
Kita terlalu takit ketinggalan zaman tapi tak pernah takut kehilangan ilmu...
kita terlalu takut dibilang kudet dari pada dibilang bodoh...
dan kita terlalu takut kehilangan masa remaja dari pada kehilangan pemahaman agama....
Dan sekarang lebih parahnya kita kekirangan moral akibat dunia maya...
Sadarkah kita jika kita hidup dalam ketakutn yang sia sia? ___NVS___
Habib terkesimah melihat Rindu yang sangat mahir akan bertarung. Tentu saja, sebab Rindu mantan guru Tekwondou dan juga silat. belum lagi ia belajar silat Harimau dengan ayahnya dirumah, sedangkan kakanya warga dari silat terate setia hati membuat ia sangat pandai dalam bertarung. Apalagi ia mantan murid yang suka tauran dan bertarung. Ahh, Rindu itu terlalu sering berkelahi membuat itu semua memang tak ada arti.
Jika Habib takut melihat seseorang menyerang menggunakan pisau, mandau dan kapak tapi itu tak berlaku bagi Rindu. sebab jika Rindu tawuran. Itu sudah pasti ada yang membawa kayu, rantai, piasu. Golok ataupun parang kebun. Jadi itu sudah biasa bagi Rindu. apalagi pernah ada yang membawah tanjam motor.
“Awas...” Ujar Rindu saat melihat pria dibelakang Habib itu menerjangnya.
Habib terkejut tapi sudah tak bisa mengela. Rindu dengan cepat memeluk Habib dan berbelok.
Bugh..
Satu tendangan tepat mengenai pingang Rindu. Rindu tersentak karenanya. Sebab pinggangnya masih sangat sakit akibat terjatuh dilantai tadi. insiden Hendrawan mendorongnya tadi membuat punggung itu sangat sakit.
“Kamu engak apa-apa Rindu?” Tanya Habib menatap Rindu memejamkan matanya. Rindu tak berteriak tapi bisa dipastikan Rindu sedang menikmati sensai yang sangat sakit dipinggangnya.
“Mati loe...!” Teriak pria yang tadi memegang mandau, ternyata ia sudah bangkit, ia mengarahkan mandaunya diarah Rindu. tapi dengan cepat Habib berbelok membuat mandau itu menggoreskan lengannya yang memeluk Rindu. suara Ringisan itu membuat Rindu sadar dan membuka matanya. Dapat ia lihat baju lengan atas tangan Hbaib sobek menampilkan darah mengalir, apalagi baju Habib berwarna biru muda itu sangat kentara dengan darah yang mulai mengalir.
Rindu terkejiut namun ia tak bisa diam saja. Dengan cepat ia mendorong Habib kebelakang membuat sang empuh jatuh. Ia menatap mereka berdua nyalang. Ia memasang kuda-kudanya lalu melalukan jurus A, ia meletakkan satu telapak tangan didepan leher dengan jempul ditengeramlan, dan satu tangannya kedepan dada, tangan kanannya, ia menjentikkan satu tanganya lalu berkata. “Maju..!”
Satu tangan diarea leher itu memang jurus andalan dari anak terate atau silat. Sebab itu adalah area terlarang atau area mematikan bagi setiap petarung...
Sedangkan satu tangan biasanya diletakkan didepan alat kelamin supaya dapat menjaga area sana... Yaaa.... Supaya refleks cepat disana... Kedua area itulah yang menjadi kuda kuda Rindu pakai...
Dan itu cukup membuat mereka meremehkan Rindu. tapi ta berselang lama saat Rindu mengarahkan terjangan tepat dikepala pria pemegang senjata supaya tak membahanyakan lagi.
Bugh..
Crang..
Suara parang atau mandau itu jatuh keaspal membuat suara melengking karena gesekan darinya...
“Karena enggak ada yang maju gue aja ya.. solalnya gue udah lama enggak buat onar..” Rindu terkekeh dengan prangainya sendiri.
Hijrah tapi masih saja jahat? dan sadis?
“Setannnn...!” Teriak pria temannya dan
Bugh.. ia telah menerjang pipi Rindu membuat kepala Rindu berputar kekiri cukup kencang.
Rindu merakan sakit dipipinya. namun sedetik kemudian ia melayangkan Jurus AC alias Tinjuan dan langsung terjangan mengenai sang lawan membuat lawan terpental...
tepat mengenai bagian hidung dan terjangan mengenai pipinya... Rindu masih dalam posisi kuda kudanya yang kokoh.
Mata rindu menatap satunya lagi layang. Saat ia maju....
“TOLONG... TOLONG....!” Teriakan itu membuat dua pria itu gelagapan.
“Kabur.. kabur...” ujar mereka lalu melesat pergi.
Rindu melihat itu tak tingal diam. ia berlari dengan mengambil satu batu besar didekat jalan. Ia berlari mengejar mobil itu dan
Tar....
Ia melempatrkan batu itu hinga menghancurkan kaca belakang mobil dan kacanya bolong, batunya masuk kedalam mobil. “ BASTART LOE SETAN...!” Teriak Rindu reflek. Ia bahkan terkejut dengan ucapannya snediri.” Astagfirullahhal’azim... “ Gumamnya menyesal. Ia menepul bibirnya sendiri karena keceplosan mengatakan hal kotor da tak patut untuk ia sebagai muslimah.
__ADS_1
Rindu menyesal karena ia belum bisa mengendalikan emosinya dan menjadi orang lebih baik lagi. Maafkan Rindu sang gadis pemberontak ini Yaallah. Belum bisa menjadi pribadi lebih baik. Tapi bukankah Hijrah itu memang tidak instan?
Susah memang membuang kebiasaan buruk. Apa lagi sifat, sungguh Rindu tak mua hijrah dalam penampilna saja, ia mau hijrah dalam Harfia, karfia....
"Sialan... Kaca mobil belakang hancur Re...." Ujar Salah satu pria didalam mobil itu. Ia adalah begal tadi. Ia melirik bagian belkanh mobil ynag sudah jebol...
"Sialan memang... Kayaknya dia bukan cewek de... Kayaknya dia t cowok yang nyamamar jadi ukhty ukhty...."Jawabnya lagi...
....
“Mbak.. suami mbak..” Ada tiga orang mengguankan sarung disana memangil Rindu. mereka membantu Habib duduk karena sedari tadi meringis.
Rindu mendengar itu barulah sadar dan terkejut. Ia berbalik lalu menatap lengan Habib.” Astagfurullahhall’azi, Yaallah..” Ia menutup bibirnya tak menyangkah. Lengan atas Habib sudah banji darah.
Ia berlari mendekati Habib lalu berjongkok.” Tuan tidak apa-apa?” Tanyanya gemetar. ia takut Habib kenapa-napa.
Habib mengeleng.” Kenapa kau mendorongku? Pinggang ku sakit gara-gara mu..” ujarnya ketus. ia tak menyangkah Rindu mendorongnya keras tadi. Meksipun ia tau sebenarnya niat Rindu itu mau melindunginya tapi itu membuat ia meringis dan juga kesakitan, tak bisahkah tak mendorong kasar?
“Reflek..” Gumam Rindu menyesal. Namanya juga orang panik, mana ada yang bisa berfikir jerni.
“Sidah.. bawa saja kerumah sakit suaminya mbak. Biar salah satu dari kami ada yang melaporkan ini kepolisi. Kami sudah memvideokan kalian tadi, jadi nanti bisa kami laporkan..” Ujar sang penolong.
Kurang ajar ya... bukannya langsung membantu tapi malah divideoka...! bolehkah Habab mengumpat mereka. Rasanya Habib mau sekali mengabsenkan nama-nama hewan saat ini. sialan...! kenapa tak tunggu saat mati saja sekalian.
“Zaman sekarang memang lebih canggi ya pak. Video lebih penting dari nyawa manusia ..” Habib tersenyum miris.
Sebenarnya luka dilengan Habib tak terlalu dalam, tapi cukup panjang, karenanya lah darah sangat banyak mengalir.
Benar bukan? jika ada yang terpeleset bukannya dibantu malah ditertawakan dan divodeokan supaya viral. Semuanya harus bersangkutan dengan sosial media. Sungguh kita sudah dibutaan dengan sosial media saat ini. orak kita suda dicuci oleh sosial media. Mari bangkitkan rasa empati kita kawan, jangan sanpai rasa empati kita samakin lama semakin menghilang. Tunjukan pada dunia, bahkan kita tidak kekurangan orang baik.
Di jaman sekarang atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Jaman Now” yang serba canggih terutama dalam bidang teknologi. Kita mungkin sudah tahu apa itu gadget?, apa kegunaan dari sebuah benda yang multi fungsi itu?, dan apa pengaruh gadget terhadap akhlak manusia?.
Akhlak pun memiliki persamaan dengan namanya etika, moral, dan budi pekerti yakni berbentuk perilaku yang sifatnya netral. Fenomena yang nampak untuk sekarang ini adalah akhlak anatara seorang anak terhadap kedua orangtua nya sudah cukup mengkhawatirkan menghilang, dan ini merupakan pengaruh gadget sangat besar, imbasnya kepada kehidupan kita.
Sedangkan dilihat dari sisi positifnya, dengan adanya gadget kita dapat berkomunikasi dengan orang yang jauh secara cepat bahkan dengan orang yang tidak kenal sekalipun, tentunya hal ini sangat berbeda sekali dengan jaman dahulu, dimana kerabat atau teman yang jaraknya jauh kita harus mengirim melalui surat dengan jangka waktu yang relatif lama. Banyak orang yang tidak bisa membagi waktu antara hal yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak.
Pengaruh handphone terhadap akhlak bisa dilihat dari suatu kebiasaan orang itu sendiri. Kebiasaan anak-anak jaman dahulu jika setelah pulang sekolah mereka bermain bersama tanpa membawa gadget dan mereka menikmati permainan yang mereka buat. Beda hal nya dengan jaman sekaran, anak-anak kecil tidak lagi mengenal permainan yang dilakukan oeh orang-orang dahulu. Mereka lebih senang barmain games di HP tanpa mengubis omongan dari orang tua, ketika orangtua nya menyuruhnya untuk mengaji.
Dan bahkan dijaman sekarang ini, anak-anak lebih suka menonton film-film vulgar dibanding film-film yang mengandung pembelajaran. Sehingga, setelah menonton film tersebut, mereka langsung meniru perbuatan yang pernah dilihatnya digadget. Sehingga, akhlak mereka kian menjadi buruk.
Sebenarnya kebiasaan buruk bisa dirubah yakni dengan meniatkan diri terlebih dahulu untuk berhijrah ke jalan yang lebih baik, setelah itu kita bisa mempelajari beberapa materi tentang betapa pentingnya akhlak dalam diri kita untuk menjadi hamba Allah yang beerakhlak.
Untuk itu peningkatan kualitas akhlak sangat penting dilakukan untuk mencapai kemuliaan hidup agar tidak terpengaruhi oleh gadget. Kualitasakhlak juga sudah menjadi tujuan dari diutusnya Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan sabdanya :
انما بعثت لاء تمم مكارم الاءخلق
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.
(HR.Al-hakim)
Tidak bisa dipungkiri bahwa maraknya penggunaan gadget akan berimbas pada akhlak. Ini sesuatu yang mengkhawatirkan.
“Bu bu bukan begitu pak. Kami hanya mencar bukti saja tadii.” Gerutu oleh warga itu. Entahlah Rindu ta tau namanya tapi ia berkepala botak.
“Jika begitu mari tuan ita kerumah sakit biar kita obari luka mu. Nanti infeksi..” Ujar Rindu pada Habib pelan.
Habib mengeleng kuat.” Tidak usah Rindu. kita obati dirumah saja.: Ujarnya lemah. Matanya bahkan menatap Rindu sendu.
“Tapi nanti infeksi lo..” Usul Rindu lagi. Ia sedikit sebal saat ini, karena kekerasan kepalanya Habib tak luntir juga.
“Nanti kalo kita keruah sakit akan nambah banyak masalah Rindu. apalagi keluarga om Hendrawan masuk rumah sait saat ini, saya tidak tega melihat mereka kembali menyalahkan kamu..” Ujarnya pada Rindu.
“Kenapa?” Tanya Rindu.” Kenapa mereka akan menyalahkan saya? Sayakan tidak bersalah.” Lanjutnya lagi
__ADS_1
“Sudah jangan bertengkar atu.. ayo kita antarkan. Makin lama makin banyak darahnya ni..” Usul dari mereka memotong perkataan Habib. Masa ngobrol saat genting kan sinting.
“Pulang....!” Ujar Habib menarik tangan Rindu.” Makasih ya pak sudah nolongin kita. kita pulang kerumah langsung saja. Permisi..” Ujarnya lalu memasuki mobil.
“Wah wah ah. Ngga ada akhlak ya pemuda zaman sekarang. Masa kita ditingalin kayak gini sii..” Gerutu salah satu dari mereka.
“Seenggaknya sudah diucapin terimakasih atu.. jangan banyak ngambek, belajar ikhlas kalo mau nolongin orang..” Ketus temanya yang lain lalu pergi meningalkan temannya.
temanya itu mencebik. Ia menatap Hpnya, disana ada video Rindu melawan preman itu. “Pasti Viral ni kalo diuplad... Kasih Caption ‘Wanita super Hero’ Uhuy kan mantup..” Ia terkekeh sendiri melihat Video itu diupload di Facebook.
Yaa zaman sekarang memang gitukan? Video musibah dan kesusahan orang lain menjadi kesenangan bagi kita, video itu menjadi topik kita. apakah budaya ini baik? Kalian bisa menyimpulkan sendiri. Apakah kita ada dibagian mereka atau bukan?
Tapi bukan berarti memvideokan kejahatan itu tidak baik ya. Ada yang baik dan ada yang tidak, tergantung niatnya. Jika niatnya untuk membantu korban maka itu akan mendapat pahala. Tapi jika menjadikan hal itu kesenangan, maka itu akan menjadikan dosa jariya bagi kita.
Kok disa jariya? Iya iya. Selagi kita menyimpan video itu diakun kita, selagi banyak yang menonton dan mengolok-olok, itu akan mengalirkan dosa bagi kita. mau mendapatkkan dosa jariya? Mudah., yang sulit itu mendapatkan pahala jariya. Jadi, sekarang itu bukan lidah saja yang lebih tajam dari pada samurai, tapi sekarang Jempol juga lebih kejam dari pada lidah. Bisa mengeret kita keyurga maupun keneraka.
Jadi. Gunakan akun sebaik mungkin untuk penggunanya....
“Eh.. Ngapain ditarik... dikiran saya kucing apa?” Gerutunya saat baju dibelakangnya ditarik bagaikan kucing.
“Ayo kita lapor polisi supaya engak ada begal lagi dikampung kita... Nanti kita repot sendiri lo. Bisa jadi kasus ini nanti berlanjut dan kita jadi korbannya..” Ujar salah satu lainnya dengan wajah garangnya. Heran dia, kenapa ia punya teman gila Facebook dan gila internet ini? setiap hari selalu saja lupa waktu dan lupa tempat.
Ada yang lupa waktu kalo main Hape? Siapa hayo?
....
“Kamu ngapain Rindu?” Habib meringis kecil saat diperjalanan, karena sedikit merasa perih dilengannya.
Rindu yang tadinya berusaha menyobekkan gamisnya sedari tadi tak bisa. Ia sudah berusaha sekuat tenaga tapi tetap tidak sobek. Ia heran, bagaimana tak bisa sobek ini? ia lupa jika bajunya baju mahal. Baju mahal pasti kualitas tinggikan? Nggak mungkin mudah sobek dan nggak mungkin mudah ditarik-tarik.
“Kamu mau sobek baju kamu buat luka saya?” Tanya Habib tersenyum tipis. “Biasanya jika saya lihat difilm Aktion itu cewek berkain hitam pasti buka kain diwajahnya(Cadar), lalu ditaroh diluka pria nya. Lalu prianya langsung jatuh cinta. Kamu engak mau coba?” Tanyanya.
Rindu menatap Habib kesal. “Saya kira tuan nggak suka drama. Nyatanya bapak candunya..” Ujarnya. Ia menarik satu tanganya supaya longgar lagi.
Habib cengengesan dalam hati.” Jadi kamu engak mau balutin luka saya sama kin diwajah kamu itu?” Tanyanya menghela nafas. Sebenarnya lukanya tak terlalu dalam membuat ia masih bertahan, tapi tetap saja luka ini perih. Obatnya Cuma satu, liat muka Rindu.
Niat sekali mua lihat wajah Rindu ya....
Rindu memutar bola mata jengah. Ia melihat semua bagian tubuhnya, semuanya itu adalah aurat. “ Enggak. Saya enggak suka drama Tuan...”
Habib mencebik. Susah sekali.” Tapi saya kerenkan bantuin kamu? Nyelamatin kamu. Kamu pasti terpesonakan sama saya?” Tanyanya menaik turunan alisnya.” Jadi kamu maukan nikah sama saya?” Lanjutnya.
Rindu tmenatap Habib geli. “ Ohh Tuan tau apa jawabannya.....”
Habib menghela nafas lagi. Ia melirik Rindu kesal. Bisa-bisanya ia kembali ditolak. Apa lagi kurang dirinya tanpan? Pengorbanan, lalu apa lagi? Ahhh.rasanya ia tak berguna menjadi tampan jika satu perempuan yang ia cintai saja tak mencintai dia. Sialan memang.... Kekayaannya? Tak tertarikkah?
.
.
.
.
Hey Habib. Caramu itu loo yang salah...!
.
.
.
.
__ADS_1
Like komen and vote yey