Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Abi


__ADS_3

Hay semua haha.. maaf ya aku ngakak baca komentar kalian yang kena prank semua wkwkwk.. maafin ya wkwk.. supaya enggak tegang tegang amat. Dan Thanks atas sarannya ya... insyllah nanti aku pikirin diperbaiki.


....


Duduk didepan rumah Rey yang sangat besar membuyat Willy sadar, jika sebenarnya bikan rumah yang ia harapkan, tapi kasih sayang, dan ia baru sadar jika adiknya bergelimpangan kasih sayang. Dan keluarga Rey yang begitu tulus menyayangi Rindu membuat hatinya sakit. Kenapa ia tidak bisa mendapatlan semuanya? Hanya harta dan harta, bukan kasih sayang orang tua?


Setelahnya ada tepukan dipundaknya membuat ia terkejut dan menatap kesamping, dan ternyata itu adalah Abbinya Rindu , hal itu membuat ia tersenyum.” Ada apa pak?” Tanyanya sopan. karena takut dan juga segan.


Abbinya Rindu disana tersenyum lembut dan ikut duduk disampingnya. Itu membuat Willly geser dan tersenyum sopan meski ia masih sedih dan juga sedang pusing. Ia harus tetap sopan dan juga harus tetap santun kepada orang yang sudah membesarkan Rindu. Abi Rindu tersenyum kepada Willy.”terimakasih yah, karena kamu sudah berjuang melindungi Rindu.. “Ujarnya tulus kepada Willy.”Kamu kakak kandungnya kan?” Tanyanya lagi, karena Willy sama sekali belum bicara apa-apa tentang dirinya dan Rindu.


Willy disana mengangguk dan menunduk, miris jika sudah menyangkut darah dengan Rindu.”Iya. saya kakak kandungnya.. dan bapak adalah ayah angkat Rindukan? Yang selama ini melindungi Rindu?” Tanyanya membuat abbi Rindu mengangguk.” Makasih ya pak udah didik adik saya sekuat itu.. Rindu suka banggain bapak soalnya kalo dirumah.”Ujarnya disana tersenyum.


Abbinya Rindupun menaikan satu alisnya.” Banggain gimana? Dia orangnya suka memberontak haha.. Dia tu kalo disuruh suruh banyak banget alasanya tau nggak..!”Ujar abi Rindu disana mengelak.”Disuruh sholat malah pura-pura sholat terus tidur, disuruh ngaji malah belajar taikwondow. Adik kamu tu nakal banget dari kecil. Sampek puyeng bapak ngajarinya.”Ujarnya jujur disana akan kelakukan Rindu kecil.”Ditambah, dia tu suka banget brantem, bapak sama ibuk tu capek dipanggil terus diruang kepala sekolah.”


“Tanya aja tu sama guru guru Sd. Smp, sampek Sma Rindu, semuanya kenal kami.. bahkan wali-wali muridnya kenal semua sama kami..”Ujar abi Rindus emangat menceritakan aib Rindu.” Sampek sampek tu Rindu bapak lupa alumni mana saja sekolahnya karena keseringan pindah..bapak tu aja pusing ngeliat dia kalo disalahin malah ngebela diri sendiri kalo dirinya enggak salah.. Dan heran juga bapak, meski begitu dia dapet juara terus.. “Ujarnya disana lagi melotot.” Oh ya, dia tu udah matahin kaki empat anak cowok di Sd. Belum lagi di Smp dia berantem sama kepala skeolah Cuma gara-gara kepala skeolah dia tu marah dan enggak mau terima keritikan.. “Ujarnya membuat Willy terkekeh mendengarnya.


Pukpuk.. ia menepuk pundaknya Willy dan melanjutkan ceritanya. “Bapak kira dia waktu SMA Udah toubat karena udah hampir besar dan dewasa, ehh enggak taunya malah menjadi, meski Cuma dua atau tiga kali pindah gitu kan.. tapi dia tu rajanya tawuran. Pulang udah tu, baju compang camping, sobek sana sini, Umminya dia tu tiap bulan ngomel karena uang belanja'annya harus dikurangin buat beli baju Rindu yang rusak, kadang Ilang tas lah, kadang ilang sepatu sebelahlah. Kadang ilang ikat pinggang buat tawuranlah.. untung aja enggak ilang jilbabnya di Sma.. Anaknya memang bener bener kelewatan nakalnya tu anak..” Ujarnya dsana semangat.


“Hahaha..”Wiully tergelak mendengarnya membuat tawa abi Rindu juga pecah.”Masa si pak? Perasaan Rindu enggak gitu juga si? Tapi saya juga dulu pas Dikampus pernah dipatahin tangan saya gara gara saya gangguin temen dia hahaha..”Ujarnya disana.


“Oalah beneran?” Tanya bi Rindu membuat Willy tergelak dan mengangguk.”Iya toh.. kemarin tu pas dikulia kan Rindu dikeluarin katanya karena Rindu matahin tangannnya cowok. Jadi orangnya kamu?” Tanyanya membuat Willy disana mengangguk lagi.” Yaampun, dunia sempit banget ya hahaha.”Ujarnya tergelak dengan kenyataan.


“Iya pak..”Jawab Willy.” Kemarin tu bukan Cuma saya saja yang patah tangan, Itu temen saya Fero sama Taiger juga. Ada beberapa aja luka lebam lebam.. parah si Rindu. Kami berlima tu masuk rumah sakit semua,.. saya aja dulu enggak nyangka dia dikeluarin dari kampus, katanya kasus berantem lagi? Dan paranya Rindu hampir ngebunuh orang? Dan untungnya orangnya bukan dari kampus.”Ujarnya disana karena tau kabar dari Vibi.


Abi Rindu mengannggguk.”Lah iya haha.. nakal banget kan tu anak? Bapak aja sampek ennggak percaya dia sekarang udah toubat Astaghfirullah... Kadang tu memang ya. Allah maha bisa bikin scenario buat semua hambanya supaya mendapatkan hidayah..”Ujarnya membuat Willy terkekeh.”Bapak bahkan sampek kaget kemarin Rindu pulang pulang eh udah hijrah aja, udah pakek niqob dan sifat yang jauh berbeda. Masyyalallah, bapak bahkan tu sampek sekarang berasa mimpi Rindu udah berubah jadi perempuan sholeha..”Ujarnya memegang dadanya bangga.


“Kata Rindu si itu juga berkat didikan bapak.”Ujarnya membuat abi Rindu menatapnya.”Iya karena bapak, katanya bapak selalu didikin dia jadi perempuan pemberontak, didikin dia jadi wanita pemberani dan bisa membedakan mana yang harus dan mana yang tidak. Bahkan dulu Rindu pernah bilang gini ‘Saya didik dengan adab tapi jika berhadapan dengan orang tanpa adab maka saya lebih memilih menjadi orang tanpa adab supaya bisa menunjang suatu kebenaran.. dan itu katanya ajaran abinya’.” Ujarnya membuat abi Rindu terdiam.


“Ya.. bahkan tu dia selalu memuji bapak yang suskes jadi seorang ayah yang mendidik dia yang penuh rahasia.”Ujarnya menghela nafas diisana. “Saya bahkan iri sama dia bisa memiliki dan didik oleh bapak yang sangat lah bijaknsana dan baik.tidak seperti ayah saya yang mebuang anaknya sendiri dan mementingkan harta..”Ujarnya disana sendu.


Abi Rindupun menepuk pundaknya.” Ya gitu, kadang Rindu jadi pemberontak, tapi tidak pernah menjelekkan orang tuanya, meski saya pukul dengan kayu dan rotan sekalipun ia akan tetap berpikir yang saya lakukan adalah untuk kebaikan dan kemajuan dirinya. Dan seharusnya kamu juga terapkan hal itu.”Ujarnya memmbuat Wlly menatapnya heran.


“Iya.. pola pikir itu menentukan kehidupan kamu selanjutnya. Layaknya Rindu, jika kamu mau maju maka selalulah berikir positif dan jadikan apa yang kamu miliki menjadi cambukan supaya kamu jadi lebih baik lagi. Nakal boleh, pemberontak boleh, tapi harus ingat kewajiban, seburuk apapun orang tuamu, tapi kamu meski tetap harus menghormatinya dan juga berbakti. Dan jangan pernah jelek-jelekkan orang tuamu, dan selalu berfikir positif. Karena pada dasarnya pikiran mmapu menjjadi doa bagi sang pemilik akal.. Saya yakin, kamu sayang orang tua kamu dan orang tua kamu juga sayang kamu. Hanya saja setiap orang itu beda beda dalam cara mendidik anaknya. Jangan benci orang tua kamu ya..”Ujarnya membuat willy diam.


“Diluar sana tu ada banyak anak tanpa ayah karena tidak mau bertanggung jawab setelah menghamili pacarnya, dan da juga yang sesudah menghamili istrinya ia meninggalkan istrinya demi sleingkuhannya. Dan ada juga yang bahkan anaknya tidak bisa bertemu dengan ayahnya karena ayahnya sudah meninggal layaknya nabi Muhammad saw.. kamu adalah salah satu orang-orang yang paling beruntung dimuka bumi ini, karena bisa melihat ayah dan ibumu masih ada didunia ini.. jangan terlalu menyalahkan takdir., karena takdir ada yang mampu diubah loh, dan saya yakin kamu mampu merubah takdirmu supaya kamu bisa merubah orang tuamu menjadi lebih baik lagi. Apalagi kamu anak laki-laki yang nantinya akan menjadi pemimpin..”Ujarnya memukul pundak Willy.


Willy disana tersneyum dibuatnya dan menganguk. Ada benarnya yang dibilang abi Rindu, ia salah satu orang yang paling beruntung didunia inii ada ribuan orang yang tidak punya orang tua, lihatlah dijalanan, ada banyak anak yang harus jualan demi mencari makan, sedangkan dirinya hanya bersekolah dan berdiam diri dirumah. Ayahnya yang kerja siang dan malam. Bahkan bukan hanya makanan yang ia dapatkan, tapi apapun yang ia mau, baik yang dibutuhkan ataupun tidak dibututuhkan. sedangkan orang lain? Makan saja mereka harus bekerja dan juga menahan lapar dan dahaga. Nikmat mana lagi yang harus ia nistakan?

__ADS_1


Rindu sangatlah beruntung mnemiliki abi seperti abinya Azwardi sekarang, bisa memberikan contoh yang mampu membuka jiwanya supaya mampu mehat dunia nyata, bukan dunia semu, ia selalu menuntut orangtua, tapi tidak mau dituntut menjadi anak yang baik. Lantas sekarang yang salah siapa? Dirinya atau orang tua?


Haisss Willy berjanji akan pulang dna memperbaiki semuanya, harus sebelum terlambat... dan supaya Rindu bisa menikmati keluarga yang utuh dari darahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidurnya Rindu terganggu dikalah pipinya ditoel toel oleh tangan mungil seseorang membuat ia bangun dengan mengerjab menyesuaikan penerangan.


Dan benar saja, wajahnya langsung berhadapan dengan Rani yang digendong oleh Rey disana dan menolep pipinya. Rey yang tersenyum menatap Rindu.”Pagi Bunda.. eh siang bunda, waktunya bangun dan makan..”Ujarnya Rani semangat disana dan memeluk Rindu.


“Pagi juga bunda... waktunya makan dong.. liat nih ayah sama Rian bawa apa?” Tanya Rian menunjukan makanan.”Kita bawa bubur dijalanan tadi.”Bisiknya membuat Rindu diasana menatapnya heran.”Soalnya bubur dirumah skait tu engak enak, bauh obat dan enggk ada rasanya.. jadi mana kenyang.”Ujarnya disan mengerutu.”Masa bunda dikasih makan bubur cair yang bisa disedot sih.. kayak anak bayi aja.”Ujarnya lagi membuat Rey disana tergelak dan mencubit pipinya.


“Tapi jangan biang bilang ya sama perawat dan dokter kalo Rian bilang gitu tentang masakannya. Nanti mereka marah lagi sama Rian, dan juga sakit hati.. padahalkan Rian bilang fakta.. “Ujarnya lagi imut disana pada bundanya membuat Rindu yang baru bangun itu terkekeh dan juga tertawa dibuatnya.. ih gemesnya anak anaknya yang baru berusia lima tahun ini...


"Iya bunda enggak kasih tau nih ya nanti..”Ujar Rindu menyahut membuat Rian disana menatap bundanya.”Tapi cium dulu sebagai bayarannya. Kalo enggak, bunda bakal kasih tau kalo Rian suka ngegosip hhehehe. Biar bu dokternya marah.. dan Rian enggak bolehin disini buat jenguk bunda lagi.” Ujarnya disana dnegan mata menggodnaya. Akh ya,, Rindu merindukan anak-anak angkatnya yang manja dan juga imut ini.


“Ih jangan dong bunda.. sini aku cium deh.. “Ujarnya disana menjinjit dan menaiki diatas kursi.. Rey disana pun hampir tertawa di buatnya dan.


Cup...”Sini..”Ujar Rindu menunjukan pipi kananya lagi membuat Rian menahan tubuhnya dna mencium seluru wajah Rindu membuat Rindu tergelak.


Cup.. Cup.. Cup.. Rey mencium seluruh wajah Rindu tampa malu membuat wajah Rindu memerah.. dan.


Cup.. dibibirnya Rindu membuat Rindu tertegun.. Rey disana tersenyum menggoda didepan Rindu.”Manis.”Gumamnya membuat Rindu ingin sekali menyembunyikan dirinya dirawaawa.


“Ih Rian belum cium bibir bunda.. “Teriak Rian melihatnya membuat Rey menahannya.


”Ettsss enggak boleh, disana tidak boleh, hanya ayah yang boleh yah hehe. Jangan serakah, masa punya ayah juga mau dicomot ih.”Ujarnya menjulak idung Rian membuat Rian disana menatapnya mendelikk.


“Ih ayah pelit ih. Serakah hu.”Ujar Rian melipatlan tangan didadanya membuat Rindu dan lainnya tergelak disana.


Dan Cup...


”Yey Rani udah cium bibir bunda wuleellelelh.. ayah kalah haha.”Teriak Rani mencibir Rey semangat membuat Rey disana menatapnya dan.


Cup..


”Udah ayah hapus ciumannya wleleleeleelh.”Ujarnya menjulurkan lidahnya kepada Rani membuat Rindu disana menatapnya heran sekaligus malu. .

__ADS_1


”Ih ayah curang..! mana bisa gitu. ”Pekiknya Rani membuat gelak Rey disana menggema bersama Rian dan Rindu.. Bisa bisanya mereka seperti itu.


“Kalian cum cium, bunda belum mandi tauk.. ih..”Ujar Riindu disana membuat Rey disana juga baru sadar..


“Ih pantes aja ya Rian Rani.. tadi ada bauh acem acem gitu pas cium bunda, oh jadi gini.. pasti bauh ilernya tadi..”Godaya disana membuat Rindu menatapnya mendelik.


“Ih ayah jangan gitu. Nanti kita kena marah, tu liat mata bunda udah bulat katak bola. Memangnya ayah kalo dilarang dicium nanti gimana hayo?”Tanya Rian disana membuat Rindu disana tersenyum dan mengejek Rey.


”Tapi emang agak acem acem si tadi..”Ujarnya polos lagi membuat Rey tergelak lagi..


“Eh engak itu bauhnya papa wlleleh.’"Ujarya sehari menjulur lidahnya jengkel Reybmembuat gantian Rindu yang tergelak kencang disana membuat Rey disana memutar bibirnya saja.


“Udah akh.. ayah mulu yang kena, emang deh bunda kalian yang paling the best... Sekarang kita ajak bunda makan dulu.. Bundanya udah laper tu. Ayah bantuin bunda cuci muka dulu ya.”Ujarnya membuat Rian dan Rani menarik nafas dalam dan mengangguk paham. Biasa sesudah tertawakan sesak didada membuat Rindu disana bangkit dan juga menurut saja. Ia harus bersih bersihkan?


Rey membersih wajah Rindu dengan air hangat dan tysu basah dan tisu kering. Rindu diam saja merasakan perlakukannya lembut membuat Rey disana tersenyum kepada Rindu. Lalu mengintip Rian dan Rani yang diam menatapnya dengan penantian.


”Yah padahalkan mau cium dikit. Tapi mata anak anak kamu tu kayak intel aja..”Ujarnya.”Kek sinar leser senggol dikit bisa amsyong ...”Ujarnya membuat Rindu tergelak mendengar bisikannya. Parah ya? Memang parah si?


"Ia kamu mesum Rey... "Ujar Rindu Disana dengan malunya.


"Eh mesum sama istri sendiri itu pahala tau... "Usir Rey Disana tertawa membuat Rindu ingin sembunyi di Goa san menjerit Kuat-kuatnya karena tak tahan.


“Waktunya makan.. yok.. “Ujarnya membuat dua kurcaci itupun mendekat dengan tepukan tangan.


”Kita makan mie ayah. Bunda makan bubur ayam, engak apa-apa. Kita adil kok, soalnya dibelakangnya ada ayam semua.. cemumut.”Ujar Rani disana membuat Rindu disana diam menatap anaknya yang sudah membuka makananya nikmat dan Rey menyiapkan makanan untuknya.


Akhh semoga ia bisa selalu bahagia seperti ini...


Baginya bangunnya saat ini bagaikan mimpi, dipertemukan dengan lelaki yang ia cintai, dan anak anak yang ia sayangi. Jika sudah begini saja, ia ingin hidup seribuh tahun mengelora didadanya..


Aaarkkkkh bolehkan Rindu berharap untuk kali ini saja Tuhan?.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2