
Namun saat Habib menghela nafas,
Brak...
Pintunya dibuka lebar oleh sosok badan kekar disana. Membuat pintu yang tidak dikunci itu hampir rusak seketika. Padahal bisa didorong baik-baik kenapa harus dengan cara kasar segala? Nggak sayang sama tangan apa tu mansia ya? Ini yang dinamakan, manusia yang hidup pakek otot bukan pakek otak membuat semua orang disana menatap arah pintu dengan tatapan terkejut.
Disana ada empat pria kekar menggunakan baju hitam berkaca mata hitam dan berseragam yang sama, jangan lupakan jika mereka berbadan sangat kekar. Setelahnya datang sosok perempuan cantik. Rindu tidak memunafikkan itu. Karena memang Mise sangat panda dalam berstyle ya... Hanya saja stylenya Mise tak cocok untuk diterapkan diIndonesia yang hukum sosialnya masih sangat kental.
Kenapa bisa begitu? Baju yang sangat kecil dan ketat, bisa dikatakan itu tak muat dengannya membuat dadanya menonjol. Kaum adam manapun jika melihatnya mungkin akan mengucap... belum lagi pusarnya yang nampak dan belahan dada yang cukup rendah. rok pendek yang berwarna pink muda itu sekilan diatas lutut. Rambat panjang dicarlly membuat wajah ovalnya sangat bagus. Make up? Bagus, karena memang muka Mise dikategorikan glowing... dan sangat cocok dengan wajahnya. Entah apa yang membuat Habib tak menyukainya. Padahal mantannya saja dulu sempat berpaling dari Rindu.
“Kalian tidak punya sopan santun ha? Kalian itu berada dikantor saya.. apa-apaan ini?” Habib meledak melihat keganasan orang-orang Mise yang datang tanpa salam dan tanpa ada akhlak sama sekali.
“Apa salahnya salam dulu? Perisi dulu. Kalian tidak diajarkan sopan santun dalam bertamu apa ha? Pintu kantor sampai rusak begini..!!” Filos tak kalah marahnya dari Habib. Filos memang sudah tak bisa menahan dri karena Mise. Karea memang sikap dari Filos itu memang sangat sama dengan Rindu. temperamen.
Mise tanpa rasa bersalahnya mendekati Habib dan juga bergelayut manja, dan langsung ditepis oleh Habib, Habib menghindar dan menjauh dari Mise bagaikan menjaughi kuman saja. “Ih.. scutrity kamu tu.. Masa aku diusir sii dari kantor kamu. Padahalkan aku mau ketemu kamu bib. Calon suami aku..” Ujarnya dengan logat manjanya. Ia bahkan menghembuskan nafas dalamnya.
Rindu yang duduk dibelakang Filos itu hanya menonton saja. Sebab memang punggung Filos menutupi keberadaan Rindu. apalagi Filos yang berdiri dan tubuh yang jauh lebih besar membuat tubuh Rindu memang hangus dimakan Filos. “Dasar.... ular..” Gumam Filos pelan, namun karena Rindu dibelakangnya ia mampu mendengarnya membuat ia tergelak dan juga terkikik...
Mise yang mendengar desisan dari Filos membuat ia menatap Filos tajam.” Pasti lor kan yang suruh orang-orang kantor pada ngusir gue ha.. ngaku loe..!” Teriaknya didepan Filos.” Loe nggak tau gue calonnya Bos loe?” Teriaknya lagi membuat Rindu terkekeh lagi. Bisa dikatakanlah ya Rindu kurang ajar. Tertawa dipenderitaan orang lain wkwk..
Filos menatap Mise dengan tatapan alis terangkat. Bibirnya mencebik menatapnya. Iye gue.. nape sadar diri loe siapa.”Ujarnya tak kalah sewot karena memang dia yang dingin tak menyukai Mise. sungguh ia membenci Mise tanpa alasan. “ Inget ya.. diluar sana banyak tu yang pacaran.. tapi ujung-ujungnya bukan kepelaminan, tapi jadi mantan. Jadi tolong kalo kata Rindu jangan mendahuluin takdir buuk. Mungkinkan besok lu bukan dijemput calon suami loe duluan. Tapi dijemput sama malaikat maut, baru tau rasa loe. Masuk neraak jahanam selama-lamanya..” lanjutnya bangga setelah menyaring apa yang ia dapatkan dari Rindu selama dua bulan ini.
Mise mendesis menatap Filos. “ Dan loe yang harus inget. Kalo gue jadi Istri Habib nanti siap-siap angkat kaki terus jadi gelandangan loe diluar sana..!”! Ketusnya dengan sinisnya. Ia melipatkan tanganya dan menatap Habib.” kamu kenapa ngehindar dari aku ha? Mama kamu juga hindrain aku? Padahalkan kita sudah sepakat jika dijodohin tau ngak sii..” Ujarnya dengan nada manjanya.
Habib mendesis.” Nggak ada yang bakal angkat kaki dan nggak bakal ada yang jadi gelandangan keculai saya yang mengatakannya..Dan asal kamu tau.. Filos sudah mendapatkan posisi tetap dikehidupan saya.. hidup kamu tidak ada apa-apanya ya dibandingkan dia... Dia sudah saya anggap abang saya. Berani kamu jelekin dia lagi didepan saya. Maka akan saya sobek mulut busuk kamu itu..!!” Ujar Habib dengan ganasnya. Karena ia sudah muak melihat Mise yang menjatuhkan Filos semacam itu.
Filos yang dibelapun tertegun. Ia menatap Habib dari samping matanya memancarkan rasa tak percaya. Memang benar sii Habib tak sehumoris bos lain, yang bisa diajak bercanda ini itu. Tapi setidaknya bosnya selalu memperlakukan dia layaknya seorang asisten yang bermartabat. Tapi hari ini ia merasakan jika Habib sudah menujukan jati dirinya. Ternyata bukan dirinya saja yang mengangap Habib sebagai adik. Tapi Habib juga menganggapnya kakak membuat ia terhura. Apaagi Filos sama sekali tak punya orang tuakan.. keluarga Habib lah yang mengurusinya sedari kecil. Rindu? ia menumpuhkan dagunnya diatas tangannya yang disangga diatas meja menatap dan menonton seral drama geratis. Sungguh ini lebih seru dari pada Film ratapan hati seorang istri wkwk.
“Dan lagi saya sudah katakan.. jika pernikahan itu tidak akan terjadi Mise...! saya tidak mencintai kamu. Bahkan saya sudah mengatakan kepada kedua orang tua kamu jika perjodohan itu dibatalkan. Kamu bisa cari pria kaya lain diluar sana. Kamu cantik dan saya yakin kamu bakal banyak diminati oleh pria lain.” Ujar Habib dengan sinis.
__ADS_1
Hanya orang pandai yang mengerti kata-kata Habib. Habib mengatakan ‘minat’ itu artinya menghina.. mengatakan jika Mise sedang menjual dirinya sendiri. Benar bukan? Ketika datang dan mengatakan mencintai orang. Meminta untuk menjadikan dirinya menjadi miliknya. Kata apa lagi yang lebih halus? Lalu mengatakan menekan kata pria kaya yang artinya Mise matrealistis. Ya.. ya.. Mise memang begitu. Selalu mencar pria tampan dan mapan dimanapun..
Dan bodohnya Mise menganggap itu suatu pujian membuat ia tersanjung dan tersenyum.” Aku nggak mau pria lain.. aku maunya kamu.. kamu Habib... aku memang cantik.. masa kamu enggak mau. plis jangan batalin pernikahan kita. aku malu, soalnya berita pernikahan dan perjodohan kitakan udah aku kasih tau sama temen-temen dan keluarga aku. Aku nanti ngomong apa jika pernikahan ini batal..” Ujarnya memelas.
Kan sudah Habib tebak dan katakan tadi jika dirinya itu hanya dijadikan ajang pamer hanya karena kekayaan dan ketampanannya. Inilah yang membuat ia tak menyukai perempuan kecuali Rindu.. semuanya selalu menilai dari luar. Bukan dari dalam.
Habib mendesis menatap wanita ular didepanya ini. “ Saya sudah memiliki calon istri.. dan saya sudah mencintai perempuan lain, jadi jangan ganggu saya lagi.. kamu keluar dari sini sekarang juga..!” Usirnya dengan tegas kepada ise.” Sekalian bawa kacung kamu Itu. Saya muak lihat kamu buat ulah terus dengan saya ya.” Lanjutnya menatap empat bodyguard yang sedari tadi hanya diam dan menatap mereka saja itu.
“Siapa yang berani merebut kamu dari aku siapa Habib?” Bukanya pergi dia malah mendekati Habib dan memukul lengan Habib dengan gaya perempuannya.” Aku udah nungu kamu selama satu tahun Habib.. dan kamu mudah banget bilang kalo kamu sudah ada perempuan yang kamu cintain. Kamu enggak mikir perasaan aku apa? Kamu nggak mikir??” Teriaknya.
Diluar sana sudah cukup ramai oleh karyawan karena kepo akan bos mereka yang beribut dan sebagainya itu. Mereka mengintip disela-sela tempat yang bisa diintip. Ada scurity juga yang datang dikantor itu tapi ditahan oleh empat bodygard itu membuat Filos membiarkan saja dari pada nanti ada kerusakan yang lain dibuat mereka. Keadaan sekarang sangat ricuh dan panas.
Habib menahan serangan Mise dengan memejaman saja matanya. Ia tak mau bermain tangan jika berurusan dengan perempuan. “ Siapa yang nyuruh kamu nunggu saya siapa?” Tanyanya dengan dingin membuat Mise diam menatap Habib dengan tatapan sok terlukanya itu.” Sedari awal saya sudah katakan untuk menolak semua itu tapi kamu malah ngotot. Sok mau bunuh diri dan juga kabur. Dan saya harus dipakasakan menikah dengan kamu. Jado sekarang siapa yang salah dan siapa yang bodoh ha? Saya yang bajjingan atau kamu yang murahan?” Tanyanya dengan keras membuat ruangan itu bergema.
Rindu dibelakang Filos menatap mereka dengan diam. ia tak melakukan apapun, entah dia pusing juga. Mau mereraikan nanti juga percuma, sok jagoan atau bagaimana. Jadi sekarang lebih baik jadi penonton saja lah.
Mise menatap Habib dengan gelengan kepala tak percaya.” Perempuan mana yang buat kamu jatuh hati Bib? Perempuan mana.. Bilang ke aku.. Hbaib peremouan mana..!” Ia menarik jas Habib yang wajahnya dipenuhi air mata. Lalu menaruh kepalanya didada bidangnya Habib karena frustasi.” Secantik apa si perempuannya sampek kamu mau sama dia? Apa aku kurang cantik supaya bisa menarik perhatian kamu? Kurang sexy? kurang apa Habib? kurang apa. Bilang sama aku supaya aku bersaha buat ngerubahnya..” Ujarnya berteriak.
“Kecantikanya alami, bukan karena buatan seperti wjah kamu..” Mise diam menatap Habib.” Sexy? Jika kamu berpikir saya suka dengan peremuan sexy kamu salah besar. Pria suka dengan perempuan yang berbaju sexy bukan karena cinta. Tapi nafsu.. dan kamu salah besar jika saya akan memilih perempuan yang bisa membuat saya bernafsu untuk menjadi pendamping saya.” Ujarnya.
Ia mengelilingi Mise dengan sinisnya.” Nafsu diibaratkan sama kamu yang sedang melihat orang lain makan Mie instan.. terus kamu akan bernafsu. Kamu juga mau.. dan buat kamu akan membeli atau masak mie Instan juga.. namun, setelah kamu sudah mendapatkanya. Dan sudah memakanya. Nafsu itu hilang. Nafsu itu ditelan angin,, dan mie instan tak akan menjadi makanan pokok kamu lagi.. hanya satu kali pakai bukan?” Ujarnya terkekeh.” Tapi beda dengan kamu makan nasi, meskipun kadang ada rasa bosan, ada rasa eneg dan sebagainya. Tapi suatu saat nanti kamu bakal balik lagi dengan nasi. Bahkan jika belum makan nasi maka kamu belum terasa nikmat. Begitulah cinta. Nafsu menjadi satu dengan suatu kebutuhan. Sedangkan kamu hanya ada satu. Yaitu nafsu. Jadi kamu belum bisa mendapatkan hati saya.”
“Rindu Azahrah..” Habib membuat Rindu tegang ditempatnya. “Perempuan yang cantik dari luar dan dalam. Tak sexy sama sekali, tak menarik sama sekali. Sama dengan nasi, hanya berwarna putih, tapi entah kenapa, saya suka ketika dia ada dihidup saya. Dan saya yang berjanji membuat hidupnya berwarna dan menarik. Memberikan dia cinta dan juga kenikmatan disuatu hari... doakan ya supaya kami bisa bersama. “ Ujar Habib lagi membuat Rindu menghela nafas. Rindu tak salting kah? Salah besar. Rindu tetap perempan Wey. Tak bisa diapikkan jika sebenarnya dirinya sedang sating bana... wkwk..
Filos minggir karena ingin menatap Rindu membuat wajah Rindu yang ditutup cadar merah marun itu nampak. Membuat Mise yang wajahnya bercucuran air mata itu seketika menyergapkan rasa tak tega dihati Rindu. nampak sekali ia sedang bersedih. Namun ia merasa ada yang beda ada Mise. Mise sedikit gendutan. Apa jangan-jangan?
Hus. Jauhkan fikiran jelekmu Rindu.. apa yang dpikirkan, bukan berarti orang gendut seperti itu kan? Tapi... entah Bentuk tubuh.. hais.. Keluar kau setan dari pikiranku.. Batin Rindu dengan menggeleng menghilangkan pikiran negativnya itu.
“Haloo Kak Mise.. apa kabar?” Tanya Rindu dengan mengangguk, tak ada rasa dendam dengan Mise sebenarnya tapi masih ada rasa jijik dan sakit yang masih terselip dibalik luka.” Tapi saya rasa kurang baik.. maaf ya. Saya turut berduka cita..” Ujarnya lagi dengan senyumnya. Sebnarnya Rindu tak tau jika kalimat yang ia katakan itu membuat api yang sudah mulai hidup sekarang membarah dan siap menghanguskan dirinya.
__ADS_1
Mise mendekati Rindu dan menjambak hijabnya.” Jadi kamu yang mau rusak hubungan saya ha?!!” Teriaknya keras membuat Rindu oleng.. Rindu tak siap dengan serangan itu. “Nggak cukup kamu rebut pria yang saya sukai dulu ha.. dasar perempuan murahan. Kamu pakek peletkan..! ngaku kamu..! kamu itu hitam, dekil tau nggak. Mana pendek lagi...” Ujarnya berteriak.
Rindu tak tau harus apa, menangis atau tertawa. Dulu ia memang dekil dan hitam Wey.. pendek pula, pipi tembem, tapi entah kenapa banyak sekali pria yang menyukainya dan mencintainya. Apa karena... Ginsul dan lesung pipinya? Atau mata jernihnya.
“Mise stoop.. keluar kamu..” Habib tak tinggal diam. dia menarik baju Mise. tak sadar apa yang ia lakukan membuat baju yang sangat kecil itu sobek menampilkan bahu Mise lebih lebar. Tak peduli Habib langsung menariknya lagi dan melempar Mise menjauh membuat Mise jatuh dilantai dengan keadaan mengenaskan.
Habib mendekati Rindu membuat Rindu yang merasakan pusing itu diam ditempat. Rindu tak melawan karena memang dia salah, ia sadar kok.. Habib menatap Rindu khawatir sungguh Rindu sekarang nampak memejamkan matanya. Tanpa Habib tau jika sekarang Rindu mimisan.”Rindu kamu enggak apa-apa?” Tanyanya dengan khawatirnya.” Filos seret dia dari sini. Jika tidak saya pastikan akan menyeretnya dengan tangan saya sendiri... cepat.. atau kalian semua saya pecat sekarang juga..!” teriaknya tak berperasaan lagi.
“Baik pak..!” Ujarnya membuat pada bodygoard menatap Filos. Filos yang ditatap tak tinggal diam. ia menggunakan alat setrum pada empat bodygoard itu membuat mereka lemas. Barulah scurity mendekat lagi. Filoskan memang jago dalam karate apalagi tadi dia dibantu dengan satu scurity lain.
“Awas kamu Rindu.. saya pastikan kamu hancur.. ihat apa yang akan saya lakukan kekamu..! Lihat Rindu...!! Saya benci kamu... Argh..” Mise mendesak dengan marahnya memegang perutnya. Apa Rindu tak salah lihat? Jika kakinya Mise berdarah? Apa bagaimana ini?
“Rindu kamu tidak apa-apa?” Tanya Habib mendudukkan Rindu. ia memberikan Rindu minum yang tersedia dimeja.” Minum dulu. “Ujarnya dengan lembut.
Rindu mengangguk.” Aku nggak apa-apa kok hehe..” Rindu cengengesan dan mengambil minum itu. Bagaikan darah yang keluar dari hidungnya bukan masalah. Apakah cadar Rindu tak basah? Maka jawabanya tidak, sebab Rindu menggunakan cadar dua lapis, jadi hanya cadar bagian dalam saja yag terkena.
Rindu sudah menyiapkan semuanya kok.. Ia sudah memikirkan ini jauh hari.
Habib menatap Rndu dengan tatapan khawatirnya. “Kita kedokter saja ya... kamu keknya harus kerumah sakit aja ya. Soalnya aku takut kamu kenapa-napa..” Ujarnya penuh perhatian dan rasa sayang.
“Saya hanya butuh toilet kog. Tenang aja. Tadi Saya hanya merasa sakit karena hijabku ditarik. Hal yang wajar bukan? Jangan lebay. Nanti dokter malah tertawa melihat saya dirawat dirumah sakit hanya karena dijambak.” Ujar Rindu terkekeh membuat Habib menaksakan tersenyum dan menatap punggung Rindu menjauh.
“Seandainya kamu tau Rindu. jika apa yang saya katakan pada Mise tadi adalah suatuhal yang nyata. Yang memang saya rasakan dari hati saya sendiri..” Ujarnya lalu menghela nafas dalam. ia memlilih memanggil ob saja supaya bisa membersihkan apa yang sudah diberantaki diruangannya ini..
.
.
.
__ADS_1
.
...Happy Day ya... Semangat buat bersyukur dan bangkit......