Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Bertemu Diva kembali


__ADS_3

Saat pilihan itu sudah Rindu ambil, pasti semuanya ada konseqiensinya bukan? Seeprtoi saat ini. rindu sama sekali tak menerima menjadi istri Habib. Ia memilih menjadi pembantu, tak apa bukan jika ia membangkang ummi dan abinya? Ia hanya mau Rani dan Rian sekolah dimana mereka kehendaki. Apa lagi Rian dan Rani itu mengejar ilmu akhirat. Rindu akan lakukan apapun untuk mereka, jujur saja. Rian dan Rani itu sudah menjadi jiwa Rindu. Semangat Rindu hidup saat ini salah satunya adalah Rian dan Rani. Ia akan tenang pergi ketika Rian dan Rani sudah bisa hidup dengan tenang dan baik.


“Hikshiks... Maafin Rindu ya Mii. Bii... Rindu masih aja jadi pemberontak. Rindu jadi pembantu saat ini, padahal ummi sama abii ngak pernah mau Rindu jadi budak orang..” Rimdu terisak sembari merapikan bajunya didalam koper. .


Setelah perjanjian itu, Habib menyuruh Rindu untuk tinggal dirumahnya. Rindu harus menyiapkan semua kebutuhan Habib dari bangun tidur sampai kembali tidur lagi. Ia bagaikan istri saja bukan?


Dulu Rindu pernah berniat menjadi baby sister disalah satu anak sanak keluarganya, saat itu Rindu sedang libur panjang setelah usai menjalankan UN SMA. Tapi dengan keras Abi dan Umii nya menolak.


Alasannya apa? Abbinya berkata.” Abi sekolahin kamu bukan buat jadi budak orang..! Semiskin apapun kita, abbi ngak bakal biarin kalian jadi pembantu atau budak orang. Jangan sekali-kali mau jadi budak orang nak. Jadi budak orang itu susah, kamu mau jadi baby sister? disuruh ngulek cabe aja tangan kamu sudah melepuh...! “ Itulah kalimat abbinya keras. Tapi Rindu menganggap abbinya berebihan. Padahal dulu niat Rindu adalah mencari biaya kulia sendiri.


Saat ini Rindu baru sadar, ayahnya itu sangat menyayanginya, karena itu ia tak mau Rindu susah. Tapi apalah daya, Rindu harus membangkang. Ia akan menjadi pembantu.


Jujur saja, tak ada sedikitpun niatan abbi Rindu itu menghina propesi baby sister atau asisten, atauppun pembantu. Hanya saja ia tak mau anak-anaknya diinjak orang-orang. Ia rela menghutang sana sini hanya untuk anaknya bisa sekolah setinggi mungkin. Ia tau sakitnya diinjak harga diri dan sakitnya berkerja dengan orang lain.. Ia tak mau anak-anaknya mengalami semua sakit yang ia arasakan. Cukup dia saja...!..


Rindu memopong kopernya keluar, tepat saat ia ingin melewati puntu, ia berpapasan dengan Diva dan Meme. Apakah ia boleh memeluk mereka? Jujur saja Rindu sangat rindu, tapi ia juga sakit, sangat sakit dengan kedua temannya ini. ia sangat sakit ketika ia ingat jika kejadian dia dimalam kemarin. Ia berniat untuk tak menegur mereka.

__ADS_1


“Kenapa lo kunci kamar?” Tanya Diva. Jujur ia terkejut melihat Rindu mengunakan baju seperti ini. meksipun Rindu menutupi seluruh tubuhnya, Diva dan Meme masih akan tetap mengenalinya. Karena apa? Karena mereka sudah kenal hampir 7tahun..


Rindu membalikan tubuhnya. Ia menatap Diva dan Meme bergantian.” Didalam itu ada kasur gue. “ Ucapnya singkat.


“Kasur gue juga ada kali.. ..1” Bentak Diva kencang.


Rindu terkekeh.” Kasur lipat kalian udah gue pindah diruang mushola. Jadi itu tetep jadi kamar gue. kalian harus inget. Dikosan ini gue masih punya hak selama satu tahun kedepan..!” Ucap Rindu parau karena menangis sedari tadi. Soalnya kasur Rindu itu bukan kasur lipat.


“Oh lo udah mulai pritungan sama kita?” Tanya Meme sedikit tersingung. Memang benar, karena apa? Karena mulai dari sofa, lemari, kasur. Itu semua barang Rindu. mereka hanya membawah barang kecil saja, seperti setrika, sedangkan magicom dan kompor gas mereka patungan.


Sesaat setelahnya ada sosok paru baya didepan pintu yang mengetuk “ Permisi mbak. Disini rumah nona Rindu ka?” Tanyanya.


Rindu tersenyum.” Iya pak. Jasa angkit barang ya?” Tanya Rindu.


“Iya non. Kita jasa angkut barang..”

__ADS_1


Rindu mendekat..” Itu sofanya diangkat ya pak. Lemari dikamar, kulkas, sama barang-barang yang udah saya beresin dikamar itu udah saya beresin. Bapak bawah saja kealamat yang saya kasih. Bilang itu barangnya Rindu azzarah..” Ucapnya dan ia memberi uang lembaran yang dikasih Habib tadi, yaa, sebegai kesepakatan. Ia membayar Rindu diawal membuat Rindu ada uang. Ia memberi uang 4ratus Ribu sebagai upah.” Itu upahnya pa..” Ucapnya.


“Terimakasih non. Kami angkutin barangnya dulu kalo gitu..” Ia pun menyuruh dua orang yang sudah dekatnya masuk lalu sedikit membungkuk. Ia mulai mengangkat sofa dan sebagainya membuat Diva dan Meme gelabakan. Jika semuanya diangkut, apa lagi isi rumahnya coba?


“Lo tu bangsatt ya Rin...!” Bentak Diva.


Rindu tersenyum tipis.” Bukannya nyokap sama bokap lo lebih kaya dari gue. Bisa dong beli sendiri?” Tanyanya. Ya sedari dulu Diva itu selalu pamer harta orang tua. Memang benar, Diva memiliki rumah yang lebih bagus dari rumah Rindu, tapi jika dibanding besarnya, maka rumah Rindu lebih besar. Karena apa? Karena rumah Rindu itu mengunakan desain kuno, sedangkan rumah Diva mengunakan desain rumah kekinian.


Rumah Diva itu baru dibangun sekarang dengan meminjam diBank. Sedangkan orang tua Rindu itu membangun secara berguyur. Sejak Rasyid kakanya Rindu berumur 2tahun, abbi Rindu membangun rumah dengan jeri payahnya sendiri, tak meminjam dimanapun, sampai rumahnya sebesar sekarang abi dan umminya mengguanakn jeri paya sendiri tanpa pinjaman bank ataupun menjual tanah sana sini.


Sedangkan Meme? Dia yang paling ber'uang dari Rindu dan Diva. Sayangnya dia anak browkenhome. Dulu dia itu miskin, tapi dengan ayahnya yang berkerja dikebun orang yang baik, orang yang mempunyai kebun itu berniat akan pindah diluar negri membuat ia memberi tanah itu pada ayahnya Meme membuat Meme dan keluarganya beruang dan maju, hingga ayah Meme berani meminjam uang dibank lalu membangun rumah. Meskipun rumahnya tak sebesar rumah Rindu ataupun Diva. Tapi cukup nyaman dan bagus. Ayahnya Meme itu lebih mementingkan kebutuhan dan kebahagiaan Meme dari pada rumah, karena ia berfikir, cukup Meme tak mempunyai ibu, jangan sampai materinya terkurangi.


Rindu tak peduli. Ia berjalan meningalkan Diva dan Meme, namun terhenti karena ada kalimat yang harus ia lontarkan.” Lo bisa lihat cover gue Div, Me. Gue kuat dan juga selalu berkecukupan ngebuat kalian iri sama gue. tapi nyatanya gue ngak sebaik yang kalian kira, gue nggak sesempurna yang kalian kira. Berhenti iri sama orang. Karena setiap orang nggak sesempurna yang kalian pikirkan.”


Diva terdiam sejenak. Ia Iri dengan Rindu. karena sedari Rindu lulus SMP Ataupun SMA, orang tuanya selalu hadir untuk mengucapkan selamat dan foto bersama dengan hangat. Saat mereka kerumah Rindu, umminya akan menyiapkan makan buat Rindu, sedangkan dia? Bahkan tak ada dari ayah dan ibunya peduli, mereka sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Ia tak iri dengan Meme. Karena apa? Karena ia merasa Meme juga kurang kasih sayang, karena ia browken home. Ia merasa hidup Rindu terlalu sempurna. dipuja banyak orang dan diutamakan oleh orang tua. “Lo emang sempurna Rin. Karena itu, gue benci sama lo. Sampek menjadi darah daging.” Balas Diva.

__ADS_1


Rindu berbalik. Ia menatap Diva lekat. Ini mungkin adalah tatapan terakhir baginya.” Seharusnya gue benci ama lo Div. Selama ini gue tau kebusukan lo. Sejak kita SMP, gue tau kalo lo sering bohong., lo sering cerita bualan semata kan? Lo bilang kalo kakak tingkat yang inilah, yang itulah, mereka nembak lo dan lo ngak terima mereka. Dan lo tau, perbuatan lo itu sekelaspun tau bahkan satu sekolah. Karena apa? Karena temen deket lo sebelum nya yang bilang kesemua sekolah kalo lo pengibul dan pembual. Lo tau? Yang nembak lo bukan orang yang lo massud. Tapi dia Rike. Dia temen deket lo sendiri, dan dia yang deketin gue keelo karena ia nggak suka sama lo, karena ia udah mau muntah denger bualan lo. Jadi gue terima aja, karena apa? Karena gue kasian sama lo. Tapi sayangnya loo nggak sadar diri”


__ADS_2