
Sedari tadi Habib diam saja. Tak mau bicara sama sekali dengan Rindu karena tadi Rindu bicara dengan Dimas, dan saat dimobil hp Rindu berdering dan yang ia dengar itu adalah Dimas yang tadi. itu membuat Moodnya sangat buruk saat ini. Akh bukan sangat ya. Tambah hancur, sebab moodnya sedar tadi memang sudah buruk. Rindu? ia peka hanya saja ia diam saja karena memang malas berevaluasi. Habib bukan siapa-siapanya jadi apa yang harus ia jelaskan? Seakan-akan Habib peduli saja. Mungkin Habib marah karena Nayla bukan karenanya..
Saat sudah didalam rumah Nayla ditatap oleh banyak orang, ada seluruh angota Hollmast menatapnya tajam, mereka panik mendengar Jika Nayla kabur. Sedangkan Nayla sedari tadi hanya meremas sisi roknya karena takut, wajahnya tertutup dengan rambut panjangnya saat ini, “Nayla kenapa kabur?” Tanya Nina yang paling lembut disana.
Nayla menatap ibunya malas.” Kek nya mami juga taukan apa alasan Nay kabur. Apa perlu Nay jelasin lagi kalo Nayla nggak mau dijodohin. Nay mau nikah sama cowok yang Nay cintai nanti Mam..” Ujarnya dengan nada memelas. Ia tak mau dinikahi sekarang, ia rasa umurnya juga masih sangat mdah untuk mengendong anak bukan?
Panji dan lainnya menghela nafas. Yohan berdiri dari kursinya dan mendekati dirinya dengan Nayla.” Opa nelakuin ini demi kamu kok. Bukan demi opa..” Ujarnya dengan tegas.” Kamu yakin ada lelaki yang mau nerima kamu apa adanya diluar sana dengan keadaan kamu kek gini ha?” dengan kamu yang sudah hampir dilecehkan?” Tanyanya lagi dengan keras.
“Pa...!!” Tangan Yohan terangkat tinggi dikalah mendengar suara Nina menyeruah pertanda jangan bicara sebelum ia yang mengizinkannya. Ia mash menatap Nayla yang diam dan menunduk sedari tadi. tak berani mentap wajah sang kakek. "Nggk semua pria kayak gitu pa yang cuma lihat dari keperawanan aja..." Ketusnya Nayla.
“Memang ada pria semacam itu. Tapi jika dihitung. Maka bisa banding satu diantara seribu Nay. Dan kamu yakin kamu bisa menjadi satu orang yang beruntung itu hm?” Tanyanya dengan sudut bibir terangkat.” Memangnya kamu sudah baik dan pantas mendapatkan orang semacam itu? Kamu yakin kamu bisa ? iya?” Tanyanya keras.
“Opa terlalu merendahkanku Op—“
“Berhenti bicara Nayla..! berhenti..!!” Bentak Yohan keras membuat ucapan Nyala terpotong, nafasnya naik turun karena suaranya yang menggema itu. “Saya sudah makan banyak garam dimuka bumi ini, sedangkan kamu baru mencuil garam.. dan kamu tidak tau apa-apa tentang pernikahan dan keluarga.. kamu tidak tau..!!” Bentaknya keras.
Yohan menatap satu persatu kelarganya. “Dari dulu saya mendidik anak-anak perempuan saya supaya bisa menjaga mahkotanya. Kamu tau kenapa?” tanyanya menatap Nayla yang menunduk.“Karena itu adalah suatu kebanggaan dihidupnya seorang wanita nakk..! itu adalah hadia untuk suamimu kelak..!! dan kau? Meksipun miskin sekalipun,setidaknya kau memiliki harga diri dan tak direndahkan. Itulah pesan buyut kalian dulu..!"Ujarnya lagi.
“Tapi enggak semua pria melihat sperti itu opa.. jangan membuat mental anak saya tambah hancur...! dia baru saja mengalami kecelakaan yang dapat mengguncang jiwanya..!!” Ujar Panji kepada sang mertuanya.
Panji tersneyum tipis.” Justru karena dia barulah kita harus mengobati troumanya. Jika berlarut-larut. Maka anak kalian sendiri yang akan sengsara..! anak kalian yang tak akan bisa tidur karena mimpi akan hal bejat itu. Apa kalian tau Nayla selama ni tak bisa tidur setiap malamnya karena selalu mimpi aneh?!!” Seegakknya membuat yang lain bungkam.
Nayla mendongak menatap Yohan dengan mata yang sudah sembab karena menangis. Ia tak tau jika kakeknya mengetahui akan hal itu. Dari mana kakeknya tau, melihat tatapan itu membuat Yohan paham akan apa yang dipertanyakan oleh Nayla.” Opa tau semuanya Nayla.. karena itu opa mau kau menikah sekarang juga. Karena opa tidak mau kamu berlalut dimakan waktu. Opa mau kau bisa ada yang menenangkan dan bisa dipeluk orang lain. ..” Ia mula melunak karena tak tega melihat air matanya Nayla.
__ADS_1
Nayla menggeleng.” Tapi Nay enggak mau nikah opa..” Gumamnya karena tak tahan. Ia menahan laju air matanya yang akan turun lagi itu.
Opanya menggeleng.” Jika opa katakan iya maka ka harus melakukannya. Tak ada bantahan, karena opa bukan mengajuhkan pertanyaan. Opa itu mengauhkan perintah.. jika kamu tak mau melakukanya, silahkan pergi tapi jangan bawah apapun dirumah ini keluar, keuali baju ditubuhmu. Dan jangan berharap ada teman atau saudara yang mau membantumu.. “ Ujarnya dingin.
Nayla menggeleng menatap kakeknya yang kejam itu.” Opa jahat banget.. Nayla benci kakek.. Nayla benci kakek..!” Teriaknya lalu memukul dada kakeknya eras. Ia memlih pergi dari sana menuju kamarnya dengan laju air mata yang sangat banyak. Ia tak menyangkah kakeknya seperti ini.
keluarganya yang lain hanya menghela nafas. Karena Yoha kali ini memang keterlaluan. Nayla belum sembuh dari traumanya dan sekarang harus dilimahkan masalah lagi pula. Mereka tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Yohan ada mereka saat ini. “Papa kejam banget sama Nayla.. papa jahat.. Nina nggak suka sama papa yang otoriter kayak gini..” Ujar dari Nina lalu pergi meninggalkan semua orang.
“Mii... “ Ujar Panji menatap istrinya. Lalu ia menatap Yohan dengan tatapan sendu dan tatapan tak percayanya. Ia tak percaya Yohan membuat keluarganya sekarang kacau karena perintahnya itu. Lalu ia memilih mengikuti isrinya untuk menenangkan istrinya tersebut. Ia yakin istrinya sekarang pasti sangat marah dengan ayahnya.
Habib? ia sudah sedari tadi menyusul adiknya Nayla karena takut adiknya itu melakukan tindak yang tak pantas. Hendrawan dan Sarah? Anak-anaknya? Mereka memilih diam dan pergi karena memang hari sudah larut malam. mereka tak bisa berkata-kata karen ani bukan jalur keluarganya. Nampak sekali kelarganya itu tak percaya dan juga tak menyukai keputusan Yohan.
Sekarang tinggallah Yohan dan Rindu diruang keluarga itu. Rindu bisa melihat raut frustasinya Yihan saat ini membua ia sedikit sedih dan ibah.” Saya tau tuan melakukan ini pasti ada sebabnya. Saya yakin tuan hanya ingin yang terbaik untuk Nayla..” Ujarnya membuat Yohan menatap Rindu sendu. Rindu melihat itupun menghela nafas lagi.” Jika tuan mau cerita kepada saya apa alasannya saya bisa mendengarnya kok. Kita bisa sama-sama mencari solusi yang terbaik bagaimana?” ujarnya untuk mencari jalan kelar.
Rindu mengangguk. Ia tak pernah mau menyalahkan seseorang tanpa alasan, sebab setiap orang punya alasan ketika melakukan kesalahan, baik itu karena suatu hal yang tak disengaja atau disengaja. Dan ia yakin semua orang melalukan itu demi hal yang terbaik. Entah itu ntuk dirinya sendiri atau untuk orang lain.
Rindu bergegas kembali keruang kerjanya Yohan setelah membuat teh herbalnya. Ia mengetok pintu disana membuat Yohan menaruhnya masuk. Ruangan klasik namun nyaman, dipenuhi barang antik dan juga bertema coklat itu membuat ia sedikit kagum akan hal ini. ia meletakkan teh didepan Yohan dengan tenang.” Kamu duduk saja disana..” Ujarnya memersilahkan Rindu duduk disalah satu kursi kayu didepan matanya itu.
Rindu menatap arah tunjuknya Yohan, lalu duduk disana. Disana ia membawa satu cp es cream untuk dirinya sendiri ya.. mendnegar cerita orang butuh tenaga. Namun sayangnya ia lupa jika ia mengnakan cadar membuat ia menghela nafas. Bagaimana bisa ia makan mengunakan benda ini? ada yang bisa menjelaskanya? Bisa saja disibak, tapi tak nyaman lah, membuat ia memilih makan buah saja. Buah baik dimalam hari.
Yohan menatap Rindu dengan tatapan sayunya membuat Rindu bisa melihat mata Yohan yang kelam dan penuh kesepian, ada kerinduan mendalam disana, entah dengan siapa, atau mungkin dengan mendiang istrinya? Kh entahlah.. mungkin siapapun bisa saja kan?
“Saya dulu memiliki adik..” Ia mulai angkat bicara membuat Rindu menatp Yohan dengan tatapan kepo.” Adik saya perempuan,, dan tak perlu kusebutkan namanya ya. Sebab dia sudah tenang disana.” Ujarnya lagi dengan menghela nafa selagi berat. Ia nampak menahan tangisannya membuat Rindu sadar jika certa ini mungkin sangat berat untuk diceritakan olehnya..
__ADS_1
“Dia kehilangan kehormatanya dikalah ia masih remaja. Padahal saya sangat ingat itu. Dia kehilangan hal itu karena paman kami yang memiliki nafsu yang tak bisa terkontrol. Akh entah lah, itu karena nafsu atau karena dia pecinta anak kecil layaknya fedopil yang mengincar anakanak..” Tanganya terkepal erat menandakan amarahnya memuncak karena ceritanya snediri.
“Setelahnya dia menikah dilakalah ia berumur 25tahun, saat dia sudah suskes. Dia menikah dengan pacarnya yang sangat ia cintai dan sangat ia sayangi. Begitu juga sebaliknya. Pacarnya mencintai adiknya sepenuh hatinya... mereka menikah dengan bahagianya. Bahkan adik saya tak pernah bisa diam dikalah hari menjelang pernikahanya. Dia selalu riang dan tersenyum. Meksipun selama itu ia tak pernah bisa memaafkan dirinya sendiri dan selalu teringat kejadian itu. Ia insomnia akut dikalah itu membuat saya yang harus turun tangan setiap malamnya. Dia selalu tak bisa tidur jika tidak saya elus kepalanya, ia tak bisa tidur jika tidak aku yang memeluknya. dia rapuh akibat kejadian itu dan orang tua kami tak tau akan hal itu.”
“Sampai pada dia menikah. Aku fikir dia akan bahagia karena mendapatkan suami yang mencintainya sangat tulus.” ujarnya dengan semakin marah membuat Rindu diam menatap Yohan.” Tapi kenyataanya disanalah kehancuran adik saya. Dulu dia yang sudah hancur tambah hancur.. saya gagal mencarikan jodoh yang terbaik untuk adik saya.. saya gagal... hingga dia bunuh diri dikalah ia hamil anak suaminya.. hiks hiks..” Air mata yang sedrai tadi ditahan sekarang terjun bebas juga membuat Yohan menutupi matanya, karena ia tak kuat menahan semuanya.
“Kenapa dia bunuh diri?” tanya Rindu dengan ragu. Karena sebenarnya ia ingat dengan Diva sahabatnya yang dulu hampir bunuh diri akibat dia hamil, dan itu sangat menyakitkan bagi Rindu. Karena Rindu adalah alasan kenapa Diva hancur.
Yohan menutupi matanya dengan erat. Ia menenangkan dulu dirinya lalu menatap Rindu dengan tatapan sendu. “ Karena suaminya tak menerima dirinya yang sudah tak lagi suci..!” Ujarnya dan itu membuat Rindu tertegun, Yohan memegang dadanya yang terasa sesak karena sakitnya dirinya. “ dimana hari adik saja diinjak dan dimaki, dikatakan jal**ng, diinjak dan ia dianggap binatang oleh suaminya. suaminya merasa jika selama itu dia dibohongi oleh adik saya. Dia selalu memukul adik saya dan mlakukan KDRT..” Ujarnya dengan nada sedihnya.
“Sejenis sakit hati begitu?” tanyanya Rindu pelan.” Tak terima hanya karena dia tak lagi suci dan dia mengangap selama ini dibohongi?” Tanyanya dengan pelan lagi karena terkejut. Ingatannya berputar dikalah Arga hampir memperkosahnya. Itu adalah pengalaman terburuk bagi Rindu.
Yohan menganguk lagi.” Dia tak terima adik saya tak lagi suci dan menganggap jika adik saya megkhianatinya dan wanita murahan. Sampai pada adik saya hamil, dia tak mau mengakuhi itu adalah anaknya.. brak..” Yohan memukul mejanya keras sampai meja kaca itu terbela, untung tu dilapisi oleh kaju membuat tanganya tak terluka. “ Ia menganggap anak dikanudnganya itu bukan anaknya. Ia berkata; Kesucianmu saja bukan aku yang mengambil. Lalu siapa jamin itu adalah anakku. Bisa jadikan itu adalah anak orang lain..’ “ Hiks hiks.. ia menelungkup wajahnya, ternyata tanganya berdarah saat ini.
Rindu merasakan hatinya diiris mendengarnya. Ia menangis dalam diam mendengarnya, rasa ingin membunuh suaminya adik Yohan meningkat membuat ia mengepalkan tangannya. “ Sanlmpia adik saya lelah akan pernikahanya, ia lelah dicaci maki oleh keluarga suaminya dan ia kelah untuk hidup. Ia mengakhiri hdupnya didalam Bat up. Dimana saya sedang berkunjung, saya melihat dia didalam genangan darah didaam bat up itu. Itu adalah mimpi terburuk yang pernah saya alami.. hiks hiks,, itu adalah mimpi terburuk membuat aku ingin mati sampai dteik ini.. hiks hiks,,” Ia memukul meja lagi berkali kali. Mukanya memerah disaat ini membuat keadaannya sangat kacau.
Rindu tak bisa membayangkan jadi Yohan, melihat mayat sang adik digenangan darah, dimana ia yang selalu tersakiiti dan selalu mendapatkan aniaya membuat ia menangis, ia juga perempuan dan ia punya adik, ia takut dan ia lelah. Bagaimana jika itu terjadi pada adiknya? “Karena itu aku tak mau Nayla juga mengalami hal semacam adik saya. Aku tak mau Rindu.. aku tidak mau.. aku menyayangi anak-anakku dan cucu-cucuku. biarkan aku dibenci, asalkan mereka bisa bahagia dikemudian hari.. biarkan saja.. hiks hiks.. aku tak akan sanggup kehilangan salah satu cucuku.. tidak akan sanggup..” Ujarnya dengan tangis pilu..
“Tapi tidak semua laki-laki berpatokan dengan hal semacam itu tuan.. ada pria yang benar-benar baik dan ada yang bisa menerima kita apa adanya. mungkin adik bapak memnag mendapatkan jalan hidup seperti itu... jadi jangan seakan dengan jalan hidup orang ain.. kita itu hidup dijalan yang berbeda dan cita cita yang berbeda kita terlalu egois jika menjadi otoriter ..” Rindu mulai bersuara.
Yohan menggeleng menatap Rindu.” Suami yang aku pilih untuk Nayla adalah orang yang dulu juga pernah dilecehkan, jadi mereka sama-smaa memiliki masa lalu kelam, jadi mereka bisa saling mengimbangi dan saling mengobati satu sama lain. mereka tak ada pihak yang menyalahkan atau pihak yang dirugikan.. “ Ujarnya dengan menarik ingusnya.” Lagi pula aku tau jika tak semua pria dimuka bumi ini seperti itu. Tapi asal kau tau, tak semua orang bisa mendapatkan manusia sebaik itu, dan tak ada yang bisa jamin apakah kita bisa hidup seberuntung itu atau tidak. Aku lebih baik mendahului apa yang menurutku baik dari pada berpasra pada takdir. Sebab Tuhan menyuruh kita berusaha bukan pasrah...!!”
Rindu diam dengan mengusap pipinya. dikatakan Yohan ada benarnya membuat ia menganguk. “ Saya akan membantu Tuan jika begitu. Saya yakin tuan memnag memilih jalan yang terbaik, dan Insyaallah Allah bisa mengabulkan doa Tuan ya..” Ujarnya lembut membuat tuannya kembali menangis. “ Maaf.. karena masala lalu bapak membuat saya ikut menangis. Kita sama sama sampaikan Al-Fatiha ya untuk adik bapak..” Ujarnya membuat Yohan menatap Rindu sendu. Dimana semua orang tak ada yang megertinya, bahkan itu anak-anaknya. Tapi hanya Rindu yang bukan siapa-siapanya bisa memahaminya.. akh,, ia menginginkan Rindu menjadi cucunya..
__ADS_1