
Azzan berkumandang membuat Rindu mengerjab dan mengatakan Allhamdulillah, ia juga menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya.
Sekarang saatnya melaksanakan sholat magrib. Sebab mereka berangkat pulanh tadi jam 4sore “Pak Hendrawan, bolehkah kita sholat dulu? Sekarang sudah magrib?” Tanya Rindu pada keluarga Hendrawan. Iya.. dia satu mobil bersama keluarga Hendrawan, ada hendrawan, ada istri dan ada Ify, kanapa ia disini? Karena Ify yang meminta membuat Rindu hanya pasrah.
Awalnya Habib menolak, tapi karena Ify memaksa membuat ia geram dan mengalah, ia juga tak mau kelihatan jika menyukai Rindu. Ia mau jual mahal 'Sedikit' Tapi jual murahnya 'Banyak' hehe
Hendrawan yang mengendrai mobil sekrang menatap tajam Rindu dibelakang, ia disamping Ify yang sedang tidur. “Nanti saja dirumah, tangung jika harus berhenti hanya untuk sholat.” Ujarnya singkat tak mau turun..
Hanya untuk sholat? Semudah itu ia berkata?
seperti tak ada harganya saja sholat dimatanya... Apa memabg tak punya hargakah?
Rindu menggeleng.” Kita masih jauh pak, kita bisa menghabiskan dua jam lagi jika harus sholat dirumah, lebih baik kita sholat dimasjid saja, sebab waktu sholat magrib sangat singkat pak, jika harus menunggu sampai rumah. kita mungkin sampai diwaktu Isya nanti.” Uap Rindu pelan membuat Hendrawan melihat Rindu disepion.
“Nanti kita kemalaman Rindu jika kita harus berhenti dan sholat... Nanti dirumahkan bisa?” Tanyanya masih melunak. Ia sudah terganggu akan permintaan Rindu yang menurutnya tak berguna ini.
Rindu menggeleng lagi. "Emang bapak bisa jamin kita sampai kerumah dengan selamat? Emang bapak bisa jamin jika kita masih hidup dimenit berikutnya?” Tanya Rindu tegas, ia mengeleng lagi. “Tidak pak. Kita tidak ada yang tau tentang kesempatan Tuhan berikan pada kita, karenanya. Gunakan kesempatan kita selagi masih diberi kesempatan untuk sholat. Bagaimana jika didepan nanti kita kecelakaan lalu mati ditempat, tapi kita belum melaksakan sholat ataupun belum bertaubat. Maka kitalah yang paling menyesal. Kitalah yang paling meneydihkan. Bapak mau kita mati dalam keadaan kafir?“
“Kita selalu mau permintaan kita diturutkan oleh Tuhankan? Kenapa saat Tuhan memanggil kita untuk menghadapnya kita selalu mengundur waktu? Ayolah pak, mati hanya satu kali, maka persiapkan mati sebaik-baik mungkin. Jangan sampai kita mati dalam penyesalan yang tak terhingga, sebab jika sudah mati, kita tak akan diberi kesempatan untuk memperbaiki apapun lagi...” Jelas Rindu panjang. Ia tak mau sholat dirumah. jika sholat dirumah, berarti harus menunggu dua jam lagi. Sedangkan sholat magrib itu paling singkat dari pada sholat lainnya. Bisa-bisa jika ia sholat dirumah, maka ia akan ketinggalan sholat magrib dan akan memasuki sholat isya. Manusia yang paling rugi adalah orang yang meninggalakn sholat...!
Allah SWT berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jahat) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS, Maryam: 59).
Allah SWT berfirman, Apakah yang memasukkan kalian kedalam saqar (neraka)?, mereka menjawab “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. (QS, al-Muddat-tsir : 42-43).
Kecelakaan bagi orang-orang yang enggan untuk sujud kepada Allah SWT, dan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah!, niscaya mereka tidak mau rukuk dan kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (QS, al-Mursalat: 48-49).
“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya”. (QS, al-Maun: 4-5).
Azab kubur.
firman Allah SWT, "dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, (QS, Thaha: 124).
Kehidupan yang sempit disini, ditafsirkan dengan azab kubur (Tafsir taisir al-karim al -rahman, hal: 711).
Orang-orang yang berpaling dari Allah SWT dengan meninggalkan shalat, akan merasakan sempitnya alam kubur dan kuburnya itu bagaikan satu jurang dari jurang-jurang neraka. Orang yang meninggalkan shalat, setelah dikuburkan, ia akan didatangi oleh seorang laki-laki yang bermuka jelek, berpakaian jelek, berbau busuk, kemudian ia berkata,
” bergembiralah dengan keburukan yang akan menimpamu, ini adalah hari yang telah dijanjikan kepadamu, lantas ia bertanya,”siapa kamu? Mukamu adalah muka yang sangat jelek, lelaki itu menjawab, “saya adalah amalanmu yang jelek,”(HR.Ahmad).
“Kamu nyumpahin saya cepet mati? supaya nanti kecelakaan? Kamu jangan mentang-mentang pandai agama seperti itu ya...! Jangan sok alim kamu...!” Bentak Hendrawan membuat Ify terbangun dari tidurnya. Matanya membesar lalu menatap Rindu dan Hedrawan bergantian. Raut wajahnya bertanya, ‘ada apa ini?’
“Sudahlah Rindu. kamu tungu sampek kerumah saja ya...” Ujar Sarah pada Rindu. ia yang sedari tadi diam karena takut pada suaminya. Hendrawan itu tak suka dibantah ataupun diatur, apalagi Rindu yang notabenenya hanya sebagai pembantu. Ia takut Hendrawan akan marah besar.
“Ada apa Mom?” Tanya Ify terkejut. Ia tak bisa membendung rasa penasarannya lagi...
Rindu memandang keluar jendela, ada tanda jika sebentar lagi akan ada masjid terdekat.” Hanya Lima menit saja pak. Tidak lebih? saya janji...” Ujar Rindu menegosiasi. Sakit hati saat Hendrawan mengatakannya sok alim? Sakit, tapi ia tak akan menujukan jika ia sakit hati. ia menghiraukan apapun yang orang lain tangap darinya. Selagi ia melakukan hal yang benar, maka ia akan tetap maju paling depan.
Hendrawan mengerang marah, ia mencengkram kemudinya erat, saat didepan ada masjid, ia berhenti dengan menginjak rem mendadak. Rindu dan lainnya tentu saja terkejut, tapi tak ada yang berani menjawab.
“jika kamu mau sholat turunlah. Tapi jangan salahkan saya jika saya meninggalkan kamu sendiri disini. Kamu itu hanya pembantu. Numpang saja nyusahin...!” Ujarnya sinis. Ia tak suka cara Rindu ini, ia tak suka.
Sungguh...!
__ADS_1
Rindu menghela nafas, lagi dan lagi ia membuat masalah, tapi tak apa. “Ded.. Apa-apan sii Ded? Kenapa engak nunggu sebentar aja. Jangan gitu...” Ujar fy pada Hendrawan. Ia kasihan pada Rindu yang dihina, bukan hanya itu, dianca ditinggalkan pula.
Tak ada kata-kata yang dikeularkan oleh Rindu. ia membuka pintu mobil dengan tegar. Tapi sebelum ia meningalkan Hendrawan serta keluarga ia berucap.” Terimakasih pak sudah menumpang pembantu ini. maaf karena sudah membuat kursi anda ternodai..” Ujarnya sakit hati. sakit? Siapa yang tidak sakit. Rindu masih manusia, Rindu masih orang yang punya hati. hatinya masih berfungsi loo.
Hendrawan dan lainya diam. Rindu menutup pintnya tanpa berat hati lalu pergi. Hati Hendrawan terasa sakit saat Rindu mengatakan hal itu. Apakah kata-katanya sudah sangat buruk kepada Rindu? “Ded jahat. Ify nggak suka sama Ded.” Ketus Ify. Ia tak bisa menahan Rindu. sebab Rindu tak tau saja jika Hendrawan itu sangat disegani oleh keluarga Holmas.
“Biarkan saja nanti juga bakal nangis dia..” Gumamnya. Ia menyalahkan mobilnya lalu melajukan lagi mobilnya, ia tak mau menengok kebelakang dan melihat Rindu. ada rasa sakit dan juga rasa bersalah dihatinya. Padahal selama ini ia tak permah merasakan hal semacam ini. ia juga sangat kagum akan Rindu, ia tak menyangka jika Rindu mau turun dari mobil demi melaksanakan sholat, ia bahkan tak segan meskipun ditinggalkan dimalam hari. jarak disini dan rumah Hbaib jauh loo. Masih dua jam perjalanan lagi.
Ify dan Sarah dibendung rasa cemas untuk Rindu. Bagaimana jika Rindu mau pulang nanti?
...
Rindu menghadap dihadapan Allah. tanganya terangkat dengan doa yang ia panjatkan. Air matanya mengalir karena mengaduh rasa sakit hatinya. sakit karena selalu dihina oleh keluarga Habib. Sangat hina rasanya, padahal ia hanya mau memberikan ilmu dan juga mengingatkan. Salahkah jika ia mengingatkan dan hendak melaksanakan sholat?
Seusai melaksanakan sholat, ia memilih keluar dan mengecek Hpnya. Ia mau memesan ojek online saja. Tapi ternyata Hpnya low bat. “Gimana yaAllah? Rindu mau pulang..” Gumamnya. Ia menghapus air matanya yang mengalir, hari sudah malam, sedangkan ia masih diperbataas desa dan kota. Mana ada angkot dimalam hari? dan mana ada taxsi disini. Tapi ia yakin, jika ia akan mendapatkan tumpangan.
...
Hendrawan mengemudi mobilnya dengan santai. Rindu sudah tak lagi melayang diotaknya. Saat hendak berbelok dipersimpangan jalan, ia melihat ada mobil memotong jalan dengan kecepatan tinggi.
Tin Tin...
.
“Astaga...” Teriaknya membuat yang lain terkejut.
“Dedyy awas...” Teriak sang Istri keras. Ify menutup wajahnya karena takut.
Bam..
Tabrakan tak dapat dihindari lagi. Kab mobil depannya ditabrak oleh mobil yang membawa kecepatan besar itu. “Mom... Ify.. Kalian engak apa-apa?” Tanya Hendrawan pada istri dan anaknya yang memegang kepala masing-masing. Kepalanya berdarah karena terkantuk stir.
Mobilnya terhimpit pembatas jalan karena ditabrak mobil itu. Sarah meringis dengan kuatnya karena kepalanya ditusuk kaca yang pecah.” Kepala Sarah pedih Ded...” Gumamnya. Disana masih ada kaca yang besarnya sebesar dua jari orang dewasa tertancap sempurna dikepalanya membuat Hendrawan meringis.
“Ify....” Teriak Sarah melihat kebelakang. Ify sudah tak sadarkan diri. Ia pingsan dengan hidung berdarah.
“Ify Ded.. cepat keluar.. cari bantuan..” Teriak Sarah histeris.
Dengan cepat Hendrawan keluar dan mengeluarkan anaknya. Sarah sudah tak bisa lagi merasakan kesadarannya. Ia pun ikut pingsan.
Mereka kecelakaan dijalanan sepih, tak ada rumah warga atupun desa. Disini adalah hutan. Tak ada yang lewat.” Tolongg... Tolong..” Teriak Hendrawan histeris. Ia mengusap air matanya, tak mementingkan lagi darah dipelipisnya. Ia melihat keluarganya dengan cemas. Jangankan menolong Sarah, melihat kepalanya masih tertancap kaca saja ia meringis tak tega.
...
“Neng ngapain jalan atuh..” Tegur seseorang yang berada dijalan. Tubuhnya penuh dengan tato, telinganya ditindik membuat aurahnya sangat jahat dan ngeri.
Rindu yang berjalan dipinggir jalanpun mendongak. Disini sangat gelap, tapi ia harus berjalan menuju jalan raya atau jalan besar.”Ini kak. Saya mau kejalan raya. Mau pulang.” Jawabnya sopan. Ia tak takut ataupun gemetar.
Pria itun tersenyum. Dibelakangnya ada beberapa motor lagi mendekatinya. Disana bagaikan anak pang(anak jalanan ituloh, yang suka pakek tindik, pakek tato dan rambutnya gondrong dan dicat.) mungkin ada sekitar 12motor dan semuanya diisi dua orang dalam satu motor. Tak ada perempuan disana membuat Rindu takut. Tapi tetap tenang dan tak mau kabur. “Ikut kami aja yuk.. kami anterin kok...” Ujar salah satunya dengan senyum mesum.
“Kakak baik banget..” Ujar Rindu manis dan sopan.” Tapi maaf ya kak. Kitakan bukan mahrom, jadi saya nggak bisa sama kakak. Tapi kalo kalian mau bantuin Rindu. bisahkah kalian menceri taksi didepan sana. “ Ujarnya kembali sopan dan lembut.
__ADS_1
Merka tertawa masam. “Percaya sama kita?” Tanya mereka. Ada yang sudah mulai turun dari motor lalu mendekati Rindu. sedangkan Rindu tak bergeming seakan tak terjadi sesuatu.
“Tentu saja saya percaya. Kaliankan juga manusia. Saya yakin jika kalian orang baik. Bukankah orang jahat ada sebabnya. Sayakan nggak ada salah sama kalian. mana mungkin kalian nyakitin saya. Harimau enggak bakal gigit kita kalo kita enggak ganggu mereka kan? Masa kalian yang manusia dan punya akal saja mau nyakitin orang yang enggak bersalah.” Ujarnya sopan lagi. Sebenarnya ia menyinggung dan juga menyadarkan mereka.
Merka diam sejnak. Saling lirik lalu mendesah. “Kamu engak lihat kita berandalan begini? Mana ada penjahat butuh alasan.” Ujar satu orang lainya. Ia mendekati Rindu lalu melihat tas Rindu.
Rindu yang menyadari itu langsung memberi tasnya pada sang pria.” Ambillah jika kalian mau harta saya. Sebab saya tidak punya apa-apa. Saya tidak apa-apa jika kalian mau mengambilnya. “Ujarnya menyodorkan hal itu.
“Tapi saya minta, jangan sakti saya, maafkan saya jika saya salah.” Ujarnya lagi. Apa yang mau ia takutkan akan harta?.
“Tapi kita mau seneng-seneng..” Salah satunya mencolek lengan Rindu. Rindu sudah dikepung oleh mereka membuat Rindu jadi dag dig dug.
Rindu menelan salivanya kering. “ Saya mohon. Jangan sakiti saya. Saya tidak ada salah sama kalian.... “ Ujarnya lagi lembut. Tunggulah jika masih bertingkah Rindu tidak masalah main baku hantam, sudah lama sekali Rindu tak olahraga...
“Udah-udah. Jangan godain dia mulu..” Tegur yang pertama mengajak Rindu mengobrol tadi.” Mbak... mereka temen-temen saya Cuma bercanda. mereka baik kok heheh..” Ujarnya lagi sembari tercengir..
Rindu belum bernafas legah tapi masih tersenyum. “Kalo mbbak mau kejalan raya kami bisa pesen mobil online kok. Soalnya temen saya ada tu mbak yang jadi mobil online. cewek lagi yang bawah...”Ujarnya lagi.
“Beneran kak?” Tanya Rindu...
Ia mengangguk.” Bener dong...” Ia mengeluarkan Hpnya lalu menghubungi temannya. “Maukan mbak?” Tanyanya membuat Rindu menganguk.
Pria itu menepon temannya sedangkan Rindu hanya tersenyum diantara priapria brandalam itu.” Mbak kenapa nggak kabur? biasanya kalo cewek liat kami kabur loo mbak..” Ujarnya pada Rindu. ia yang paling seram dari pada yang lain. ia menggunakan kalung rantai.
Rindu menghela nafas.” Saya takut kok awalnya.” Ujarnya jujur.” Tapi saya enggak mau menilai kalian dari penampilan. Lagipula saya tidak takut sama kalian itu karena saya yakin. Jika hari ini saya mati, maka Allah akan membuat saya mati. meskipun tak ditangan kalian, saya mati dijalan lain. jika saya terkena musibah maka Allah akan tetap beri saya musibah. Saya dulu punya banyak temen seperti kalian loo.” Ujar Rindu lagi.
“Masa?” Tanya yang lain.” Alimm gini. Mana mungkin mbak..” Ujar yang lain lagi.
Rindu terkekeh.” Saya dulu juga kayak kalian. suka tawuran. Demo dan juga cari gara-gara sama yang lain. tapi sekarang udah engak lagi.. biasalah. Kan manusia bisa berubah diwaktu-waktu..” ujarnya lagi.
“Gimana caranya mbak? Kok saya nggak yakin.” Ujar yang lain. merka bicara tanpa tau nama. lucu yah..
Rindu tersenyum tipis.” Saya dikasih Allah hidaya mungkin.” Ia mengangkat satu bahu acuh.” Saya takut mati soalnya hehe. Bukankah mati muda banyak ya? Nanti kalo saya mati dalam keadaan maksiat dan juga dalam keadaan yang jahat, maka saya sendiri yang binasakan? Entahlah. Yang pasti saya mau saat Tuhan panggil saya nanti, saya sudah siap..” Ia tersenyum manis.
Merka mengerjab.” Masih muda kali mbak. Masa mau mati aja sii..” Ujar yang lain mencibir,
“Emang kalian tau kapan kalian mati?” Tanya Rindu lagi.” Lagipula kalian selalu berpatokan Hidup hanya satu kali, maka nikmatilah hidup sebaik-baiknya. Yang harus diterapkan itu adalah. Mati Cuma satu kali, enggak bakal hidup lagi. Karenanya, persiapkan mati sebaik-baiknya sebab Tuhan enggak bakal kasih kesempatan toubat lagi nanti. Jangan sampek kita nangis dikuburan nanti karena menyesal sudah menyia-nyiakan hidup didunia.. Kadang kita memang harus memikirkan kematian disetiap saat supaya kita sadar. Sadar untuk tidak melakukan kejahatan lagi dan lagi..”
“Udah ahh.. malah bahas Matikan. “ Ujar Rindu lagi.” Salam kenal. Nama saya Rindu hehe. Saya sama kok sama kalian. banyak dosa. So suci. Cuma yaa gini,., pakean saya nutupin kejelekan saya..” Ia terkekeh geli mengingat orang-orang suka mengatakannya sok suci.
.
.
.
**Halooo... Aku kasih satu up lagi hari ini yaa....
Jangan lupa Like, vote anda komen yaa....
Ada yang mau follow IGnya aku?
__ADS_1
#novivuspitasr IGnya author. mari follow, nanti author follback kok tenang hehe**...