
“Anda bisa menjelaskannya dikantor polisi nanti.” Potong pak polisi yang paling kekar.
Rindu mengatur emosinya. Dia orang yang Sentimental. Ya seperti kalian tau, emosinya tak bisa dikendalikan. Ia menatap pak polisi itu tajam, meskipun membuat matanya sakit, sangat sakit. “Bagaimana bisa bapak menyimpulkan seperti itu. Bapak harus mendengarkan penjelasan saya dulu.” Bantah Rindu tegas. Bukan karena ia sakit ia bisa lembek ya.
“Maaf nona Rindu. tapi ini sudah menjadi prosedur yang berlaku. Anda harus mengikuti kami dulu kekantor dan menjelaskannya. Lagian juga, saudari memang sudah terbukti salah, karena saudari Alice sekarang berada dirumah sakit dengan keadaan yang mengenaskan.” Jelas pak polisi.
Rindu bisa melihat diname tag pak polisi yang baru saja bicara. Dia bernama Prayoga. “Maaf pak Yoga. Apakah bapak hanya melihat sudut pandang disana saja"
“Tapi kita sudah mendapatkan bukti yang Valid. Jadi mengertilah. Ikut kami kekantor polisi.” Bujuk polisi yang bernama Iham hidaya.
“Jadi maksud kalian saya sudah menjadi terdakwa?” Tanya Rindu.
“Bisa kita bicara nanti dikantor saja. Ilham, bawah saudari Rindu kekantor polisi.” Perintahnya.
Polisi yang bernama Ilham itupun maju dan ingin menyentu tangan Rindu untuk ia seret. Tapi dengan cepat Rindu menepisnya. Matanya masih menatap mereka horor. “ Saya bisa sendiri. Saya tidak bersalah, dan saya tidak takut dengan kalian.” Ucap Rindu ingin.
Pak Jeje hanya diam saja yang sedari tadi ikut bicara. “Tapi pak, keadaan Rindu masih tak memungkinkan ia ikut kalian.”
“Tapi saya lihat, dia baik-baik saja.” Ucap pak Yoga.
Rindu menurunkan kakinya dari brangkar. Ia menatap pak Jeje. “Saya akan pergi bersma kalian sekarang. Tapi izinkan saya pergi keruang CCTV dan mengambil rekaman saat 2jam yang lalu.” Ucapnya singin dan tegas.
“Tapi-“
“Saya sudah mengalah sedari tadi ya pak.. bisahkah kalian menghargai saya. Saya akan membuktikan bahwa saya tidak bersalah..!” Bentak Rindu memotong ucapan pak Yoga.
“Baiklah. Tapi kami yang harus mengawasi dan menyita kaset itu.” Putus pak Yoga.
Rindu tersenyum licik. Ia tahu maksud dari bapak polisi ini. ia yakin jika dia adalah orang duruhan dari Alice. Ciihh, dasar polisi makan duit haram. “Baiklah. Tapi kalian bisa menunggu diluar ruang CCTV. Setelahnya saya akan memberikan filenya pada kalian.”
“Tap-“
“Apa lagi..! “ Bentak Rindu yang sedari tadi geregetan. Bisakah ia memukul wajah polisi menjijikan ini?
“Baiklah.” Jawab pak polisi itu sedikit gentar. Ia bisa melihat kilatan sadis dimata Rindu. ahh, bagaimana pula ia bisa kalah dengan gadis kecil.
Rindupun melangkah keruangan CCTV. Disana ia bertemu pak security. Ia mengecek Filenya disana,saat ia sudah mendapatkan rekamannya, ia membawa file tersebut. Ia melangkah pergi kepolisi yang sedari tadi mengawas sibalik pintu. Ia memberikan CD itu dan melangkah mengikuti kemana hukum membawanya. Apakah hukum akan menghakiminya? Atau memberi keadilan untuk dirinya? Ahh, ini bukan lah hal lumrah bagi Rindu. ia dulu bahkan pernah hampir masuk penjara saat menginjak perut temannya dimasa SD.
Saat itu Rindu dipalak dan dimintai uang setiap harinya membuat Rindu jengah. Ia melawan anak tersebut. Anak itu berjumlah 3orang, karena emosi yang memuncap membuat Rindu gekap mata. Ia menginjak perut salah satu anak Tersebut secara bringas membuat sii anak masuk rumah sakit dengan keadaan yang mengenaskan. Bisa dikatakan jika Rindu sedari kecil sudah memiliki bibik phecyco... Tak kenal ampun dan takut. Keras dan tegas. Ia juga memiliki sisi baik dan lembut. ahh, Sudah dijelaskan, jika Rindu itu memiliki sifat ganda.
...
__ADS_1
Saat sudah sampai dikantor polisi, Rindu langsung diberi arahan untuk masuk kedalam tempat introgasi. Ahh, apakah para polisi ini tak punya otak? Lihatlah, kepalanya masih sakit akibat luka, dan sekarang ia diberi waktu untuk membuat kepalanya mau pecah dengan pertanyaan yang berbelit-belit.
“Apakah sudari tau apa yang saudari perbuat dengan saudari Alice?”
Rindu menyeringai tajam. “Iya.” Jawabnya singkat.
“Lalu apa saudari tau apa akibat dari apa yang saudari lakukan?” Tanya pak polisi. Pak polisi ini menggunakan baju serba hitam, dengan mata yang kentara dengan pisau, wajah dingin nan garang. Tubuh tegas nan bringas. Untunglah ia tampan. Umurnya mungkin 26an keatas.
“HM..” Gumam Rindu.
Brak,..
Meja itu digebrak oleh pak polisi itu. “Jawab dengan benar. Jangan seperti orang bisu...!” Bentaknya.
Emosi Rindu juga memuncak saat ini. ia tak suka dibentak.
Brak..
Geprakan dimeja dari Rindu bahkan lebih nyaring dari pak polisi. Rindu bahkan tak peduli dengan luka minggu lalu saat kejadian dirinya menghajar Kak Reza untuk mencari Diva kembali berdenyut sakit menciptakan kembali berdarah. Ahhh, emosinya menutupi rasa sakit itu“ Ini cara bapak melayani kami? Bapak mau saya seperti apa ha? Bersujud dan berkata jika Saya tidak bersalah..!” Bentak Rindu tajam.
Pak polisi itu awalnya sangat terkejut akan reaksi Rindu. tapi buru-buru pula ia mendatarkan lagi wajhnya. “Saya minta kamu jawab dengan baik dan benar. Saya tidak suka tidak dihargai.” Ucapnya tegas.
Rindu hanya tersenyum sinis. Dasar tukang puja hormat dan gelar. Bukannya Rindu menghina polisi ya? Disini karena memang Rindu berhadapan dengan polisi nauuzubillah. Setingan semata dari author wkwk.
Rontok? Apakah tak ada bahasa lain?
Rindu tak tau jika keadaan chaff Alie separah itu. “Saya tidak perna berniat seperti itu pak. Saya hanya membela diri saya.”
“Saya tanya benar atau tidak. Bukan pembelaan kamu.” Bentak pak polisi.
Rindu mengusap hidungnya. “Iya.” Ia menatap pak polisi itu sejenak. “Tapi saya punya alsan pak.”
“Apa alasannya untuk berbuat jahat?”
Rindu menenangkan hatinya lebih besar lagi. Ahh, ia sudah tak tahan untuk berkelahi. “Dia yang menyerang saya duluan pak.” Rindu mulai menceritakan semuanya dari Aloce yang menamparnya dan menusukkan pisau di pelipisnya.
Tapi tangapan polisi itu membuat Rindu murkah setengah mati. “Itu hanya karangan klasik dari tersangkah. Lagian juga image kamu dikariawan caffe itu sudah buruk, mereka bilang kamu memang sering berkelahi dan luka-luka. Sedangkan saudari Alice tak pernah memukul orang lain. Sudah bisa ditebakkan siapa yang salah?”
Rindu menarik nafas dalam. “Saya punya buktinya.”
“Beri sama saya.”
__ADS_1
“Ada pada pak Ilham dan Yoga. Silakan suruh mereka membawa videonya.” Jawab ridnu senang mungkin.
Pak polisi itupun keluar dan memanggil pak Ilham. Tak berselang lama pak Ilhampun datang kedalam membawa CD dan laptop. Ia membuka Video itu dan yang hasilnya diluar ekspetasi.
Buram..
Banyak semut yang memenuhi layar laptop membuat Rindu muak sekaligus murka. “Kok bisa gini?” Tanyanya pada pak Ilham.
“Ini yang nona berikan tadi. Kami tidak tau.” Jawabnya sombong.
“Jadi masih mau bilang punya bukti?” Tanya pak polisi yang mengintrogasi.
Rindupun mengangguk. Tangannya terulur mengambil CD yang berada dibalik bajunya. Untunglah bajunya besar membuat ia mudah untuk menyembunyikan suatu barang. “Sudahku duga. Kalian licik.” Ucap Rindu tajam.
Mata pak Ilham melotot menatap CD ditangan Rindu. reflek ia menggapai CD itu tapi dielak oleh Rindu. “Bisa saya priksa dulu?” Ta nyanya gugup.
“Tidak. Langsung saja buka.” Jawab Rindu dingin.
Saat CD itu ingin berpindah tangan. Pak Ilham mengambil CD itu secara kasar. Untung Rindu siaga. Rindu naik keatas meja pemisah antara dirinya dan dua polisi itu. Ia mengapitkan kedua kakinya dileher pak Ilham.
Dan.
Ia menggunakan guntingan yang bisa membuat leher itu patah seketika. Dengan tangan menumouh dan menjambak rambut pak Ilham. Pak Ilham tentu saja kaget, tangannya terulur untuk melawan dan memberontak, tapi sayangnya tenaga Rindu bukan main-main.”Le llepas...” Ucapnya tergesa-gesa.
Pak polisi yang mengintrogasipun kaget akan perbuatan Rindu, ia pun turun tangan dan menyerang Rindu. tapi karena serangan dirinya lah membuat Rindu menekan paksa kepala pak Ilham dan berdiri dibaju kekarnya. Ia melompat dan mendarat dibelakang pak polisi dengan salto. Ahhh, ia bagaikan mafia kelas atas saat ini.
Pak Ilham merasa aman pun menyeringai, tapi seringaian luntur saat Rindu memamerkan CD ditangannya. “Ayo mulai.” Ucapnya,
.
.
.
.
.
percayalah jika ini belum ujian terbesar Rindu hijra kok.
.
__ADS_1
.
.Like komen dan vote oke hehe