
Enggak tau lagi deh... ini cerita bikin aku ngetik sambil nangis hiks hiks.... enggak tau sama. kalian yang baca nangis atau enggak...
.......
.
.
“ Apa kah kau mau makan? Nampaknya kau perlu tenaga untuk mengobrol bersamaku.?” Tanyanya membuat Rindu tersenyum. Reon yakin jika Rindu belum makan sama sekali disana membuat ia kasihan dan menawarkan makan.
Rindu disana menghela nafas dan tersenyum.. “Ya.. tapi semenjak aku tahu jika keluarga kalian curang dalam mencari uang lebih baik saya tidak makan saja…”Ujar Rindu. Karena meminta pin brangkas dan juga rahasia keluarga Holmas bukankah itu suatu hal yang curang? Jika dengan keluarga Holmas saja nmereka begiutu bagaimana dengan keluarga lain..?
Dan itu tandanya makanan dirumah ini haram bukan.?
“Kau salah paham..!” Ujar Reon membuat Rindu menatapnya.” Kami hanya membenci keluarga itu dan uang yang kami hasilkan pun uang usaha kami kok.. kami usaha kuliner terbesar disini, bahkan tempat makan kami dimana-mana dan disukai dikalangan atas maupun bawah. Jadi kau tidak perlu khawatir akan ke halalan atau ke haraman makanan dan uang yang saya miliki..”Ujarnya kepada Rinmdu,
Rindu disana mengangguk dibuatnya. Percaya karena dimata Reon tidak ada jejak membohonginya.
”Oke jika begitu aku mau hehe.. jika boleh aku mau makan mie instan karena aku sudah sangat lama tidak makan mie. Sekarang saya sedikit menginginkannya hehe.. mie instannya harus tiga bungkus yang goreng dan pedas.. oh ya jangan lupakan taruh dua sendok nasi dibagian samping piringnya supaya nanti perut saya tidak mual.. oh jangan lupakan telur mata sapi setengah mateng dua buah dan ayam gorengnya..”Ujarnya disana memesan dengan gigi yang putih dan polosnya.
“Hahah..”Untuk pertama kalinya Reon tertawa dirumah ini membuat Rindu ikut tertawa akan tingkahnya.. “Baik lah baiklah, saya akan membawanya,, dan aku yakin kau juga suka jus alpukat bukan? Atau es teh lemon yang asli.. ah jangan bilang kau juga suka es tebu ataupun caffelate atau realano café..” Ujarnya menebak disana.
Rindu disana menutupi mulutnya tak percaya.,” Hoo kau tau aku menyukai semua itu wah hahaha..”Ujar rindu tidak percaya.” Tapi berhubung aku mau makan pedas aku mau jus alpukat saja dua ya..” Ujarnya membuat Reon tergelak..
“Baiklah baiklah, kali ini kau bisa membudakiku karena aku kasihan padamu..”Ujarnya lalu bangkit untuk menelpon istrinya setelah itu.
Rindu menghilangkan senyumnya dan memegang dadanya yang masih terasa perih setelah Reon pergi dari sana.. .. ia menahan sesak ditubuhnya dengan senyum palsunya dan memukul sedikit bagian bawah perutnya.. lalu mameriksa wajahnya yang ternyata sudah bersih.. oh.. syukurlah…
Setelahnya Reon disana menyuruh Rindu menunggu disana sebentar lalu ia keluar diruangannya untuk menemui istrinya yang membawa pesanannya itu.. Nampak istrinya yang membawa mie itu kehapannya dengan bingung.” Tumben sekali kamu mau makan mie? Biasanya kau bilang mie ini tidak baik.. dan untuk siapa jus ini.? ” Ujarnya dengan bingung.
Reon mendelik dibuatnya lalu menarik nampan itu.”Bisakah kau diam? Kau boleh pergi karena ini urusanku.. urus saja arisan tak bergunamu itu..”Ujarnya membuat istrinya itu diam.”Oh jangan lupakan tubuhmu itu.. jangan biarkan orang lain merusaknya yakan..”Ujarnya disana dengan sinis membuat istrinya itu berlalu pergi karena takut dengan suaminya.. Reon membenci istrinya yang tidak becus menjaga anaknya yang hilang ditelan alam.. bukankah seorang ibu seharusnya selalu ada untuk anaknya? Beda dengan istrinya yang takut tubuhnya rusak hanya karena menyusuhi, ataupun anak perempuan mereka yang rusak karena ibunya yang sibuk didunia pamer harta(sosialita)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilain tempat dokter Rey menatap ayah Rindu yang diam menatapnya dengan helaan nafas…
“ Baiklah,, saya tidak akan membiarkan putri saya bersama lelaki yang tidak pantas untuknya. Maka dari itu saya akan memberikanmu pertanyaan.. jika kamu bisa menjawabnya dengan baik maka saya akan mengizinkan kalian menikah..”Ujarnya membuat Rey mengangguk.
” Pertanyaannya mudah kok.. Siapa yang paling kamu cintai didunia ini… “Ujarnya dengan tajam kepada Rey.
Rey disana menatap ayah Rindu disana dengan senyumnya,,” Tentu saja Tuhan saya Allah Swt…” Ujarnya disana dengan tegas membuat kedua orang tuanya menatap Rey, karena mereka fikir Rey mengatakan nama mereka atau nama Rindu..
__ADS_1
“ Setelah itu?” Tanya ayah Rey membuat keluarganya menatap Rey teliti... Bagaimana bisa Rey menjawab lain Rindu.?
Tanpa disadari Rey disana merasakan matanya berkaca kaca..” Apakah saya pantas mengatakanya? ?” Tanyanya membuat abbi Rindu disana menatapnya heran..
” Saya… saya mencintai beliau, yang belum pernah saya temui… tapi perjalanan dan syirahnya membuat saya mencintainya.. beliau Rasulullah saya.. nabi Muhammmad Sallaallahu'alaihi wassalam.....!!!” Ujarnya dengan gugup disana.” Tap tapi.. saya belum bisa memiliki akhlak semulia beliau dan masih banyak kekurangan..”Ujarnya menundukkan kepalanya dengan gugupnya.
Abbi Rindu disana tersenyum dibuatnya..”Lalu siapa lagi?” Tanyanya membuat keluarga Rey diam melihat Rey yang mereka yaini jawabanya pasti Rindu .. atau mereka? Jawaban Rey membuat mereka tertampar jika anaknya memilki cinta yang besar selain kepada mereka.
Rey tersenyum lalu mengambil tangan ibunya dan ayahnya lalu menciumnya secara bergantian .”Maafkan saya pak.. saya mencintai Ibu saya.. ibu saya.. ibu saya dan ayah saya.. barulah kakak perempuan saya…”Ujarnya disana jujur dengan air mata yang jatuh membuat ibu Rey menatap anaknya dengan sendu..
Umi Rindu tersenyum melihatnya, tak disangkah ada Caca yang mengintip dibagian pintu belakang dekat mushola dalam rumah mereka, disampingnya ada Rasyid yang juga mengintiup.
Abi Rindu mengangguk dibuatnya.” Lalu jika begitu dimana letak cinta untuk anak saya? Jika cinta kamu sudah kamu bagikan semua untuk orang lain?” Tanyanya disana.
Dokter Rey diam menatap ayah Rindu takut jika ayah Rindu marah dengan jawabannya yang sama sekali tidak menyebutkan nama Rindu..
“Karena kata Rindu, jika aku belum bisa mencintai yang wajib, maka bagaimana aku bisa mencintai dirinya yang hanya sebagai ciptaan Tuhan dan sebagai umatnya nabi Muhammad Saw..!” Ujarnya gugup disana.
” Dan bagaimana bisa saya memprioritaskan dia(Rindu) ketimbang keluarga saya. Sedangkan keluarga saya yang membesarkan saya sejak kecil saja saya tinggalkan, apalagi dirinya yang baru dihidup saya.. .? saya tidak akan bisa mengubah posisi Rindu menjadi posisi Tuhan bahkan ibu saya.. tapi saya sudah menempatkan dia dihidup saya sebagai sebagian hidup saya.. “Ujarnya lagoi menunduk takut..
Keluarga Rey disana tak tahan untuk tidak menjatuhkan air matanya.. ternyata Rindu tidak pernah meminta posisinya, bahkan Rindu meminta Rey untuk mementingkan mereka dibandingkan diri mereka membuat mereka tambah yakin mendukung hubungan Rindu dan Rey..
Biasanya kan seorang wanita akan meminta untuk dipentingkan dan meninggalkan keluarganya bukan? Wanita itu egois ingin memiliki anak laki laki seorang ibu biasanya, melupakan bahwa anak laki laki itu tidak bisa dilepaskan sampai orang tuanya meninggal.. Tapi Rindu tidak..!
“Alhamdulillah.. terimakasih pak.. Terimakasih..”Ujar Rey mengusap air matanya, tangannya sangat dingin dan juga basah karena grogi.. biasalah ya namanya juga lamaran kan? Rey menghela nafas legah dibuatnya.
“Tapi..” Ujaran ayah Rindu membuat mereka semua diam.” Sekarang Rindu sudah tidak ada dirumah ini..”Ujarnya dengan sendunya,.. air matanya jatuh mengingat hal itu.”Lihatlah, rumah ini tidak ada Rindu, dia sudah pergi bersama keluarganya.. dia diambil paksa dari kami..”Ujarnya
Rey menatap ayah Rindu dengan kaget dan juga cemas.”Maksud bapak apa? Apa Rindu baik baik saja? sekarang Rindu dimana pak? Kenapa dia tidak mengabarkan saya sedari beberapa hari ini?” Tanyanya cemas membuat keluarganya diam melihat apa yang terjadi..
“ Kaliana tenanglah.. biar kami jelaskan semuanya kepada kalian..”Ujar abbi Rindu membuat keluarga Rey diam dan kembali duduk.. abbi Rindu mulai menceritakan siapa Rindu dan bagaimana Rindu bisa pergi membuat keluarga Rey disana mendengarnya dengan mata yang basah.. kenapa Rindu sangat menderita? Mengapa Rindu sangat sangat tersiksa membuat siapapun menitihkan air matanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilain sisi jika mereka yang sedang bersedih mendengar cerita Rindu, sekarang Rindu malah tersneyum membungkus rasa sakit baik fisik maupun batinnya menatap makanannya yang datang bersama Reon itu..
Reon membawa pesanannya disana dengan sendok dan garpu juga.. waw,,
Rindu disana tersenyum semangat dibuatnya." Maaf saya tidak membuatnya terlalu pedas karena kamu baru saja bangun dari pingsan..”Ujar Reon disana memberikanya kepada Rindu. Lampu disana sangat minim, bahkan hanya lampu kuning yang nenyinari mereka berdua disana samar samar...
Rindu disana mengangguk dan menerimanya. Ia memilih duduk dibawah dan menaruh makannya diatas meja membuat reon diam melihat Rindu.”Tidak apa. Terimakasih.. ayo makan..”Ujar Rindu memberikan ruangan untuk Reon supaya duduk disampingnya.
__ADS_1
“Maksdunya?” Tanya Reon dengan kening yang mengerut melihat Rindu yang malah mengajaknya makan dan memberikan porsi untuk dirinya duduk.
Rindu memberikan senyum manisnya lalu menariknya membuat Rion turun dan duduk disampingnya.
”Berikan waktu untuk kamu dan saya bicara sebentar. Makan bersama dan bercanda bersama..Akhhh kau tidak tau saja betapa seru nya makan satu piring bersama anak perempuan bukan? Dan mari kita berdiskusi kecil supaya suasana semakin hidup..”ujarnya membuat Reon disana diam menatapnya dengan senyum kecil..
Rindu disana memberikan sendok kepada Reon dan dirinya mengenakan sumpit.. dan memberikan juts alvukat dan dirinya pun satu..
”Ayo makan.. atau kau mau menyuapiku saja karena tidak ada sumpit lagi, hanya satu .. aku merindukan suapan abbiku dirumah..”ujar Rindu memainkan lehernya membuat Rion diam mengusap air matanya yang jatuh.
Reon mengambil sendok itu lalu tersenyum.”Makanlah.. dan suapi aku, aku jadi ingin tau rasanya disuapi anak perempuan..”Ujarnya disana membuat Rindu mengambil sumpit yang diberinya dan mencampuri mienya. Karena inilah ia memesan mie yang banyak tadi, supaya bisa makan bersama dengan pamannya Reon.. Reon saja yang tidak tau.. dan baru sekarang Reon sadar akan hal itu membuat ia menatap Rindu dengan senyumnya.
“Buka mulutmu ayah..”Ujar Rindu dengan bergetar dikalah mengatakan ayah itu membuat Reon tertegun.
Rindu tersenyum disana dengan mata yang berkaca.” Kan tema nya anak dan ayah, jadi aku anaknya dan kau ayahnya.. jadi biarkan aku memanggilmu ayah dan kau memanggilku prinses kecil.. supaya kita bagai anak dan ayah yang sesungguhnya..” Ujarnya disana dengan pilu menyayat hati Rion.
“Hehe..”Reon disana tertawa pilu dibuatnya lalu mengusap air matanya yang jatuh lalu menganguk..
“Baiklah prinses kecil..”Ujarnya disana dengan gemetar lalu mengunyah makan dari tangan kurus Rindu itu.. mie yang tak terlalu pedas dan juga biasa saja. Namun entah kenapa rasanya luar biasa menghantarkan kebahagiaan.
Rindu tersenyum lalu memakan juga mienya.. ia tersenyum dan menatap Reon disana dengan tulisnya.
”Bagaimana harimu ayah.? Apakah dikantor ada masalah? Dan akhh kapan kau libur kerja? .. aku mau main di fun city bersamamu..main lempar bola, monculy dan juga mobil mobilan itu.. sepertinya seru, kita akan balapan dan saling mengalahkan satu sama lain...! aku mau kita menghabiskan waktu bersama ayah... ”Ujarnya dengan semangat, berekting jika dirinya memang anak Reon yang masih kecul membuat Reon disana kembali tak kuat..
“hiks hiks..” Gumam Reon menangis dan menarik Rindu kepelukannya.” Izinkan aku memeluknmu nak.. tolong..’'Ujarnya disana lelah dengan dunianya membuat Rindu menjatuhkan sumpitnya diatas piring dan membalas pelukan pamannya itu.. orang asing yang tak taunya kakak ayahnya itu. Merasakan nyamannya dipeluk setelah lamanya dirinya tidak dipeluk dan disemangati oleh orang orang disekitarnya.
Reon memejamkan matanya disana memeluk Rindu disampingnya lalu menangis. Dulu ia tak pernah melakukan hal kecil ini kepada anak-anak perempuannya, yang ia tau bekerja lalu pulang, memberi mainan dan pergi lagi… bicara saja tidak pernah apalagi makan bersama dan juga bercengkrama layaknya seorang ayah dan anak.. ia bagai ditikam belati panas didadanya membuat ia tak kuat menahan sesaknya dunia.. sekarang ia bertanya, anaknya yang hancur itu salah siapa? Anaknya atau dirinya yang gagal menjadi seorang ayah?
“Jika kau terus memelukku begini kita tidak bisa makan lagi ayah.. nanti mie kita kering dan tidak enak lagi.. ayo mari suapi aku supaya aku kenyang..”Ujar Rindu membuat Reon mau tidak mau melepaskan pelukanya dan menatap Rindu sendu.
Reon mengambil alih sumpit itu dan mengambil mienya membuat Rindu diam menatapnya.”Biarkan ayah yang menyuapi prinses kecil ayah.. biarkan ayah.. nanti priinses yang menyuapi ayah yah..”Ujarnya dengan senyum bercampur air mata membuat Rindu mengangguk disana kepada Reon yang ia anggap ayahnya sendiri itu..
“ Kau sangat mirip dengan ayah.. ayah suka telur setengah matang, Dan kau juga menyukainya, bahkan banyak hal yang sama dengan ayah..”Ujar Reon disana mengusap kepala Rindu sayang dikalah Rindu mengunyah makannya yang ia suapi itu, membuat Rindu tersneyum..
Reon merasakan jika dirinya benar benar gagal, karena sampai sekarang ia bahkan tidak tau apa makanan kesukaan kedua anaknya yang telah pergi meniggalkannya.. sama sekali tidak tau..!
" Iya... pasti.. karena aku anakmu ayah.. " Ujar Rindu tergerak memukul sedikit tangan Reon. " Dan pastinya aku adalah cerminan dirimu.. " Itu membuat Reon tergerak dan mencium kepala Rindu dengan air mata yang jatuh... Ia menyayangi Rindu...
Acara haru antara Rindu dan Reon membuat suasana sendu dan haru bercampur, sedih dan bahagian juga mengubah Reon yang Nampak tegas dan juga bijaksana tidak bisa menghindari rasa bahagia dikalah Rindu yang mengusap pipinya dan mencubitnya dan ia juga melakukanya kepada Rindu bagaikan Rindu adalah anaknya sendiri. Ia bahagia dan ia mau ini terus berlanjut seperti ini. Bisakah?
.
__ADS_1
.
.