
...Berbagai suku dan agama mengajarkan kita untuk bisa bersatu meski berbeda beda... Sehebat itu Indonesia loh... menyatuhkan yang berbeda.. NVS......
....
Nafas Gio naik turun karena memikirkan Rindu, ada yang salah pada dirinya. Kenapa rasanya sakit sekali saat ini ketika tau ia jahat? Kalimat kalimat yang Rindu ucapkan terngiang dikepalanya membuat ia meremas kepalanya dan juga menghela nafas.. ia tak tau lagi membuat ia meminum soju.. ia menenangkan kepalanya..
“Anak perempuan ataupun anak laki-laki itu diibaratkan kalian menggambar rumah ataupun membuat rumah sekalipun, sebagaimana kalian memulainya, jika kalian memulai pondasi seharusnya kalian belajar bagaimana membuat pondasi yang baik dan benar baru jalian terapkan kepada anak anak kalian,supaya anak anak kalian mampu dan bisa membuat pondasi yang baik, ketika kalian mau membuat pintu yang bagus, seharusnya kalian belajar membuat pintu yang bagus, dan ketika kalian mau membuat atap yang pas seharusnya kalian belajar membuat atap yang pas…
Karena sebenarnya kalian adalah tokoh utama dalam rumah tersebut adalah kalian , kalian tokoh utama dalam kehidupan anak kalian, jika kegagalan ada pada anak kalian seharusnya kalian Tanya pada diri kalian. Apakah anak anak kalian sudah mencontohkan yang diajarkan kalian? dan balik balik lagi bertanya., apakah kalian sudah mengajarkan yang terbaik dan mencontohkan yang terbaik kepada anak kalian?” Tanya Rindu.
” Sebagaimana orang tua yang tak mau disalahkan, saya rasa ada anak yang tidak mau menuruti orang tuanya, dan pada akhirnya diakhiri dengan rasa penyesalan yang teramat dalam dan mereka menyasari kesalahan mereka, sedangkan orang tua? Mereka lebih memprioriotaskan kesalahan seorang anak dibandingkan menyalahkan dirinya sendiri dalam suatu didikan. Dan disini yang jadi pertanyanya, jika seorang anak yang selalu disalahkan, lantas kapan seorang orang tua bisa introfeksi diri? Dan bagaimana bisa seseorang bisa maju dalam pemikiran yang sesempit kalian?” Tanya Rindu.
“Arghh,.,,,” Teriaknya..
Prang....
Ia memukul gelasnya dengan tangannya membuat gelas yang berisihkan minuman itu hancur berantakan dilantai.. ia memukul kepalanya snediri.”Diam Rindu.. Diam..!”Teriaknya kuat karena tak tahan..
Penjaga disana mendekat dan menahan tubuh tuan mereka..” Tuan mari saya antarkan kekamar..”Ujar salah satu dari mereka membuat Gio disana mengangguk lemah sebagai jawaban dan itu membuat mereka membawa Gio pergi dari tempat itu..
Disisi lain ada sosok penjaga yang tadi menyerang Rindu itu merasakan dirinya sangat bersalah membuat ia memisakan diri dari rombongannya, ini adalah kesempatan dari dirinya untuk keluar dari sekutar Gio dan melaporkan hal ini kepada seseorang..
Lalu ia pergi kekamar Rindu mendekati tiga sosok dikamar Rindu yang sedang bicara itu.. sekarang sduah pukul dua belas tapi mereka belum juga tidur mnembuat ia gugup setengah mati.. tanpa kata ia langsung segera masuk dan menyelinap..
Willy dan Reksi disana terkejut dibuatnya. Rizky yang memainkan hape bahkan membanting hapenya karena aget.
”Hey ap—“ Ucapan Willy terhenti dikalah penjaga itu menutupi mulutnya dan berdesut sebagai tanda meminta dirinya diam.. Willy mampu mencium bau besi dan bauh darah ditubuh penjaga itu membuat ia kaget dan juga terduduk. Reksi dan Rizky bangkit melihatnya..
Sosok pejaga itupun bersujud didepan Willy.”Tuan saya tidak apa dibunuh tapi tolong saya.. saya tidak punya keluarga dan saya tidak punya siapa siapa dimuka bumi ini, tapi tolong.. Tolong slamatkan dia.. tolong, bunuh saya tidak apa-apa.. tapi tolong..”Ujarnya disana dnegan gugup dan menangis mebuat willy dan lainya menatapnya dengan heran dan bingung.
“ Hey... apa yang kau ucapkan..! bangunlah, jangan membuat kami bingung..!”Ujar dari Rizky disana menariknya.. ia tau penjaga ini, ia adalah salah satu penjaga yang sama agamanya dengan mereka, hanya saja dirinya sangat taat dalam beribadah kegereja membuat Rizky cukup kagum.. sosok yatim piatu yang tidak memiliki keluarga.. jika tidak salah ia adalah sosok dari panti asuhan dan hanya hidup sebatang kara..
Sosok itu menatap Reksi takut dan bergetar.. “Tad tadi nona nona yang ternyata adik adik tuan disekap.. dan dan kami tidak mau melakukannya,. Tap tapi.. tapi tuan Gio memberikan kami ancaman, saya disana tidak bisa menyela atau membantu karena keluarga teman teman saya yang jadi sasaran dan ancamannya.. jads jadi tolong.. tolong saya..”Ujarnya disana memohon..
Willy yang mendengar adiknya itupun bangkit dan mendekatinya.”Maksudmu Rindu? Kalian melakukan apa? Dan disekap dimana ha?” Teriaknya kuat sampai menggema disana membuat sosok itu semakin bergetar dan juga mundur.
“Tuan.. tuan adik kalian ditusuk.. Capat bantu dia,, jika tidka adik kalian bisa mati..”Ujarnya disana gugup dan takut.. ia meremaskan tangannya.”Dia dia mau dibunuh oleh kakek tuan.. dan dan ayah ayah kalian juga sedang dirawat karena ditembak oleh kakek kalian..”Ujarnya disana membuat Willy dan lainya membelalak.
Tangan Willy mengepal kuat disana membiuat sosok penjaga itu terdiam...
__ADS_1
Bbugh.. Sekali tinjuan mengenai perutnya membuat sosok itu mundur dan memegang peritnya.. sosok yang sudah mengajukann jika ingin mundur dalam membunuh Rindu.. Willy menarik kera bajunya.. dan berkata.
”Antarkan dimana Rindu berasa sekarang.. atau akan ku bunuh kau..!”Teriaknya mampu membuat telinga penjaga itu berdengung.
“Tap tapi tuan.. disana ada banyak penjaga.. tolong saya tidak tau cara menyelamatkanya..”Ujarnya disana mengeleng membuat Willy dan Reksi diam disana.. “penjaga disana sangat banyak karena tuan Gio tidak mau dia lepas dari maut..”Ujarnya.
"Saya bilang antarkan ya antarkan..!! jangan banyak bicara..!! saya tidak takut, bahkan rumah ini saya bisa ratakan sekarang juga..!”Teriaknya kuat membuat penjaga itu diam dan mengangguk. Reksi dan Rizky terdiam dan mengikuti dari belakang.. disana membuat Rizky sempat menitihkan air mata karena takut dan juga merasa sangat sangat takut.. sungguh baru kali ini ia merasa sangat takut pada kenyataan dan takdir. Tolong selamatnya Rindu..!!
Sampai pada didepan ruang kerjanya Gio disana ada puluhan penjaga berbadan kekar membuat penjaga itu bersembunyi dibalik Willy, Reski dan Rizky maju dengan tatapan tajamnya dan membentak.”Buka pintunya cepat..!”Teriaknya kuat membuat ruangan itu menggema padahal ruangan itu sangat besar.. Mereka terbawa emosi.. Padahal tadi mereka sangat mengantuk tapi sekarang sudah tidak lagi.
Penjaga disana pun mendadak kolab dan semakin mempereratkan jalannya.”Maaf tuan, kami tidak bisa memberi jalan, karena Tuan Gio melarang siapapun masuk keruangan ini..!”Ujarnya disana dengan gugup. Ia ketua dari penjagaan.
“Bacott kalian..!! Bugh..”Willy tidak tahan lagi untuk berdebat membuat ia memukul ketua penjaga itu dan terjadilah baku hantam dari mereka.. Tenaga Willy, Reksi dan Rizky bagaikan terisi tiga kali lipat dari sebelumnya katrena takut dna juga emosi akan keadana Rindu.. mereka tidak mau Rindu kenapa-napa. Bayangan Rindu yang selama ini dikurung sama membuat mereka tidak mampu menahan hati mereka yang bergejolak ingin meledak.. Tolong.. Tolong hati mereka terasa ingin meledak dan juga menghancurkan seisi bumi saat ini..
Sampai pada sosok penjaga itu mendorong Willy dna berkata.”Tuan cepat masuk, biar saya bantu..”Ujarnya membuat Willy menatapnya sebentar lalu mengangguk.. sosok penjaga itupun menatap temannya itu lalu menyerangnya juga.
“Pengkhianat..!”Ujar teriak kawannya karena temanya itu menyerangnya dan membantu Willy.
Namun penjaga itu berkata.” Tuhan kami mengajarkan akan menmbela kebenaran.. maka dari itu saya akan berjuang untuk kebenaran meski itu taruhannya mati..”Ujarnya disana dengan tegasnya dan mulai menyerang.. Kadang iman memang bukan sekedar iman yang ada didada orang orang islam, namun juga diagama lain kepada agamanya dan ajarannya... Mangkanya hidup harus penuh toleransi, karena diluar nantinya kita tidak tau siapa yang membantu kita.. karena kita semua itu bersaudara.
Di sisi lain Willy menatap kearah ruangan kakeknya, tidak ada pintu apapun namun sosok penjaga tadi berteriak..”Dekat patung tuan.. Disana ada pintu kecil yang terselip dibagian dekat lemari.. geser saja.."Teriaknya membuat Willy sesegera mungkin mencarinya.
Krekk krekk. Krek.. tidak juga terbuka membuat ia mengerang frustasi.. itu pintu mengenakan pin dan juga leser mnembuat ia tak tau harus apa.. apa lagi pintu itu terbuat dari baja membuat ia mengerang.
’Arghhh Rindu...”Teriaknya kuat..
Namun tidak sampai disana.. ia menendangnya dan juga menjulaknya tapi tetap tidak juga bisa. mendobrak bahkan tidak bergerak sama sekali membuat ia memutarkan kepalanya sampai pada menemukan golok dan juga kapak.. Willy tidak tau gunanya.. Ahkk ia tau,. Itu alat untuk membunuh pengkhianat membuat ia mengambil kapak disana..
Ggar... harrrr...garrr... kapak itu ia gunakan kepada pintu itu sampai pintu itu penyok... sampai pada sosok Rizky yang masuk dan membawa kapak lain dan menganggguk.. diluar sana ada Reksi dan penjaga yang bernama Rafi itu yang menjaga.. karena Reksi cukup kuat kok.. Gua... guarr.... pintu itu mereka bersatu satu sama lain itu membukanya dan..
Pintu tu terbuka menampilkan bauh amis yang kentara membuat kapak itu terjatuh dan Willy berlari yang diikuti Rizky dibelakangnya menuju ketempat Rindu..
Gelap.. itulah ia yang lihat disana membuat ia bergegas mencari Rindu. Air matanya jatuh tampa diminta.. Tolong air mata lihat situasi batinnya Willy karena menangis disaat sperti ini bukan lah hal yang tepat..
Dan titik matanya bertemu dnegan sosok Rindu yang sudah terkapar dengan darah yang memenuhi pinggirannya.. wajahnya yang penuh darah dan tangan yang berdarah.. hidung berdarah dan sudut bibir berdarah membuat Willy bergetar mendkeati adiknya ityu. Rizky Yang Melihat dan menatap Rindu nanar. Air matanya menutupi pengllihatan matanya membuat ia mengusap air matanya dan bergumam.” Rindu?” terisknya..
“Arghh.. kenapa kita bodoh banget.. kenapa kita enggak tau Rindu dirumah ini.. sialan..!”Teriak Willy disana mendekati Rindu tanpa mau menyentuhknya karena takut..
Namun ia beranikan diri mendkati Rindu dan menyentu nadi Rindu.. ia menyentu hidung Rindu yang masih bernafas membuat ia kaget..
__ADS_1
“Rindu masih hidup.. cepat..!”Teriaknya langsung bangkit dengan kaki gemetar... itu menggendong Rindu dan berlari membuat Rizky disana ikut dan membantu Willy untuk keluar.. mereka harus segera menyelamatkan Rindu.. tak tau harus apa dan apa yang mereka lewati didepan sana mereka harus menyelamatkan Rindu..
Diluar sana Willy membawa Rindu dan Rizky didepan”Kak bawa Rindu cepat.. biar gue yang ngehalangin lawan,,.!”Teriak Rizky membawa satu kapak yang ia jatuhkan tadi.. Air matanya ia hapuskan dan juga menghadanng siapapun yang ada.. Ia sosok yang baik dan tidak pernah membunuh atau melukai orang.. Tapi kali ini ia akan membunuh siapapun yang menghalanginya dan juga membunuh sosok yang ia sayang..
Lalu ia berdoa ala dirinya dan juga melihat Willy yang melewati siapapun itu dan mengacuhkan kapaknya.. siapapun yang menentangnya ia akan menghancurkannya membuat siapapun akan pikir dua kali untuk mendekat dan menghalangi mereka..
Sampai didepan sosok Reksi yang melihat keadaan Rindu membuat ia berrhenti dan meluhat Rindu dengan nanar...
“Rndu..”Gumamnya lalu menendang lawannya ia ikut pergi dari sana dengan mengejar Willy.. sosok penjaga itupun berlari dan..
Cap.... arghhh... Willy dan lainya kaget ketika mendengarnya.. dibelakangnya ada sosok Rafi yang menahan pisau dari rekannya yang hamper terkena kaki Rindu membuat sosok Willy menatapnya.”Cepat lari.. saya tidak apa-apa..”Ujarnya dengan selah jari yang mengalir darah kental itu membuat Willy mengangguk.
Bugh. Sosok yang menyerang tadi ditendang oleh Reksi membuat Raffi terduduk dengan tangan yang terluka parah.. Rekzi dan Rizky berlari melewati jalan menuju mobil mereka.. namun ternyata bakasi kendaraan sudah ditutup oleh penjaga dan pelayan membuat Willy dan Rizky tidur tau harus apa selain berlari dan melewati pekarangan rumah ini..
“ lewat gerbang... kita cari mobil sebelum oppa liat..!”Teriak Rizky dnegan suara seraknya membuat Willy dengan cepat berlari dan..
Bugh.. ia gerganjal disana membuat Rindu terpanting itu membuat Willy terkejut.”Rundu.”Teriaknya membuat Reksi mendekati Rindu dan berteriak.
”Cepat enggak ada waktu.. oppa disana.”:Ujarnya lalu menyambut Rindu. Ia yang sekarang mengantikan Willy sedangkan Willy dsna menatap kakeknya Nio yang Nampak mabuk itu keluar.
Gio dibangunkan penjaganya karena Rindu ditemukan oleh Willy membuat ia sadar dan tidak sadar itu keluar dan menelpon banyak penjaga lainya dan menangkap Willly dan lainnnya. “Kurang ajar perempuan itu..!”Ujarnya disana mengepalkan tangannya.
“Kejar mereka jangan sampai lolos.. dan pastikan sosok Rindu mati..!”Teriaknya membuat yang tadinya pelayan banyak sepuluh sekarang sampai tiga puluh dan empat penjaga dna pelayan yang mengejarnya.. itu pelayannnya laki laki ya,.
Sosok Reksi disana lontang lantung membawa Rindu keluar dari rumahnya, disana adalah komplek ternama jadi memang sepih dimalam hari, apa lagi sekarang sudah tengah malam membuat tidak ada orang sama sekali dan mobil tidak ada... Tak gentar ia tetap lari dan berlari meski tau jika jalan besar itu sangat jauh dari sana.. ia tidak memikirkan hal apapun kecuali Rindunya selamat,,
Turr... Tur..
Sosok Rekzi terkena peluru karet dari ayahnya membuat ia limbung dna terjatuh.. Willy melihatnyapun mendekat namun Rizky menggeleng.”Bantuin Reksi kak. Aku enggak apa-apa.oppa juga engak bakal ngapa-ngapain aku.. cepat..!”Teriaknya. karena hanya kakinya yang terkena membuat ia pincang .. Willy disana mengangguk dibuatnya.. Willy tidak punya senjata membuat ia tidak tau harus melawan bagaimana.
Sampai pada sosok Reksi yang sudah tidak lagi mampu berlari. Kakinya sudah memberat bagaikan mengangkat batu yang bertonton , ia mencari posisinya sanitasi melihat ada gorog gorong di depan ruamh besar didepannya itu, tepatnya dekat tong sampah membuat ia menarik Wiilly dan bersembunyi disana.. Willy cukup kaget membuat ia terdiam..
Reksi disana diam dengan nafas yang memburu.. “Loe balik arah dan cari arah lain plis... biar gue yang bawah Rindu.. nanti kalo kita kayak gini terus kita bakal ketahuan dan Rindu enggak selamet.. loe percayain Rindu sama gue..”Ujarnya disana meminta membuat Willy mengangguk tanpa pikir apapun.
.
.
Jangan lupa mampir di novelku judulnya "Istri Butaku"
__ADS_1