
Daun daun berguguran, angin-angin bercengkrama akrab dengan dedaunan menciptakan tarian indah yang diiringi melodi gemersik ranting ranting pohon. Burung-burung sudah tak ada lagi yang berlari lari bersama sahabat karibnya.
Seorang gadis duduk dibawah pohon dengan beralaskan batu besar. Ujung jilbabnya menarinari mengikuti angin kemana ia pergi. Ia menggunakan jilbab berwarna biru, baju yang bernada sama hanya ada garis garis berwarna dongker sebagai pembeda. Ditangannya ada setangkai pena yang menyapa kertas halus miliknya. Ada banyak catatan didalamnya yang berisi tentang hari yang ia lewati. Tentang ketulusan,kesabaran dan juga tentang hidup yang sebenarnya.
Setelah lelah menulis ia menghela nafas. Menatap nanar langit dan juga tersenyum akan kehidupanya yang begitu kejam.. Mungkin kejadian itu sudah suatu tahun yang lalu.
Namun satu hal yang harus ia ketahui.. jika itu hanyalah masa lalu.. lalu setelahnya ia merasakan pelukan hangat dilbelakangnya.
Tangan mungil membuat ia mendongak menatap sang empu. Ia tersenyum disana dibuatnya.”Bunda kok nangis si? masih inget masa lalu lagi yah? "Suara itu suara lembut dari bocah berumur delapan tahun yang mengenakan baju yang sangat rapih nan manis. Ia mengusap air mata Rindu.
Rindu disana mengangguk dan memeluknya. “Ih bunda aku juga dipeluk dong..”sosok itu terkekeh dan memeluk anaknya yang lain.
Akhirnya memerka berpelukan dengan sosok laki-laki yang menatap sosok itu tersenyum sembari mengendong anak laki laki ditanganya. Anak yang baru berusia lima bulan namun sangatlah tampan dan berpipi gembul itu.
“Sayang pulang yuk.. ini Rian sama Rani udah tadi.. dan mereka dapet juara satu tahfiz loh.”Ujarnya Rey disana membuat sosok itu terenyum tak percaya melihatnya. Ia menatap kedua anaknya yang tersenyum malu.
Lalu Rian dan Rani langsung memakaikan mahkota dikepalanya dna tersneyum. Dia mahkota membuat Rindu terkekeh.”Ini buat bunda. Hehe. Makasih yah bund amau hidup buat kita. Kita sayang bunda..”Ujarnya memeluk..
Yah dia sosok Rindu.. sosok yang sudah lama diceritakan tentang kepedihanya. Dan lihatlah dia sekarang? masih tetap hidup dan bahagia bersama keluarganya. Bahkan sekarang Rian dan Rani sudah menjadi hafis 30juts Al-Qur’an diumurnya 8tahun.. hal apa lagi yang paling membahagiakan selain memiliki anak yang sholeh dan sholeha?
Masalah keluarga? Setelah kejadian itu kakeknya Rindu sangatlah menyayangi Rindu, ayah dan ibu Rindu juga sudah tak lagi memiliki cekcok meski memiliki kecangungan tersendiri. Rindu dan keluarga kecilnya memilih tingal Di Paris karena ingin memulai hidup baru.. yah.. Willy dan Reon? Mereka pun akhirnya ikut bersama Rindu dan memilih untuk bertetangaan karena ingin bersama cucu dan juga keluarga hangat mereka.
On flashback....
Rey juga ikut terduduk disana mengusap air matanya nanar. Rasyid siaan menggoyangkan tubuh adiknya.”He. bangun.. enggak mau bikin Umi sama abi marah lagi? Dih katanya kuat. Jangan sok sok ah lemah deh Rind..”Ujarnya disana nanar. Mengusap air mata yang tetap jatuh.
Tinntin..
Mata Rey dan lainya membelalak dikalah itu.. “dokter alatnya Rindu berbunyi lagi dokter..!”Teriak Rey yang bahkan lupa jika dirinya juga dokter. Hal itu membuat ia langsung berteriak dan bangkit.
__ADS_1
“Bisakah kalian pergi keluar sebentar? Biar kami tangani..”Ujarnya dokter membuat dokter Rey mengangguk bersama lainnya bersyukur memiliki kesempatan lagi..
Lalu dengan segera para dokter mendekati Rindu dan mulai menanganinya kembali. Habis selama satu jam karena memulai membersihkan dan juga mulai menjahit yang rusak kembali.
Saat keluar wajah dokter yang suram pun berkata.”Selamat Tuan. Nona Rindu selamat karena doa dari pada pembaca yang ingin Happy Ending. Jadinya semua rencana penulis yang ingin Sad Ending menjadi gagal total dan sekarang dia selamat..”Ujarnya disana membuat Rey disana tersenyum dan mulai bersujud syukur akan apa yang ia dengar..
Mereka memiliki kesempatan untuk kembali bersama dan kembali hidup bahagia.
Terimakasih...
Rey mendekati Istrinya dan mengusap pipinya.”Jangan nangis lagi.. semuanya sudah berlalu dan sekarang kita udah sama sama lagi loh liat baby kita enggak mau ibunya nangis.”Ujarnya menunjukan bayi digendongannya.
Raja Antonio Nalson... yah namanya Raja.
Rindu disana tersenyum dan memeluk suaminya.”Terimakasih karena sudah mau bersama aku dan selalu ada untukku.”Ujarnya membuat Rey mengecup kepala istrinya sayang.. Rian dan Rani ikut memeluk mereka bersama.. terjadilah acara yang sangat sangat mengharukan antara mereka..
“Aku juga ngucapin terimakasih yah karena kamu udah mau berjuang dengan sekuat sekarang untuk aku.. dan terimakasih sudah menerima aku sebagai lelaki kamu.. aku sayang kamu..”Gumam Rey disana membuat Rindu tersenyum.
“Ih bunda dedek Rajanya ketindian itu.. nanti gepeng.”Teriaknya Rani tak terima membuat Rindu terkekeh dan menatap anaknya.
“Iya enggak. Bentar lagi gepeng kalo bunda ayah engak lepas pelukkanya.”Ujarnya Rian disana memutar bola mata malas.
Rindu disana terkekeh dibuatnya.”Bilang aja cemburu.. mau dipeluk bunda juga kan?”Tanyanya disana mendelik.
“Memang..”Ujarnya Rian tak tahu malu. Hal itu membuat keluarga itu tertawa disana.. Rindu memeluk Rian dan Rani.”Makasih yah mau jadi anak sholeh dan sholeha.. Bunda sayang kalian..”Ujarnya Rindu memeluk mereka disana sayang.
“Kami juga sayang bunda..”Gumam mereka sembari memeluk bundanya lagi.. Hal yang mampu membuat rey disana tersenyum.
Oh yah. Rey juga tahfiz loh. Ia sudah hafal dan ia juga sudah banyak berubah.
Contohnya saja sekarang, ia bahkan mungkin lebih paham agama dibanding Rindu. Lucu yah? Iya lucu. Sebab banyak lah yang mu'alaf yang paham agama ketimbang islam dari lahir.... apakah yang baca tersinggung? semoga saja iya eh tidak maksudnya hehe.
__ADS_1
Hidup Rindu sesimpel itu, mereka tak lah tinggal dimension besar, hanya rumah yang tak terlalu besar namun sangatlah nyaman, Rindu sendiri yang meminta supaya keluarga mereka hangat dan tidak ada sakit antara satu sama lain.
Jika rumah terlalu besar Rindu takut tidak tau perkembangan salah satu anaknya.
Rindu mau anak anaknya selalu ada dalam pantauannya.. Rey ikut saja dna ternyata benar. Semakin sederhana mereka semakin mereka bahagia. Masalah uang? Rey bahkan mampu membeli pulau. Haya saja Rindu mau rumahnya tidaklah besar.. lagipula untuk apa rumah besar jika dijakarta rumah mereka sudah sangat besar?
End...
Alhamdulilah.. terimakasih aku ucapin keseluruh pembaca yah.. yang udah support aku dinovel ini dari awal pembaca. Awalnya aku engggak mau lanjut lagi dinovel ini saking capeknya nulis tapi enggak ada yang baca. Tapi aku tetap bertahan karena aku mau buat satu novel yang memang aku pingin berbagi ilmu.
Jujur yah. Sebnarnya akhirnya rada enggak nyambung atau rada kurang baik menurut aku sih. Sebab awalnya aku mau Sad Ending awalnya. Alurnya udah aku buatsl sebaik mungkin. Tapi setelah membaca komentar kalian dan permintaan kalian mau Happy snding jadi aku pertimbangkan lagi.
(Clue akhir cerita yang dari aku si Habib kecelakaan dan bertepatan dengan Rindunya kambuh... Habib buta dan Rindu yang tak lagi bisa diselamatkan...Rindu memberikan matanya untuo Habib..
Setelahnya ibu Rindupun akhirnya juga kecelakaan karena bertabrakan dengan Habib kembutuhkan jantung. Nah Rindu memberikan jantungnya yang ada. Dan pada akhirnya Rindu nya pergi...
Satu lagi Rey enggak nikah setelah Rindu meninggal, dia setia dan soda akhirnya meninggal karena kecelakaan.. Rian dan Rani diurus ayah dan ibu Rey. )
Lagi pula.
Aku nulis untuk kesenangan aku dan kalian sebagai pembaca, aku tidak mau kalian kecewa karena kalian semangat aku mangkanya aku bikin Happy Ending. Seemoga kalian bisa menerima dan memahami jika endingnya kurang baik gitu yah.. soalnya memang diluar dari perkiraan awal..
BTW. Mungkin ada banyak yang bertanya sedari awal alurnya seperti nyata. Dan disini aku cerita sedikit yah.. cerita ini memang banyak cerita nyata dalam kehidupan aku sendiri(si penulis) mulai dari pertemanan antara Diva Meme dan Rindu.. dan banyak hal lainnya. Aku hanya mau berbagi ilmu dan juga kepahitan yang mungkin bisa membantu kalian. Aku yakin ada yang memiliki cerita yang hampir sama disini dan semoga bisa menjadi motivasi.
BTW Ada yang mau squel nya enggak? Mau cerita siapa? Habib? Atau Rian dan Rani? Atau Raja si anak Rian dan Rey? Kalian sadar enak aku bikin disini RRRR Semua yah..
Hahaha.. semoga sadar deh.. Karena memang temanya R disini.. betewe jangan lupa mampir diceritaku yang Istri Butaku yah.. soalnya disana aku lanjut novel si Ustadz Fatih . kalian ingatkan ustad Fatih? Yah disana ada kok orangnya hehe.
.
.
__ADS_1
Terimakasih..
salam dari aku si penulis... 🤗🤗🤗