
Nih bocoran klao Rundu bakal nikah kok sama dokter Rey... tapi tunggu waktunya aja haha .. Dah sekian aku kasihan liat kalian yang kepo ini wkwk...
.
.
Dilain tenpat ada dokter Rey yang resah karena tak mendapatkan notip apapun dari Rindu. Sudah beberapa hari ini membuat ia tak bisa berfikir jernih lagi, apalagi satu minggu lagi ia akan kerumah Rindu untuk melamarnya membuat akalnya berputar diporosnya yang sama. yaitu bagaimana cara menemui Rindu dan menghubunginya. Ia takut terjadi suatu sama Rindu.
“Dor…” Dokter Rey dikejutkan oleh kakaknya membuat jantungnya loncat.,
"Kakak ih..,"
itu membuat Fey tergelak.. “ Loe kenapa si dek? Perasaan dari tadi kerja loe enggak focus focus? Tadi pasien nanyain loe..!!” Ujarnya disana. Ya benar, mereka sedang dirumah sakit karena dokter Rey yang sedang bekerja,. Fey juga ya… mereka semua dokter kok.
Dokter Rey menghela nafas.” Kak kalo datang jangan ngagetin atuh, nanti kalo jantungnya Rey copot gimana, belum nikah nih..”Ujarnya membuat Fey memutar bola mata malas dibuatnya.” Gue lagi mikirin Rindu, dia enggak ada kabar apapun tau kak, padahal persiapan pernikahan semuanya udah selesai, tinggal acara lamaran dan lainnya aja lagi..” Ujarnya disana curhat.
__ADS_1
Fey menatap adiknya menghela nafas lalu duduk diatas meja tak kuasa..” Loe udah hubungin dia? Dan loe takkan rumah Rindu dimana? Takutnya Rindu disana enggak ada sinyal, secarakan dia didesa Rey..” Ujarnya dengan memberi nasehat.
Dokter Rey memijit pelipisnya tak kuat.” Kayaknya si ya kak, tapi masa didizaman kayak sekarang didesa enggak ada sinyal, kita tu udah modern si kak..”Ujarnya menghela nafas.” Dan kemarin terakhir chat Rindu isinya alamat dan share lok rumahnya yang artinya dia disana ada sinyal dong.. entah tiba tiba dia ngilang kayak angin gitu.. dia baik baik aja kan ya?” Tanyanya kepada kakaknya itu,
“Ya mana gue tau Rey..”Ujar Fey disana sinis,”Ya udah si, loe susul aja Rindu disana, dan cari tau dia kenapa? Bisa jadi juga kan disana dia sibuk, kalo dia udah kasih alamatnya berarti dia tu udah kasih kamu kepastian jadi jangan bingung gitu.. masa calon kemantin baru galau si hehe..” Ujarnya disana menggoda sekaligus menghibur adiknya.”Lagian kakak yakin Rindu pasti punya alasan yang jelas kenapa dia ngilang gitu kok..” Lanjutnya.
“ Kak gue tau Rindu itu enggak bakal ningalin gue kayak gitu..”Jelas Rey disana.” Tapi gue takut dia kenapa-napa, loe taukan kalo dia sakit dan juga keras kepala.. gue enggak mau dia kenapa-napa..” Ujarnya kepada kakaknya disana nanar.” Nggak tau kenapa giue tu beberapa hari ini tu rasanya mikirin dia terus gitu..” Lanjutnya.
Fey mendelik dibuatnya lalu pindah duduk dikursi.” Lebay si, baru berapa bari aja, bilang aja Rindu pakek acara ngeles lagi gu..” ujarnya disana mengejek membuat Rey menghela nafas. “Ya kalo memang loe khawatir loe susul aja si Riindunya supaya tau lebih jelas gitu, takutnya nanti Rindu kenapa napa lagi..” Sarannya.
Fey mengangguk.”Ide bagus.. ayah sibuk, ibu juga sibuk dikerjaannya yakan, nanti kita bakal pergi barengan aja sama ibu ayah. “Ujarnya membuat dokter Rey menganggiuk.” Mangkanya doa ya biar Rindu disana baik-baik aja sampek kalian akadnya.. dan Rindu bisa berobat gitu.. kakak yakin deh kalian bakal dikasih yang terbaik..” Ujarnya membuat dokter Rey menatap lakaknya haru.
“Makasih ya kak udah mau dukung Rey..” Ujarnya tulus kepada kakaknya.”Makasih juga mau dilangkahin nikah sama gue wulleeeele..” Ujarnya membuat Fey disana mendengus.
” Bangs4t ya nih adik satu satunya..!” Gumamnya membuat dokter Rey tertawa saja melihat kakaknya yang begitu… Kakaknya tidak terima jugakan.
__ADS_1
Dilain tenpat lagi ada Habib yang menatap kedepan kaca kamarnya. Melihat langit yang Nampak cerah.. dia sudah satu minggu ini seperti ini. Matanya Nampak dingin dan kosong, nampak sekali ia seperti orang yang bersedih.. pikiranya selalu digerayangi oleh kenyataan Rindu yang tak lagi ada disisinya.
Semua orang dirumah sana bahkan sedih dan prihatin melihat Habib yang nampak tak semangat hidup begini, bicara seadanya dan tak banyak melakukan apapun, ia lebih menyukai kesepian dan kesunyian membuat Panji dan lainya menyerah untuk mengajaknya bicara ataupun keluar mencari udara.
Yohan dan lainya pun juga mendapatkan dampak loh akan kepergianya Rindu, bagaimana bisa mereka tidak mendapatkan efek sedangkan selama ini Rindu adalah tukang masak, tukang nasihat dan juga tukang memberikan tawa akan cerita yang membuat hati siapapun luluh. Rindu sosok yang sangat hangat dan juga dianggap buku pengalaman berjalan membuat mereka banyak belajar disana.
“Mau sampai kapan kakak kayak gini si?” Itu suara Nayla yang dibelakang Habib, ia mengenakan baju tidur dan hijab simple yang senada dengan warna bajunya yang berwarna pinki itu, ditanganya ada susu hangat dipagi hari. “kakak enggak bisa kayak gini terus kak.. kakak harus sadar kalo didunia ini bukan Cuma Rindu cewek, banyak kok yang mau sama kakak. Secara kakak ganteng, kakak kaya, kakak pintar dan kakak keren..” Ujarnya lalu duduk diatas ranjangnya Habib santay.
Habib disana duduk diatas kursinya sembari melihat langit yang cerah itu tersneyum., ia mengambil kopi diatas meja bundarnya itu dan menyesapnya lembut. “ Banyak, tapi gue enggak bisa paksaain hati bukan?” Tanyanya membuat Nayla menatap kakaknya datar. “ Kalo Rindu masih diam karena gue hina, maka sekarang gue terdiam karena gue nyesel dengan hinaan hinaan yang dulu gue lontarkan ke dia.. kalo wanita lain gue yakin gue sekarang udah dikutuk sehabis habisan sama dia,..,” Ujarnya disana dengan helaan nafas berat.
Nayla mendkeati kakaknya lalu menepuk pundaknya lembut. “ Nay tau kalo kakak baik, karena Rindu bilang kalo laki-laki baik bakal dapet perempuan baik juga kok. Soalnya jodoh tu cerminan seseorang. Kalo mau yang terbaik ya kita harus memperbaikin diri..” Ujarnya menyemangati.
“Justru karena itu..!” Jawan Habib cepat membuat Nayla diam.” Karena Rindu terlalu baik buat kakak yang terlalu jahat, dan dia adalah kebalikan kakak, kalo dia malaikat maka kakak adalah iblis, dia dilahirkan dikeluarga yang penuh didikan agama maka kakak dilahirkan dnegan penuh didikan uang. Kakak sama dia memang enggak pantes buat bersatu bukan?” Tanyanya disana dengan air mata yang jatuh juga membuat Nayla menghela nafas.
Tak tau harus bicara apa ia memeluk kakaknya dari belakang erat membuat Habib memejamkan matanya dan menikmati angin yang ada.” Kakak jangan sedih, semangat ya..”Itulah yang bisa Nayla ucapkan, karena sudah banyak kata kata yang ia keluarkan, tapi bukannya mengobati, tapi malah menambah dalam luka milik kakaknya..
__ADS_1
GWS Bib….!!...