Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Keputusan


__ADS_3

Aku malu ketika dianggap baik padahal aibku sedang ditutupi Allah.. Rindu..


Katakan saja sekarang Dokter Rey menggila karena ia harus disuruh menjemput reno dibandara sebab ia tak tau haru mengenakan apa. Reno memang benar benar membuat darah Dokter Rey naik permisah...


Dokter Rey diam tak masuk karena tadi ia menerima telepon dadakan dari Reno jika ia baru sampai dibandara dan itu membuat dokter Rey cukup kesal. Ia takut nanti telat dipengadilanya Rindu.”Ini Gevan kemana sii? Kok sampek sekarang enggak ada kabar? Dia dapet nggak ya buktinya..”Ujar dokter Rey bergumam. Ini adalah momen menegangkan baginya membuat ia tak bisa fokus dalam mengendarai mobilnya.


Mengendarai mobil dengan kecepatan maksimal dan juga menelpon Gevan namun sama sekali tak diangkat membuat ia bingung ia memukul stirnya lalu beristighfar..”Yallah permudahkan semaunya Yallah.. Hamba mohon Yarob.. bantu hamba tunjukan mana yang benar dan mana yang salah. Sebab hamba yakin jika Rindu tidak salah.. dan dia pantas mendapatkan keadilan..!!”Gumamnya dengan nafas yang naik turun.


Sedangkan dibandara ada sosok lain yang mengenakan style yang tak bisa dikatakan jelek. Karena memng ia sangat keren ya.. itu menunggu dokter Rey sembari memandang hapenya. Disana ada foto Rindu membuat ia tersenyum sembari mengusap foto itu..” Hello Rindu... Kita akan ketemu lagi setelah beberapa tahun terpisah hehe..”Gumamnya terkekeh sembari menatap foto itu...


Ia masih ingat betapa bodohnya dirinya dulu..”Andai aja dulu gue enggak selingkuh ya Rin.. gue enggak bakal kehilangan cewek kek loe. Yang nyatanya sampek sekarang gue enggak nemu.. tapi untungnya gue udah dapet gantinya loe...! dia mungkin enggak kayak loe, tapi dia bisa bikin gue nyaman dan juga betah bersama dia.. selamat Rin... loe udah bikin karma terbesar dalam hidup gue,,, loe bikin gue ngerasa efeknya sampek detik ini..!”Gumamnya sedih.


Ya.. Reno tak membenci Rndu dikalah Rindu tak lagi bisa mencintai dirinya, menerima dirinya apa adanya, ia tak melakukan hal itu. Hanya saja ia merasa sebagian hatinya disisi dengan rasa penyesalan dan juga rasa tak terima akan keadaan. Ia tak terima Rindu meningalkannya namun ia sadar jika sebenarnya bukan Rindu yang meninggalkannya, tapi dirinya yang sudah mengusir Rindu dan membuat Rindu pergi dari dirinya. Ia sadar akan hal itu. Mangkanya disaat ia sudah lulus sekolah ia langsung pergi keluar negeri saja untuk melanjut sekolahnya. Karena sekolah diIndonesia membuat ia ingat bagaimana Rindu menatapnya tak percaya bersama Mise.. dikalah itu.


“Maaf.. dengan kak Reno?” itu membuat Reno menatap kedepan lalu keluar dari dunia pikiran menju masa lalunya. Dimana mengingat Rindu yang mengenakan baju seragam sekolah lalu duduk disampingnya membawah bekal nasi goreng itu. Lalu dengan lancangnya Reno memakan bekal Rindu dan mengatakan makanan itu sangat enak. Ia pikir itu adalah masakan ibunya Rindu. dan nyatanya itu adalah masakan Rindu sendiri membuat ia meminta Rindu masak untuknya beberapa kali, bahkan berkali kali.


Lalu ia memberikan bekalnya keada Rindu. iya. Mereka dulu Fullday membuat mereka diwajibkan membawa bekal. Jujur saja dulu ia tak suka membawa bekal, namun Rindu membawa bekal dan Rindu harus makan nasi jika tidak ia akan sakit. mangkanya ia bawa bekal. Dan Rindu tak masalah memakan masakan mamanya Reno dan memberikan Reno makanan buatannya. Sugguh Reno merasa sangat beruntung karena masakan Rindu sangat enak meskipun masakanya itu hanya sayur udang air tawar dan sambal tempe. Ataupun sebatas nasi goreng panggang... Alias mereka bertukar makanan.


Bahkan bukan hanya Reno. Teman Reno dulu pernah mencuri nasi goreng milik Rindu. nasi goreng panggang dan itu membuat Reno kesal setengah mati. Untungnya Rindu menenangkan dan berkata jika besok ia akan masakkan makanan yang baru. Jadinyalah ia dan Rindu makan nasi milik mamanya Reno satu untuk berdua saja, dan Rindu yang menyuapinya. membuat ia bahagia akan hal itu.. Karena memang hanya ada satu sendok yang bersih.


Karena tak kenyang mereka membeli makanan dikantin dan beberapa ciki-ciki. Itu kenangan yang manis bagi Reno. meskipun Rindu tak bisa seperhatian dan sesoswit orang lain memilik batasan dan batasan lainya. Tapi Rindu sosok yang sangat lembut dan juga murah hati. ia bahkan pernah melihat Rindu berbagi nasi dengan anjing disekolahnya. Padahal anjing itu buruk rupa. Ketika ia tanya. Bukanya anjing itu haram dan tidak boleh disentuh.. lalu dengan gampangnya Rindu menjawab’Yang lebih haram itu bukan hanya anjing, tapi juga ketika kita yang merasa paling suci dan mengklaim makhluk ciptaan tuhan itu haram dan buruk.. dia membutuhkan kita. lebih baik kita cuci tangan kita tujuh kali dengan tanah dari pada kita jadi manusia yang apatis. Jika bukan kita yang peduli lalu siapa lagi? Bayangin aja kalo kamu yang jadi anjingnya. pasti sedih. Mereka juga makhluk hidup..”Ujanya lau mengusap kepala anjing yang sedang makan itu.


Tak ada rasa jijik siRindu saat itu.. Ia bahkan tak masalah mencuci tangnnya dengan tanah tujuh kali...


Tak dirasai oleh Rindu jika anjing itu mengeluarkan air mata sembari memakan makanannya. Mangkanya Reno dan Rindu selalu membawa makanan dari kantin jika keluar sekolah untuk memberikan anjing itu makan, sampai pada teman Reno sendiri ingin mengadopsi anjing itu karena ingin menjadikannnya anjing peliharaannya. Ia anak baru.. tentunya dengan senang hati Rindu dan Reno menerimanya dan memberikanya. Terakhir kabarnya anjing tersebut sudah memiliki tiga anak dari persilangan anjing broste... lagi pula ia nonis jadi tidak masalah memelihara anting.


Mangkanya Rindu susah dilupakan oleh Reno. Namun kata orang memang benar benar nyata. Jika orang yang tulus akan kalah dengan orang yang rela tidur berdua dikasur.. Reno khilaf dan menganggap jika Mise hanya mainan dan Rindu permata membuat permata yang ia jaga meninggalkannya. Penyeasalan tetaplah penyesalan yang tak akan bisa dihapus dari ingatan dan juga dari daftar hidp miliknya.


“Permisi.. apa ini saudara Reno? Kok bengong lagi?!!” Reno kembali lag kedunianya dikalah mengingat Rindu itu. Ia jika sudah mengingat Rindu maka ia akan lupa dengan kehidupan sekarang.

__ADS_1


Rebo tersenyum canggung.”ya.. maaf ya.. tadi saya sedang memikirkan suat hal. Jadi ngelamun hehe.”Ujarnya tersenyum kepada Dokter Rey.. “ Ini adiknya Feykan? Dokter Keyan?”Tanyanya dengan serius kepada sosok tampan didepannya itu.


Dokter Rey tersenyum. Ia tadi sudah tau yang mana Reno dan juga bukan itu karena sudah diberi clue oleh kakaknya jika Reno bagaimana rupanya. Ia sudah memegang foto Reno. Mangkanya ia tak tersesat.”Iya.. maaf ya kak.. saya baru sampek jemputnya soalnya tadi kakak nggak nyaut nyaut saya panggil dari jauh.”Ujar Dokter Rey jujur.


Reno menatapnya terkejut karena tak menyangkah.”Oh ya?” Tanyanya membuat dokter Rey mengangguk membuat ia tersenyum tak enak.”Hehe.. maaf ya.. saya tadi tidak dengar kamu memanggil saya.”Ujarnyajujur sembari menggaruk lehernya.


Dokter Rey mengagguk.”Tidka apa-apa kak. Kenalin saya Keyan.. kakak bisa panggil saya Rey saja.. saya adiknya Fey sebagaimana kakak ketahui..!”Ia mengenakan 'kakak' karena menghargai dan menghormati yang lebih tua.


Reno menerima sambutan tangan itu."Oh iya.. kenalin saya Reno.. Reno Pangalilla... saya pacarnya kakak kamu.. sudah taukan?” Tanyanya sembari menerima jabatan tangan dari dokter Rey itu.


Dokter Rey tersenyum mengangguk.”Jika begitu kita langsng saja ya kak. Soalnya sidangnya akan dilakukan sebentar lagi.. Sekitar sau jam lagi. Nanti kita bisa telat...!!”Ujarnya kepada Reno dengan to the point karena sudah takut telat. Ia harus membuktikan Rindu tak bersalah sekaligus ingin membersihkan nama Rindu.


Reno mendengarnyapun mengagguk.”Jika begitu apa yang ditunggu lagi. Ayo..”Ujarnya lalu menarik kopernya untuk pergi mengkuti dokter Rey.


“Biar saya bantu...”Ujar dokter Rey mengambil alih koper. Reno tersenyum dan berterima kasih karena memang ia sedang lelah. Dari Amerika keIndonesia memang memakan waktu sangat lama. Hampir 22jam. Da itu cukup membat ia remuk meredang dalam tubuhnya. Mangkanya ia iyakan saja.


Disisi lain Rindu yang sudah duduk dikursinya tu menatap Arga yang baru masuk itu. Arga tak tau harus apa. Ia memiliki perjanjian juga dengan kakaknya. Jika mendukung Rindu maka nanti kakaknya yang akan terkena getahnya. Ia tak mau hal itu terjadi membuat ia duduk dikursii saksi saja.. ia tak tau harus apa. Namun ia merasakan jika dadanya terasa diremas sangat sakit dan juga piluh.


"Baikk.. acara akan dimulai.. bagi terdakwa jika ada yang mau dismapaikan silahkan..!!”Ujar dari hakim membuat Rindu mengeleng karena memang sudah tak ada yang harus ia jelaskan. Mau jelaskan apa? Keluarga tak ada, keluarga Habib tak ada. Keluarga Fey? Ia bahkan belum terlalu mengenalnya.


“Baik acara kita mulai.. Tuktuk.. tuk..”Ia mengetuk palu sidang tentang acara dimulai. Rindu diam dengan mendengarnya tak ada apa-apa yang ia pikirkan saat ini. mendengarkan penjelasan Mise yang menangis dengan histeris menceritakan anaknya yang mati karena Rindu membuat Rindu memalingkan wajahnya dikalah para semua orang yang menatapnya dengan tatapan jahat seperti tu. Bagaikan dirinya adalah orang paling jahat saja.


Dan Arga juga mengatakan dan menjawab dengan secara ragu apapun yang diucapkan dan ditanya oleh beberapa kuasa hukum. Matanya menatap Rindu dnegan sendu dan penuh permintaan maaf. Namun Rindu bahkan tidak menatapnya sama sekali, ia lebih baik menatap kedepan. Jiwanya sudah hilang dibawa kesakitan. Jadi jangan salahkan Rindu.


“Dari pihak saudari Rindu? pengacaranya ataupun Rindu? apaka ada pembelaan dengan apa yang sudah diberi oleh saudari Mise dan Arga? Apakah kalian memiliki sesuatu untuk bisa membantah semua tuduhan ini?” Tanya Hakim kepada Rindu yang sedari tadi diam saja.


Rindu diam dengan menggeleng.. namun tidak dari kuasa hukum milik Rindu.. ia mengatakan jika Rindu dikalah itu hanya tidak sengaja dan tidak tau jika Mise sedang mengandung perkara pertamanya juga Mise yang salah karena Mise yang menyebarkan firnah untuk Rindu. dan menyerang pertama itu bukan Rindu saja tapi juga Mise. Jadi disini Rindu tidak benar benar bersalah dalam kategori sengaja membunuh.


Namun hal itu dibanah oleh Mise dan ia mengatakan jika Rindu memang bukan gadis baik baik itu kan dirinya.. dirinya diakalah itu hanya datang dan membantu menjelaskan kepada Rindu jika itu memang dirinya. Ia disuru dan itu membuat para hakim masih berdiskusi dan juga menentukan semuanya.

__ADS_1


Ilham sebagai polisi disana menatap Rindu dengan sedihnya... setelahnya ada suara dari belakang gasak gerusuk membuat Rindu menatap kebalakang.. dan ternyata disana ada keluarga Hollmast membuat ia tersenyum. Lebih tepatnya disana ada Sarah dan Hendrawan yang tersenyum hangatnya. Disusul oleh Nayla dan Fio yang melambaikan tangan.


Rindu kembali menatap kedepan membuat mereka sedih melihat Rindu. mereka telat karena suatu tragedi tadi.. mangkanya mereka telat... lalu dimaa Yohan dan Habib? Ataupun Panji dan Nina? Maka nanti kita lihat ya kwkwwk..


“Kami para hakim memutuskan jika pihak Rindu bersalah.. meksipun ia melakukan secara tidak sengaja. Tapi ia tetap bersalah karena sudah menyerang duluan dan membunuh janin yang ada dikandungan suadari Mise.. Maka kami putuskan jika saudari Rindu ber-"


“Tungguh..!!” Itu suaranya dokter Rey yang baru masuk Disana. Ia membawa beberpa dokumen dna juga dua orang membuat semua orang yang berada dipersidangan itu menatap kearahnya. Keluarganya tersenyum kepada dokter Rey yang daang tepat diwaktunya.”Tungguh.. biarkan saya menjelaskan beberaa hal terlebih dahulu...!!” Ujarnya membuat yang lain diam..


Bisik bisik penonton terdengar gasak rusuk. menatap Dokter Rey... sembari menatap dokter Rey dengan tanya.


Hakim berunding sebentar lalu menatap dokter Rey. Tau jika dokter Rey berpengaruh didalam negeri membuat mereka mempersilahkan... “Silahkan.. kami memberikan waktu selama sepuluh menit..!”Ujarnya.


Dokter Rey tersenyum dibuatnya... beda dengan sosok Habib yang diluar sana gasak gerusuk karena telat menuju persidangan Rindu. ia kesiangan karena tak bisa tidur semalaman. “Yaammpun gimana ini?”Gumamnya tak menyangkah dengan dirinya. Ia dengan cepat bersiap-siap padahal jam sudah menunjukan pukul sepuuh lewat tiga puluh itu membuat ia frustasi..


Ketika mencari orang rumah juga semuanya sudah pergi.. entah kemana. Hanya ada ibunya dan juga Dilan membuat ia mengerutu. Kakeknya pergi tak tau kemana membuat ia dengan cepat mengendarai mobilnya menuju persidangan.. padahal jam sudah pukul sebelas. Yang artinya sidang akan sudah selesai setelah sholat nanti. Itu membuat ia memukul stir dan kepalanya beberapa kali karena kesal.


Yohan dan Panji sedang pergi mencari bukti tentang Rindu. namun nyatanya mereka tak menemukan apa-apa membuat mereka menyerah. Karena waktu yang sangat mepet. Mereka tidak menyangkah jika kasus Rindu ini akan ditindak secepat ini. biasanyakan beberapa bulan begitu.


Rindu menatap Dokter Rey dnegan mata yang berkaca-kaca membuat dokter Rey tersenyum kepada Rindu dan mengisyaratkan hapus air matanya membuat Rindu mengangguk dan menghapus air matanya. Ia tak menyangkah jika dokter Rey datang. Dan yang mengejutkan lagi disana ada Reno yang tersenyum kepadanya membuat ia pun ikut tersenyum.


“Perkenalkan saya Novi Vuspita Sari pengacara Nona. Rindu Azzahrah.. saya membawa beberapa bukti dan juga saksi yang menyatakan jika suadari Rindu tidak bersalah.. dan inilah bukti buktinya..”Ujarnya lalu memberikan falasdist Disana. Ia juga memberikan beberapa dokumen membuat Rindu kepo akan isi dokumen itu. Itu membuat Mise dan Arga nampak gelagapan dan juga takut. Namun diam saja menatap apa yang akan terjadi didepannya nanti.


Lalu ada pemberian video jika yang menempelkan semua foto itu adalah Mise dan Arga.. itu membut Mise dan Arga diam menatap video itu.”Disini kita bisa tau jika sebenarnya yang memancing keributan awalnya bukanlah saudari Rindu. tapi saudari Mise dan juga Arga... terlebih lagi mereka memfitnah Rindu yang artinya dia sudah melangar keentuan beberapa pasal tentang pencemaran nama baik..!!” Ujarnya dengan jelas... Dia adalah pengacara yang bernama Novi Vuspita Sari(Aminn) hhehe.. maaf ye. Karena gue kuliah hukum jadi nama gue aja gue cantumkan supaya jadi doa wkwkwk.Aamiin


“Bohong..!! itu bohong...!!” Mise memberontak mendengarnya. Ia bahkan bangkit melihat video itu dan menatap pengacara Rindu dengan tajam. Namun...


dugh.. jantungnya terasa jath dikalah melihat ada Reno disana yang tersenyum misterus membuat ia tertegun dan juga ga kelu.


Mata Reno menatap Mise penuh pengancaman membuat siapapun ngeri meihatnya termasuk Mise.” Sadari Mise bisa tenang? Nanti kita beri sesi dimana suadari bisa membantah. Jadi sekarang lebih baik saudari duduk kembali dan beri ruang untuk kuasa hukum suadari Rindu menjelaskan semua bukti yang mereka maksud..!!”Ujar dari Hakim membuat Mise diam karena tak bisa berkata apa-apa lagi. Jantungnya sat ini dipompah begitu cepat. Arga? Ia hanya pasrah karena tau ia salah.

__ADS_1


__ADS_2