
Hidupku adalah ceritaku, bahkan hancurnya mimpiku. Hilangnya duniaku adalah bagian dari ceritaku, semua cerita itu akan dikemas...Nelly....
Dokter Rey melirik Reno dengan tatapan tak terbaca dikalah Reno perhatian kepada Rindu begitu juga dengan Fey yang notabenenya sebagai kekasihnya Reno. Kekasih mana si yang suka kekasihnya memperhatian wanita lain.
Rindu yang bisa membaca situasi itu menghindari Reno dan berdiri disampingnya Rey cepat, jaraknya mungkin satu meter saja.” Afwan.. enggak usah kak, aku bisa sendiri sebagaimana yang udah disepakatan kita tadi ya..” Jawabnya jujur lalu menuduk.
Rey yang paham akan kelakukan Rindu membuat ia menahan senyumnya.. Demi apa ia salting sekarang? Beda halnya dengan Fey, ia tersenyum kepada Rindu yang mampu menjaga dua hati yang tak menyukai akan Reno seperti itu. Reno yang paham akan hal yang ia lakukan itu membuat hal canggung membuat ia mendekati Fey.” Heheh ya udah. Sorry aku Cuma engak mau kamu dia apa-apain lagi saja keluarga ini.”Ujarnya kepada Rindu gugup.
Rindu mengangguk dibuatnya..”Yasudah jika begitu aku masuk duluan ya…”Pamitnya kepada semua yang ada disini.”Terimakasih yya udah mau bantu Rindu sejauh ini.. kalian memang orang-orang yang paling baik Rindu temuin..”Jujurnya Rindu dengan haru kepada mereka semua disana.
Fey yang dibilang begitu langsung saja mendekati Rindu dan memeluknya.”Akkkhhh.. kamu juga Rindu.. kamu adalah wanita yang terkuat aku temuin. Tetap kuat ya supaya pengorbanan kamu selama ini enggak sia-sia.. apapun yang ada didepan hadapin dan jangan nyerah.. Kamu hatus ingat kami sayang sama kamu. dan akan selalu ada buat kamu Rindu...”Ujarnya dengan lembut mengelus kepala Rindu yang tingginya dibawahnya itu. Iya Rundu pendek jika dibandingkan dengan dirinya.
Rindu memang tak memiliki badan yang ideal layaknya seorang pemeran novel lainnya, ia hanya memiliki tubuh yang pendek dan kurus, memiliki pipi yang tembem dan juga lesung pipi, namun itu adalah hal yang menarik dari dirinya yang bagi Fey nyaman untuk dipeluk gitu.
Rindu terkekeh dibuatnya, ia terharu dan juga bahagia.” Yaudahh Assalamu’alaikummm semua.. sampai jumpa minggu berikutnya.”Ujarnya kepada semua sembari melepaskan pelukanya dengan Fey..
Fey dna lainnya mengangguk.” Wa’aliakum sallam..”Jawabnya semua orang disana termasuk Fey.. meski ia bukan agama islam, melihat adiknya yang selalu mengucapkan salam, teman temanya yang selalu menjawab salam membuat ia reflek dan juga terbiasa… ia bahkan hafal syahadat loh karena diajarkan oleh Reno.
Rey mengangguk disana lalu melambaikan tangan menatap Rindu semakin jauh..”Rindu..”panggilnya membuat Rindu berbalik menatapnya dengan tatapan sendu dan lembutnya.” Anna Uhibuka Fillah( Aku mencintaimu karena Allah..!!)” Ujarnya dengan penuh tekanan dan penuh perasaan. Entah kenapa rasanya ia harus menyampaikan hal ini.
Rindu yang dibuat begitu pun menggigit bibir bawahnya dan meremas tali tasnya, ia menunduk yang ia yakin sekarang pipinya sudah memerah lalu berbalik berjalan lalu berlari meninggalkan Rey disana karena malu. Ia bagaikan anak kecil yang salting disana.
Reno dan Fey tergelak dibuatnya melihat Rindu bagaikan anak kecil itu. Rey sedikit kecewa dikalah Rindu tak menjawab pernyataanya tadi, tapi ia sadar jika Rindu memang belum seutuhnya menjadi miliknya.” Memangnya apa artinya yang kamu bilang tadi Rey sampek-sampek Rindu bisa malu kayak gitu?” Tanyanya Fey kepada Rey yang butu akan bahasa arab itu.
“Lihat aja digoogle kak… hehe.”Ujar Rey lalu meninggalkan kakaknya yang mendengus dibuatnya. Reno merangkul Fey lalu mengarahkannya masuk saja, karena ia sendiri tak tau arti tadi apa yang diucapkan oleh Rey tadi.. ia tak pandai dalam bahasa arab dan juga agama.
Rindu disana diam menatap mobilnya Rey dan lainya itu melaju, ia didepan pintu lalu melambaikan tanganya kepada dokter Rey yang melambaikan tangan, diikuti oleh Fey dan Reno membuat ia mengulum senyumnya.” Dan aku mencintaimu dengan kata Bismillah Rey..”Jawabnya dengan gumaman yang tak didengar oleh Rey namun mampu membuat dunianya berwarna. Jujur Rindu merasakan sangat bahagia. Apakah ini yang namanya jatuh hati? Jika itu benar maka doakan semoga Rindu bisa jatuh ditempat yang tepat yaa..
Krekekk..
__ADS_1
Rindu yang masih saja menatap jalan dengan senyum tak jelasnya itu tak sadar jika pintu dibelakangnya terbuka..” Hey.. siapa ya? Kenapa berdiri disini?” Itulah yang diucapkanya kepada Rindu membuat Rindu sadar dan kembali kealaman sadarnya.
Rindu berbalik dan menatap siapakah gerangan. namun betapa terkejutnya ia mendaoatkan sambutan si empu.
Dan sii pelakupun meloncat dan mendekati Rindu.” Kyakk Rindu,.. aku kangen banget sama kamu…” Terikanya dnegan kuat lalu memeluk Rindu erat membuat Rindu oleng dan hamper jatuh jika ia tidak ditahan dengan kakinya yang siap akan kuda-kuda silat.
Rindu mengernyit dibuatnya karena suara yang sangat bising mengusik gendnag telinganya itu. Dia adalah Nayla, nayla yang sekarang sedang memeluknya Rindu membuat sang empu membalas poelukanya.” Iya Nay.. tapi enggak gini juga. Bisa mati ditiban Gajah kalo gini ceritanya.”Ujar Rindu dengan sesaknya. Karena pelukan ini sangat erat.
Nayla melepaskan pelukanya lalu menatap Rindu tanpa menjauhi Rindu.” Akkh maafin gue ya Rindu enggak bisa bantuin loe ataupun jengukin loe, karena dilarang sama kak Habib..”Ujarnya lepada Rindu membuat Rindu menmganguk dan tersenyum "Enggak apa apa ko Nay.. Santay aja..." Jawab Rindu santay kepada Nayla tanpa ada rasa beban sedikitpun.
” Tapi elo enggak apa-apa kan? Loe kemarin pingsan udah sehat kan? Udah enggak apa-apa lagi kan Rindu yaampun gue takut banget loe kenapa-kenapa, gue khawatir..”Ujarnya kepada Rindu.
Rindu mendengarnyapun menghela nafas.”Dan lagi tadi loe bilang gajah? Enak aja ya loe bilang gue gajah. Loe lihat badan gue kurus kek gini?” Tanya Nayla menyerocos melihatkan tubuhnya yang langsing itu kepada Rindu.
”Badan gue tu badan model Rindu.. Bagus gini..“Ujarnya cemberut karena tak terima dengan yang Rindu lakukan. “Tapi memang si berat badan gue nambah dua kilo.”Ujarnya menggigit kukunya dan mengerutkan keningnya disana karena takut akan kelebihan berat badan. Padahal ia itu termasuk ideal dan kurus.
Nayla menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari memamerkan giginya itu.” Abisnya loe si Rindu.. gue tu khawartir sama loe.”ujarnya menghela nafas.”Yaudah yuk masuk kota ngomongnya didalam aja.. disini pasti panas banget kan, didalem juga keluarga sedang ngumpukul, semua pafa kangen tauk sama masakan loe dan cerana loe itu...”Ujar Nayla.
Rindu mengangguk dengan jantung yang bergemuruh karena takut keluarga ini tak menerimanya dan juga masih percaya jika ia bukanlah wanita jahat, dia wanita baik baik dan tidak pernah melakukan hal yang sudah difitnah denganya itu.
Rindu menatap Nayla yang menggandengnya menuju kedalam itu dengan senyumnya.” Kamu sejak kapan kapek kerung Nay? Kamu cantik banget tau nggak?” Ujar Rindu dengan senyum kagumnya. Dari tadi ia mau bilang tapi belum sempat karena pertanyaan Nayla yang bagaikan kereta api saja itu.
Nayla yang dipuji pun menahan senyum malunya sembari merapihkan hijabnya, sebenarnya belum menutupi sii..karena bagian dadanya Nayla belum ditutup dan dirapihkan. “ Dari semenjak kemarin si Rindu.. hehe gue coba coba aja soalnya gue tertarik.”Ujarnya jujur kepada Rindu.
Rindu tersenyum kepada Nayla lalu menarik hujung hijabnya yang Nayla taruh kebelakang menutupi dadanya Nayla.” Hakikatnya hijab adalah menutupi dada dan juga lekuk tubuh Nay, bukan cuma nutup rambut.. kalo kayak gini kamu makin cantik tau nggak.”Ujarnya Rindu sembari merapikanya itu.
Nayla tersenyum malu dibuatnya membuat ia memainkan baju bagian bawahnya.” Dan lagi enggak apa-apa kok coba-coba, semoga nanti coba cobanya kamu jadi terbiasa ya Nay.. dan dengan ketertarikan kamu akan hijab itu tandanya hati kamu diberi hidaya.. Allah sedang memperingati kamu supaya kamu bisa berhijab.. “ Ujar Rindu lembut, tak ada paksaat oleh Rindu meski ia sendiri tau jika hijab itu wajib. Semua orang islam tau jika hijab itu wajib, hanya dari individualnya saja yang menjalankanya lagi. Mau mengenakannya atau tidak..
Ada yang masih muda tapi ia sudah mengenakan hijab dan cadar karena tau jika itu adalah kewajiban, ia kehilangan dan memiliki keterbatasan bergerak tak apa karena tujuannya memang untuk Tuhannya. Dan ada lagi orang yang sudah tua tapi tetap saja tak mengenakan hijab meski ia sendiri tau hijab adalah kewajiban bukan?
__ADS_1
“Rindu…!!” Suara itu membuat Rindu menatap kebelakang dan disana ada Sarah dan lainya yang menatapnya dengan tatapan terkejutnya.” Yammpun Rindu kamu apa kabar? Kamu baik baik aja kan sayang? Yaampun tante kangen banget sama kamu...” Tanya Sarah dan langsung mendekati Rindu dan memeluknya.
Disana ada Yohan , Panji, dan juga Hendrawan. Bahkan juga ada Habib karena memang hari ini hari Weaken jadi wajar saja mereka disini semua… Rindu membalas pelukan Sarah dan bergumam.”Allhamdulillah aku baik-baik aja kok Tan.”Ujarnya mengubah nama yang dulu ia gunakan,. Bukan lagi nyonya atau apapun itu.
Sarah melepaskan pelukanya dan membuat semua yang ada disana mendekati Rindu..” Rindu.. Alhamdulilah kamu sudah bebas.. gimana keadaan kamu sekarang? Udah mendingan? “Tanya Hendrawan dan Yohan secara serentak dan kompak disana. Sedangkan Panji hanya tersenyum kepada Rindu.
Rindu tersneyum dibalik cadarnya.”Alllhamdulillah saya sudah baik-baik saja kok pak.. terimakasih..”Ujarnya dengan mengangguk karena merasa sangat bersyukur diperhatikan oleh keluarga ini.
Habib diam disana menatap Rindu yang mengenakan cincin ditangannya itu, rasanya hatinya sakit sekali bagaikan diiris dengan bambu tajam, mata nya bahkan tak mampu menahan tangisnya, entah lah ia sangat rapuh dan sensitiv sekarang Hal itu membuat ia meningggalkan tempat itu dan berlari menuju kamarnya dengan air mata yang jatuh, ia tak mau terlihat rapuh disana.
“Habib..!! mau kemana?!!” Tanyanya Panji kepada anaknya membuat semua orang memandanginya termasuk Rindu disana,… Yohan dan Hendrawan bahkan menatap Habib dengan bingung dikalah Habib cepat sekali menaiki tangga nya bagaikan dikejar oleh setan saja. Ada apa dengan Habib?
Yoihan dan lainnya salah paham disana membuat mereka meringis menatap Rindu yang hanya diam disana yanh emmhug muka setelah melirik Habib tadi, dikalah Habib meninggalkan mereka semua disini membuat ia miris, bukan karena sakit hati, tapi ingin menghindari rasa sakit yang berikutnya. “Maaf kan Habib ya Rindu.. mungkin dia merasa bersalah karena udah memfitnah kamu dan enggak percaya kalo itu bukan kamu yang ngelakuinnya…”Ujarnya Panji dengan Rindu meringis merasa bersalah.
Nayla dan Nina seperti itupun bingung membuat mereka mengikuti Habib dari belakang, takut jika Habib melakukan sesuatu halk yang diluar nalar dan sebagainya. Mereka takut nanti habis kenapa napa disana.
“Kami turtut senang ya Rindu karena kamu terbukti tidak bersalah.. maaf ya bukannya kami kemarin tidak mau membantu kamu keluar, hanya saja sidangnya kamu kemarin mendadak dan mencari bukti jika kamu tidak bersalah cukup sulit bagi kamu..”Ujarnya Yohan disana menyuarakan suara disana karena terasa tak enak akan Rindu disana.
Rindu mengangguk disana menatap Yohan.”Tidak apa-apa kok tuan.. yang penting Allhamdulilah saya bisa bebas sekarang.. “Ujarnya Rindu tak tau harus bilang apa. Kecewa? Bohong sekali jika Rindu bilang ia tak kecwewa. Ia sangat kecewa dan ia juga tak menyangkah, tapi lagi lagi kekecewaan akan kepercayaan dengan orang lain itu sudah makanan biasa bagi Rindu membuat ia bersikap seadanya saja sekarang.. tak tau juga harus apa kan.? Marah? Apa ia berhak? Ia rasa ia bukan siapa-siapa disini sampai membuat ia marah begitu.
Yohan dan lainya mengangguk. Setelahnya Rindu disuruh duduk oleh Sarah dan juga lainya. Setelahnya pulanglah Ify dan juga Dilan membuat suasana tambah ramai karena mereka juga merindukan Rindu.. terjadilah perbincangan dan juga pertanyaan keluarga Hollmast kepada Rindu tentang bagaimana tragedy yang sebnarnya terjadi.. Rindu mau tidak mau harus cerita dan menjelaskannya tanpa ada yang dilebihkan dan dikurangkan.
Sampai pada puncaknya Rindu mengatakan itikadnya kesini yang ingin keluar dari sini.. ia mengatakan jika ia sudah tak ingin menjadi asistennya Habib…
” Apa…?!!!”Tanyanya Yohan dengan suara besarnya kepada Rindu.
”Kenapa gitu sii Rindu? Kamu masih marah sama kita yang enggak bisa bantu kamu Rin? Demi Tuhan Rindu kami tidak bermaksud begitu Rindu, kami sudah menganggap kamu keluarga kami dan bagian kamu loh.. jadi jangan berhenti ya.. kamu sudah saya anggap debagai anak…!!” Ujarnya Hendrawan kepada Rindu tulus dan diangguki oleh Sarah dan Yohan disana. Dimana Panji? Ia ikut mencari Habib dan keluarganya yang lain wey..
Rindu menghela nafas dibuatnya, hal ini sudah ia pikirkan sedari awal, pasti akan qda kesalah pahaman seperti ini membuat ia menatap semua orang disana.” Bukan itu alasannya. Tapi Karena saya mau pulang kerumah saya dan memperbaiki semua hal yang bisa saya perbaiki.. saya tidak mempermasalahkan hal kemarin yang sebenarnya hal itu hanyalah kesalah pahaman..” Ujar Rindu membuat mereka menggeleng tak terima.” Dan juga Insyaallah saya akan menikah sebntar lagi..”Jujur Rindu membuat mata mereka melotot...
__ADS_1