
Dengan langkah gontoyongan Habib mendekati keluarga Rindu yang sedang menangis, ia sudah mendengar semuanya. Mulai dari penyakitnya Rindu. Bahkan ia baru tau semuanya. Rey menatap Habib dengan mengepalkan tangannya, ia tak boleh marah.
Habib disana hanya menunduk dan bergumam.”Maaf.”Tepat dihadapan Rey.
Rey disana menepuk pundak Habib dan berkata.” Ini bukan salah kamu, tapi salah keadaan.”Ujarnya. habib disana tak mampu membendung air matanya ketika tau keadaan Rindu. Rey disana mengusap air matanya dan menatap Habib nanar.” Saya tau seberapa dalam cinta kamu sama Rindu. Tapi saya mohon, jangan begini. Kamu harus hidup, bahkan Rindu sudah mengorbankan nyawanya untuk kamu supaya kamu tetap hidup.. “Ujarnya Rey.
Rey menatap habib menatapnya nanar.” Saya mau marah tapi saya tidak tau mau marah apa. Karena Rindu mengajarkan saya untuk harus menerima dirinya. Baik masa lalunya ataupun orang orangnya. Kamu baik dan kamu harus mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Rindu..”Ujarnya disana..
Habib menitihkan air matanya dan berkata.”Dan bagaimana bisa saya mendapatkan wanita sebaik Rindu. Rindu yang paling terbaik.”Gumamnya disana dengan meneteskan air matanya. “ ambil ginjal saya dan hati saya saja yah..”Ujarnya nanar pada Rey.
Rey menggeleng kuat.”Rindu sudah pernah mengatakan jika ia tidak mau kamu lebih banyak berkorban lagi untuknya. Dia mau kamu hidup bahagia, karena dia menyayangi kamu.”Jawabnya jujur membuat Habib tertegun.” Dia mencintai kamu. Kita sama sama dicintai dan diberi kesempatan untuk merebut hatinya. Hanya saja kamu menganggap semuanya sepele dan juga melalaikan apa yang Rindu mau. Jadi jangan meminta hal yang sudah kamu lalai kan dan kamu campakkan. jangankan manusia. Makanan saja bisa basi jika kamu abaikan Habib.. “Ujarnya disana membuat Habib menahan dadanya sesak..
"Lagi pula jodoh itu cerminan diri. Jika kamu belum mampu mendapatkan yang terbaik seharusnya kamu perbaiki diri kamu. Hidup ini memang bukan selalu tentang apa yang kamu mau Habib.. Karena Tuhan selalu memberikan apa yang Hambanya butuh... Percayalah... Kamu bisa bahagia.. "Lanjut Rey sendu.
Tak berselang lama ada dokter yang datang..” Pak Rey bisa kita bicara sebentar.”Ujarnya membuat Rey mengangguk lalu bangkit.
"Saya pergi sebentar Habib.. "Ujarnya membuat Habib mengangguk.
Ia Meninggalkan Habib menatap nanar mereka. Habib memilih bangkit dan menatap Rindu dibalik pintu yang tertutup rapat. Rindu terlihat dari sana sangat memprihatinkan membuat ia mengusap air matanya.”Kenapa kamu tidak bilang jika kamu sakit Rindu hiks hiks..”Gumamnya disana menangis membuat siapapun akan sakit.
Habib mengusap air matanya memegang hatinya.. “Mungkin saya tidak dapat mendapatkan cinta kamu, terlalu banyak menyakiti kamu.. saya bolehkan memberi hati saya. Meski kita tidak bisa bersama setidaknya raga kita saja.”Ujarnya disana mengusap air matanya dan mengangguk yakin tanpa tau resiko yang Ia buatkan.
__ADS_1
Rey didalam ruang dokter itupun mendekat bertanya apa yang diinginkan.”jualan baik pak. saudari Rindu sudah mendapatkan donor ginjalnya pak. Dan kita akan melakukan operasi sesegera mungkin.”itulah yang ia ucapkan membuat Senyum Rey mengembang lebar.
“Siapa yang memberi ginjalnya pak? Siapa?”Tanyanya cepat.
Dokter pun memberi datanya dan berkata” Biarkan dia sendiri memperkenalkan dirinya besok pagi.. besok pagi kita akan segera melakukan operasi untuk mempercepat semuanya..”Ujarnya membuat dokter Rey mengangguk dan bersyukur.
Tak peduli siapa yang membantu dan ia yakin itu Tuhan yang membantunya. “Jika begitu saya permisi dok. Saya belum sholat isya soalnya.”Ujarnya membuat dokter berdiri dan berjabat tangan sebagai salam. Rey dengan segera sholat isya berterimakasih kepada sang pencipta.
Sosok Rindu sudah sangat mengenaskan.. si kembar tak diberi tahu bahkan orang tua Rey juga. sebab apa tak mau si kembar tau keadaan bundanya. Yang sekarang hanya Rindu yang masih tak sadarkan diri dengan semua alatnya. Bahkan semalam jantungnya berhenti berdetak sejenak. Dan pagi ini ia akan dioperasi oleh pihak rumah sakit.
Dengan semalaman ini Rey tidak tidur. bersujud disajjadah nya meminta kepada Tuhan untuk kesembuhan Rindu. sampai sekarang proses operasinya Rindupun ia memilih di masjid untuk meminta kepada Tuhan. sebab operasinya cukup lama dan juga cukup memakan kesabaran. Diluar sana ada ibu dan juga abi Rindu. Ada Reon yang tak jadi menyumbangkan hatinya sebab sudah ada pendonor lain. Ada Willy dan si twins yang juga ikut menunggu.
Mata Gio menatap Rindu sebelum operasi. Matanya sayu menggenggam erat tangan mungil Rindu dan berkata.” Maafkan saya yah nak..”Gumamnya disana membuat para dokter disana ingin menangis. Namun mau bagaimana lagi. Mereka harus professional dalam kerja.
Didalam sana banyak kepanikan yang terjadi sebab jantung Rindu sangat lemah disana. Peluh keringat menetes dan langsung dilap oleh perawat disana. Disana pula kakek Habib melihat Rindu., ia tak tidur guys, ia sadar namun ia tak bertenaga dan tidak merasa sakit. Ia hanya merasa nyilu saja. Biasanya ketika biusnya habis baru terasa sakit.
“Alhamdulilah selesai..”Gumamnya dokter.
Mereka melibatkan empat dokter disana, dan empat perawat. Banyak? Tentu saja Rey akan mencari yang terbaik untuk Rindu.. namun..
Tiiiinnnn...... Bunyi monitor disana berdenging bagaikan suara yang sangat sangat memukul semua orang..
__ADS_1
“Cepat ambil alatnya. Jantungnya berhenti berdetak..”Teriak dokter panik disana.
“Tapi dokter tidak bisa. Ia masih terluka, bisa berefek dijahitan dan lukanya.” Jawab dokter jantung lainnya. Namun dengan sigap dokter lain memompa dada Rindu dan mengambil alat lain, tak peduli dengan operasi lainnya.
Sampai pada suara itu berhenti dan jantung itu tak lagi berdetak.. semua dokter mengusap mata yang hampir menangis dibuatnya.
Diluar sana ada Rey yang sudah pulang dengan baju kokohnya, wajahnya masam mengintip dicela yang ada, merasakan sesak di dadanya entah kenapa. Hidungnya sudah memerah dan mata yang membengkak.
Sampai pada satu dokter disana yang keluar dengan wajah yang lesuh..”Bagaimana dengan keadaan istri saya dokter?”Tanya dokter Rey disana dengan sigap.. lalu menatap Rindu yang sudah dilepaskan oleh alat alat yang ada.. dan satu kakek yang disana sudah tak sadarkan diri.” Dokter kenapa alatnya dilepas? Istri saya baik baik aja kan?”Tanyanya disana berteriak.
Dokter disana menahan tangan Rey.” Maafkan kami tuan., karena istri anda tidak bisa kami selamatkan..”Ujarnya disana dengan nanarnya membuat dokter Rey menggeleng. Umi dan abi Rindu menggeleng cepat disana dibuatnya.
“Siapa yang tidak bisa selamat?”Teriak dari sebrang sana. Dia Rasyid. Ia baru saja sampai dari desa. ia baru sampai.
Dokter Rey disana tertawa pilu “Enggak dok. Dokter pasti bercanda..”Gumamnya masuk dengan lunglai. Ternyata disana juga ada Habib yang mau dipindahkan ditempat lain dan ia baru tau jika yang memberi sebagian hatinya adalah Habib.
diikuti dengan Willy disana.”Jangan lepas alat alatnya atau tangan kalian saya potong..!”Teriak Rey membuat perawat disana terkejut dan berhenti.
Rey dengan nanarnya memasangkan alat itu lagi ditubuh Rindu dan memeluknya.” Istri saya masih hidup.. jangan membuat dia seakan mati. Dia kuat.. dia kuat..”Teriaknya membuat umi dan abi Rindu memeluknya erat. Rey disana memeluk Rindu dan mengusap pipi Rindu yang memucat.
”Bangun sayang Pliss.. katanya mau berjuang ayo bangun. Kamu enggak maukan aku juga mati bangun.. hiks hiks..”Ia menangis pilu dibuatnya.,
__ADS_1
Rey juga ikut terduduk disana mengusap air matanya nanar. Rasyid menggoyangkan tubuh adiknya.”Heyyy. bangun.. enggak mau bikin umi sama abi marah lagi? Dih katanya kuat. Jangan sok sok lemah deh Rind..”Ujarnya disana nanar. Mengusap air mata yang tetap jatuh.