
Langkah Habib semakin cepat dikalah dirinya merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.. ia menghela nafas dibuatnya.”Bisakah kamu tidak mengikutiku lagi?”Tanyanya disana dengan tajam kepada sosok dibelakangnya ini.. sosok yang membuat ia tak suka, ia tak suka privasinya diganggu seperti ini.
Seperti biasa, Habib sedang menuju kekantornya, namun ia baru saja keluar dari kantornya untuk kecafe. Bukan satu atau dua kali ia merasa ada yang mengikutinya begini, tapi sudah berkali-kali semenjak pertemuan pertama mereka kemarin. Hal itu membuat ia geram dan tak nyaman, baru kali ini ia mengatakan hal ini kepada sang empu.
Sang empu merigis dibuatnya lalu mengusap kepalanya dan dengan gugup berkata.”Ak aku tdak mengikutimu.. aku aku hanya menunggu temanku Kevin disini yah.. Kevin.”Ujarnya disana meringis karena ketahuan.. ia menyukai Habib dikalah pertama kali bertemu dan sampai sekarang ia mau mencari tahu banyak hal tentang Habib membuat ia berdiri disini mencari tau bagaikan orang gila.
Habib disana membalikkan tubuhnya dan menatap sang gadis,,, gadis cantik nan tinggih, lebih cantik dibandingkan Rindu sang pujaan hati. Bahkan tubuh bak model terkenal itu.. ia mendekat dan juga menatap manik mata sang empu membuat sang empu mundur dengan gugup..
“Tu tuan.. ap-apa yang kau lakukan? Disini banyak orang,, nanti kita nikah saja jika mau..”Ujarnya keceplosan membuat ia menutup mulutnya gugup.. karena keceplosan.
Habib disana menatapnya makin tajam dibuatnya lalu menyekapnya sampai kedinding.. hal itu ditatap banyak orang sampai wajah wanita itu memerah menatap Habib.. wajah habib semakin dekat dengannya membuat ia memejamkan matanya takut... akhhh wajahnya memerah dan memajukan bibirnya karena ia berfikir Habib akan menciumnya....
Habib yang melihat itu mendesis jijik dan berbisik.” Kevin sudah ku pindahkan dikantor cabang bukan disini, dan itu terjadi dua hari yang lalu.. jadi kau menunggu siapa disini?”Tnayanya membuat sosok cantik itu mengerjab malu.. ia fikir akan ada tragedy bagaikan novel yang ia baca dan film yang ia tonton. Ternyata ini scen yang memalukan baginya mmebuat ia menahan nafasnya.
“Tu tuan.. bisakah kau mundur.. nafasku bauh..”Ujarnya bergumam karena tak PD membuat Hbaib disana tamba tajam menatapnya. Ia meringis dibuatnya, takut akan tatapan habib.. ia menelan ludah kasar dibuatnya.
“An anu Tuan.. aka k aku aku hanya mau bertemu dan berkenalan denganmu..”Ujarnya disana malu malu membuat siapapun menatapnya dengan delikan.
Habib menatap wanita didepanya itu dari atas sampai bawah. Wanita berbaju seksi, tubuh yang tinggi dan indah itu dapat dinikmati oleh banyak orang dengan menatapnya. Beda jauh dengan Rindu gadis yang ia sukai.” jangan dekati aku.. aku sudah memiliki kekasih..”Ujarnya Habib lalu pergi.
Namun dengan lancangnya gadis itu menahan Habib dan menatapnya lesuh.”Aku tau kau tak punya kekasih, kau ditinngal nikahkan dengan kekasihmu haha. Aku sudah tau semuanya dari sekretarismu Filos..”Ujarnya disana mengedipkan matanya...
Pas sekali disana ada Filos yang tadi ikut dengan Habib membuat Habib menatapnya tajam. Filos gugup dibuatnya.. dengan cepat Folos menjelaskan.”Ak aku dijebak olehnya.. di-dia sepupuku.. dan dia mengancam akan mengatakan pada ibuku jika aku tidak punya kekasih, bisa marah ibuku nanti..”Gumamnya.
Ia menatap aosok gadis didepanya itu tajam dan lanjut.”Karena ibuku tau aku sudah punya kekasih, tapi sayangnya dia malah memamfaatkan itu tuan..”Ujarnya disana memelas pada Habib. Habib sudah lebih mengerikan dikalah tak marah, sekarang ditambah ia marah? Bagaimana bentuk wajahnya nanti coba?
Habib menatap mereka bersua tajam, satu perempuan menatapnya dnegan sneyum gugup dan Filos menatapnya gemetar.”Satuy aku tidak peduli apapun tentang kalian. Dan yang kedua jauhkan aku dari gadis lancing ini, jika tidak akan ku patahkan kakinya Folos.. aku muak, aku sudah mempunyai kekasih camkan itu..!”Ujarnya membuat sosok itu diam menatap nanar Habib yang menjauh.
__ADS_1
Habib menahan amarahnya dan memasuki mobilnya membuat Filos mencengkram tangan sosok sepupunya itu.”Jangan banyak ulah.. nanti jika aku dipecat kau yang akan ku beri hukuman.. pulanglah, jangan manja... kau bukan sosok yang dia sukai, dia tidak suka sosok yang mengenakan baju terbuka seperti ini.”Ujarnya membuat sosok sepupunya itu memerah dan menahan tangisnya..
Ralat..
mereka tinggal satu rumah, ibunya Filos adalah ibunya Gadis itu juga. Filos tidak punya ayah dan ibu...
Habib disana menatap tajam Filos membuat Filos gugup.”Cepat pulang, atau akan ku beri tahu ulahmu pada bibi.. supaya kau diusir dari rumah.”Ancamnya membuat sosok itu menunduk takut dan mengusap air matanya yang jatuh. Filos tak peduli, ia berlari dan memasuki mobilnya meninggalkan sosok sepupunya itu.
Perempaun itu mengusap air matanya nanar menatap mobil Habib melaju dan tersenyum rapu.”Sekarang kau menolakku, akan ku pastikan nanti kau akan runtuh dengan pertahananmu aha..”Ujarnya disana tersney5um semangat.” Entah itu kapan tapi aku yakin..”Ujarnya lagi lalu pergi menghela nafas.
Entah, ia menyukai Habib sejak pertama kali bertemu, sejak dimana dipuncak Azza ia bersama rombongan kulianya itu melihat Habib, Habib yang jatuh sakit disana harus menginap diperkemaan dan tenda dirinya. Ia menjaga Habib dan merawat Habib sampai keesokan Harinya ternyata Habib pulang dengan keadaan sakit diwaktu subuh.. hal itu membuat ia sedikit khawatir .. namun entahlah, yang namanya suka yah suka, meski Cuma satu kali pertemuan kita bisa apa? Mangkanya ia sampai sekarang mencari tau tentang Habib,
Ia mendapatkan sedikit clue tentang Habib dari jas yang Habib tingalkan, jas yang berwarma hitam itu tersimpan kartu nama yang disana tertera nama prusahaan Hollmast membuat ia terkejut. Ternyata habib orang penting dan orang kaya.. waw.. dan lebih mengejutkan lagi ia satu kantor dengan orang yang ia ketahui dan ia kenal bernama Kevin.. wah keberuntungan bukan? Dan bosnya sepupunya sendiri.
Awalnya ia hiraukan perasaan ini tpi ia saat mengembalikan jas Habib dan Habib yang tak menatapnya sedikitpun membuat ia tertarik, biasanya tidak ada lelaki yang mau menolak menatap lekuk tubuhnya yang indah, wajahnya yang cantik dan suaranya yang lembut. Baru kali ini. Bahkan Habib tidak bertanya siapa namanya dan menyuruhnya menemui pihak HRD Saja.. itu membuat nyalinya tertantang dan berniat akan melumpuhkan pertahanan Habib.
Namun spertinya hal baik tidak berpihak dengannya, selama tiga hari mencari tahu, ia malah terjebak dengan rasa ‘suka’ nya tadi menjadi’terpesona dan juga cinta’ yah yah. Bisa dikatakan terlalu cepat, tapi ia yakin jika ini maanya cinta. Dimana ia menatap Habib dari kejahuan saja dadanya berdebar, dimana Habib tak pernah tersenyum membuat ia berdesis dan ingin mengembalikan senyum itu. Akhh apakah ia salah? Ia rasa tidak. Ia malah merasa kesal gadis mana yang membuat sosok Habib menjadi patah hati sedalam ini.. secantik apakah gadis iitu sampai Habib tak mau meliriknya barang sedetikpun itu?
Bahkan disetiap apa yang ia lakukan Rindu selalu ada diingatannya. Ketika ingin makan terasa makanan itu tak lagi seenak makan yang biasa ia makan, masakan Rindu yang paling enak.. ketika menggantikan baju rasanya kenapa sepih? Karena biasanya Rindu yang menyiapinya.. Ketika diharinya membuang sampah sembarangan maka ada rasa sesak didadanya karena tidak ada kata kata bijak dari rindu?
Bagaimana ia bisa melupakan semua itu? Bahkan dikalah tidurpun bayangan Rindu menyatuh diotaknya dan pikirannya, karena biasanya Rindu akan memberikannnya teh herbal. Katanya supaya besok ia kembali Fit dan sehat, bahkan ia mengatakan jika supaya Habib tak terlalu lelah dan akan selalu sehat..
Begitupun bangun tidur, dimana Rindu menghidupka bel sholat subuh membuat ia harus bangun secepat mungkin supaya bisa dilihat oleh Rindu jika ia rajin sholat subuh.. ditengah malamnya pun tak lagi ada yang mengaji dan menghafal sampai subuh.. harinya terasa kosong bagaikan rongga yang hampa.. kenapa? kenapa semenyakitkan ini?
Kenapa Tuhan memisahkan mereka? dikalah dirinya sudah menempatkan Rindu dihidupnya? Apa salahnya? Ia pun menatap wallpaper hapenya yang ada Rindu disana dengannya yang mengunya makanya membuat ia tersenyum. Bahkan melihat Rindu saja ia bisa tersenyum.. bisakah ia meminta kepada Tuhan untuk mengembalikan Rindu pada hidupnya? Ia ingin Rindu ada dihidupnya dan ia berjanji akan membuat Rindu bahagia dan tidak akan menyakitinya sungguh.
Namun rasanya itu hanya angan belaka., karena Rindu sudah menikah dengan orang yang ia cintai.. sakit bukan? Bagaimana jika kalian merasakan cinta sepnuh dunia kalian dna tiba tiba dunia itu hilang dan diri kalian sendiri? Yang menyakitkan dunia itu sudah dimiliki orang lain? Aoajah Habib akan merebutnya? Bahkan bertemu dengan dunia itu saja Habib tak mampu? Sungguh.
__ADS_1
Bolehkah ia kembali merebut dunia itu? Dunia itu sendiri yang memilih pergi padahalkan? Dunia itu yang tak nyaman karena terlalu banyak duri yang ia berikan, ia ingat kata Rundu jika dirinya mencintai Rindu, namun sayangnya Cinta itu tak pantas untuk orang yang memberinya luka. Mangkanya Rindu memilih Rey. meski cintanya untuk Habib tapi Rindu kebih tau mana yang pantas mendapatkanya dan mana yang bukan? Namun faktanya Rindu juga mencintai Rey. Bahkan mungkin sekarang Rindu sudah melupakanya. Sudahkah ia berbenah diri akan semua kesalahnya?
Belum.. bahkan sampai detik ini ia hanya melakukan sholat dan yang kewajiban saja. Bahkan ia kehilangan minat terhadap apapun selain Rindu.. ia mau Rindu dan ia berjanji akan memperbaiki lagi hidupnya yang sudah setengah hancur ini.. sungguh Habib hanya itu dunianya kembali..
Filkos menatap tuanya yang termenung dan meneteskan air mata itupun ikut prihatin, kaena Hb4aib adalah sosok yang baik, hanya saja ia tak dewasa dalam masalah hati. Wajar karena Rindu sosok cinta pertama baginya.
Bagaimana bisa ia paham jika ini pengalaman pertama baginya kan?
“ Tuan tidak mau keluar? Kita sudah sampai..”Ujaran Filos membuat Habib menghapus lagi air mata yang tersisah mengenakan tysu dan mematihkan hapenya. Ia mengagguk dan menghela nafas.. setelah ia merasa legah dan juga merasa nyaman barulah ia keluar dengan Filos yang ikut keluar membukakan dirinya pintu. Habib diam saja.
Langkah kaki Habib lebar memasuki café yang ada didepanya itu.. lalu ia memilih duduk disalah satu tempat duduk yang dekat dengan kaca, ia mau melihat luar disana.. Nampak disana sangatlah ramai dan juga dipenuhi dengan anak muda. Banyak yang memandangnya penuh minat namun ia bahkan tak melirik siapapun disana.
“Peremisi Tuan.. Tuan Tuan mau pesan apa?”Itu suara yang lembut memasuki telinga Habib dan Filos yang duduk didepan Habib. Habib mengambil menu makanan disana tanpa menjawab. Ia disana membacakan menu karena baru lkali ini dicafe ini.. iya, ini café baru didekat kantornya membuat ia mau mencoba bisa jadi akan menjadi tempat ia menenangkan fikiran suatu saat anti kan?
“ Disini tidak ada nasi padang?”Tanya Habib membuat Filos meringis, bagaimana bisa Habib menyakan hal yang konyol.”Nasi yang ada sayur ikan dan kacang itu, yang telur didadar dan digulung? Aku akan membayarnya mahal jika perlu?”Tanya Habib lagi disana. Ia merindukan masakan Rindu.
Sosok pelayan itu meringis dan mengeleng.”Maaf Tuan.. diisini adanya makanan bentuk luar negeri .. lebih tepatnya makanan dari Rusia.. jadi maaf kami tidak menyediakannya, dan disini juga ada makanan dari prancis... silahkan dipesan yang lain saja tuan.'’Ujarnya sopan disana. Hal itu membuat Habib diam dan mengangguk.
Namun ketika manik mata Habib menatap sosok didepannya itu ia mengerutkan keningnya merasa ingat, tapi siapa? Ia mengerjab mengungat siapa itu.”Kau? kau bukanya teman Rindu dihotel yang dulu bukan? Kalian yang ditangkap satpolPP Yang sedang bertugas itu?”Tanyanya disana dengan mengingat lagi.
Sosok itu gugup mendengarnya, siapa dia?
“ Tu tuan mengenal Rindu? Dan ya iya aku temanya dikalah itu.. “Ujarnya meringis disana. Iya,, dia adalah Meme alias Melisa gadis temanya Rindu itu. Teman satu kosan sekarang ia bekerja disini.. “dan sekarang dimana Rindu tuan? Apakah ia masih bekerja dengan tuan?”Tanyanya disana. Ia merindukan sosok itu.
Habib disana meringis dan menggeleng.. “Dia sudah tidak lagi disini. Justru aku ingin bertanya denganmu dimana Rindu.”Gumamnya Habib menghela nafas menatap Meme.. lalu menatap perut Meme yang buncit.”Kua hamil?”Tanyanya.
Melisa disana mengangguk kaku dan tersenyum. Nampak ditangan Melisa ada lebam yang membiru membuat Habib tertegun, apakah dia mendapatkan penyiksaan.”Dimana suamimu? Bukankah kau sedang hamil? seharusnya kau dirumah bukan malah bekerja?”Tanyanya heran disana membuat Filos disana diam menatap Habib. Habib memang akan bicara jika menyangkut Rindu.
__ADS_1
Meme disana mnenggeleng kaku dibuatnya. Ia menghela nafas dibuatnya.”Kesalahanku tak mau mendengarkan kata Rindu dulu.”Gumamnya hampir meneteskan air mata.” Ceritanya panjang.. yang pastinya Rindu sudah melarangku untuk melakukan pergaulan bebas tapi aku tetap memaksa sampai aku hamil.. aku tidak tau harus apa namun lelakinya mau bertanggung jawab tidak seperti temanku.. aku bersyukur akan hal itu.”Gumamnya hampir menangis membuat Habib tertegun.
“Namun semuanya tidak seindah yang aku bayangkan. Suamiku hanya mau menikah dan bertanggung jawab, namun ia sangat kasar, bahkan juga pemain wanita membuat aku harus bekerja, ia hanya memberikanku uang tapi tak begitu cukup.. aku harus apa selain diam? Sungguh aku sangat menyesal. Andai dulu aku mendengar semua nasihat yang Rindu berikan...”Gumamnya menangis disana.