika Rindu mau ikut ini itu maka beda dengan Diva. Sebab kalian tau bkan tempramennya pria yang suka selingkuh itu kayak gimana?


“Saya tidak peduli.. “Polisi itu berkata tanpa ada hati.” kalian melakukanya sebelum ini sudah berfikir belum apa akibatnya ha? Kalian tau tidak? Ini resiko yang harus kalian ambil, jangan nego lagi...!!” Ujar polisi itu tegas lagi membuat yang lain memohon lagi. Namun nyatanya polisi kekeh meminta mereka menghubungi keluarganya.


Jadilah mereka menghubungi kelarga mereka masing-maising setuju atau tidak setuju orang tua mereka harus datang melihat hasil tes dari mereka dan apa yang sudah dilakukan oleh anak-anak mereka. Meksipun Diva dan Meme bukan lagi anak dibawah umur tapi mereka masih tetap hanya seorang pelajar. Jadi mereka masih tangung jawab orang tua bukan? Oh tentu saja pihak kampus akan dihubungi juga nanti.


“Kamu kenal dnegan mereka Rin?” Tanya Filos kepada Rindu sembari memperbaiki selimutnya. Sebab ia sera tadi juga mengawasi dimana mata Rindu mengawasi seseorang. Ia cukup kepo karena mata Rindu menujukan rasa khawatir dan getir secara bersamaan. Siapa mereka? Batinnya.


Rindu mengagguk. Ia menatap Habib dan Filos secara bersamaan yang duduk dshofa empuk tu.. ia menghela nafa skembali menatap Diva dan Meme.” Mereka sahabat saya..” Ujarnya dengan parau.


“Lalu kenapa kamu tidak mendekati mereka saja Rin?” Tnaya Habib dnegan tak kalah bingungnya.


Rindu mengeleng.” Tidak bisa...” Ujranya “Sebeb mereka membenci saya. Dan saya tidak akan menampkkan diri saya jika tidak untuk kebaikan mereka nantinya.. saya tidak mau mereka tambah membenci saya.” Ujar Rindu dengan sendu menatap kedua orang yangs sedang menangis disana.


Diva menelpon ayahnya, namun ayah dan ibunya tak mau datang karena adknya membuat ia menangis sejadi-jadinya. Inilah yang ia benci dnegan keluarganya, bayangkan saya.. orang tuanya Diva bahkan tidak pernah datang saat acara perpisahan sekolahnya Diva baik SD, SMP Bahkan SMA.


Jangan-jangan wisudah kelak sama? Diva merasa tak dibutuhkan membuat ia membenci Rindu yangs serbah diposesipan.


Iya.. Rindu diposesipkan oleh ayah ataupun abangnya.. tidak boleh keluar malam, bahkan Rindu pernah ditampar hanya karena pulang lewat jam tujuh malam, Rindu juga jika butuh apa-apa tinggal telepon, ayahnya akan menjemput jika Rindu tidak ada tebengan atau angkot. Ayahnya akan menelpon Rindu dikalah Rindu sedang dijauh tempatnya. begitu yang abangnya. Perpisahan Rindu dihadiri kedua orang gua lengkap, ia disuapi dan dipeluk hangat, sedangkan dia di sendiri dengan kedinginan, tanpa pelukan hangat.


Meme? Ia tak kalah menyedihkan dari Diva. Ia anak browkenhome. Hanya saja ayahnya sangat menyayangi Meme. Apaun yang Meme inginkan pasti ayahnya kasih. Namun saat mendengar kabar Meme digerbek dihotel membuat ayahnya serangan jantung mendadak tadi membuat ia histeris dan memukul dirinya snediri. Ibunya sudah menikah lagi sejak lama, ia hanya punya ayah,sebab kakaknya pada sudah menikah semua.


Sekarang Semua orang sedang melakukan Tes Urine membuat Diva dan Meme yang kacau mau tak mau ikut saja. Meme sedari tadi tak henti-hentinya menangis dan meminta pulang, tapi para pilisi dan satol PP Tak menerima alasan, mereka memaksa dan menahan Meme menggunakan borgol supaya tak kabur lagi..


“Dimaa wali atau orang tua kalian?” Tanya dari polisi yang memegang hasil tes urinenya mereka. Karena tesnya sudah selesai sejam sedari tadi dan sekarang pembagian hasil. Sebagian orang sudha dibawa kesell tahanan karena ingin diperiksa akibat termausk dalam sindikat penyebaran obat terlarang.


Diva dan Meme gugup.” bilang aja pak hasilnya. Orang tua teman saa sakit dan ayah ibu saya sibuk..” Ujar Dive meremas jari-jarinya sendiri karena takut.

__ADS_1


Nampak Dpolisi itu menghela nafas” Enggak bisa mbak. karena hasilnya harus ada bimbingan orang tua. Lagipula masa orang tua kalian tidak mau doang dan meluangkan waktu untuk masalah anak-anaknya hm? Kalian anak kandung atau bukan?” Tanyanya dengan sinisnya,


Dugh.. Diva dan Meme merasakan sesak didadanya mendenarnya.” Pak kami tdak berpenyakit ataupun menggemakan obat terlarang itu, jadi ayolah pak.. kasih tau aja tanpa ada orang tua. Sebab orang tua kami memang terlalu sibuk buat ngurusin kami ini.” ketus dari Diva.” Tetap tidak bisa. Jika orang tua kalian atau walau kalian tidak datang, maka kalian akan ditahan selama dua tahun..” Ujanya membuat petir siang boong malah membobolkan kepalanya Diva da Meme si?


__ADS_2