
Sebenarnya dibab sebelumnya nggak ada unsur menyinggung ataupun menghina ya.. dibab itu cari ilmunya saja ya. Baik yang belum menikah dan juga yang sudah menikah. Jadi ambil hikmanya saja dan buang kejelekanya. Sebab disini saya hanya memberikan beberapa gambaran supaya kita sebagai soerang perempuan bisa menjaga kehormatan kita sebagai perempuan dan bisa membuat kita ikhlas akan hidup kita selalu bersyukur atas apa yang kita punya. Ketika mendapatkan musibah mari memusaba diri, lihatnya jangan kedepan terus atau keatas, tapi lihat yang dbawah kita. Lihat disebalah kanan dan juga kiri. Sebab kita masih jauh lebih sempurna dari orang-orang yang berada disekeliling kita... ingatkan pada diri kita untyk selalu melihat sisi positif dan jadikan sisi negatip menjadi ilmu dan pengetahuan, supaya suau hari nanti kita tak terjatuh dlubang yang sama.
Sebab sebodoh-bodohnya manusia adalah manusia yang mau jatuh dijurang yang sama untuk yang kesekian kali dilubang yang sama... NVS...
---
Hari Ini dimana Nayla berjalan melewati mahasiswa dan mahasiswi yang menatapnya aneh membuat ia menunduk takut, ia melirik semua orang yang menatapnya dengan tatapan meremeh dan sebagainya. Ia hanya menghela nafas karena ini adalah sarat yang diberikan oleh Rindu padanya. Ia harus melakukanya supaya ia bisa mendapatkan dukungan Rindu. sebab hanya Rindu yang bisa mengubah pola pikir sang kakek atapun sang kedua orang tuanya. Ia tak mau dijodohlan dan ia mau kembali bebas.
Ia menatap hapeya yang biasanya berlogo apel digigit dan juga berkamera tiga sekarang hanya mengunakan logo B aja dan memiliki satu kamera, bahkan kameranya membuat wajahnya yang putih tambah putih dan dia yang B aja jadi masyaallah.. ia menghembus nafasnya dan menatap penampilannya yang sedikit membuat ia tak suka...
“Nay.. Ini loe?” Suara itu membuat Nayla mengalihkan pandanganya kedepan. memang sii sekarang dia sudah sampai didepan kelas dengan tertegun didepan pintu kelasnya karena tak Pd. Ia kurang Pd karena penampilanya sekarang.
Nayla mengagguk dengan senyum risihnya” Iya Sus.. loe kog tumben cepet dateng.. biasanya suka telat karena pelanggan loe..” Ujarnya dengan santay namun ia tak suka melihat tatapan Susan yang menatapnya dengan tatapan sinis.
Susan menatap Nayla dari atas sampai bawah.” Dimana pakaian brandit loe? Dimana hp sultan loe? Dan kenapa loe Cuma pakek pakaian yang kek gini?” tanyanya dengan sinis. Lalu bersedekap dada didepan Nayla.
Nayla yang suka mengunakan barang brandit dan juga terjaga, Nayla yang menggunakan barang yang malah sekarang berubah. Bajunya hanya baju kiloan, bisa dlihat karena dasar bajunya. Sepatunya Nayla yang biasanya brandit sekarang hanya sepatuh pasar yang bagian belakang dan depannya jebol.. wajah yang bisanya ditutupi Make up sekarang sama sekali tak memakainya. Yang parah sekarang berlian dilehernyapun tidak ada, dan jam yang ia gunakan hanya jam lima belas ribuh rupia saja yang bisa berbunyi Tintitin...
Nayla menunduk.. “Woy.. ngapain kalian didepan kelas? Nungguin gue ya?” Suara itu mengalihkan tatapan Nayla yang menatap sepatuhnya menjadi menatap kedepan, disana ada Vera yang sedang menatapnya dan juga Susan.” Gue mau cerita.. gue malam tadi dapet job om-om bule cuyy.. jadi gue dapet bayaran dolar men.. keren nggak? Gue dapet banyak uang sumpah.. gila , mana bulenya ganteng banget lagi.. uh.. menang bandar ni gue..” Ceritanya tak melihat kondisi dan situasi.
Susan mentap Vera dengan mendesis tak suka.” Diem de Vir. Loe lihat Nayla sekarang..!!!” Perintahnya kepada Vera yang berada didpenaya itu keras.
Vera menatap Nala yang meremas jari-jarinya. Tas Nayla yang Iusu.. warna yang sudah pudar membuat ia mendesis jijik layaknya melihat kotoran saja...” Loe kenapa Nay? Loe jatuh mskin?” Tanyanya dengan suara yang jijik. Ia bahkan mundur beberapa langkah.
Nayla menatap mereka dengan tatapan memohon karena hanya mereka yang ia harapkan..” Gu gu gue diusir dari rumah..” Ujarnya berbohong. Sebenarnya Rindu tak mengajarkan Nayla berbohong, hanya saja ia mau Nayla melihat sisi gelap dibalik apa yang ia lihat selama ini. apakah temannya itu baik atau buruk.
“Maksd loe? Loe diusir dari rumah? kenapa?” Tanya Susan bersahut dan diangguki oleh Vera disampingnya Susan antusias.
__ADS_1
Nayla menghela nafas.” Gara-gara kak Willy gue diusir. Mereka ngak mau punya anak yang kotor kayak gue hiks hike... kalian maukan bantuin gue?” Tanyanya dengan derai air ata membuat beberapa orangs ekitar menatanya dengan tatapan kepo. Ada juga yang menatapnya B aaja dan berbagaimacam lah. Namanya juga manusia, rambut sama-sama hitam tapi hati sapa yang tau?
Nayla mengusap matanya kasar.” Gue dicoret dari keluarga Hollmast dan sekarang gue harus hidup sendiri, gue sekarang udah nggak punya apa-apa lagi gue miskin dan tingal disalah satu kosan kecil deket dikampus ini.” Ujarnya dengan nada lemah.” D dan gue mau minta bantuan sama lain, kalian maukan bantuin gue? gue sahabat kalian lohh..” Ujar Nyala dengan nada meringis menatap dua sahabatnya itu. Ralat, ia saja yang menganggapnya sahabat.
Susan menatap satu sama lain karena mendengar penuturannya Nayla. “Loe serius Nay?” tanya Vera heboh lalu menatap Nayla lagi dari atas sampai bawah sampai Nayla menganguk yakin.” Ya ya ya... gue turut kasihan si sama loe..” Ujarnya meringis menatap Nayla.
Nayla mendekat namun mereka menjauh membuat Nyala mendekat lagi namun mereka menjauh.” kalian kenapa sii? Gue mau peluk kalian supaya bisa dapet sandaran.. gue butuh bahu kalian buat nguatin gue..” Ujarnya serak menatap teman-temanya yang menatapnya bagaikan menatap hama saja.
“Jangan..” Vera menjauh dan bersembunyi dipunggungnya Susan, dan Susanpun memberontak. Mereka layaknya melihat kotoran hidup saja. Atau Nayla nampak sangat menjijikkan dan kotor dimata mereka?” Loe disana aja.. ita egak mau ketularan miskin kayak loe.. sana jauhjauh..” Ujar Susan ketus kepada Nayla.
Tangannya mengibas ngibas angin layaknya mengusir nyamuk ataupun anjing saja saat ini.
Hati Nayla mencelos saat ini, matanya menatap sahabat-sahabatnya dengan tatapan tak percaya...” Kalian ngomong apa sii? Ki kitakan sahabat? Yang akan dukung dan bantu satu sama lain..” Ujarnya dengan tatapan sehduhnya menatap mereka semua.
Susan menggeleng.” Siapa bilang kita nganggep loe sahabat kita?” Tanyanya dengan snis.” Didunia ini ngak ada yang tulus Nay-Nay.. semuanya itu modus,, semuanya itu pasti ada timbal balik.. ya gue aja nggak percaya jika ada yang namanya sahabat. sebab manusia sukanya nikung sesama manusia..” Ujarnya dengan terkekeh sinis.
Namun tubuhnya terhuyung dikalah Vera mendorongnya keras membuat pantat cantinya tercium marmer dikampus itu untuk pertaman kalinya. “kalian ke kenapa dorong gue sii?” tanyanya dengan air mata yang jatuh.
“Karena gue ngak mau dipeluk sama loe miskin..!” Bentak Vera keras.” Mulai sekarang kita nggak temenan lagi ya. Sory kita bukan levelan.. loe pasti bakal nyusahin aja kalo main sama kita. loe kan miskn..” Lanjutnya lagi dengan sinisnya menatap Nayla.
Nayla menatap mereka dengan tatapan sedihnya. Sedangkan disekitar sudah menatap Nayla dengan tatapan ibah dan juga sinis. Ada yang ibah karena Nayla yang biasanya menjadi primadona hari ini bagaikan menjadi upi abu atau rakyat jelata yang dihina dan juga dibully. Bahkan parahnya yang menghina dan membullynya adalah sahabatnya sendiri. Apakah dunia sekejam itu?
“Waktu gue punya uang dan kaya kalian mnjem uang sama gue.. bahkan sampek sekarang kalian enggak pernah balikin uang gue... bahkan setiap hangout gue terus yang bayarin Oufit dan juga makan kita. gue semua dan saat gue susah kalian tinggalin gue?” Teriaknya keras karena amarah.
Vera dan Susan disana hanya terekeh menatap Nayla yang menyedihan.” Ya itu si loe aja yang bodoh, mau-mau aja dimamfaatin.. jangan nyalahin kita dong, salahin otak loe yang Cuma secetek itu..!” Kertusnya Susan..
“Kalan bener-bener ya...” Ujar Nyala dnegan menatap mereka dengan pilu lalu bangkit dari duduknya. Ia mengepalkan tanganya menatap dua manusia didepanya itu.
__ADS_1
Vera dan Susan menghela nafas.” Nayla sayang.. kita tu main sama loe karena memang Cuma mau uang loe doang. Kalo loe enggak ada uang siapa yang mau main sama loe ha?” Tanyanya degan telunjuk yang mendorong bahu Nayla lalu megelap tanganya dengan bajunya bagaikan baru saya memegang kuman.” Mulut loe yang kurang ajar tu bisanya cuma hina orang..” Ujarnya sinis.
“ Bisanya Cuma sombong dan pamer akan kekayaan loe. Dan gue sebagai orang deket loe aja nggak tahan Nay kalo bukan gue butuh sama duit loe..!!” Ketusnya.” Dan karena sekarang loe bukan bagian dari keluarga Hollmast lagi gue berhenti jadi temen loe.. gue nggak mau main sama loe yang miskin, bisa bisa gue ikutan melarat lagi.. iyuu..” jarnya dengan sadis.
Nayla mendorng Vera keras.” Kalian jahat.. dasar materek.. dasar manusia munafik ya kalian. gue nggak sudih berteman sama kalan.. pergi dari hidup gue...! jijik gue ngeliat muka kalian.. pergi...!!” Teruaknya keras kepada kedua temanya yang sudah ia anggap teman itu. Air matanya menetes dikalah mengingat pengkhianatan dan pemamfaatan dirinya oleh temanya itu. Ia benci mengakuhi mereka pernah ia anggap sahabat.
“Santay aja sii.. nggak usah dorong. Kuman semua ..” Ujarnya mendorong Nayla juga.” Baybay Kuman..!!” Ketusnya lalu pergi meningalkan Nayla yang menetes kan air mata pilu... mereka terkekeh, sebenarnya satu fakta yang berlum terkuak yaitu pristiwanya Willy itu adalah rencananya dengan Willy. Dan itu karena ia menjual Nayla.. sekarang belum aja si terkuak, sebentar lagi mungkin.
Nayla menangis detengah keramaian, membuat ia temagu. Ia ingat dimana ia dan temannya yang hangout tapi dia yang bayar uang traveling dan tiketnya, saat akan dicafe mereka seakan tuli dan buta sehingga membuat Nayla semua yang bayar. Barang brandit juga. Bahkan mereka memilki hutang dengan Nayla yang sama sekali tak pernah Nayla hitung karena ia membantu temanya itu dengan tulus tanpa ada pamri.
Sampai pada Nayla tak pernah meminta hutang mera dibalikin ataupun lainnya. Ia hanya diam, dan jika semua dtotalkan, maka mereka berhutang setengah milyar dengan Nayla. Itu belum barang brandet yang Nayla traktir dan juga tiket pesawat, uang sewa hotel dan sebagainya. Nayla bagaikan orang bodoh saja selama ini ternyata.
Setelahnya ia merasakan punggungnya dielus membuat ia mendongak dan mendapatan sosok berbaju serah hitam dan wajah yang tertutup, hanya menyisahkn mata yang tertutup dengan kaca mata hitam itu membuat ia memeluk erat sosok itu. Sosok yang menunjukkan semua kebenaran didepannya.” Kita ketempat lan aja Yuk.. mlau diliatin banyak orang..” Ujar Rindu dengan lembut pada Nayla.
Ia hari ini meminta Izin untuk menemani Nayla kulia, awalnya Habib tak memberi izin, tapi jika Yohan sudah bertindak, maka Panji sekalipun tak mampu berkutik. Jadilah sedari tadi Rndu menatap semuanya dengan jelas. Menurtnuya apa yang Nayla rasakan tak sebanding yang dulu ia rasakan, tapi semua orang punya titik masalah masing-masing bukan? membandingkan orang lain dengan dirinya akan membuat hatinya tambah kotor saja. Karenanya dia memilih diam.
“Makasih ya Rin.. hiks hiks.loe loe udah bantu nyadarin gue. gue nyesel nggak pernah denger saran dari keluarga gue. gue nyesel udah ngelawan bokap gue. nyesel banget. Gue malu sama mereka.. hiks hiks..” Ia memukul dadanya sendiri dibangku taman itu. Taman dimaa Rindu mengajaknya tadi karena banyaknya melihat drama itu.
Rindu menghela nafas.” Mangkanya kalo orang tua bilang itu jangan ngeyel. Soalnya orang tua itu bisa melhat sikap orang lain dari cara bicara aja loe.. bahkan dengan lirikan aja dia tau hehe..” Gummamnya dengan terkekeh “Sekarang nyesel kan? Nangis-nangis, padahal udah diingetin. Udahlah,, jangan nangis.. nanti kamu tambah jelek loe..” Ujarnya megusap punggung Nayla lembut.
Nayla mencebik menatap Rindu.” Ih.. nggak bisa bujukin gue apa.. tapi btw loe sekarang pakek bahasa pormal banget lkayak abang gue. kena virus ya keknya.. haha..” Gumamnya dengan keras.. Rindu baru sadar membuat ia terkekeh.” Tapi sekali lagi makasih ya Rin. Loe udah nyadarin gue. dan sekarang gue bisa menatapin apa yang bakal gue pilih untuk kedepanya. Gue bakal terima perjodohan itu.. ralat bukan terima si, tapi nyoba aja. Soalnya gue yakin opa ngelakuin hal ini buat kebaikan gue. gue enggak mau ngelakuin hal bodoh lagi Rin.. Gue nggak mau..” Ujarnya menyerocos.
Rndu terkekeh lagi dibuatnya. Nayla mudah sekali tak galau. Dibawa bicara saja tak lagi menangis. “ Syukur deh. Soalnya kakek kamu melakukan hal itu pas untuk yang terbaik. Kamukan cucu kesayanganya, mana mau dia kamu tersakiti..” Ujarnya Rindu membangakan Yohan.
Nayla menganguk...” Iya...” Ujarnya... ia menatap Rindu dengan snedu.” Gue pkir loe gendut Rim, ternyata loe kurus banget, bahan gue bisa ngerasain tulang dipungung loe.. dan tangan loe.. kek nggak ada kulitnya.. loe enggak apa-apa Rin? gue hawatir loe. Soalnya selama inikan loe sellau nutupin diri loe sama baju lebar loe.. loe bisa cerita kok sama gue..” Ujarnya mengengam tangan Rindu yang sangat keras karena tulangnya hanya ditutup kulit saja. Dia sekarang memang sangat kurus.
...
__ADS_1
Orang yang kita aggap baik belum tentu baik, orang yang kita percaya belum tentu dapat dipercaya. Jangan menaruh kepercayaan lebih kepada manusia, karena manusia tempatnya melakukan dosa. Manusia tempatnya khilaf dan manusia tempatnya tukang ghibah. Supaya tak terlalu sakit, maka lebih baik simpan saya semua masalahmu dengan Tuhanmu dan berfkirlah sebelum melakukan sesuatu..- Nvs----