
Willy sekarang menatap adiknya dari jendela dengtan senyumnya. Tak seburuk yang ia bayangkan, ia pikir ia akan sangat sakit melihat adiknya, wanita yang ia cintai bersama orang lain. Ketika melihat keluarga kecil yang begitru kompak membuat ia bahkan iri, ya ia iri dan ia ingin bersama keluarga begitu.
Akhh sudahlah,
Dengan helaan nafas ia bergumam.”Permisi..”Ujarnya disana membuat Rindu yang sedang makan disuapi oleh Rey itupun langsung melihat kedepan, begitu juga dnegan Rian dan Rani.. jangan lupakan Rey, mereka disana langsung menatap Willy. Hanya Rey yang sedikit tak enak, karena belum sama sekali kenal dengan Rindu.
“Hay kak.. sini duduk sama Rindu, kenalin.. pasukan Rindu..”Ujarnya membuat Willy disana terkekeh, sedangkan Rian dan Rani tetap melanjutkan makan aembari tersenyum.. Rey minggir memberikan tempat untuk Willy duduk dan bicara dengan Willy.
Willy duduk disamping Rey tersenyum dan mengusap pipi Rindu namun ditahan oleh Rey membuat ia disana terkejut.”kamu siapa si? Hmm dan saya ucapin makasih banget kemarin kamu bantu Rindu.. tapi sekarang kamu tidak bisa menyentu dia sembarangan, dia sudah jadi istri saya...”Ujarnya disana tak terima. Lelaki mana mau istrinya disentu lelaki lain.
Rindu disana meringis dibuatnya. Lalu menahan tangan ,mereka berdua..” Maaf Rey... ini ini itu kakak kandung aku.. jadi enggak apa-apa hehe.”Ujar Rindu disana dengan sopan membuat Rey terkejut. Menatap Rindu dan Willy yang menatapnya tajam. Yahyah mereka mirip. Matanya beda si.. tapi? Tapi? Ahkkk.
“Lepasin.. nanti kamu jadi duda mau hmm?” Tanya Willy disana menjulat Rey membuat Rey disana mendengus dan meringis dibuatnya.
”Emang kamu yakin dia kakak kandung kamu Rindu? Kelitatannya enggak deh, kayaknya dia anak angkat orang tua kandung kamu..”Bisik Rey disana membuat Rindu menggeleng dan Willy menatap Rey dengan tajam.
“Wah wahwah.. ini ni yang bikin gue mau bunuh orang, kalo ngomong suka bener.. eh sembarangan maksudnya.”Ujarnya disana membuat Rindu disana menatap Willy dengan kekehan dan Rey menatapnya dengan mata melebar.”Mana ada.. gue kakak kandung asli,. Loe sotoy.. gue baru tau kalo loe petakilan gini.. mending enggak gue restuin loe sama adek gue, eh kepaksa doang sii.. dih..”Ujarnya disana mendekati Rindu dan menhisihkan Rey.
“Lahlah kok ngamok. Kan saya Cuma bikang’mingkin’ bukan nuduh.. ih kakak aja yang kegeeran hu..”Ujarnya disana membuat Rindu terkekeh.”Lagian kita udah sah yahkan Babe?"Ujarnya melirik Rindu namun Rindu tergelak aja dibuatnya..
Willy mendelik disana menatap Rey”Dih... sono gue mau ngomong sama adek gue, loe ganggu aja nempel mulu sama adek gue kek lintah. loe serakah tau nggak.. “Ujarnya menjulak Rey supaya menjauh disana membuat Rey disana mendelik.
“Dih gue kan suaminya Rindu. Mana boleh gitu, wajar aja dong kalo gue ada disampingnya terus dan juga jagain dia kenapa kakak yang sewot dih.. kakak tiri kan bilang aja iri ya.. iya iri lah, pasti belum laku, belum nikah kan?” Tanyanya disana mengejek Willy dengan wajah menggodanya membuat Rindu disana memijit kepalanya.
“ Kakak... kakak.. pala loe kaka, gue bukan kakak loe, seenak jidat loe panggil gue kakak. Gila aja gue punya adik kayak loe, dih amit amit.. lagian tua'an loe deh keknya ketimbang gue. loe pantesnya jadi Om-Om.. gue juga berhak buat Rindu jadi loe sana aja yang pergi dih..”Ujarnya mendorong bahunya Rey membuat aksi dorong dorongan terjadi.
Rey tak terima membuat ia kembali mendorong.” Dih ya gue gue ngehormatin loe sebagai kakaknya Rindu aja mangkanya gue panggil kakak. Gue gue tampan, gue juga kaya jadi enggak apa berumur. Ketimbang loe berumur tapi dekil yeyy..”Ujarnya mengejek satu sama lain h
“Udah udah udah.. kalian tu kayak anak kecil aja tau enggak..!” Rian yang melihatnyapun pusing dibuatnya. Rani disana hanya tertawa saja karena mendapatkan tontonan langkak.” Tu liat bunda, bunda sampek tutup kuping dengerin kalian berantem.. bunda tu lebih baik sama Rian aja deh ya soalnya kan Rian anaknya hush huus.”Ujarnya mendorong Willy dan Rey.
Dengan cepat Rey dan Willy menarik tangan Rian membuat Rian melayang dan kembali mendudukan ditempatnya tadi.”Anak kecil enggak boleh ikut ikutan, duduk diem dan makan paham..!”Ujarnya Rey dan Willy kompak membuat Rindu tergelak disana.
__ADS_1
“Loe ngikutin gue ya?!!”Tanyanya serentak membuat mereka kembali melotot.
”Gue enggak ngikutin Loe..! yang ada elo yang ngikutin Gue dari tadi..!!” Teriak kembali bersama membuat mereka krikkrik..
“Loe..!!”Dan serentak lagi membuat mereka diam dan menatap Rian.
Rian disana diam menatap mereka bedua dengan tatapan helaan nafasnya.”Kadang tu Rian suka pusing Rani. Kenapa ya orang gede suka banget berantem. Enakan makan ya Ran..”Ujarnya disana memakan lagi makannya anteng “Malu sama anak kecil. Masa berantem..”Ujarnya lagi membuat Willy dan Rey diam.
“Kata gurunya Rani nih yah ..”Ujar Rani menunjuk Willly dan Rey membuat mereka menunjukan diri lagi.” Iya kata gurunya Rani., kalo berantem itu enggak baik, karena pada dasarnya menang jadi arang kalah jadi abu, mau kalian menang kalian juga bakalan rugi dan menghangus sedangkan jika kalian kalah maka kalian juga merugi dan jauh dari kata rugi karena habisnya banyak hal, contohnya iman, tenaga, lelah dan juga luka luka.. katanya mending damai dan saling berpelukan supaya bisa membuat dunia tersneyum dan menunjukan kepada malaikat".
“Sebagaimana yang dikatakan didalam surah dalam Al-Qur’an. Bahwa sebenarnya Malaikat tidak setuju Allah menurunkan khalifa dimuka bumi ini karena manusia itu hanyalah penganggu dan penghancur.. dah kenapa kita engak buktikan kalo kita bukan perusak dan penghancur... jadilah manusia yang beriman dan berakal supaya kita tidak di perbudak duniawi, jadikan diri kita yang memperbudak Duniawi untuk menjadi jalan dan ladang menuju syurgawi..!”Ujarnya disana dengan ngosngosan karena terlalu panjang.”Udah aku lupa lanjutannya, itu aja..”Ujarnya dan kembali minum.
Rindu duisana yang diam saja pun terkekeh dibuatnya.”Tuh masa kalah sama anak kecil. Sudah besar tidak mau saling mengalah lagi.. enggak sadar umur..!”Ujarnya Rindu.. bukan karena Rindu tidak mau mereraikan, hanya saja ia tak mau menghabisi waktu yang kurang bermutu itu. Tak akan didengarkan Rey yang keras dan Willy yang membatu. Rindu sudah tau semua wataknya mereka ini.
Rey disana menghela nafas dibuatnya dan menatap Rindu.”Kakak kamu tu duluan, doain aku jadi duda.. mana enggak mau restuin kita..”Ujarnya membuat Willy menatapnya tajam.
“Dih ngadu. Rindu juga tau kali siapa yang benar dan siapa yang salah.. jadi cowok lok letoy amat..”Ujarnya disana membuat Rey mendelik.
“Duh udah ya. Kepalaku sakit kalo kalian gini terus.. Rey diem, kak Willy diem.. “Ujarnya disana membuat dua duanya diam dan saling lirik dengan tajam.
"Nah kak Willy tadi mau ngomong apa sama Rindu? Dan mana pak pendeta dan buk birawati? Rindu belum sempat ngucapin terimakasih sama mereka..”Ujarnya disana, “Oh iya, kak kenallin tu dua anak kecil anak nya Rindu.. namanya Rian dan Rani..”Ujarnya membuat Willy disana diam.
“Udah kenalan kemarin bunda. Kita kemarin digendong sama abangnya karena kita hamper jatoh di pikiran . abangnya baik kok meskipun kayak preman..”Ujarnya membuat Willy meringis dan Rindu yang tergelak.Rani terlalu jujur disana.
“Hmmm,,, gini... kamu apa kabar? Maaf ya kemarin ibunya dan ayahnya Rey nyuruh kerumah buat bersih badan dan makan.. dan sempet kesini lagi karena tadi baru minjam mobilnya kakaknya Rey siapap tu.. Kalo enggak salah Fey yah.. “Ujarnya membuat Rindu disana mengangguk dan Rey yang memilih mendekati anak anaknya saja ketimbang dimarahi Rindu." Kamu jangan khawatir akan pak pendeta dan bu birawati.. mereka udah pulang dan keluarga dari suami kamu udah urus beberapa barang dan juga uang untuk membantu pembangunan greja dan klinik. Awalmya si mereka menolak, namun keluarga Rey memaksakan mereka dan tetepa kekeh memberikan Donasi . sampai pada mereka ngebuat dua asraa untuk yatim piatu yang hidup didekat gereja itu dan membuat klinik yang lebih besar supaya mendapatkan sarana dan fasilitas yang lebih baik..”Ujarnya membuat Rindu disana tetaplah bersedih,. Karrena belum sempat bercakap dan mengucapkan terimakasih.
“Rindu baik lok kak. Alhamdulillah sangat haik hehe.. besok Rindu sudah boleh pulang yey.. Rindu udah boleh main sama Rian dan Rani..”Ujarnya membuat Willy dan Rey disana menatapnya dengan tatapan bahagianya.
“Permisi..”!Suara dari luar membuat Rindu dan lainnya melihat kedepan... dan ternyata sang dokter dan dua perawat dibelakangnya. “ Waktunya pengecekan dan saya perlu bicara sama dokter Rey dan juga kerabat Rindu..”Ujarnya disana membuat mereka mengangguk..
Dokter mulai memeriksa karena mendapatkan izin dari Rindu dan lainnya. Yah, Rindu dicek sebanyak lima kali sehari karena luka dan lainnya dan,
__ADS_1
Rindu juga tidak merasakan sakit beberapa hari ini membuat Rey yakin dirinya sembuh.
Dokterpun mendekati Rindu.. “Saya rasa tidak ada yang harus ditutupi baik dari pihak keluarga lagi dan pihak pasien.. dan bisakah saya minta anak anak main diluar saja ya..”Ujarnya membuat Rindu menganguk. Rian dan Rani yang pahampun disana mengikuti perawat yang mengajaknya keluarr.
“Begini, saya punya dua kabar, ada kabar baik dan kabar buruk untuk nona Rindu..”Ujarnya membuat Rindu tegang. Begitu juga Willy dan Rey yang disana mendadak menjadi akur.. mau senang atau bahagia nih? Lalu dokter menatap rey dan Willy..
” Kabar baiknya infeksi dan juga bakteri dari luka tusukan dari benda tajamnya nona Rindu kemarin itu membuat paru paru Rindu yang terinfeksi kanker sekarang sudah membaik dan juga tidak lagi membiru, dan saya tidak tau apakah itu mampu membersihkan atau tidak, dan ya.. kanker hatinya juga melamban akibat terbenturnya selsel virus dan bakteri jahat dari luka tersebut. Karena dua hal itu adalah dua bakteri jahat sehingga kangker itu meredup dan sekarang kita tunggu hasilnya, bisa jadi kanker itu mengecil dan jika itu bersatu maka itu akan bersifat kematian.
Hal itu membuat Rey dan Willy disana bergumam rasa syukur.”jadi dok jika saya tusuk lagi aja Rindu dengan pisau tumpul bisa sembuh enggak dok? Supaya bakteri jahatnya semain banyak dan bakteri jahat dari kankernya kalah.. kita harus menambah pasukan bakteri jahat itu ditubuh Rindu dok..”Ujar Willy disana semangat.
Pltak.. kepalanya dijitak oleh Rey membuat dirinya mnatap Rey mendelik,” Mana bisa gitu. Mangkanya kalo sekolah jangan suka bolos. Kakak kira itu kayak main mobelegen atau game gitu? Kk ini tu nyawa bukan mainan, kali bakterinya ikut perang dan gabung kebakteri jahat lainnya. Kalo dia dukung bakteri jahat dari kanker gimana?”Tanyanya disana.
“Yey loe juga somplak dasar..”Ujarnya Willy memukul kepala Rey membuat dokter disana menggeleng dibuyatnya sedangkan Rindu disana hanya terkekeh.”Mana ada .loe kira peradilan bisa dipihak pihakin..”Gumamnya disana.
"Langsung aja dong kabar buruknya apa. Susah kalo jelasin sama orang yang suka bolos pelajaran IpA..., "Ujar Rey sinis Hal itu membuat Willy diam malas..
“Dan kabar buruknya..”Ujarnya dokter membuat keduanya diam. Dokter menatap Rindu.”Kamu boongkan jika selama ini kamu tidak sakit? Saya tau itu Rindu... Yang saya tidak tau bagaimana kamu menutupi rasa sakit itu dengan senyum palsu kamu.”Ujarnya membuat Rindu mengerjab dan Rey dan Wily yang mendadak serius. “ Ginjal Rindu rusak dan hanya kita buruh dua minggu untuk melakukan tlanpantasi ginjal jika mau Rindu tetap hidup jika tidak kosequensinya akan sangat fatal.”Ujarnya.
Rindu menghela nafas, ya.. rindu tau itu sangat sakit, kadang ia hanya tersenyum saja dibalik rasa sakitnya, ia bahkan tak mau melihat semua orang mengkhawatirkan akan keadaannnya yang rapuh. Rey menatap Rindu dengan tatapan tajam begitu juga Willy. Rindu hanya diam.
"Kal---"Ucapan Rey terpotong.
“Enggak ada donor dari ginjal kalian.. sungguh Rindu lebih baik mati jika ada Rey atau Kak Wiilly. Umi abi, ayah bunda.. enggak ada. Rian dan Rani sekalipun. Eggak ada, sungguh Rindu enggak ridho soalnya Rindu udah lama sakit dan udah lama juga tau semua hal ini. Rindu siap ngadepin apapun yang terjadi.."Ujarnya disana karena tau isi kepala Rey dan lainya yang ada disini.
Rey disana menghela nafas mendengarnya,. Tak ada waktuu untuk memarahi Rindu, yang ada hanyalah memahami situasi Rindu dan kondisinya. Willy disana menatap dokter.”Jika disini ada enggak dok donor ginjal gitu? Soalnya kami kami... kam?”Ia menatap Rindu yang menatap arah lain tak mau disalahkan..
Dokter disan menggeleng.,” jika saat ini tidak, lagian kami tidak menjual organ tubuh manusia, kalian bisa mengurusnya dipendaftaran kepada pihak yang mengurusnya. Ingat, kalian haya punya dua minggu, jika dipihak rumah sakit biasanya satu ginjal itu yang mengincarnya banyak, bahkan mereka sudah lebih dulu ketimbang kalian.. dan yah, sekarang tinggal kalian aja bagaimana laginya. Saya harap kalian juga mengusahakannya segera mungkin..”Ujarnya disana membuat Rey dan Willy mengangguk serentak.
“Jika begitu saya permisi ya.. terimakasih atas waktu kalian. Dan tolong jaga nona Rindu dan minta ia bicara jika sakit supaya nanti kita tau apa yang harus kita tau tindakan yang tepat...”Ujarnya lagi.
”Terimakasih dokter.”Ujar Rey membuat dokter mengangguk. Willy dan Rey kemballi menatap Rindu yang sekarang menatap kedepan, dimana kaca yang mengarah kepada langit dan juga awan. Rindu tidak mau kena amuk keluarganya saat ini.
__ADS_1