Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Jemput


__ADS_3

Kadang ada saat Dimana kamu harus pura pura tegar dan pura pura baik baik saja supaya kamu tidak mudah diinjak.. Simpan baik biak air matamu, sebab jika air matamu jatuh ditempat yang salah maka kamu sedang dalam bahaya.....


Antonio menatik lagi foto yang sama sekali? tak diambil oleh Rindu itu datar karena merasa tak dihargai, abbbi Rindu disana diam menatap Rindu nanar dengan mata yang memerah disana itu. Air matanya jatuh disana.


Rindu tersenyum manis dibalik cadarnya mengangguk."Terus..”Gumamnya terdengar bergetar tapi ia tahan dan berdehem sebntar menyetabilkan suaranya menatap Antonio dengan datar.” Jika begitu kalian mau apa lagi?” Tanyanya tanpa peduli dia anak siapa dan apapun itu. Ia tak peduli.


Antonio dan Gionio menatap Rindu terkejut, sama halnya dengan Rionio yang tak lain adalah kakaknya ayah Rindu. Mereka menatap Rindu terkejut, diluar ekpspetasi mereka, merek pikir Rindu akan menangis, atau mengerang bagai wanita lain, ini tidak membuat mereka terkejut.


“Hey..!” Itu suara Rion kepada Rindu, dia tersenyum sinis kepada Rindu.”kamu bukan anak ayah kamu itu, kami keluarga kamu.”Ujarnya disana kepada Rindu dengan dinginnya.”Mereka menculik kamu dari kami hanya karena tak suka dengan kebahgiaan keluarga kami.. jadi kamu harus kembali kepada kami, keluarga kamu yang asli..!”Ujarnya disana membujuk Rindu.


Abbi Rindu menatap lelaki itu tajam.”BOHONG..!” Ujaran itu membuat Rindu tersenyum, suara lantang Abbinya mampu menyayat kalbunya, air matanya tak tertahan untuk jatuh membuat ia menarik nafas dalam lalu mengusap matanya dnegan lemngan bajunya.”Rindu dia bohong, abbi tidak menculik mu sama sekali..!” Ujarnya disana nanar kepada Rindu supaya Rindu percaya.


“Jangan sebut nama kamu Abbinya Didi..!! kamu bukan ayahnya..! saya ayahnya..!” Ujar dari Antonio kepada abbi Rindu.”dan kamu memang menculiknya dariku. Aku tidak mengada ngada..!” Ujarnya dengan keras kepada abbi Rindu.


Abbi Rindu menggeleng disana menatap Rindu sendu.”Mungkin hal ini menyakitkan Rindu,, tapi abbi harus jujur..!” Ujarnya datar disana dengan air mata yang tetap tak bisa dikontrol.”Mereka membuangmu hanya karena kamu anak perempuan..!”Ujarnya disana tak kuat.


“Diam Didi..!! jangan bicara sembarangan..!” Teriak Gio kepada ayah Rindu. Rindu disana tau ayahnya tak berbohong, tapi ia harus apa?

__ADS_1


Ia menatap Gio tajam. Abbi Rindu disana terkekeh dibuatnya.,” Ceritanya panjang Rindu, tapi yang jelas ibumu menitipkanmu dengan abbi karena kamu mau dibunuh ayah kandungmu sendiri., karena dikeluarga ayahmu tidak ada anak perempuan., anak perempuan bagi mereka itu hanya aib dan juga pembantu,. Mereka hany---“


“Didi janga ucapanmu..!!!” Teriak Antonio kepada ayah Rindu memotong ucapan abbi Rindu. Ia menodongkan pistolnya dikepala abbi Rindu. ia menatap Rindu naar,”tidak begitu. Dia menculikmu, bukan sebagaimana yang ia katakana padamu. Saya sayang kamu, dan saya mencintai kamu.. jangan dengarkan ucapan dia..” Ujarnya dengan mata trulus keppada Rindu.


Rindu benci drama membuat ia terkekeh harus percaya dimana dia? Percaya abbinya atau lelaki yang mengakuh sebagai ayahnya ini.


”Demi tuhan Rindu, abbi tidak berbohong.. dia jahat,dia menjemputmu pasti karena ada sesuatu Rindu..!! toolong jangan percaya padanya..!”itulah ucapan yang dikeluarkan dari mulut abi Rindu dengan gumaman tak dapat didengar orang lain namun mampu Rindu artikan dan Rindu pahami, sebab mata abbinya itu penuh kerapuhan dan penuh ketulusan, ia lebih lama mengenal abbinya membuat ia dam.


Rindu menatap abbinya yang ditodong pitol itu nanar lalu tersenyum kepada smeua orang.”Oke..”Ujar Rindu dengan bergetar disana.” Semua drama ini sudah selesai bukan?” Tanya Rindu dengan nanar disana.”Jika sudah selesai kalian boleh pergi dari sini, maaf saya tidak bisa ikut dengan kalian, karena saya dibesarkan disini dan saya tidak kenal kalian selama ini.”Ujar Rindu datar.


Rindu menyungingkan sudut bibirnya disana.”anda mengatakan diri anda adalah ayah saya dan saya diculik bukan?” Tanyanya dengan datar disana.”Lantas bagaimana bisa anda mendapatkan foto seorang wanita yang anda bilang itu ibu saya yang menberikan saya kepada abbi saya disni?” tanyanya datar disana.” Jikapun itu memang benar foto saya yang artinya kalian tau saya diisini sejak saya bayi bukan?!!!!” tanya Rindu membentak disana.


Ia menatap semua orang tajam disana.”Kalian bilang kalian mencintai saya dan menyayangi saya. Kenapa baru mau mengambil saya sekarang?!! Mengapa tidak sedari bayi?!!” Tanyanya dengan datar karena emosinya yang memuncak.”kenapa harus memukul abbi saya? Menodongnya dengan pistol ketika dia bicara? Kenapa tidak membiarkan dia bicara sebnanyak banyaknya baru kalian potong dengan kebenaran dan fakta yang kalian ketahui.?!!!” Tnaya Rindu dengan kekehan."Kenapa?...!"


Rindu terkekeh disana.”Yang bodoh disini itu kalian atau saya?” Tanyanya dengan sinisnya mendekati abbinya itu dan mengusap pipinya tanpa peduli pistol lelaki yang mengarahkan dirinya ayahnya.”Jika pun dia bukan ayah kandung saya, saya rasa saya tidak butuh ayah kandung asli saya. Karena perjuangan dia membesarkan saya, mendidik saya dan mengajarkan saya selama ini lebih besar dari pada ayah kandung sama seperti anda..!!” Ujarnya dengan datar membuat abbi Rindu semakin menangis.


“Anda apa yang anda beri sama saya?” Tanya Rindu tergelak dengan mata yang berkaca kaca menatap tajam lelaki itu.” Memberikan sp**ma anda dengan saya supaya saya jadi manusia? Lantas jika anda tidak mau saya menjadi anak perempuan kenapa anda tidak salahkan Tuuhan saja bukan saya?”Tanya Rindu dengan menantang.

__ADS_1


Rindu tersenyum sinis disana membuat semua orang diam itu menatap Rindu kagum.”Kenapa mau mengenakan pistol? Karena kalian takut kalah dengan kebenaran? Turunkan pistol kalian dan biar saya tunjukan jika perempuan bisa jauh lebih kuat dibandingkan kalian..!” Ujar Rindu menantang.”Kenapa? wanita lemah? wanita tak punya prinsip? Apa yang kalian klim dari seorang wanita? Tapi sayangnya tidak semua wanita begitu. Tanpa adanya wanita tidak adanya kalian didunia..!” Ujar Rindu disana.


“Kamu percaya dengan dia?” Tanya Gio kepada Rindu.


”Jelas saya lebih mempercayai abbi saya dibandingkan manusia yang datang tanpa tata karma seperti kalian, jikapun saya diculik dari abbi saya steida6knya saya diajarkan untuk menjadi manusia pemberani., bukan sperti kalian. Pecundanmg yang hanya berani mengenakan senjata..!!”Ujar Rindu dengan tegas.


Abbi Rindu tersenyum bangga dibuatnya disana. Gio menatap Rindu dengan senyumnya disana karena kagum akan putrinya itu, ternyata putrinya memang beda, hanya saja ia masih terasa jika dihina dengan anaknya itu sungguh sakit, bagaimana bisa anaknya menghinanya seprti ini hm? “ Tapi dia pembohong, ayo ikut kami pulang, jika tidak keluarga kamu pasti akan kami habiskan sekarang juga..!!!”


.


.


Ini tugas lanjutan ya mlm tdi...


Maaf ya malam tadi aku ngantuk jadi punya setengah wkwkwk....


Nanti Inyaallah up lagi yahhh

__ADS_1


__ADS_2