Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Rasyid


__ADS_3

Rindu dengan taabihnya bermufakat kepada Allah subhanahuata'allh meminta petunjuk kepada Allah subhanahuata'allah akan pilihan nya, apakah pilihannya ini yang terbaik untuk menerima dokter Rey?


Rey lelaki yang sangat baik seharusnya mendapat kan yang terbaik pula bukan? Bukan seperti dirinya yang suatu saat nanti akan hanya menjadi benalu dan juga beban untuk keluarga itu.


Ia tau jika Rey sangatlah baik, hanya saja Rindu tidak mau jika ia menyalah gunakan kebaikan dokter Rey.


Ada yang tau kenapa rindu menerima Rey dikalah itu?


Bukan tanpa alasan ia menerimanya, sebab selama disalam penjara ia selalu berdoa kepada Allah untuk mendapatkan yang terbaik dan solat istiqoroo Dan beberapa kali pula ia mendapatkan wajah dokter Rey... apakah itu artinya pilihannya tertuju pada Rey?


Rindu yakin hal itu.. setelah melihat semua yang Rey lakukan juga membuat ia semakin yakin dan tegu untuk memilih Rey dari pada Habib...


Nanti datang ya jepretan pernikahan nya Rindu ya readerss.... wkwwk


Rasyid Ibrahim.. kakak dari Rindu yang selalu over kepada Rindu.. Ingat dengan semua tentang Rindu dan dirinya ketika dulu membuat ia sangat merindukan adiknya.. ia memang tak pernah menunjukan kasih sayang dengan cara mencium atau memeluk adiknya sehangat kakak lain.. begitu juga Rindu.. mungkin tak pernah terlontar dnegan kata kata. ‘Rindu sayang… jangan gitu ya.. ‘ Tidak…. Bahkan kata-kata kasar selalu mereka lontarkan satu sama lain membuat ia ingat stau kisah dikalah Rindu kelas 1 SMA Dulu..


Dimana Rindu pulang jam Sembilan malam itu dengan buah semangkah sebongkah, buah mangga dan juga buah duku karena pulang dari Renang acara sekolah… Rindu juga sudah pamit karena ia mau jalan-jalan setelah acara renang itu.


Berkali-kali ia menghubungi Rindu, dulu kan tidak ada WA tu, yang ada hanyalah BBM.. Nah ia menghubungi Rindu lewat telepon seluler ataupun hanya lewat SMS.. tapi tetap saja Rindu tidak menjawab karena hapenya tidak aktip membuat ia marah besar..


Seorang adik tidak akan paham dengan perasaan seorang kakak, terutama seorang kakak laki-laki terhadap adik perempuannya itu. Sama halnya dengan kakak Rindu, ia takut adiknya terpengaruh buruk,. Sebab kadang kejahahatan itu datang bukan hanya suatu rencana melainkan karena ada suatu kesempatan.. Rasyid adalah adalah seorang laki-laki dan lebih tau bagaimana seorang laki-laki.. dan ia tau jika Rindu punya pacar dikalah itu membuat fikiran negatifnya itu bergentayangan dikepalanya.. ia tak bisa berfikir jerni.. ingin sekali rasanya ia menyusul adiknya itu tapi ia tak tau dimana Rindu..


Ia ingin menyusul juga kerumah temannya Rindu namun ia belum menghubungi mereka, Rindu bagaikan ditelan bumi dengan ratusan panggilan dan Pesan dari Raysid.. karena kesabarannya Rasyid habis membuat ia ingin mendatangi rumah temannya Rindu karena nomor mereka juga tak aktip.. apalagi rumahnya teman-temanya Rindu itu jauh karena sekolah Rindu yang jauh itu.


Tepat dikalah ia mengeluarkan motor besarnya Rindu sampai dengan santaynya dan memarkirkan motornya disamping motor miliknya itu.. Nampak Rindu membawa beberapa buah-buahan itu menatap Rindu datar karena jantungnya yang masih ketar ketir.


Rindu menatapnya dengan tatapan santaynya dan bertanya.”Mau kemana bang?” Tanyanya dengan santay itu lalu melepaskan Helmnya itu meletakkan Helmnya disepionnya itu.. Rasyid diam tak menjawab menatap Rindu datar.. sedangkan Rindu acuh karena memang Rasyid kebiasan ketika ditanya tak menjawab membuat ia masuk kedalam rumah dengan melenggang saja.


Rasyid mengikuti Rindu dengan wajah datarnya menatap Rindu memberikan beberapa buahnya kepada ibunya dan adiknya disana itu membuat ia merebut semangka dan buah dari Rindu itu membuat Rindu terkejut dibuatnya… Ibu Rindu saja terkejut dibuatnya itu.

__ADS_1


Plar… Rasyid melemparkan buah itu kehadapan Rindu sampai membuat Rindu menghindar dan mengenai kepala Rindu… saking kerasnya ia melempar itu buah itu pecah disana dengan Rindu yang memejam menegang kepalanya yang Rasyid yakin itu rasanya pasti sangat sakit dan pusing. Rasyid belum puas disitu membuat ia menendang semangka itu sampai mengenai dinding dibelakang Rindu membuat pecah kesana kemari dengan warna merah yang pekat. Sampai baju yang Rindu gunakan berwarna putih itu basah dengan bercak semangka semua menampilkan baju dalamnya yang berwarna hitam itu..


Ibu Rindu juga kaget dibuatnya namun ia diam saja menatap Rasyid yang marah disana. Rindu diam dengan mata yang tertutup. Rasyid menendang buah mangga didepannya Rindu itu sampai buah buah itu penyok dan tak lagi bisa dimakan… “ Dari mana saja kamu? Kamu lihat jam tidak..!! sekarang sudah lewat magrib..!!!”Teriaknya membuat ruangan itu bergema.


Nampak disana Rindu menahan tangisnya namun tetap tegar dan juga menegakkan tubuhnya meski kepalanya sakit itu. “ tadi kehujanan bang.. mangkanya Rindu telat pulang, Rindu enggak bawa jas ujan buat Rindu bertedu dimasjid..!”Rindu jujur disana.. ia memang kehujanan tadi membuat ia kemasjid untuk bertedu..


“Alasan kamu.. Plak…!” Rasyid marah besar membuat ia mengambil buah mangga dikakinya itu dan melemparkanya keRindu membuat buah itu tepat mengenai dadanya Rindu membuat sang empu meringis.” Buat apa Hape kamu ha? Buat pajangan?!! Enggak ada anak gadis yang pulang jam segini..!! enggak ada..!! kamu mau jadi apa ha? Jadi pelac** sampai sampai pulang jam segini? Kenapa enggak pulang sekalian..!!” Teriaknya lagi dengan Rindu.


Rindu menggeleng dibuatnya.. “Demi Tuhan bang enggak.. tadi Rindu enggak pegang hape karena hape Rindu sedang enggak ada batrenya bang… kalo engggak percaya Tanya aja sama Desy… soalnya dia tadi nebeng sama Rindu perginya..”Jujur Rindu lagi. Desi adalah salah satu teman Rindu dikalah itu yang memang nebeng dengan Rindu Karen atak punya kendaraan.. ia bahkan tak bisa mengendarai motor.


Rasid memnghela nafas dibuatnya menatap Rindu.. “Berkali kali kamu kayak gini Rindu.. enggak capek apa bikin ulah terus dirumah ini? Engak capek bikin Umi abbi marah terus.. malu sama tetangga Rindu.. nanti kalo kamu diapa apapin sama teman kamu gimana? Kamu cewek..!!”Teriaknya Rasyid membentak dihadapan Rindu.


Inilah yang Rindu benci.. ia tak akan diberi kesempatan untuk bicara, ia tak akan diberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya,, ia tak akan diberi..!! sebanyak apapun ia menjelaskan juga tidak akan didengar..mau dia berteriak dan jungkar balik ia tak akan didengar dan dimengerti..!! ia tau orang tuanya sayang dengannya.. abangnya sayang dengannya..! tapi cara mereka yang salah..


“Ada apa ini? Kok rebut rebut si magrib magrib gini?” Itu suara abbinya Rindu yang baru pulang dari masjid yang haru selesai sholat isya… ia mengenakan baju kokoh coklat dengan sarung motif hitam kelam, mengenakan peci hitam mengkilatnya itu datang mendekati anak-anaknya yang rebut, belum lagi suasana yang sangat kacau disana dengan semangka yang berserakan.”Ini kenapa berserakan gini? Buah dari mana ini?” Tanyanya kepada mereka disana.


“Rindu baru pulang abbii.. dia baru pulang mangkanya Rsyid marah sama Rindu..”Ujar Rasyid kepada abinya itu dengan tatapan tajamnya karena ia sudah dikuasai amarah dan khawatirnya membuat ia tak bisa berfikir lebih lagi disana.


Plak.. Plak.. dua kali tamnparan dipipi Rindu membuat Rindu tersenyum. Benar bukan? Ia tak akan diberi kesempatan untuk menjelaskanya? Air matanya bahkan enggan jatuh disana karena terlalu seiring diginikan.


“Abbi tidak mau menjelaskan penjelasan kamu.. sebab abi tau jika alan kamu itu Cuma alas dan bualan semata…!! Abi capek Rindu negur kamu itu.. abi capek.. enggak ada anak perempuan keluar sampek malem, enggak ada..! anak perempuan itu harus nya dirumah.. dirumah,, enggak diluar, nanti kalo apa-apa kamu mau ha?” Tanyanya.


“Tapi bi tadi Rindu nunggu hujan reda mangkanya Rindu keluar… lagipula Rindu enggak bakal buat masalah kok. Rindu enggak bakal buat masalah kamu bukan masalah itu yang datang… Rindu enggak gitu..!” Ujarnya Rindu.


“Kamu masuk kamar sana..!”\Abi Rindu menunjukan kamar Rindu dengan telujjuknya.” Renung kesalahan kamu dan tulis kesalahan kamu dibuku yang abi kasih sebanyak seribuh kali, besok harus kamu kaish keabi., kalo enggak hukuman kamu akan abi tambah berkali kali lipat jumlahnya..!”Ujar Abinya Rindu tajam membuat Rindu menatapnya nanar dengan pipi yang panas karena tamparan yang ia dapatkan tadi...


Ia menatap ibunya yang diam saja sedari tadi itu meminta bantuan, namun nampaknya uminya tak juga membantunya membuat ia menghela nafas dengan menatap nanar kedepan, tanpa menjawab sepata katapun ia masuk kedalam kamarnya itu dengan berlari cepat meninggalkan mereka semua yang ada di sana..


Itu membuat abbinya berhumam.” Liat.. nggak sopan.. ! tulis juga norma kesopanan sebanyak seratus kali.. kalo enggak kamu bakal abi kaish uang jajan..!”

__ADS_1


Rindu diam dengan nanarnya dikamarnya merasakan dadanya sakit, ia masih kelas Satu SMA Yang meamng memiliki kakak yang Over protektif. Demi Tuhan Rindu katakana ia sangat sakit dikalah buah-buah yang ia beri itu hancur lebut dari pada ditampar ayahnya tadi, rasanya apa yang ia beri tak dihargai oleh mereka..


Boleh kah ia jujur? Ia membelinya itu mengenakan tabunganya sedari lama.. tadi saat ia pergi ia hanya diberi uang 50Ribu oleh Umminya.. sedangkan biaya Bensinnya menghabiskan 25ribu., masuk kolam renang itu 20 ribu dan karcis parkirnya lima ribu. Kalian bayangkan saja uang yang diberi orang tuanya hanya segitu.. mana bisa membeli buah dengan jumlah sebanyak ini? makan saka tidak ada disana bukan.?


Rindu bukanlah anak yang dimanja dengan uang yang bergelimangan harta sebagaimana yang Diva dan Meme ketahui ,, ia selalu menabung hanya untyuk membeli barang-barang yang ia mau, tidak seperti yang Diva dan Meme pikirkan. Ia tak sepeti itu. Semua yang ia mau harus berjuang, mau baju baru? Maka ia harus menabung,,. Mau jalan jalan ia harus menabung.,


Rindu pernah defresi… Ia bahkan dulu saat kecil jika ditanya cita citanya maka hatinya menjerit jika ia ingin mati…. Sungguh itu adalah cita cita Rindu dikalah ia kecil… tak ada kebohongan karena memang ia tak pernah merasakan kasih sayang sebagaimana yang ia inginkan.. Andai saja dikalah ia kecil tidak tau jika bunuh diri itu dosa mungkin sudah ia lakukan sedari kecil..


Rindu lelah.. Rindu capek. Baru pulang dari tugas sekolah renang harus dimarah dengan orang tuanya, dpukul karena tak dipercayai oleh mereka, ia menangis didalam kamar dengan nanarnya memukul dadanya sendiri dan bergumam. ‘kenapa si aku enggak mati saya Tuhan? Rindu capek. Kenapa Rindu dilahirkan dimuka bumi ini? Padahal Rindu enggak minta..!” Itulah ia ia gumamkan dikalah itu.


“Rindu capek Tuhan.. Rindu capek…!!” Teriak Rindu dengan menggigit gulingnya itu supaya suaranya tak keluar ruangan.”Rindu lelah begini terus.. Rindu lelah.. Rindu mau mati, tapi enggak mati mati, Rindu enggak mau hidup.. biar abi sama umi sadar kalo Rindu berharga.. biar abang Rasyid juga sadar kalo Rindu itu juga enggak posesiv…”Gumamnya memeluk dirinya sendiri dikamar.


Tanpa Rindu sadari Rasyid melihat Rindu seperti itu dikamarnya dari balik pentilasi kamarnya Rindu, sebab kamarnya mereka berdekatan disana tadi, dan ia masih mau biacar dengan Rindu membuat ia nekat naik pentilasi kamar yang berada diatas pintu Rindu.


Rasydi turun dari atas kursi dan memegang dadanya menatap adiknya yang serapuh itu, setahunya Rindu orang yang sangat dingin dan juga datar, tak pernah sekalipun menangis ataupun mengeluh, selalu memgangguk dan tersenyum tanpa kata, tapi sekarang ia melihat adiknya serapuh itu sungguh membuat hatinya bagaikan diremas dengan kerasnya dengan kenyataan disana.


Dengan lunglai ia berjalan kekamarnya, hatinya meringis membuat air matanya jatuh dengan piluhnya itu, ia tak menyangkah banyaknya masalah Rindu membuat ia menyalahkan Tuhanya dan membuat ia serapuh ini. Ternyata sikapnya yang dingin selama ini adalah gambaran dinginnya hatinya ia yang tak mendapatkan sandaran.


senyumnya selama ini adalah alasan kenapa ia masih tetap berjalan dan diamnya selama ini adalah suatu kepasrahan akan keadaan.


Rasyid memukul dadanya sesk ketika Itu dikalah wajah Rindu yanmg sangat lemah itu menghantui wjahnya.. “Maaf kan bang Rindu.. maafkan abang yang enggak tau tentang kamu Rindu.. maaf,,”Gumamnya dengan piluhnya, mengingat bagaimana Rindu yang telalu tersenyum sedari kecil dan diam dikalah dihukum..


Setelah kejadian itu membuat ia berubah dnegan Rindu, ia merubah dirinya menjadi sandaran untuk Rindu, namun nyatanya beda lagi, Rindu tidak pernah bersandar denganya, malah ia yang selalu bersandar dengan Rindu. Rindu yang pandai dalam silat dan selalu menamng turnamen selalu mengajaknya makan makan diluar sana., rindu yang memenangkan lomba pidato dan juga cerama ia selalu menabung.


Kalian tau tabungan Rindu untuk apa? Selalu ia beri ketika Rasyid butuh Karena uang butuh, Rindu selalu memberikanya ketika orang tuanya butuh.. Rindu selalu membeli barang-barang yang ia mau dan ia butuh dengan uangnya sendiri tanpa minta dengan orang tua sebab Rindu orang yang tidak pernah memberikan harapannya dengan orang lain. Ketika ia berharap maka ia harus berjuang dan berusaha, itulah yang selalu ia lakukan dan ia tetapkan dalam dirinya.


Tapi semua orang menganggap Rindu anak manja dan juga anak yang selalu disayang orang yua, apapun yang Rindu mau pasti diberi dengan cepat orang tua.. No.semua itu tidak nyata.. Rindu tak memiliki harapan apapun semnjak ia kecil, ia selalu diajarkan untuk berharap dengan dirinya sendiri tanpa melibatkan siapapun, baik orang tua, kakak maupun kerabat dan temannya.,. bagi Rindu berharap adalah suatu hal yang sangat menyakitkan kecuali pada Robnya dan juga pada dirinya sendiri.


“Abi Tolong kasih tau Rasyid dimana Rindu bi… Rasyuid takut Rindu kenapa napa Bi.. “Ujarnya Raysid dengan pilu kepada abbinya yang diam didepanya itu, sudah satu jam ia membujuk abinya untuk memberi tau dimana Rindu berada tapi abinya tetap diam disana dengan menatap buku islamiah miliknya itu tenang tanpa adarasa rasa diganggu oleh Rasyid. Disana juga ada Caca dan ibunya Rindu yang sedang menonton Televisi.

__ADS_1


Ayahnya Rindu menatap Rasyid itu dengan datarnya., melepaskan kaca mata miliknya lalu menghela nafas karena lelah melihat putra satu satunya itu memohon.”Rasyid.. Tolong mengertilah.. ini semua demi kebaikan Rindu. Abbi melakukan ini demi Rindu.. dan Rindu baik baik saja.. “ Ujarnya menekan semua kata katanya dengan Rasyid.


__ADS_2