
Wahai orang yang meninggalkan sholat...Musibahhmu lebih besar dari pada musibah Iblis... Karena Iblis menolak bersujud kepada adam sedangkan kamu menolak bersujud kepada Robnya Adam...
ada masalah apa dirimu dengan Robnya? Sampai kamu benci untuk bertemu dengannya?... Kamut...
Kebahagiaannya Rindu dan Dokter Rey sangat berdampak dengan keluarga dokter Rey. Mereka berencana akan melaksakan akad dengan sesegera mungkin, dengan kesepakatan jika Rindu akan pulang menemui kedua orang tuanya dan dokter Rey menyiapkan pernikahan mereka. Yang artinya mereka akan menikah dengan sebulan lagi . Sebenarnya Rey juga menawarkan kepada Rindu untuk.menemaniny Meminta restu kepada ibu dan ayahmu Rindu.. hanya saja Rindu menolak dengan alasan ada yang harus ia selesaikan terlebih dahulu....
Lagiankan Rindu ada masalah dengan keluarganya... nanti bisa bisa. menambah masalah saja jika dokter Rey datang menemaninya. ia takut nanti dokter Rey ikut ikutan dalam masalah nya.. Cukup masalah luar saja.. jangan masalah dalam rumah...
Yang artinya mereka akan menikah setelah pernikahannya Nayla dan juga Yusuf anaknya ummi Ira.. Rindu juga sudah mengatakan apa saja yang ia inginkan sebagaimana yang diinginkan dia.. “Bagaimana dengan mahar dan hantaran yang kamu mau Rindu?”Tanya dari ayahnya dokter Rey kepada Rindu yang ssedari tadi bercanda dengan ibunya dokter Rey itu. Bukankah muat adalah hal yang harus diketahui oleh pihak lelaki?
Rindu mendengarnyapun mengernyit bingung..”bolehkah saya meminta hantaran yang cukup besar om?” Tanyanya malu.”Sebenarnya saya tau jika sebaik-baiknya seorang wanita itu adalah wanita yang meminta mahar yang paling esedikit.. tapi saya berada dikeluarga yang memang dari desa.. adat kami disana berbeda dengan adat diluar…”Ujarnya dengan jujur.
Ayahnya dokter Rey menatap Rindu dengan bingung..”Tidak masalah, selagi kami mampu membayarnya..”Jawabnya membuat Rindu menghela nafas. Sebenarnya Rindu malu mengatakanya tapi inilah faktanya yang tak bias ia sembunyikan lagi..
Dokter Rey yang melihat wajah Rindu yang memerah malu itupun angkat bicara.”Tidak masalah Rindu.. saya mampu dengan syarat yang kamu mau kok tenang saja.. Lagi pula bukankah sebaik baiknya pria adalah pria yang memberikan mahar paling besar?”Ujarnya dengan lembut..”Tapi bolehkah saya tau adat apa yang membutuhkan uang banyak? Nanti bisa kita bicarakan apa saja yang dibutuhkan.. jangan takut..”Ujarnya lembut.
Rindu menatap dokter Rey dengan tatapan sendunya. ia merasa sangat beruntung bisa memiliki dokter Rey yang sungguh pengertian dan bisa mengerti dirinya sepenuh ini. Ia menghela nafas dan menatap dokter Rey dan lainya.”Didesa saya itu seorang wanita ditentukan dengan maharnya dan hantarannya. ketika maharnya kecil maka ia akan dibicarakan.. tapi ketika maharnya terlalu besar,.. maka ia juga akan dibicarakan.. sama seperti kehidupan layaknya. hanya saja pernikahan kami semua yang berhubungan dengan akad baik dari pesta atau semuanya itu ditanggung oleh pria dan tidak dicampur tangan oleh perempuan..”Ujarnya.
Doktert Rey menatap Rindu dengan tak pahamnya.”Maksdunya bagaimana Rin? Maaf saya tidak paham.. bisa kamu jelaskan sedikit lagi?” Tanyanya kepada Rindu yang menurutnya bicara berbelit belit.
“Begini loh Rey..”Ujar Rindu lalu menghela nafas menatap jkeluarga dokter Rey.. “kami disana sistemnya itu ketika pria yang melamar maka ia semua yang tanggung semua acara pernikahannya. Baik dari resepsi,, tempat acara,, baju dan juga makanan.. semuanya ditanggung pria dan pihak wanita hanya menyiapkan semuanya saja. Diibaratkan semuanya pihak pria yang bayar dan pihak perempuan yang menyiapkan.. lagipula ibu saya berpesan kepada saya untuk mencari pria yang bisa menerima dan membayar semua itu sebagai tanda bahkwa ia menerima saya dan membawa saya dengan kerja kerasnya.. menunjukan pemngorban seorang pria.. begitu Rey…”Ujarnya.
Dokter Rey masih belum paham sebenarnya.” Saya tidak terlalu paham si Rin hehe.. tapi seengaknya mungkin beda ya adat disini yang siapapun bisa bayar hantarannya. ngumpul bersama atau pihak pria. Tapi harus pihak pria yang memberi dan berkorban..”Ujarnya mengangguk paham.
Rindupun mengangguk.” Lagi pula disana itu hantran itu yang menentukan seorang wanita itu dicintai atau tidak.. sebenarnya saya tidak percaya akan hal itu.. hanya saja saya tidak mau mengecewakan orang tua saya.. orang tua saya memang sangat paham akan hal mahar bukan penjamin segalanaya namun ia menuruti situasi zaman sekarang supaya tidak menimbulkan buah bibir untuk orang lain dan tidak menimbulkan perbincangan.. katanya selagi tidak keluar dari syaraiat tidak masalah… orang tua saya memang bukan ahli dalam agama,, jadi saya sebagai anak hanya bias menutut saja… selagi tidak merugikan siapapun..”lanjutnya bercerita.
"Itu itu baru Hantaran nya saja belum mahar ya Rey... "Ujarnya Rindu membuat keluarga itu tertegun.
"Maharnya apa? "Tanya Dokter Rey bingung.
__ADS_1
"Hafalana surah ar Rahma yang harus dilantunkan... "jawab Rindu. menunduk malu membuat keluarga itu menatapnya dengan kekkehan.
Dokter Rey menatap Rindu dengan senyumnya... "Insyyallah saya bisa... "Jawabnya tegas membuat Rindu mengangguk haru.. Ia bahagia bisa bersama dokter Rey dan berdoa semoga dokter Rey yang terbaik.
Dokter Frey mengangguk paham dibuatnya.. sedangkan keluarga dokter Rey hanya mengangguk saja sebab ayah dan ibunya dokter Frey tak menikah sebelumnya sebab mereka tinggal diluar negeri. Pahamlah ya bagaimana diluar sana? Dan lagi mereka membuat kartu keluarga pun membuat pernikahan yang hanya diatas kertas.. “Dan memangnya berapa mahar yang kamu inginkan Rindu? Biar nanti saya siapkan..”Ujarnya kepada Rindu bertanya.. itu suara ayahnya dokter Rey.. ia menatap Rindu serius.
Rindu diam sebentar untuk mengingat kata ibunya dulu mambuat ia menatap keluarga itu polosnya dna berkata.” Sekitar tiga puluh juta dan maskawin emas biasanya untuk seserahan kepada ibu untuk kenang kenangan.. maskawianya seperangkat alat sholat sebagaimana yang lainya sajadan surah Ar-Rahman... .”Ujarnya polos.
Ayah dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan tak percaya..”Hanya tiga puluh juta?” Tanyanya tak percaya. Awalnya tadi ia pikir sebesar tiga ratus juta atau satu miliyar gitu kan? dan tak taunya hanya tiga puluh juta?
Dan dengan polosnya Rindu mengangguk menatapnya membuat ia tak percaya kepada Rindu…Dokter Rey malah tersenyum secara diam, ia sudah tebak hal ini sedari awal... ia bahkan menggigit bibir dalamnya menatap Rindu yang polosnya.”Rindu. kamu tau….?”Ujarnya membuat Rindu menggeleng dan itu membuat Fey dan lainnya menunduk menahan tawa saja.. ayahnya dokter Rey mengusap telinganya yang mendadak gatal itu..”Jam Keynan gunakan saja itu harganya enam puluh juta Rindu.. “Ujarnya nanar kepada Rindu.
Rondu menganguk.” Saya tau..”Akunya Rindu..” Saya tidak buta akan teknologi dan juga sebagainya… tapi tiga puluh juta itu adalah mahar yang termasuk besar disana.. dan itu juga besar menurut saya omm..”Ujarnya jujur lagi kepada ayahnya dokter Rey..
Dokter Rey terkekeh dibuatnya."Oke oke..”Ujarnya dan ayahnya dokter Rey tak menyangkah saja.sebab disini maharnya bahkan ada yang milayaran rupia dengan berlian yang harganya milyaran rupia juga.. Rindu kelewatan sii sederhananya.” Saya akan siapkan seratus juta untuk hantaranya.. supaya nanti ibu kamu bahagia bagaimana? “Tanya dokter Rey .
“Mahar siapa?” Itu membuat Rindu menatap keasal suara terkejut.. disana juga dokter Reydan lainya menatap keasal suara yang secara tiba-tiba saja menganggu pembicaraan orang lain.. dan...
Habib dari tadi mencari keberadaan Rindu dan baru tau Rindu disini ketika ia mendesak Gevan mnembuat Gevan memberi tahu dimana Rindu. Gevan dan Reno sedang mengutus urusan Rindu dengan Mise dan lainnya disana.. Habib pun sesegera mungkin kesini hanya untuk bertemu Rindu dan meminta maaf.,
Namun betapa terkejutnya ia dikalah medengar jika ada kata Mahar yang dibahas.. membuat ia masuk dengan lancangnya.. ia menatap Rindu dengan tatapan nanarnya yang sedang bersama keluarga dokter Rey itu… sedangkan ia bisa melihat Rindu menatapnya dengan tatapan terkejutnya.mungkin karena ia yang secara tiba-tiba menyelah itu..
Rindu diam menatap Habib. Masih sangat jelas diingatannya dikalah Habib memukulnya secara terang terangan tadi,menuduhnya secara tidak tidak dan mengatakanya tidak-tidak.. dan sekarang Habib datang dengan penampoilan kacaunya? Jas yang sama sekali tak rapi,. Baju acak-acakan bagaikan orang yang baru keluar dari mana saja membuat ia tertegun. Rindu bukan seseorang pedendam namun ia penginat yang handal….
Plak… satu tamparan mendarat dipipinya Habib membuat Rindu terkejut disana menatap Habib.. dan ..
plak.. sekali lagi membuat ibunya dan kakanya dokter Tey memekik takut menatap Habib yang ditampar keras itu..
Mata ayahnya dokter Rey menatap Habib dengan tatapan tajam dan amarahnya. “Ngapain kamu keisini ha?!!” Tanyanya membentak. Ya.. dia yang menampar Habib tadi dan ia pula yang mamu paling depan menatap Habib dengan tatapan tajamnya membuat Rey mendekati ayahnya dan menahanya sedangkan ibunya Rey memeluk Rindu dengan eratnya bersama Fey menjaga rindu membuat Rindu terharu akan keluarga ini..
__ADS_1
Ibu Rey memeluk Rindu dan berbisik.”Tenang ya Rindu.. ayah pasti lindungin kamu sama Rey.. kamu jangan takut ya…”Ujarnya sendu kepadaRindus mebari mengusuk bahu Rindu membuat Rindu menatap wajah itu. Kenapa rasanya sangat nyaman dna terlindungi? Kenapa rasanya ia sekarang bagaikan bertemu dengan keluarga saja? Membuat ia membalas pelukan ibu Rey meskipun ia sebenarnya sama sekali tak merasakan takut atau terancam saat ini.
Habib menatap ayahnya dokter Rey dengan tajam mengusap pipinya yang terasa panas itu.. ia mengepalkan tanganya tak terima dan mendengus.”Siapa anda berani beraninya menampar saya?” tanyanya tajam dan tak kalah membentaknya, rasa ingin membalas pukulan itu membumbung tinggi dihatinya Habib, namun ingat jika ia tak boleh gegaba membuat ia urung.
“Syaa calon mertuanya Rindu.. dan itu balasan karena kamu sudha berani menampar putri saya.. Ruindu..!” Ujarnya, telunjuknyamenunjuk kehadapan Habib dengan tajamnya pertanda bahkan sedang bermusuhan..”Dan kamu sudha berani menuduh calon menantus saya…!!!”Ujarnya lagi dengan menekan kata-katanya.
Dugfh.. calon menantu?
Maksudnya apa ini? Bagaimana? Kenapa rasanya ada yang patah namun bukan ranting, ada yang peca namun bukan kaca membuat ia menatap Rindu dengan tatapan nanarnya..”Haha enggak mungkin.. enggak mungkinkan Rindu akan menikah dengan anak anda..!”Ujarnya lalu menunjuk dadanya dokter Rey dan ditepis oleh ayahnya Rey dengan kasarnya.
Habib mendekatkan wajahnya dengan wajahnya ayah dokter Rey.”Rindu adalah calon istri saya.. dan saya sudah memenhuhi syarat-syarat yang sudah ia beri kepada saya… “Ujarnya dengan menekanan menatap ayahnya Rey dengan tatapan tajamnya. Dan ayah dokter Rey langsung saja menjulak dada Habib dengan telunjuknya dan menatapnya sinis.
Habib mundur beberapa langkah dibuatnya”Oke jika begitu kenapa kamu menuduh Rindu seperti itu tadi?” Tanyanya dengan dinginnya kepada Habib.”Dan kenapa kamu menamparnya sebagaimana jallangg diluar sana? “Tanyanya dengan sinisnya.
Habib tertegun lalu menatap Rindu yang menatapnya tanpa ekpresi itu .”Karena kesalapahaman.. dan sekarang saya mau minta maaf dengan dia.. dan meminta dia kembali dengan saya..”Ujarnya dengan sendunya kepada mereka.
Rindu memalinglan matanya dibuatnya karena merasa sakit didadannya ketika ingat pipi ditampar oleh Habib. Dimana orang yang ia anggap dipercaya dan baik. Benar kata orang.. ketika fisik yang dipukuli maka hati juga yang merasakan dampaknya.. namun ketika hati yang disakiti maka batin yang terkena dan menjadikan efeknya..
Rindu diam mendenmgarnya dengan helaan nafasnya untuk menghilangkan rasa sakitnya dan menatap ketempat lainnya.. “ dan mudah banget ya kamu minta maaf.. plokkk plokk..plokkkk,,” Ayahnya dokter Rey tepuk tangan sinisnya mengelilingi Habib membuat habib mengerang dengan amarahnya.”Hebat banget kamu ya..mudah banget minta maafnya kayak ngebalikin tekapak tangan aja hahaha..”Ujar ayahnya dokter Rey tak percaya..
Habib menatap ayahnya Rey dengan tajam membuat Ayah Rey menatapnya tak kalah tajam.”Keluar sekarang sebelum saya menghajar kamu lebih parah dari tadi…!!”Telunjuk ayahnya dokter Rey menunjukkan pintu dengan tajamnya kepada Habib.
Habib mendengarnyapun menatapnya.”Saya tidak ada urusanya degan anda.. tapi saya punya urusannya dengan Rindu.. jadi jangan asal usir orang…!! Jangan ikut campur....! ”Balasnya menatap ayahnya Rey dan menatap Rindu.”Rindu.. saya mau bicara dengan kamu.. ayo Rindu.. boleh ya…!”Ujarnya dengan mata yang memelas kepada Rindu.
Rindum melihatnyapun menatap kearah lain membuang muka membuat ayahnya dokter Rey tersenyum sinis.”Kamu lihatkan Rindu tidak mau ketemu dengan kamu…!!”Ujarnya membuat Habib memnatap Rindu nanar dan juga tatapan sedihnya.”Sekarang KELUAR DARI SINI ATAU SAYA AKAN SERET PAKSA KAMU UNTUK KELUAR…!!! “ujarnya membentakbkuat disana.
Rindu bahkan kaget dikalah ayah Rey membentak Habib. Habib merasakan bajunya ditarik paksa oleh ayahnya Rey.. Rey diam menatap ayahnya yang bertindak itu. Bukanya ia tak bias bertindak, baginya cukup ayahnya saja bukan? Masa ia harus turun tangan juga?
Habib menepis tanganya ayah Rey dengan kasarnya.”Jangan buat saya marah!!! Saya tidak ada urusannya dengan kalian.. saya sudah melakukan semua syarat yang diberi Rindu dan artinya Rindu adalah calon istri saya.. kalian tidak berhak mengatur Rindu seperti ini…!!”Teriaknya kepada ayahnya Rey.
__ADS_1
Habib menatap Rindu dengan tatapan nanarnya.”Rindu jelaskan kepada mereka jika kamu adalah calon istri saya.. Rindu jelaskan kepada mereka jika kita saling kenal…!!”Habib menatap Rindu dengan putus asa mendekat namun ditahan membuat ia menjulak Rey membuat ia jatuh.”Jangan halangi saya dan jangan sentuh saya…!!!”Teriaknya nanar membuat Rey menahan nafas supaya tak marah..”Rindu tolong bicara dan maafkan saya…!!”Ujarnya nanar dengan Rindu lagi.
“Berhenti disana… Jangan mendekati Rindu atau akan saya habisi kamu…!!”Teriaknya dokter Rey marah dikalah Habib mendekati Rinduu. Uia mengepalkkjan tangan lalu mendekati Habib..”BERHENTI SAYA BILANG…!!!”